
"Beruntung kau hanya terkena cakaran kucing jelek ini"
ia berucap sembari menempelkan beberapa dedaunan yang telah halus di permukaan luka sang pria, ia mengikatnya dengan telaten, dan sangat hati hati, seakan sudah benar benar terbiasa dengan hal hal seperti ini,
saat seorang Min Jiana menyibukan diri dengan mengobati luka, Si pria masih terdiam di sembari menatapnya dari jarak dekat, gadis ini adalah gadis yang sama saat ia di hadang oleh para bandit gunung wei, si pria merasa jika gadis yang membantunya, hatinya bahkan bertanya tanya sebenarnya kultivasi gadis di hadapannya ini berada di, apakah ia seorang master bela diri, hanya orang orang tertentu yang bisa melumpukan binatang binatang spiritual di dalam hutan ini, dan gadis ini?, dengan mudah melumpuhkan seekor harimau putih legendaris, si pria hanya diam sembari mengagumi si gadis yang masih berada di hadapan ini anehnya Mengapa ia tak bisa mengetahui tingkat kulvikasi yang di miliki sang gadis?, dan apa itu? tadi bahkan gadis ini menyebut sang harimau sebagai kucing kurus tak terawat, yang benar saja?, apakah mata gadis ini bermasalah?, dia adalah harimau putih yang sangat berharga, namun mengapa seketika menjadi kucing jelek tak berguna?
"Terimakasih nona, anda sudah membantu saya untuk ke dua kalinya” suara itu berasal dari mulut si pria, sejak tadi ia hanya berani mengira ngira dan menebak nebak, bahkan ini adalah kalimat pertama yang ia katakan setelah segala ritual pengobatan yang di lakukan sang gadis, ia merasa selang kembali di temukan dengan gadis ini,
"Apakah kita pernah bertemu?" jawab Min pelan, ia beranjak mendekati api unggun untuk menghalau rasa dingin itu, ia menyandarka tubuhnya ke pohon sembari menatap keindahan langit malam, sangat indah dengan rembulan bersinar indah dan bintang yang bertaburan di angkasa lepas
"Anda mungkin telah melupakan saya, tapi mana mungkin saya dapat melupakan penyelamat saya, saya adalah orang yang Anda bantu di hutan gunung wei, lagi lagi saya berhutang nyawa pada anda” ucap si pria sopan,
"Lupakan saja aku pun sudah tak mengingatnya, kau tak perlu sungkan pada ku, jangan terlalu formal" Ucap min pelan, saat ini duduk tak jauh di samping sang pria, tangannya masih terulur di hadapan api unggun, ia tentu tak akan membiarkan udara dingin ini membuatnya sakit, ada banyak hal yang harus ia lakukan bagai mana mungkin ia membiarkan tubuhnya jatuh sakit dalam keadaan seperti ini
misinya masih sangat panjang dan dia tak boleh jatuh sebelum semuanya terselesaikan
__ADS_1
"Baik lah, Nama saya Rong cheng, waktu itu saya belum sempat memperkenalkan diri sekali lagi ada menyelamatkan saya, dan saya hanya bisa mengucapkan terimakasih, tak sopan rasanya jika tak memperkenalkan diri pada rang yang berkali kali menyelamatkan saya dari kematian" Ucap pria yang bernama Rong Cheng ini, ia menyatukan kedua tanganya dan membungkuk beberapa detajat sebagai tanda terimakasih yang tulus darinya,
Min hanya mengangguk malas, ia tak butuh ucapan itu, ia hanya menolong menurut nalurinya, takada yang istimewa akan hal itu, Chen Mian Li memintanya untuk menolong si pria maka ia hanya bisa menolong tampa bisa bernegosiasi,
"Apa yang kau lakukan?, mengapa kau bertarung dengan kucing jelek ini"
"Jangan coba mendekati ku, bulu mu membuat hidungku gatal" Ia mwnujuk si harimau putih dengan kesal
hewan spiritual yang telah terikat kontrak akan selalu mengabdi pada si pengontrak karena batin mereka telah terikat, dan tentu saja sang harimau tak bisa berpisah dari tuannya, begitu banyak kualivator yang datang menundukannya dan berhasil ia kalahkan, namun siapa yang menyangka jika ia di kalahkan oleh seorang gadis kurus tak kurang gizi seperti ini, kenyataan memang sedang mengkhianatinya
"Dasar tidak bertanggung jawab, kau adalah tuan ku, jika tidak bersama mu lalu aku akan pergi kemana?" ia berucap dengan nada terpaksa, semua terjadi begitu cepat dan ia bahkan masih tak percaya jika yang mengalahkannya adalah seorang gadis yang begitu kecil, gadis lemah yang bahkan tak memiliki kemapunan memngingat ini membuanya benar benar kesal, hanya saja semua sudah selesai, dan mulai saat ini gadis kecil ini telah berhasil mengikatnya dalam sebuah perjanjian darah, mereka terikat hubungan tuan dan hewan spirituan
"Aku adalah penguasa di hutan ini, dan tentang kepercayaan diriku tentu saja telah ku miliki sedari kecil, saat ini kay adalah tuan ku dan aku hanya bisa mengikutimu tampa bisa melakukan sebuah protes, uh menyebalkan sekali"
"Kau hanya seekor kucing kecil di mata ku dan aku tak perlu begitu menginginkan mu, jika tak ingin bersama ku maka pergi lah, aku tak memkasa bawahan ku"
__ADS_1
"Kau... Kau"
"Apa?"
Rong Cheng hanya memandangi mereka dengan tersenyum kecil, gadis ini sungguh sesuatu, setelah mengontrak malah mengusir hewan yang dengan susah payah ia lumpuhkan ini, benar benar gadis yang sulit di tebak
"Dan kau juga belum menjawab pertanyaan ku, apa yang kau lakukan di hutan ini?" Min kembali berbalik ke arah Rong Cheng yang sibuk menghangatkan diri di depan api unggun
"Saya mencari hewan spiritual untuk saya kontrak, ternyata rumor tentang kekuatan raja harimau putih ini bukan isapan jempol belaka, bahkan saya tak mampu menghadapinya" Ucap Rong Cheng terkekeh pelan,
ia sudah berusaha sangat keras tapi harimau putih itu tak dapat ia kalahkan, namun sang gadis ini?, bahkan ia Dengan begitu mudah melumpuhkan sang Harimau yang legendaris ini, benar benar menggumkan
"Kucing ini?" Min menunjuk pria jelmaan harimau putih itu dengan tatapan remeh,
"Xio li sang raja harimau yang legendaris" Ucap pria harimau dengan nada angkuh, ia tentu saja tak bisa Terima jika dirinya di hina, enak saja sepanjang sejarah ia adalah harimau, bagai mana bisa ia berubah menjadi kucing seperti yang di katakan gadis kurus ini?
__ADS_1
"Apakah aku terlihat perduli?, tentu saja tidak, kau hanya seorang kucing jelek dan kurang gizi di mata ku" Ucap min ketus masih menyibukan diri dengan perapian dan beberapa herbal yang ia temui di hutan, Sang harimau hanya membuang muka, kesal?, tentu saja harimau putih yang Agung seketika menjadi kucing tak berarti di hapan gadis kurus yang sialnya tuan nya ini, takdir benar benar mempermainkanya, sang harimau sangat ingin menangis dan mengeluh pada para dewa, mengapa harus bertuankan pada seorang gadis kurus yang bahkan sangat tak meyakinkan,
"Dewa, butakan mata gadis kurus sialan ini, bagai mana bisa ia begitu tega mengatai ku kucing jelek dan kurang gizi" batin xio li berteriak histeris tak Terima dengan kenyataan ini, namun?, apakah ia bisa menolak?, tentu saja tidak, hewan kontrak hanya memiliki satu tuan, di perlakukan dengan baik ataupun tidak itu adalah hak sang tuan, para abdi hanya bisa mengikuti perintah, dan melakukan apapun yang tuan mereka inginkan.