Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab36


__ADS_3

Hari beranjak gelap min mengeliat pelan tubuhnya terasa lebih segar dari sebelumnya, ah tentu saja ia tertidur di tempat yang nyaman tidak seperti beberapa hari lalu ia harus tidur dengan kedinginan di tengah hutan, kualitas tidur yang baik benar benar pintar mencari tempat nyaman,


"Yu mi" Ucap min mengucek matanya pelan, kepalanya sedikit pusing karena tertidur cukup lama


"Ah nona, aku sudah menyiapkan air panas suntuk mu" Ucap yu mi baru saja menunjukan diri di balik tirai yang menutupi ranjang tempat min berbaring


Min hanya mengguk pelan tak menyangka jika yu mi cukup siaga, ia bahkan merasa lelah melihat ruangan yang besar ini, beberapa pertanyaan konyol mendatanginya, seperti bagai mana cara yu mi membersihkan tempat sebesar ini, bagai mana yu mi mau tinggal sendirian di tempat ini dan dari mana barang barang di tempat ini datang, huh jika di teruskan banyak sekali pertanyaan yang ada dalam otak seorang Min jiana, ia menghela nafas pelan, dari pada pusing mikirin hal hal ngak berfaedah mendingan ke kamar mandi, bersih bersih biar badan wangi dan segar


"kau tak perlu ikut, aku bisa mandi sendiri, aku tak membutuhkan layanan" Ucapnya, Min hafal betul dengan tingkah pelayan masa kini, bagai mana bisa ada orang yang begitu pemalas bahkan mandi pun harus di mandikan,


"tapi nona?"


"aku sangat membenci hal hal yang berbau penolakan" jawab Min singkat, setelahnya ia segera masuk ke kamar mandi untuk segera memulai aktivitas mandi dan segala ritual yang menggiringinya


"Huh tuan yang aneh" Ucap yu mi menghela nafas pelan, ia segera berbalik dan meninggal kamar min untuk menyiapkan makan malam untuk sang nona, nonanya tak suka layanan saat mandi, namun ia sangat suka makan, yu mi merasa sedikit lebih berguna, setidaknya ia merasa begitu


Min berjalan dengan anggun menuruni tangga pakaian khas penyusupnyapun sudah di ganti dengan hanfu yang sangat indah, walapun saat ini ia tak di istana namun kecantikan harus tetap di jaga bukan?, di bawah yu mi telah menunggu sang nona dengan berbagai macam hidangan yang sangat lezat

__ADS_1


"Makan anda sudah siap nona" Ucap yu mi sembari menunjukan senyuman lebarnya, ia sangat suka saat Min memuji masakannya, sebagai seorang gadis tentu saja ia sangat menyukai pujian,


"Berapa lama aku di sini?" Ucap Min beranjak duduk dan menuangkan teh dan menyesapnya perlahan, asap yang mengepul membuat Min harus bersabar dan meniup teh tersebut, yah pada dasarnya begitulah cara minum teh di masa ini, di tiup perlahan, biarkan asap yang mengepul memasuki indra penciuman mu dan tentu saja yang kau rasakan adalah semakin rileks karena aroma teh yang menenangkan itu, setelahnya kau menyesap teh itu perlahan dan menikmatinya dan mari nikmati kehidupan yang nyaman dengan teh yang enak


"Senja baru saja berlalu nona" Jawab yu mi pelan, nonanya memang sudah cukup lama di dalam ruangan ini, perlu di ingat, jarak waktu di ruangan ini dan bumi tak terlalu jauh, meskipun memiliki sedikit perbedaan


"Benarkah?, itu artinya sudah seharian penuh aku di sini, sial aku harus segera menemukan binatang itu sebelum kaisar es itu menyadari kepergian ku" Ucap pelan, melewati penjaga bayangan milik kaisar zhou bukan lah hal yang sulit bagi min, sejak muda min terdidik dengan sangat hati hati, menyelinap bukanlah hal yang sulit baginya tapi ia harus tetap mempertimbangkan nyawa fei yang dan para pengawal valiumnya, ia harus mempertimbangkan puluhan nyawa yang akan terseret saat ia melakukan kesalahan, huh yah semoga saja fei yang bisa menjalankan tugasnya dengan baik, ia merasa sedikit cemas dengan pelayan kecilnya itu, kaisar zhou bukanlah orang yang memiliki kesabaran yang besar, jika sampai ketahuan fei yang tentu saja harus rela kehilangan nyawanya, di Terima atau tidak perintah seorang kaisar adalah hal yang mutlak, tak ada penolakan dan pembelaan, jika kaisar mengatakan mereka harus mati, maka tak ada yang berani menentangnya, begitulah kekuasaan di masa ini, seorang pemimpin di junjung bak dewa ataupun iblis, tergantung cara ia memimpin, jika ia memiliki kepemimpinan yang baik maka mereka akan di puja sebagai dewa, namun jika sebaliknya merekaa kan di di puja sebagai iblis pembuat onar, pada dasarnya rakyat rendahan tak memiliki kesempatan memilih, mereka hanya harus menjadi tunduk dan patuh


"Ada apa nona"


"Ah nona cicip lah akar teratai ini" Ucap yu mi mengulurkan makanan itu, min tersenyum lebar perlahan mengambil sumpit dan langsung mengambil akar teratai, dan rasanya benar benar enak,


"Hey knpa kau tak ikut makan yu mi?" Ucap min pelan, sedari tadi yu mi hanya memperhatikannya dan tak berniat untuk ikut serta dalam acara makan besar ini


"Hamba akan makan setelah ini nona" Ucap yu mi yang spontan membuat kening Min mengerut, apa itu?, makan setelah ia makan?, yang benar saja


"Omong kosong apa ini, sekarang mari makan bersama, kau tau perut ku akan meledak jika menghabiskan makanan sebanyak ini" Ucap min menghentikan aktifitas makanya, Min mendongak menatap yu mi yang masih berdiri di tempatnya,Yu mi merasa sedikit bimbang, hey bahkan nonanya ini tak pernah menggapnya pelayan Min mengagap yu mi adalah teman dan yu mi tak di izinkan sungkan, namun yu mi harus tetap mempertimbangkanya, walaupun sang nona baik namun sangat tidak sopan jika seorang abdi makan bersama junjungan,

__ADS_1


"tak masalah nona, sebagai seorang abdi kami tak di perbolehkan melewati batas kami" Ucap yu mi pelan, yu mi memang gadis cerewet dan ceria namun yu mi tak pernah melapaui batasnya, yu mi selalu menghormati tuanya


"aku adalah junjungan mu dan aku lah yang menentukan apa yang harus kau lakukan, dan aku tak mengizinkan kau menjadi abdi yang patuh seperti budak"


"hamba tak berani untuk bertindak lancang"


Min menghela nafas pelan, benar benar menyebalka jika harus berdebat dengan pelayan, bisakah ia sedikit lebih pengertian, tidak semua orang gila akan kekuasaan, para tuan ataupun nona muda adalah sosok yang kesepian, berteman hanya untuk saling menguntungkan dan memiliki pelayan yang penuh dengan ke formalan, itu sangat tak menyenangkan, apakah kau tau itu?


"huh, Kau ini jahat sekali yu mi, membiarkan ku menghabiskan makanan lezat ini sendirian, aku tak mau tau pokoknya kau harus membantu ku menghabiskan semua ini" Ucap min mengulurkan sumpit pada Yu Mi dan menarik pergelangan tangan yu mi untuk segera duduk di sampingnya


"Tapi nona"


"Kau harus bertanggung jawab, perut ku akan meledak jika menghabiskan semua ini, namun jika tak di habiskan aku tak suka membuang makanan, dari itu kau harus membantu ku menghabiskannya, tak ada protes dan penolakan, atau akan akan membuang mu dan ruang angkasa ini ke dalam sungai" Ucap min ringan, pada dasarnya ia tak membutuhkan benda ini, ia masih yakin dengan kekuatan yang ia punya, ia percaya pada dirinya sendiri dan tak akan mau menggantungkan kehidupannya pada siapapun


"Ah, baiklah nona" Ucap Yu Mi pelan dan segera mengambil sumpit dan mulia makan dengan perlahan


Min tersenyum, melanjutkan acara makannya dengan tenang, ia tak suka di perlakukan istimewa oleh orang orang yang di anggapnya teman, Min akan menjadi sosok yang angkuh dan gila kuasa saat di depan para musuh, di depan orang orangnya tentu saja tidak berlaku.

__ADS_1


__ADS_2