
Min memanjat tembok untuk melihat perkembangan pertarungan yang sempat ia tinggal, oh tidak ini jelas di luar perkiraannya, para pemberontak cukup banyak, ia hanya berharap jika para pengawalnya tak kelelahan menghadapi mereka, Jelas ini tak seimbang, ia hanya memiliki tiga ratus pasukan itu pun di tambah dengan pengawal anggrek, sedangkan lawan?, mereka terdiri dari tiga ribu pasukan, bagai mana bisa peperangan tak seimbang ini terjadi
min melompat memasuki pertarungan dan mulai membantu menghabisi para pemberontak pengacau itu
"Akhirnya kita bertemu" Ucap seorang gadis mengunakan pakaian hitam, wajahnya tak terlalu jelas karena di tutupi oleh topeng perak, min menaikan alisnya, apakah mereka pertahanan bertemu sebelumnya?,
"Siapa kau?" Ucap min
"Apakah sangat perlu untuk orang yang akan segera mati? "
"Tentu saja, setidaknya aku tidak mati penasaran dan jadi hantu yang menggentayangi mu" Ucap min terkekeh pelan, sebenarnya ia tak berniat untuk berperang, ia harus memikirkan segala kemungkinan, ia tak ingin terjadi hal buruk pada kandungan ya, tapi sepertinya pemberontak ini sangat memaksa, ia bukan orang bodoh yang pergi tampa persiapan, semua sudah di atur dengan baik,
"Haha tak menyangka jika permaisuri yang menghilang masih memikirkan istana, ku fikir permaisuri akan meninggalkan istana ini selamanya, mencari kebebasan di luar sana, bagai mana pau aku sangat mengerti bahkan binatang pun tak mau terkurung meski di sangkar emas, uh tapi sayang sekali, bahkan istana akan hancur, sungguh akhir yang tragis bukan?, " Ucap sosok hitam itu, min tersenyum sinis sembari mengguk pelan
"Akhir tragis tidak begitu buruk, lagi pula aku adalah ibu negara, melindungi rakyat adalah tugas ku, kalian para pemberontak hanya bisa membunuh tampa memikirkan kehidupan si korban, sungguh penjahat yang berotak pendek" Ucap min terkekeh lembut, wajah cantiknya kini tak di halang kain hitam hingga menambah kesan yang sangat menawan, di bawah penerangan cahaya rembulan, bak raja neraka yang siap mencabut nyawa siapapun yang mengusiknya
"Kau semakin fasih ternyata, tapi tak masalah, yang harus kau cemaskan saat ini adalah nyawamu sendiri"
"Oh ia?, aku sangat menantikan nya, aku sudah tak sabar melihat kemampuan mu"
"Permaisuri sampah bermulut besar"
"Hey suara mu sangat mirip dengan seseorang, oh sepertinya kau adalah orang dalam ya?, tak menyangka jika ternyata pemberontak bahkan di rekrut oleh keluarga kerajaan, sungguh bagus" Ucap min pelan,
"Kau tak perlu tau bersiap menuju kematian mu" Ucap sang gadis yang kini mulai menyerang,
Min hanya menghindar, ia harus mencari cara agar bisa membuka topeng perak itu, melihat siapakah yang berada di balik pemberontakan ini, uh sungguh rubah istana, di tinggal sebentar sudah menjadi begitu berani, Keduanya bertarung di temani redupnya cahaya rembulan,
__ADS_1
Min masih mencari cara untuk membuka topeng itu hingga ia berhasil, ia terdiam sejenak melihat siapakah yang berada di balik topeng itu, oh tidak ia tertegun melihat siapakah yang berada di balik topeng itu
"Kau kaget? " Ucap gadis itu menendang perut min dan melemparkan racun, setelahnya ia menghilang di bawa angin malam
"Uhuk" Min memuntahkan seteguk arak, dunia memang permainan, ia tak percaya jika orang yang ia anggap baik adalah orang seorang rubah, sungguh istana tempat yang sangat berbahaya
"Nona" Xiou li mendekati min, ia segera memasukan pil hitam dan membuat min kembali memuntahkan darah
"Aku akan membawa mu ke valium bulan"
"Tidak, bawa aku kembali ke mision jendral" Ucap min dan setelahnya ia jatuh tak sadarkan diri
"Kalian kembalilah ke valium," Ucap xiou li dan setelahnya menghilang, dalam sekejap ia sudah berada di valium teratai milik ibunya
"Nona, hiks hiks apa yang terjadi? " Ucap yu mi yang kini terisak melihat sang nona dalam keadaan yang sangat lemah
"Jangan tunjukan wajah jelek mu itu pohon," Ucap xiou li ketus,
"Dia juga nona ku, lakukan hal yang lebih berguna Jagan hanya mengais"
"Ah baiklah, fei jie aku akan memanggil tabib, kau bersihkan tubuh nona, dan kau kucing jelek pergi dari sini, fei jie akan membersihkan tubuh nona, kau tidak boleh melihatnya" Ucap yu mi yang hanya di angguki oleh fei yang, yu mi berlari dengan cepat menuju tabib, sedangkan fei yang merapikan nonanya di sela isakan kecil itu, ia sudah khawatir dari tadi, dan kekhawatirannya benar bukan, terjadi hal buruk pada nonanya, ia tak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada nona.
"Kakak tertua, apa yang terjadi?" Chen Ling dan chen qing berlari mendekati ranjang kakak tertuanya, hati keduanya sangat sakit melihat kakak pertamanya kembali terbaring lemah
"Nona, apakah sudah menemui tabib?, saya sangat takut terjadi hal buruk pada nona tertua" Ucap fei yang di sela isak nya
"Kau di larang mengatakan hal lancang itu, tabib, dari mana saja kalian, kakak pertama ku sedang dalam keadaan seperti ini, mengapa lama sekali" Geram chen ling kesal pada beberapa tabib yang baru datang
__ADS_1
"Maaf kan ketidak mampuan hamba nona"
"Lupakan, sekarang periksa kakak pertama" Ucap chen qing, setidaknya ia lebih tenang dari chen ling yang sangat suka mengamuk
"Baik nona" Ke tiga tabib itu langsung memeriksa denyut nadi min, mereka mengerutkan keding bersamaan, keadaan nona pertama benar benar buruk, bahkan ia terkena racun dalam ke adaan hamil begini,.
"Nona, nona tertua keracunan dan ia juga mendapatkan pukulan yang cukup keras di bagian perutnya" Ucap sang tabib, semua yang ada di tempat membulatkan mata
"Bagai mana dengan keponakan kecil ku, jika tak memungkinkan maka singkirkan saja dia, aku tak ingin kehilangan kakak tertua karena hal ini" Ucap chen ling cepat, ia tak bisa Terima jika kebersamaan mereka sangat singkat, selama ini hanya ada permusuhan hingga hari bahagia itu datang, namun?, lagi lagi kakak tertua mereka harus mengalami hal buruk, apakah ia pantas jika mengatakan jika dewa tak adil pada kakak pertamanya?
"Adik ke tiga" Tegur chen qing,
"Aku tak ingin terjadi hal buruk pada kakak pertama, kita baru saja akur dan hal buruk selalu datang seakan tidak ada habisnya"
"Xi lin bawa nona mu kembali ke kamar, adik ke tiga beristirahat lah, aku akan mengurus kakak pertama, aku akan mengirimkan surat pada ibu, ibu pasti sedang mencemaskan kita" Ucap chen qing pelan, yah Gu xin sudah satu minggu ini tak berada di istana, ia pergi ke kerajaan young untuk menemui kerabatnya jendral bai tentu saja berada di barak militer untuk mengusir para pembangkang istana, dan yah saat ini hanya ada ketiga putri jendral,
"Tapi kak? "
"Kau butuh istirahat adik, kembalilah, aku akan mengurus semua ini" Ucap chen qing pelan, dengan malas chen ling melangkahkan kakinya meninggalkan valium teratai
"Tabib, lakukan yang terbaik untuk kakak pertama, jika kalian gagal maka bersiaplah untuk mati" Kini mata satu itu menatap para tabib dengan tajam, para tabib tersentak kaget, tak menyangka jika nonanya keduanya yang di kenal tenang ini bisa memberikan tatapan membunuh
"Fei yang, mengapa kau membiarkan nona mu meninggalkan mansion? " Ucap chen qing datar,
"Maafkan saya nona, saya pantas mendapatkan hukuman"
"Hm baik lah, jika kau sangat menginginkan itu, kau ki tugaskan untuk memahami matai keadaan kota, dan kau yu mi, jangan biarkan nona mu kabur lagi, saat ini keadaan sesuai kacau, tubuh kakak pun lemah, aku tak ingin hal buruk terjadi padanya"
__ADS_1
"Baik nona" Ucap keduanya serentak, fei yang segera menjalankan hukuman dan yu mi kembali ke sisi sang nona
"Dan kalian, ikuti aku, kita bicarakan di ruangan ayah, dinding dan bangunan di sini memiliki telinga" Ucap chen qing datar, siapa yang mengira jika chen qing yang merupakan nona muda bisa menjadi wanita yang mengerikan, bahkan ia bisa membunuh dengan tatapan se tajam pedang itu.