
Kaisar Zhou malah menatap bai huan dengan tajam, ini seperti penghinaan untuk permaisurinya, bagai mana bisa permaisuri ikut dalam pertarungan ini, bukannya Kaisar Zhou meremehkan kemampuan permaisurinya namun nona mudah bai ini memiliki ilmu yang cukup tinggi,
"Maafkan atas kelancangan hamba, mohon kiranya yang mulia memberikan jawaban" Ucap bai huan dengan penuh percaya diri
"Lancang" Ucap Kaisar Zhou, ia tak Terima nona bai ini dengan terang terangan mempermalukan permaisurinya, Min meraih lengan Kaisar dan menggeleng pelan, Kaisar Zhou kembali duduk di tempatnya
"Yang mulia, tenagkan diri anda" Ucap Min menuangkan teh
"Dan nona bai, sepertinya kau mendapat kabar yang salah, permaisuri ini tak akan pernah berlatih ilmu pedang sampai kapan pun"
"Maafkan atas kelancangan hamba, dan ketidak tahuan hamba" Ucap bai huan masih kekeh berada di posisinya, Min membuang nafas pelan, apa lagi yang akan di lakukan oleh wanita ular ini?
"Ah baik lah, karena kau terlihat begitu bersemangat bertarung dengan permaisuri ini, maka permaisuri ini akan bersiap siap dahulu untuk mengganti pakaian yang lebih nyaman" Ucap Min dan segera di bawa kedua pelannya menuju valium bulan untuk berganti kostum, setelah merasa cukup, Min kembali ke lapangan dengan memengang ranting kecil yang sempat ia ambil di kebun tadi
Min berjalan anggun menuju arena, baik lah ia akan menuruti permintaan dan permainan yang di siapkan nona bai ini, kini pakaianya pun sudah berubah menjadi gaun berwarna biru muda, sangat sederhana namun cukup nyaman
"Yang mulia" Ucap bai huan membungkuk memberi hormat pada min, tersenyum senang akhinya ia bisa mempermalukan permaisuri sampah ini, lagi pula ada banyak dendam yang belum terbalaskan antara keduanya
__ADS_1
"Kau bisa menggunakan pedang mu nona, jangan pernah anggap enteng seorang lawan" Ucap min pelan sembari tersenyum lembut, min terlihat sangat mengagumkan dengan pakaian itu
"Terimakasih atas kemurahan hati yang mulia, namun tidak sopan rasanya jika yang mulia bertarung dengan tangan kosong, dan hamba menggunakan pedang" Ucap bai huan lembut, namun min bisa melihat tujuan ucapan itu, secara tidak langsung ia meremehkan min
Min hanya terkekeh pelan, ternyta kebengisan ya selama ini belum sampai ke telinga nona bai ini, baik lah ia akan menunjukan apa itu kekalahan yang sesungguhnya
"Permaisuri ini tak pernah berkata jika permaisuri ini akan bertarung dengan tangan kosong, permaisuri ini tak menyukai pedang bukan berarti tidak bisa menggunakan senjata lain" Ucap min lembut
"yu mi" Yu mi datang dengan ranting kecil di tangannya,
"yang mulia" Yu mi memnekuk lututnya sembari memberikan ranting itu,
Lucu hanya menurut para bangsawan yang tidak tau bagai mana kuatnya ranting itu, pangeran lan bahkan yu fang membuang nafas kasar, senjata yang di gunakan kakaknya memang sangat kecil namun siapa yang pernah menyangka jika ranting kecil itu telah membunuh ribuan pemberontak di medan perang.
"Kakak, kakak ipar terlihat keren bersama rantingnya" Ucap yu fang tersenyum lebar, namun tiba tiba udara terasa dingin, seperti ada yang manatapnya sejak tadi
"Kak, sejak tadi ku lihat, nona muda di seberang sana menatap ku dengan tatapan yang mematikan" Ucap yu fang, ia dapat merasakan aura mencengkam itu, Pangeran lan hanya terkekeh pelan, ternyta adiknya benar benar tidak tau jika nona muda ling berada di istana, dan nona muda itu juga yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan kurang bersahabat.
__ADS_1
"Tentu saja, nona bai, ku ingatkan untuk berhati hati, jangan pernah meremehkan sebuah senjata apapun bentuknya" Ucap min, keduanya kini mengambil posisi untuk bersiap dan mengatur gerakan
"Silahkan nona bai" Ucap min meminta bai huan untuk menyerangnya terlebih dahulu, pertarungan di mulai, bai huan menggunakan seluruh kemampuan nya untuk menyerang min, namun min bahkan hanya berusaha untuk menghindar,
"Yang mulia, apakah kekuatan ranting anda mengilang?, mengapa hanya menghindar" Ucap bai huan dengan nada yang sangat lembut
"Permaisuri ini tak ingin melukai mu nona bai" Ucap min tak kalah lembutnya bai huan menggeram kesal, permaisuri sampah itu meremehkan ya secara terang terangan
"Hamba menanti saat ini, yang mulia" Ucap bai huan yang kini menarik pedangnya, pertarungan sudah di mulai sejak beberapa puluh menit yang lalu namun bahkan semua penonton hanya bisa melihat jika permaisuri tak memiliki kemampuan untuk melawan nona muda dari jendral bai ini, meski keduanya sama sama putri sah dari jendral besar, namun mereka tentunya memiliki perbedaan yang sangat jauh, bai huan di kenal sebagai cedikawan di dinasti ini, ia juga menguasai beberapa bahasa asing dan menguasai ilmu bela diri ia juga di juluki kecantikan no 1 di dinasti xianyang ini, sedangkan putri dari jendral chen?, ia hanya di kenal sebagai putri bodoh, buruk rupa dan di juluki sampah Kekaisaran, bukankah itu perbedaan yang jauh?, melupakan pemikiran orang orang dan pada kenyataannya Kedua putri jendral besar itu masih sibuk dengan pertarungannya,
kali ini mata para bangsawan itu melebar, bagai mana bisa ranting kecil itu memblokir seluruh serangan mematikan dari bai huan, para pendukung bai huan mendengus kesal
"Wow, lihat lah nona bai huan sepertinya sudah sedikit kelelhan" Nona muda dari kediaman ye, ia sangat bersemangat memperhatikan pertunjukan itu, lagi pula ia dapat melihat kelicikan di balik bola mata sayu milik nona muda dari jendral bai itu, sejak awal ia tak terlalu menyukai bai huan yang sangat suka menindas dengan ungkapan lembut yang di buat buatnya itu
"Dasar licik, melumpuhkan lawan dengan cara yang begitu licik ini bukanlah Ksatria sejati" Sahut nona muda lainya,
"Semuanya sah dalam peperangan dan cinta"sahut nona kediaman ye dengan nada begitu lembut, namun tentu saja itu adalah nada mengejek
__ADS_1
"Mengagumkan" Sambung nona muda dari kediaman qin menatap permaisuri dengan tatapan memuja, ia yakin meski permaisuri memiliki wajah yang buruk namun permaisuri adalah sosok yang perduli dengan rakyat, bahkan ia mendengar langsung dari ayahnya bahwa permaisuri turun langsung saat terjadi bencana di desa young