Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab138#


__ADS_3

Min menghela nafas pelan ia berjalan mendekati tiga orang gadis sebaya, pembicaraan yang terlihat cukup serius, yah saat ini ia sudah berada di mision jendral dan tiga gadis tadi tak lain adalah Ling Shi, Chen Ling dan Chen Qing, mereka berteman cukup baik akhir akhir ini, pada pada dasarnya kedua nona Chen itu adalah gadis yang menyenagkan dan periang, sama seperti Ling Shi, lagi pula sebagai keturunan jendral tentu saja tak ada cerita yang menarik dari pada sebuah cerita peperangan, Chen Ling dan Chen Qing tak dapat mengikuti peperangan itu secara langsung, beda dengan ling shi yang sudah turun ke medan perang saat usia baru meningjak 12 tahun, atas kemampuannya ia di juluki jendral wanita satu satunya di kerajaanya


"Kakak pertama, duduk lah" Ucap Chen Ling berdiri dan membantu min untuk duduk di bangku yang terlah tersedia, chen Qing menuanglan teh untuk melepas dahaga sang kakak


"Sepertinya aku terlalu lama membuat kalian menggangu" Ucap min pelan, sembari melepaskan kain hitam di wajahnya, ia menyesap tehnya dengan pelan menikmati rasa segar yang masuk dalam kerongkonganya


"Tidak sama sekali kak, kau tau nona ling menceritakan pengalaman perangnya, dan itu sungguh menakjubkan," Ucap Chen Ling dengan penuh semangat, min mengibas lengannya, pembicaraan ini cukup serius, para pelayan di minta untuk meninggalkan mereka, yah tentu saja fei yang yang menjadi pengecualiannya, para pelayan mengguk patuh dan meninggalkan valium teratai


"Oh Iya?, hm bagai mana dengan penyelidikan mu nona Ling?" Ucap min menunjukan wajah seriusnya, ini bukan pembicaraan kosong, ini jelas bersangkutan dengan ribuan nyawa mereka tak bisa bermain main

__ADS_1


Ling shi menghela nafas menyesap minumannya dengan pelan


"masalah kelaparan ini sekilas memang terlihat seperti sebuah bencana alam,"


"Namun ini sangat aneh, akhir akhir ini cuaca cukup baik, tak kekeringan ataupun kebanjiran, lalu apa yang membuat Kekaisaran ini di landa kelaparan?" timpal chen Qing, semua terlihat baik baik saja, tapi?, bagai mana bisa rakyat jatuh dalam bencana kelaparan, selama ini Kekaisaran Xiangyang adalah negri yang begitu subur


"Yang kau katakan memang benar nona Chen, cuaca baik, namun Kekaisaran di landa kelaparan, ini adalah pekerjaan dari beberapa oknum yang sengaja menggacaukan ke sejahteraan dinasti ini, aku sudah berhasil menangkap beberapa pejabat kecil yang di duga penyebar hama, yah mereka sengaja melakukan itu agar para petani mengalami gagal panen, setelah di introgasi ternyata beberapa pejabat istana terlibat dalam hal ini" Ucap Ling shi pelan, ia melaporkan segalanya dengan rinci, agar mereka dapat mencari jalan keluar bersama, sebagai jendral ia memiliki tanggung jawab untuk melindungi warga sipil Kekaisaran, sebagai manusiawi ia tentu tak bisa diam saat mayat berjatuhan setiap harinya


"Di patuhi"

__ADS_1


"Kakak, adik ini berharap agar kakak menjaga gesehatan, kakak pertama aku mohon diam lah di mision beberapa saat, usia kandung mu sudah mencapai 6 bulan, aku tak ingin terjadi hal buruk sekecil apapun pada kalian, setidaknya fikirkan keselamatan kponakanya kecil ku" Ucap Chen Ling pelan, ia meremas tangan kakak pertamanya,


ia tak ingin kembali ke hilangan, mereka sudah melewati hari hari yang panjang besama, sejak kecil mereka tak bisa melakukan hal dengan bebas, para pelayan yang di kirim Permaisuri sebelumnya sangat ketat, saat itu mereka sudah cukup mengerti bagai mana cara berpura pura, bagai manapun mereka sudah menginjak usia 10 tahun saat itu, mereka masih dapat mengingat dengan jelas kebaikan dan nonya jendral sebelum ibu mereka di angkat menjadi nyonya bahkan mereka terpaksa memainkan drama agar tak membuat kehidupan kakak pertama mereka semakin menyedihkan


"Yang di katakan nona ke tiga benar, Min Jie, kau harus memperhatikan kesehtan mu, urusan Kekaisaran biarkan para pejabat istana yang mengurus, dan mengenai wabah aku akan mencoba untuk menyelidiki penyebabnya, kau hanya perlu diam di mision hingga semua membaik" Ucap ling shi pelan, yang juga di angguki oleh chen qing dan fei yang, ia tak mungkin tega membiarkan min yang sedang hamil tua ini mendapatkan bahaya


"Benar nona,"


"hm"

__ADS_1


"baik lah, fei yang bawa kakak pertama kembali, ia pasti kelelahan karena selalu sibuk dengan urusan istana"


"baik, silahkan nona" Ucap fei yang pelan, min hanya mengguk malas namun masih terus melangkah meninggalkan taman, ia harus beristirahat, yang di katakan kedua adiknya benar, tubuhnya sangat kelelahan karena berurusan dengan urusan istana yang merepotkan itu


__ADS_2