
“Selamat yang mulia pangeran kecil sangat sehat” Ucap si tabib pelan,
Kaisar Zhou menghela nafas lega, ia sangat cemas dan takut, ia sudah melihat perjuangan sang permaisuri, mempertahankan nyawa hanya untuk melahirkan putranya, ini untuk yang terakhir kali, tak akan ia biarkan bocah kecil itu membuat istrinya kewalahan, tak akan ada yang kedua kali, kaisar Zhou dapat memastikan itu
“Terimakasih” Ucap Kaisar Zhou mengecup kening Min lembut,
Min tersenyum dalam wajah lelahnya, tak menyangka, setelah berjuang cukup lama ia berhasil, ia berhasil menjadi seorang ibu ia berhasil melahirkan putranya saat pajar sudah menyingsing
“Yang mulia, saya akan membersihkan tubuh pangeran kecil” Ucap si tabib dengan pelan,
Setelahnya mereka meninggalkan kamar sang kaisar bersama permaisuri, memberikan mereka ruang untuk berbicara secara pribadi, mereka tentu tau bagai mana kekahwatiran itu, mereka tentu tau bagai mana cemasnya kaisar dengan keadaan permaisuri yang membuat semua penghuni istana senam jantung
“Terimakasih” Ucap Kaisar Zhou kembali mengecup kening Min,
Putra mereka lahir dengan sehat, dan sangat tampan Min tersenyum lebar saat si bayi kecil di bawa ke pelukanya, tatapan lembut itu, tatapan penuh kasih sayang, ia bahkan tak menyangka jika ia bisa berada di tahap ini, tahap dimana mencintai seseorang melebihi cintanya pada diri sendiri, memang seperti itulah seharusnya kasih sayang seorang ibu pada anaknya
“Yang Mulia, anda sudah menyiapkan nama?”
“Tentu saja permaisuriku, namanya adalah Juan Li Xiang, penerus kekaisaran ini di masa depan” Ucap Kaisar Zhou tersenyum lebar menatap bayi kecil dalam pelukan Min, namun kebahagiaan itu hanya berjalan sebentar saja, senyum cerah itu seketika memudar saat melihat perubahan wajah sang permaisuri
“Agg” Min mengerang, kepalanya terasa sangat pusing, ia mencengkram kepalanya dengan kuat, sudah hampir waktunya, mimpi itu benar benar akan menjadi kenyataan, ia belum siap, dewa berikan dia sedikit waktu lagi, putranya masih terlalu kecil, ia masih ingin melihat pertumbuhan putranya,
“Permaisuri apa yang terjadi?” Ucap Kaisar Zhou cemas, pangeran Li Xiang sudah di serahkan pada Yu Mi, untuk di letakan di keranjangnya, sedangkan kaisar menatap min dengan panic, tangan mungil itu di genggam dengan erat oleh sang Kaisar,
“Yang Mulia, bisakah kita bicara secara pribadi?” Ucap Min yang membuat kaisar zhou mengangkat tangannya, para pelayan meninggalkan mereka,
__ADS_1
“Yang mulia, berjanjilah, saat aku pergi kau harus menyayangi putra kita, berjanjilah yang mulia, berjanjilah jika kau akan membahagiakannya, memberikannya kasih sayang, berjanjilah pada permaisuri ini yang mulia” Ucap Min menatap Kaisar Zhou dengan lekat,
ia dapat merasakan jika sudah tidak memiliki waktu lagi, ia tak ingin putranya di kucilkan, sungguh tak ada ibu yang mau melihat anaknya menderita, bahkan sang ibu rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melahirkan sang buah hati, ia tak bisa melihatnya menderita, tak bisa,
“Kau tak akan kemana mana permaisuri, kita akan melihat pangeran tumbuh, kau tak akan kemana mana, kita akan selalu bersama hingga hari tua, bukankah kau sudah berjanji untuk selalu menemaniku” Ucap Kaisar Zhou langsung memeluk Min,
Ia merasakan jika akan kehilangan sesuatu yang berharga, oh tidak ia bahakan rela kehilangan semuanya, asal jangan min, ia hanya butuh min, ia tak membutuhkan kekuasan, ketenaran dan kekayaan, ia tak membutuhkan itu ia hanya membutuhkan permaisurinya, ia hanya membutuhkan istrinya, cintanya.
“Yang Mulia ku mohon, waktu ku tak akan lama, maafkan aku, maafkan aku karena tak bisa menepati janji ku, maafkan segala kesalah han ku, aku tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mu, menjadi permaisuri yang baik untuk rakyat ku, yang mulia aku ingin melihat putra ku, aku ingin melihat putra kecil ku untuk yang terakhir kali” Ucap Min menepis air matanya pelan, senyuman lemah itu kembali terukir di wajah pucat min, dan itu sangat menyakitkan untuk kaisar zhou
“Tidak permaisuri, kau akan melihat putra kita hingga ia tumbuh dan memimpin kekaisaran itu, aku yakin itu” Ucap Kaisar Zhou lirih, setelahnya ia memanggil pelayan untuk membawa putranya masuk, Yu Mi membawa pangeran Lin Xiang mendekati Min yang masih terbaring lemah di peraduan
“Nona, aku tau aku tau kau kuat”
Yang kedua permaisuri pangeran itu sudah bersiap sejak tadi, bahkan mereka tak beristirahat sepanjang malam, mereka tak sabar untuk mengucapkan selamat pada min, ia sudah tak sabar untuk melihat keadaan min, dan memastikan jika min baik baik saja dan masih tetap dalam dunia yang sama seperti mereka
“Fei Yang, selamat atas pernikahan mu, Ling Shi, selamat akhirnya kau menemukan cintamu, maaf aku tak bisa menemani kalian, semoga kalian selalu di berkahi kebahagian dan saling menjaga satu sama lain, membangun kerajaan yang damai dan adil, aku titip putra ku” Ucap Min lirih,
Rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya,
sakit yang amat sangat menyakitkan menghampirinya, ia menggigit bibirnya kuat menahan rasa sakit itu, ia tak ingin terlihat menderita di saat kematiannya, ia tak ingin membuat orang orang di sekelilingnya menjadi sedih, biarkan min pergi dengan tenang,
“Jie aku akan menyayangi pangeran sama seperti menyayangi putra ku sendiri, kita semua sangat menyayangi pangeran jie, dari itu kau harus kuat, demi pangeran dan kekaisaran ini ” Ucap Ling Shi yang di angguki Oleh Fei Yang,
Keduanya menepis air matanya, mereka tak menerima kenyataan itu, mereka tak menyukai ucapan Min yang berucap seakan ingin segera meninggalkan mereka untuk selamanya, tidak, mereka tentu saja akan membangun kesejahteraan kekaisaran bersama, dan tentu saja di temani oleh permaisuri mereka yang begitu bijak sana dan selalu menyayangi rakyatnya
__ADS_1
“Putra ku, maafkan ibu, yang mulia, aku sangat berharap jika kehidupan selanjutnya kita di takdirkan bertemu dan tak kan berakhir dengan menyedihkan seperti ini, aku pergi” Ucap Min, air mata itu terjatuh bersamaan dengan mata Min yang mulai terpejam, tubuhnya terbaring kaku tampa nafas, yah min telah pergi, ia telah pergi dari dunia ini menuju alam nirwana yang sudah menyambutnya, mungkin saja.
“Permaisuri, jangan tidur, aku mohon buka mata mu, permaisuri, ini perintah, buka mata mu jika tidak aku akan menghukum mu, permaisuri, permaisuri, bukalah mata mu” Ucap Kaisar Zhou mengguncang tubuh Min, namun bahkan tubuh itu tak ada respon sedikit pun, tubuh dingin itu masih terlelap dengan tenang, mata yang terpejam, wajah yang mulai memucat dan yah dingin, tak ada kehidupan lagi di tubuh itu, jiwa yang tersesat itu telah pergi ke tempat di mana seharusnya, semua sudah berakhir, perjalanan panjang itu sedah selesai, perjuangan itu sedah menemukan titiknya, akhir yang menyedihkan, yah dunia ini memang sangat kejam, expektasi memang sering kali tak sesuai dengan realita, dari itu jangan lah menyimpan harap pada mahluk fana, semua hanya akan membuat mu sakit dan terluka
“Tabib, cepat selamatkan permaisuri, permaisuri ku mohon buka lah mata mu, permaisuri” Ucap kaisar Zhou,
Untuk sekian kalinya ia menjatuhkan air mata dan itu semua untuk seorang wanita yang ia ketahui dari masa depan, wanita yang berhasil membuatnya merasa takut kehilangan, wanita yang berhasil mencairkan hatinya,
Wanita yang membuatnya harus merasakan sakitnya cinta, membuatnya gelisah saat tak berada di sampingnya, gadis itu adalah min jiana, jiwa yang tersesat di tubuh permaisurinya, meskipun begitu ia tetap cinta, ia hanya memiliki satu istri dan itu tak bisa di ubah oleh siapapun, bahkan para dewa
“Yang mulia, Permaisuri, Permaisuri telah meninggal dunia” Ucap Sang Tabib dengan penuh penyesalan, hal itu membuat tubuh kaisar Zhou melemas, air mata jatuh semakin deras dan memeluk Min dengan erat, permaisurinya tak mungkin pergi, mereka telah berjanji untuk bersama sama,
“Tidak, tidak mungkin tidak, permaisuri, bukalah mata mu, kau sudah berjanji akan menemani ku sampai tua, kau telah berjanji akan menemani ku memimpin kekaisaran ini, melihat putra kita tumbuh membangun kekaisaran yang sejahtera, permaisuri ku mohon bukalah mata mu” Ucap kaisar zhou yang kian histeris, memeluk permaisurinya dengan erat, ia dikalahkan, dikalahkan oleh cintanya, seorang kaisar perang yang bengis dikalahkan oleh cinta, ironis bukan?, sungguh manusia haruslah selalu pada kodratnya
“jie, nona” Ucap Fei Yang dan Ling Shi melemas keduanya jatuh terduduk di lantai, ini sungguh kebohongan, siapapun katakan ini hanya mimpi, katakan ini hanya kebohongan, ini bukan kenyataan, sosok yang mereka cintai telah meninggalkan dunia ini, katakan ini hanya sebuah mimpi buruk siapapun bangunkan mereka, mereka tak sanggup lagi
kedua pangeran menarik kedua permaisuri dalam pelukan mereka, mengelus rambut istri mereka dengan lembut, yah mereka semua terpukul atas kenyataan ini, kenyataan bahwa mereka harus kehilangan seorang yang menjadi malaikat kebahagian bagi keluarga mereka, kakak yang selalu mendukung segalahal yang mereka lakukan, kakak yang selalu mempercayai mereka melebihi apapun, kakak yang sangat mereka cintai dan sayangi
selayaknya saudarinya sendiri, namun saat ini?, ia sudah pergi
“Nona, nona meninggalkan ku yang mulia, nona, bagai mana saya akan melanjutkan hidup setelah ini, kami telah berjanji untuk selalu bersama, tapi mengapa?, mengapa yang mulia?, mengapa nona meninggalkan ku, mengapa nona ingkar janji, nona bawa aku bersama mu, bawa aku nona” Ucap Fei Yang terisak dalam pelukan suaminya, ia tak bisa kehilangan Nonanya, satu satunya mahluk yang memperlakukan nya seperti manusia, satu satunya mahluk yang menyayanginya dan memberikan kenyamanan kasih sayang seorang saudara, mana mungkin ia bisa kehilangan nonanya ini
“Nona kau meninggalkan ku” Lirih Yu Mi pelan, kepalanya berdenyut hebat, dalam sepersekian detik saja Yu Mi sudah tergeletak lemah di lantai
“Yu Mi mei mei” Ucap Fei Yang panik melihat tubuh yu mi langsung berubah pucat, bagai manapun ia hanyalah mahluk kontrak yang akan ikut menghilang saat sang tuan meninggalkan dunia ini
__ADS_1