Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab128#


__ADS_3

Malam semakin larut, wanita di valium teratai itu masih terbaring lemah, seorang wanita berjalan mendekatinya, ia duduk di samping Mian Li yang masih setia memejamkan matanya


"Xiang er, maafkan aku, aku tak bisa menjaga putri mu, maaf, kau tau aku sangat menyayangi li er, ia seperti putri ku sendiri, kau tau?, hati ku terasa sangat sakit saat ia menatap ku dengan permusuhan, kau tau?, sangat sakit, aku tak mungkin mampu menghinanya, tapi aku telah melakukanya selama bertahun-tahun tahun, mengasingkanya dan membuatnya menghilang dari dunia, aku sangat jahat, aku tak pantas di sebut sebagai ibu" Gu xin tetisak,


"Jika kau tak bisa mengapa kau selalu menyakitiku" Suara serak itu berasal dari wanita yang berbaring lemah di ranjang, gu xin terkejut


"Li er kau bangun?, ibu akan menaggilakn tabib untuk mu" Ucap Gu xin cepat,


ia sangat senang setelah sebulan akhinya min membukakan mata, ini sungguh berkah dari dewa, ia berjanji akan memperlakukan min dengan baik, ia akan menebus segala keslahannya, ia akan melakukan apapun agar mendapat kata maaf dari putri sulung keluarga chen ini


"Tidak perlu, jelaskan" Ucap min datar


"Kau mendengarnya li er?" Gu xin terlihat kaget, ini terlalu mengejutkan, tapi mungkin ini adalah takdir, dewa telah memberi kesempatan maka ia akan menjelaskan segalanya, ia tak perduli setelah ini yang terpenting ia mendapatkan maaf dari mian li, setelahnya jika di hukum mati pun ia akan menerima


"Hm" Guman min

__ADS_1


"Sejak kapan? " Ucap Gu xin,


"Semua"


"Hm baik lah, akan ibu ceritakan, ibu harap kau mendengarnya dengan baik" Ucap Gu xin menarik nafas pelan, ini sudah terjadi sangat lama,


"dua puluh lima tahun yang lalu, saat itu, aku, ibumu dan Ming li, kami baru menginjak usia remaja, kami adalah sahabat yang saling menyayangi dan saling menjaga, Ming li sangat mengumi kaisar zhao lian Xi, di masa muda kaisar Lian Xi adalah pemuda yang sangat tampan dan kuat, hingga membuat Xian Ming li yang merupakan putri dari perdana menteri wu, dia adalah kakak kandung dari ibu mu, tapi Xian Ming sangat terobsesi pada kaisar, hingga mencari segala hal tentang kaisar, ia bahkan tak segan menyamar sebagai seorang pelayan hanya karena ingin melihat kaisar dari jarak dekat, ibu mu adalah gadis yang cantik, berbudi luhur, dan sangat cerdas, ibu suri menyukainya dan memilihnya sebagai calon permaisuri, Xian Ming sangat marah, dan memutuskan persahabatan kami, Xian Ming selalu mencari cara agar bisa menikah dengan kaisar, walau hanya menjadi seorang selir, tapi sayang, bahkan kaisar tak berniat untuk mengambil selir, Xian Ming li sangat murka, ia menggunakan cara kotor untuk mendapatkan kaisar, saat hari pernikahan tiba Xian Ming mengutus orang untuk menculik ibumu bahkan menculik diri ku, ia memang sangat nekat, melakukan hal yang konyol hanya karena sebuah obsesi, ia tak perduli, ia akan membunuh siapapun yang mendekati kaisar, kami di bawa ke sebuah pondok di tengah hutan, saat itu kami hanya memiliki kultivasi yang rendah, kami juga terkena racun, kami tak bisa melawan, para pria hitam itu memandangi kami dengan tatapan mesum, hingga seseorang datang menyelamatkan kami, dia lah ayah mu, jendral chen, aku bahkan tak mengira jika semua ini adalah ulah Xian Ming, ia begitu tega mengorbankan adik dan keluarganya sendiri, perdana menteri Wu terlihat kaget saat melihat kami kembali ke kediaman, tapi yah semua telah terjadi, Wu Xian Ming telah menjadi permaisuri Xian Ming, sejak menikah ia memutuskan tali ke keluarganya dan hidup sendiri di istana Kekaisaran, sebagai sosok permaisuri yang agung dan sangat gila hormat" Ucap Gu xin menarik nafas pelan


"Lalu?, mengapa, mengapa kau membunuh ibu ku?, apakah karena kau ingin menjadi nyonya jendral" Ucap min datar


"Lalu mengapa kau membunuh ibu ku?"


"Apakah ibu bisa melanjutkan cerita ini?, Li er akan salah faham jika mendengar setengah cerita saja" Ucap Gu xin pelan, Gu xin kembali menarik nafas dan kembali bercerita


"Setelah beberapa bulan berlalu kaisar mengirimkan lamaran untuk ibumu, mendiang permaisuri sangat marah, hingga mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh ibumu, dan ibumu kembali di selamatkan oleh jendral chen, setelah tau rencananya gagal, mendiang permaisuri sengaja menjodohkan adiknya dengan seorang jendral muda yang dingin, ia sangat kejam, bahkan ia telah ikut dalam peperangan saat berusia 11 tahun, ia berharap agar ibu mu menderita, namun kenyataanya lagi lagi ia gagal, siapa yang menyangka jika dewa perang luluh oleh kelembutan dan ke tulusan hati ibu mu, ibumu hidup bahagia, sedangkan dirinya?, kaisar semakin gencar mengambil selir dan gundik, ia tak Terima, ia tak Terima jika ibumu bahagia sedangkan dirinya?,dirinya harus berbagi suami dengan wanita lain, ia tak akan membiarkan kami bahagia di atas penderitaanya, ia bahkan menjodohkan aku dengan ayah mu serta mengirimkan wanita lainya untuk di jadikan selir, ia ingin ibumu ikut merasakan sakitnya berbagi suami, aku menolak, tapi nyatanya aku tak bisa, aku tak mungkin berbagi suami dengan sahabat ku sendiri, aku tak bisa, aku tak bisa menyakiti hati ibu mu, dan aku tak mencintai jendral muda itu, tapi?, aku tak bisa menolak, membantah perintah permaisuri sama saja dengan sebuah penghianatan, dan akan di jatuhi hukum mati, aku tak masalah jika hanya aku, tapi keluarga Gu akan terkena imbasnya, aku tak bisa menolak, aku tak bisa membunuh ayah dan keluarga besar Gu, aku tak bisa,"

__ADS_1


"Lalu mengapa kau mengasingkan ku?, apakah kau tau betapa sakitnya di asingkan?, di anggap bodoh dan di anggap sampah oleh seluruh Kekaisaran, ayah tak menginginkan ku, bahkan aku di buang oleh suami ku, apakah kau tau betapa menyakitkan itu?, kalian selalu mengatai ku anak pembawa sial, ayah menatap ku dengan ke bencian bahkan aku di perlakukan lebih buruk dari pelayan, kalian meracuni ku, menghancurkan wajah ku, dan menghilangkan mendeirin ku, dengan kejahatan itu apakah aku bisa mempercayaimu?, kau hanya mengelabuhi ku" Ucap min beeteriak keras, air matanya sudah mengalir sedari tadi, ia bahkan tak dapat membayangkan di khianati seorang kakak, bahkan ia juga harus berbagi suami dengan sahabatnya sendiri, siapapun katakan ini adalah ke bohong, ia tak mungkin salah, tak ada satupun yang menginginkannya di dunia ini


"Li er, dengarkan aku, aku terpaksa melakukan itu, setelah pernikahan permaisuri menghadiahkan ku seorang pelayan, ia memang terlihat baik dan patuh tapi siapa yang menyangka?, aku selalu tertekan, mendiang permaisuri tak puas dengan ini, ia semakin menderita namun kami hidup dengan baik, ia juga mulai mengirimkan gadis gadis untuk di jadikan selir, ia berharap dengan begitu ibumu akan menderita, namun siapa yang menyangka jika ibumu bahkan tak keberatan, meskipun memiliki beberapa selir ibumu adalah istri kesayangan sang jendral, bahkan jendral tak pernah mengunjungi ketiga selir sejak ketiganya di angkat menjadi selir, hal itu tentu saja membuatnya semakin kesal hingga suatu hari ia memasukan mata mata, dan meletakan ya di sisi ibu mu, awalnya semua berjalan dengan baik, dua tahun telah berjalan mision jendral sangat berbahagia ibu mu mengandung, itu merupakan berkah dari keluarga kami, ayah mu mengadakan pesta besar, permaisuri masih tak bisa menerima ini, ia memang telah memiliki putra, dan sudah menjadi putra mahkota namun nyatanya ia belum puas, permaisuri semakin gencar meracuni ibumu, setelah usia kandungan ibumu mencapai delapan bulan kabar bahagia kembali datang ke mision jendral, aku hamil, dan yah aku bahagia, aku yakin ibumu akan memperlakukan anak anak ku dengan baik, namun siapa yang menyangka jika permaisuri masih mencelakai ibu mu, saat kau lahir semua sangat senang, aku tak menyangka jamuan itu menjadi kesempatan seorang pelayan meracuni ibu mu, sejak saat itu ibu mu mulai sakit sakitan, kami bahkan tau siapa dalang dari semu ini, tapi kami tak memiliki bukti, Xian Ming sangat pendai memutar balikan fakta, dan akan berakhir dengan buruk, sebelum meninggal ibumu menitipkan mu pada ku setelah ke matian ibumu, pelayan wi di pulangkan ke istana tapi pelayan Am Yi?, ia masih berada di sisi ku, ibu mu sangat mengkhawatirkan diri mu di masa depan ia meminta ku untuk menyembunyikan kecantikan mu dari dunia, ia tak ingin kau menjadi rebutan dan ia sangat yakin jika Xian Ming tak akan melepaskannya, ia tak ingin kau menjadi korban yang selanjutnya, dengan terpaksa aku memberimu racun cin li, racun cin li tidak berbahaya, ia hanya akan membuat wajah memerah, namun siapa yang menyangka jika Xian Ming belum puas, bahkan setelah kematian ibu mu ia masih ingin menyiksa dirimu, aku sudah berusaha menyembunyikan mu, namun nyatanya ia malah menurunkan dekrit perjodohan itu, kau tau?, saat itu ayah mu sangat marah dan cemas, ia memikirkan kehidupan mu di istana, ia mengkhawatirkan hari hari mu di sana, meski di mision jendral kau di asingkan, tak ada yang berani menindas mu, jika jendral tau ia akan langsung memenggal kepala mereka, tapi di istana?, ia tak yakin jika pelayan akan memperlakukan diri mu dengan baik, aku bersyukur kau hidup dengan baik, bahkan kau sudah memiliki penerus Kekaisaran ini"


"Apa maksudmu"


"Di sana sudah ada calon putra mahkota kaisaran Xianyang, ah baiklah hari semakin larut, segeralah beristirahat, tabib akan memeriksa mu besok" Ucap Gu xin beranjak menjauh


"Tunggu" Ucap Min pelan, Gu xin berbalik


"Ada apa?, kau memerlukan sesuatu? "


"Apa aku bo.. Boleh memeluk mu. I.. I. Ibu? " Ucap Min sedikit kaku, bagai manapun ia tak bisa menyalahkan orang sekitar, salahkan takdir Mian Li yang buruk, lagi pula semua sudah berlalu mereka bisa memulai semua dari awal, tak masalah ia bersedia untuk kembali menata keluarga yang harmonis, apa lagi sudah ada calon anaknya di sana, Gu xin tersenyum dan langsung memeluk Mian Li, anak dari sahabatnya


"Berjanjilah untuk tak mengacuhkan ku lagi, aku sudah teralu lelah jika harus hidup sendirian" Ucap Min di sela isaknya, kehamilan membuatnya menjadi lemah ia senang namun juga sedih, ia senang dengan ke hadiran calon anaknya namun, ia masih memikirkan tentang surat kematian itu, ia bingung tentunya kaisar zhou tak menginginkan kehamilan ini, baik lah papaun yang terjadi ia akan menjaga anaknya sampai nafas penghabisan, di masa lalu ia tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini, namun ia bahkan di beri kesempatan untuk menjadi seorang ibu, ini adalah berkah

__ADS_1


"Ibu janji, beristirahat lah, ibu akan datang besok, tubuh mu masih sangat lemah" Ucap Gu xin melepas pelukannya, min menggunakan patuh, Gu xin perlahan meninggalkan valium teratai, Min perlahan duduk, fikirannya sedang kacau, lagi lagi ia harus berperang dengan dirinya sendiri, mengapa ia sangat mudah luluh?, seharusnya ia tak memaafkan mereka, ia telah membuat mian li menderita sejak kecil tapi apa?, bahkan ia luluh dengan satu kata maaf, benar yang di katakan orang bodoh dengan baik itu hanya memiliki perbedaan yang sangat tipis.


__ADS_2