Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab44#


__ADS_3

Malam semakin larut, tidak ada yang tau jika seorang min menyelinap keluar dari chap militer, lagi pula siapa yang berani menghentikannya, ia harus bergerak kerna ia tak ingin para penduduk tumbang satu persatu, ia harus mencari sumber racun itu, agar dapat dengan segera menghentikan penyebarannya, jika sumbernya sudah ketemu maka ia dapat mencegah pecahnya sang wabah dan mengjdntikanya, jika tidak maka yah pengobatan yang di lakukan pun tak berguna, saat kembali ke pedesaan para penduduk akan kembali terkena racun itu, dari itu jalan terbaik adalah menemukan sumber racun, menghentikannya dan membuat kehidupan penduduk kembali semula,


Samar samar ia mencium aroma racun yang tentu aja ia tau jenisnya, Min tersenyum senag mengikuti kemauan penciumannya membawa, tentu saja ia harus senag karena sumber masalah sudah hampir di temukan, dan semuanya akan segera berakhir dengan cepat


Langkagnya terhenti di dekat sebuah sumur tua yang berada di tengah tengah pemukiman warga, Min menjerngit pelan, sumur tua di tengah pemukiman?, apakah warga menggunakan sumur ini untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari hari?, min menaikan bahunya, sudah lah tak perlu banyak berfikir,, tanganya terulur untuk mengambil sebuah ember di dekat sumur, yah ember ini di gunakan warga untuk mengambil air,


"Sudah ku duga" Ucap Min ppelan tidak da yang salah dengan desa ini, si pengacau dengan begitu licik meracuni perairan warga, pantas saja racun menyebar dengan begitu cepat, bagai mana pun air adalah sumber kehidupan, siapapun membutuhkannya


"Untuk apa?, desa bukanlah desa besar dan kaya akan hasil bumi, desa ini adalah desa terpencil di barat daya kerajaan young, tapi mengapa ada yang begitu tega mencelakai para penduduk ini?" Ucapnya menghela nafas, ia tak habis fikir mengapa ada orang bodoh yang melakukan hal tak berguna ini, ia memeriksa di sekeliling sumur, setelah beberapa saat ia memasukan sebuah ramuan agar racun di sumur ini hilang, yah meskipun memerlukan waktu,

__ADS_1


ia berniat menjauh namun langkah kakinya terhenti saat tampa sengaja mengijak potongan kain yang tergeletak di Tanah, kain yang di sulam dengan benar emas membentuk menyerupai teratai mekar, terlihat begitu indah serta memiliki kualitas terbaik, Min tau jika ini adalah kain milik keluarga bangsawan, huh sangat bodoh, apa yang akan mereka lakukan jika penduduk desa ini musnah?, bukankan lebih baik untuk menahlukan desa yang berpotensi memberi keuntungan bagi mereka, dan mengapa mereka dengan bodohnya melakukan kejahatan pada hal yang sama sekali tak menguntungkan untuk mereka, Min curiga jika ini adalah siasat penjahat tanggung yang tak mengerti apa itu kejahatan yang sebenarnya,


"Siapa kau" Beberpa orang penduduk sudah mengepung Min memasang posisi siaga bersiap untuk menyerang penysup ini


"Ah tuan tuan" Min belum menyelesaikan ucapanya para penduduk itu sudah menyerangnya dengan senjata yang ada, mau tak mau Min harus melumpuhkan mereka terlebih dahulu agar ia bisa bicara dengan baik setelahnya, ingat Min hanya akan melumpuhkan mereka tidak melukai mereka, ini sangat mudah, kesehatan penduduk di desa ini sangatlah lemah, dan yah dalam sekali gerakan ia sudah melumpukan mereka


"Bunuh saja kami, bunuh saja, raja kami begitu kejam mencekik kami dengan pajak yang terus menerus meningkat, wabah penyakit semakin menyebar namun pihak istana hanya menutup mata dan telinga mereka, kami sudah kehilangan semuanya harta bahkan keluarga, kami juga harus membayar saat terserang wabah ini, kematian akan jauh lebih baik dari pada harus selalu tersiksa seperti ini" Ucap pria yang Min duga sebagai pemimpin desa ini, min hanya menatap mereka dengan tatapan datar, sungguh manusia yang lemah dan sangat mudah berputus asa


"Apa gunanya para tabib itu?, merka hanya akan membunuh, dan terus membunuh, sudah begitu bayak kerabat kami yang mati sia sia di chap itu, dan kaisar bodoh itu?, ia tak pernah perduli dengan apa pun ia terlalu sibuk dengan kekuasanya, bahkan menurut rumor yang beredar kaisar bahkan tak perduli dengan permaisurinya, lalu kami yang hina ini bisa berharap apa pada pria yang bahkan menelantarkan pasanganya?" Ucap penduduk, min menghela nafas pelan, mengapa kaisar Zhou terlihat begitu buruk di mata para rakyatnya sendiri?, apakah pemerintahan Kaisar zhou begitu kejam hingga para rakyat berani mencelanya? Bahkan di hadapan istrinya sendiri, kekaisran yang sangat mengkahwatirkan, pantas saja begitu banyak permasalahan pemberontak yang datang,

__ADS_1


Kekaisaran ini sudah terlalu banyak menundukan kerajaan kecil dan membuatnya berada di bawah kuasanya, kerajaan yang banyak juga dapat memicu terjadinya pemberontakan, kaisar zhou hanya tau bagai mana cara menundukan, tak pernah berfikr bagai mana cara mensejahterakan kekaisaran ini, sungguh kepemimpinan yang sangat kacau,


"Bangkit lah, katakan segera katakan mengapa anda semua menyerang saya"


"kami hanya bersikap waspada, bagai manapun kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga keluarga kami, kami tak akan membiarkan siapapun memperburuk keadaan, wabah sudah pecah di sana sini, kami hanya berharap untuk tetap bernafas, namun bahkan kami tak di izinkan untuk itu" sahut si penduduk, Min mengguk pelan, ia mengerti apa yang mereka rasakan


"Dan, beberapa bulan yang lalu kami melihat orang asing mendekati sumur diam diam seperti anda, kami khawatir jika anda melakukan sesuatu di sini, dari itu kami harus menyerang dan menyelamatkan diri"


"Ah baik lah, saya katakan sekali lagi saya bukanlah orang jahat, saat ini saya sedang berusaha menyelidiki penyebab penyebaran wabah ini, dan yah saya sudah menemukannya, ah ia berapa sumur yang di miliki di desa ini?"

__ADS_1


"Kami hanya memiliki 1 sumur sebagi sumber air kami, desa ini adalah desa yang sangat jauh dari sungai dari itu sangat sulit untuk kami mendapatkan perairan yang bersih"


"Ah begitu, tuan tuan sekalian, akan lebih baik jika kalian segera ke chap militer agar wabah ini segera terselesaikan, sumur ini telah di racuni dan hanya di chap militer yang menyediakan aliran air bersih, jika tidak kalian akan mati karena kekurangan air, sumur ini belum bisa di gunakan untuk waktu yang cukup lama, tenang saja saya akan menjamin keselamatan kalian, dari itu kalian lun harus semangat memperjuangkan kehiduoan" Ucapnya, ia sudah menuangkan penawar racun ke dalam sumur itu dan membutuhkan beberapa waktu untuk menghilangkan racun itu, ia harus segera menemukan dalang di balik semua ini,


__ADS_2