
Mentari kini kembali bersinar menyinari langit chap militer, min mengeliat pelan, dan yah tidurnya sangat tidak nyaman, lagi lagi kaisar bodoh ini ketiduran di kediamannya, walau hal yang wajar untuk sepasang suami istri tidur dalam ruangan yang sama, namun ini tentu saja sangat merepotkan bagi seorang min jiana, bayangkan saja ia harus selalu berbagi tempat tidur dengan kaisar es yang sialnya suaminya sendiri, benar benar tak nyaman
min menghela nafas pelan, ia hanya bisa menghasihani nasib malangnya, huh baik lah mari kembali melanjutkan hari dengan menyenangkan, jangan biarkan kehadiran kaisar es itu merusak mood mu,
ia segera bangkit dan bersiap siap, setelah selesai bersiap siap ia segera melangkah keluar dari valiumnya, pagi ini udara sangat cerah, biarkan kekesalanya terhadap sang kaisar berlalu, akan lebih baik jika ia menikmati hari dengan berjalan jalan di sekeliling,
Dua bayangan hitam bergerak seperti angin melesat di sekitarnya, min menghela nafas pelan dan melangkah pelan menuju gazebo dan mendudukan dirinya di sana, ia menghela nafas pelan sembari menatap lurus menikmati pemandangan indah yang tersaji di depan mata, si bayangan berhenti di hadapanya, si bayangan segera berlutut memberi hormat padanya
"Bangkit lah, apa yang kau bawa" Ucap Min datar, tatapannya masih terus tertuju pada hamparan bunga yang mekar, huh udara di pagi hari memang menyangkan, dan dapat membuat mu merasa lebih bahagia setelah merasa tertekan karena harus berada di tempat yang sama dengan kaisar es yang menyebalkan itu
"Menurut penyelidikan, tidak ada hal yang aneh pada nyonya kediaman jendral chen, semua berjalan seperti biasanya, hanya saja.." Ucap si pria bayangan menggangtung ucapanya,
"Apa kau mendapatkan petunjuk, atau bukti?" ucap min pelan, yah pada dasarnya semua bualan tak akan beguna tampa adanya sebuah bukti yang nyata, dari itu jika ingin melapor maka sertakan bukti yang akurat, si pria bayangan mengguk pelan dan mengeluarkan botol prosilen dari kantong qikunya, dengan hormat mengulurkan beda dari balik baju kearah sang nona
__ADS_1
"Botol ini sudah tertanam di halaman kediaman nyonya jendral semenjak 10 tahun yang lalu, saya sudah menyelidikinya beberapa waktu" Ucap si pria bayangan dengan penuh hormay, min hanya mengguk pelan sembari meraih si botol, sekilas tak ada yang mencurigakan dari botol ini, min mendekatkan botol ke arahnya, agar dapat menemukan kejanggalan pada botol yang di berikan bawahanya, siapa yang menyangka saat tutup botol itu terbuka, bau racun menguak di sekitarnya, min mengerutkan kening dan segera menutup si racun, min tak mau mati dalam keadaan yang sangat memalukan, cukup sudah, cukup sudah ia mati dengan tak elit di masa lalu, ia tentu tak ingin mati lagi, dengan cara yang bahkan sangat memalukan, ah baiklah, mari lupakan masalalu yang tak mengenakan ini, dan menyelidiki kebenaran dari racun ini, sebenarnya racun ini hanyalah racun tingkat renda, namun jika rutin di konsumsi racun ini tentu saja akan sangat berbahaya, bahan yang di gunakan racun ini hanyalah serbuk dari bunga kedap malam dan beberapa campuran tanaman lainya, namun?, yang namanya racun harus lah di hindari, racun ini hanyalah racun yang akan membuat tubuh si penderita melemah dan perlahan lahan kehilangan fungsi organ tubuhnya,
min menghela nafas pelan, ternyata pertarungan wanita bangsawan benar benar merepotkan, jika ingin membunuh kenapa tak langsung membuatnya mati?, mengapa harus menggunakan cara memalukan seperti ini, lihat lah akibatnya?,
"Kau membuat mereka curiga?" Ucap min meletakan botol tersebut di atas meja, ia sudah menemukan beberapa petunjuk, dan mereka harus tetap menyelidiki agar segera menemukan sebuah titik terang dari masalah ini, jujur saja, masalah ini sedikit membingungkan, apa lagi tidak adanya ingatan dari tubuh ini, Chen mian li tak pernah memberinya ingatan itu, bahkan ia tak ingat bagai mana wajah ibunya sendiri, huh ini benar-benar menjengkel kan
"Tidak yang mulia, saya melakukan semuanya dengan rapi, saya mendengar sendiri perbincangan nyonya jendral dengan beberapa orang, " ucap si pria bayangan pelan
"Baik lah, kau boleh pergi, jangan sampai lengah, terus pantau mereka, jika hal mencurigakan terjadi maka kau harus segera melapor, segera temukan titik terang dari masalah ini" Ucap min pelan
"Dan kau?" Ucap min pada bayangan yang lainya, si pria bayangan membungkuk sebagai salam hormat,
pada dasarnya meskipun Min meninggalkan wilayah kekaisaran, namun ia tentu tak akan begitu bodoh mennggalkan musuh tampa pengawalan, ia tentu harus melindungi orang orang yang ia sayangi,
__ADS_1
"Kabar apa yang kau bawa" Ucapnya pada si pria bayangan
"Selir ke 4 kembali mengirim pembunuh ke valium bulan" Ucapnya pelan
"Lalu, apakah fei yang tidak apa apa?"
"Nona fei tidak apa apa, pengawal valium dapat mengatasinya, hanya saja, saya melihat nona fei kini selalu bersama dengan seorang pelayan yang mencurigakan" Ucap si pria bayangan pelan
"Fei yang bisa mengatasi itu, dan bagai mana dengan valium angrek?, apakah ibu selir baik baik saja?" Ucap Min tak sabar, Min sudah menyuruh pengawal pilihan yang untuk menjaga orang orang yang ia sayang, tidak tentu saja min tak akan membiarkan siapapun menyentuh miliknya, di masalalu min sudah banyak kehilangan, ia tak bisa kehilangan untuk kesekian kalinya, ia akan menjaga mereka,
"Hal yang sama dengan selir ke 4, putri kelima pun selalu mencari celah untuk menyusupkan pelayan agar meracuni selir janda" Ucap si pria bayangan pelan, min hanya membalas dengan anggukan ringan
"Baik lah, terus awasi kediaman angrek dengan teliti, jangan ada celah sedikit pun, jangan biarkan siapapun menyakiti ibu selir, setelah masalah ini selesai, kalian bisa beraktivitas seperti biasa" Ucap min, para pengawal bayangan min adalah para prajurit yang terpilih dan di latih langsung oleh min hingga memiliki kekuatan yang cukup untuk melindungi orang orang nya, sang prajurit bayangan terdiri dari 10 orang, beberapa di mayor jendral dan lainya di istana mengawasi valium bulan dan angrek
__ADS_1
Bayangan itu mengguk paham
"baik lah, kamu, segera kembali, jangan biarkan siapapun mengetahui keberadaan mu" ucap min pelan, si pria mengguk patuh, setelahnya si bayangan menghilang, min menghela nafas pelan, sebari menatap hamparan bunga di pagi hari, pemandangan yang benar benar indah,