
Mentari pagi sudah kembali menyapa langit nan masih terlihat membiru, seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya, saat ini Min sudah siap dengan pakaian hitamnya,
sedangkan pakaian permaisurinya?, tentu saja sudah ia tinggalkan bersama barang barang yang akan kembali ke istana, pakaian itu hanya akan membuatnya kerepotan, akan sangat lucu bukan jika ia berkeliling dengan pakaian permaisuri itu, bahkan ia harus membawa segala barang barang di tubuhnya, dan pastinya itu akan membuatnya menjadi sangat kelelahan, bagai mana tidak pakaian Seornag permaisuri bahkan memiliki bobot yang yang tak bisa di remehkan, sebenarnya ia sangat tak berminat menggunakan segala pakaian ribet itu, tapi?, yah apa boleh buat, kaisar es itu sangat menyebalkan, bahkan ia mengatur pakainya di Chap militer ini, lihat saja saat di istana ia tak akan mau menurut, enak saja, ini bukan hanya sekedar masalah pakaian, ini bersangkutan dengan dirinya, saat dan ia tak akan diam jika ada yang berani merenggut kemerdekaan yang selama ini ia perjuangkan dengan semua upaya, ia tentu tak akan mau jika berlama lama mengalami penjajahan dari sang kaisar es nan begitu menyebalkan itu, setelah meninggalkan surat kecil di meja tak jauh dari ranjang ia segera berjalan cepat meninggalkan chap Militer, semakin cepat sampai maka akan semakin baik, ia tak bisa terus terusan membiarkan para pembunuh bayaran itu mengincar nyawa Fei Yang yang sedang menyamar, ia tak ingin menempatkan Fei Yang dalam bahaya lebih lama lagi, dan ia pun sudah merasa begitu bosan di Kerajaan ini, semenjak identitasnya terungkap tak ada hal menyenangkan yang bisa ia lakukan, setiap harinya ia bahkan selalu di awasi, dan itu membuatnya memutar otak dan harus menyelinap lagi dan lagi, dari itu, akan lebih baik kembali ke Istana dan menjalani hari seperti biasa, setidaknya kaisar masih di kerajaan saat ini, ia memiliki waktu merdeka selama beberapa hari, ia merasa cukup senag akan hal itu.
Saat ini Min sudah berada di perbatasan hutan larangan, setelah hampir setengah hari perjalanan akhirnya ia menemukan sungai untuk menyegarkan diri, ia berangkat terlalu pagi hingga ia bahkan merasa perlu membersihkan diri saat mata hari sudah berada di atas kepala seperti ini, huh ia butuh menyegarkan diri ia merasakan bahwa ada yang akan mendekat, tingkat kepekaannya memang cukup tinggi di dukung dengan tingkat kultivasinya yang sudah mencapai tahap dewa, ia bahkan merasa sedikit bimbang dengan tingkat kepekaan nya, mengapa tak berfungsi hanya pada sang kaisar, lihat lah, seorang Min Jiana yang di kenal sebagai gadis yang sangat hebat seketika tak bisa berkuti, ia bahkan dalam sekejap berubah menjadi mahluk yang begitu konyol saat ada kaisar Zhou menyebalkan itu, huh ia bahkan tak mengerti dengan dirinya sendiri, mengapa ini terjadi pada dirinya, mengapa ia malah terlihat seperti bukan apa apa saat berada bersama kaisar Zhou, bahkan ia melonggarkan kewaspadaannya saat berada di sekitar sang kaisar, benar benar memalukan bukan?, ia bahkan tak tau mengapa, mengala ini semua bisa terjadi pada dirinya, ah sudah lah, dan akan lebih baik jika melupakan segala pemikiran bodoh itu, dan mari memikirkan hal yang lebih berguna, ia masih diam di tempat, seperti biasa menanti penerangan akan lebih menyenangkan dari pada harus mengerang duluan, huh baik lah mari melihat siapkah gerangan yang mengikutinya
__ADS_1
"Ada apa" Ucap Min dengan suara nan begitu datar, setelah sosok itu mendekatnya, ia sapat merasakan bahwa sosok itu bukanlah musuh namun tidak bisa juga di sebut teman, terlebih dari itu semua ia tetaplah si penguntit, ia tentu saja tak bisa melonggarkan kewaspadaannya
"Aku gagal mengejutkan mu, Ais kau ini bahkan sangat tak menyenagkan" Ucap seorang gadis menggembungkan pipinya kesal, karena ulah jahilnya terhenti oleh calon mangsa, ia mendudukkan diri dengan asal di samping Min
"Hey aku Ling Shi bahkan kita pernah bertemu beberapa kali di desa Zio di Kerajaan Yong, kau ini pelupa sekali, masih begitu muda tapi sudah sangat pelupa, aku adalah gadis cantik yang menyapa mu malam itu" Ucap si gadis dengan nada nan begitu ringan, ia telah lelah berkeliling sedari tadi namun ia tak kunjung menemukan apa yang di cari, dan yah tak sengaja ia menemukan target yang sangat cocok untuk di jahili, tapi akhirnya semua rencana yang ia buat menjadi gagal, karena si calon mangsa bahkan sudah menyadari keberadaannya sejak tadi
__ADS_1
"Aku tidak memiliki memori yang cukup untuk mengingat semua orang yang pernah ku temui" Ucap Min dengan nada yang masih datar namun tangannya tergerak untuk mengulurkan ikan bakar pada gadis bermarga Ling iti, lagi pula oa bukan orang pelit yang hanya menikmati makan sendiri, ia merasa jika gadis Ling ini tak begitu buruk untuk di jadikan teman seperjalanan, toh ia hanya sedikit cerewet, selebihnya masih terlihat normal
"Ah baiklah, baik lah aku bahkan tak menyangka jika kau memiliki sikap yang begitu dingin, berbeda dengan malam itu kau bahkan terlihat cukup menyenangkan dan sangat menggemaskan, tapi hari ini, kau berubah menjadi mahluk yang sangat kaku dan membosankan, hm baik lah lupakan saja, aku harus segera pergi melanjutkan perjalanan dan sampai jumpa di lain waktu, jika kau kembali ke kerajaan Young ingatkan untuk mengajak ku berjalan jalan, aku akan menjadi pemandu mu, ada begitu banyak tempat bermain di sana, bahkan tempat yang tak pernah terbayang di dalam kepala kecil mu itu" Ucap ling shi berdiri dan melesat ke dalam hutan, gerakannya yang begitu cepat membuatnya dengan mudah tertekan oleh pepohonan nan begitu rindang, huh, baik lah, semua masih baik baik saja dan gadis itu tak memiliki potensi untuk membahayakannya, maka, biarkan saja ia melakukan hal yang ia inginkan
Mn hanya memandanginya dalam diam, gadis Ling ini ternyata bukan gadis sembarangan, Min bahkan dapat melihat sekilas saja jika kultivasinya sudah mencapai di tingkat jendral tahap terakhir. Namun ia terlihat seperti seorang gadis yang begitu polos dan blak blakan, sebuah buku memang tak bisa di lihat dari sampul luarnya saja, terkadang yang terlihat buruk belum tentu buruk dan yang baik belum tentu sesempurna yang di bayangkan, dari itu, mari berbaik sangka, agar kehidupanmu nyaman dan bahagia sepanjang masa
__ADS_1