Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab107#


__ADS_3

Mentari kini kembali bersinar, Min mengeliat pelan, dan perlahan membukakan matanya, tubuhnya terasa sangat pegal akibat aktivitas semalam, kaisar sangat bersemangat hingga memakanya tampa ampun, dan apa itu tangan besar kaisar masih melingkar di pingganya?, Min berniat untuk bangkit, namun Min kembali membaringkan tubuhnya setelah menyadari bahwa tubuhnya bahkan tidak terbalut sehelai benang pun, sangat memalukan, ia sama sekali tidak menyangka jika kejadian semalam menimpanya, bagai mana ia bisa menghadap dunia setelah ini, memasukan kepalanya ke selimut, namun dengan cepat ia kembali menarik kepalanya keluar, bagai mana bisa ia lupa, bahkan mereka sama tak berbusana saat ini, dan ia melihat tubuh tampa Busan di dalam sana


"Kau sudah bangun?" Ucap kaisar zhou dan mengecup kening Min dengan lembut, jangan lewatkan senyuman malaikatnya itu, semalam ia berhasil membuat sang permaisuri melepaskan kain hitam penutup wajahnya, ia sangat senang setidaknya permaisuri sudah menjadi miliknya seutuhnya, dan berharap Min tidak akan mengungkit masalah selir pria lagi,


"Terimakasih, kau sangat mempesona semalam" Ucap kaisar zhou mencium pipi sang permaisuri, dan mempererat pelukanya


"Jangan menggoda ku yang mulia, dan siapa yang berani menjebak mu dan merugikan permaisuri ini" Ucap min memalingkan wajahnya, ini sangat memalukan, bagai manapun ia melakukan itu dengan keadaan sangat sadar, semalam, ia masih bisa berharap saat paginya kaisar kan meninggalkanya, namun apa, bahkan kaisar bodoh ini malah semakin menggodanya, berpelukan di balik selimut dengan tubuh seperti ini adalah hal yang sangat menjijikan baginya


"Entah lah, sepertinya aku harus mengucapkan terimakasih padanya" Ucap kaisar zhou pelan, bahkan ia tak tau kapan terakhir kali rasa bahagia menghampiri, ah biarkan saja ia tak perduli hal itu, yang jelas saat ini ia sedang bahagia, memiliki permaisuri seutuhnya bagaikan mimpi baginya, namun ini nyata sungguh nyata kejadian semalam? Masih selalu tergiang dalam fikirannya,


"Ini pasti rencana mu kan?" Ucap min menatap kaisar dengan penuh selidik, ia tak suka di perlakukan seperti ini, ia tak bisa jatuh cinta sekarang banyak hal yang harus ia lakukan


"Bagai mana bisa kau menuduh kaisar agung ini menjebak mu," Ucap kaisar memasang wajah teraniaya, menyebalkan bagai mana bisa sosok dingin ini berubah wujud seperti ini?, min sama sekali tak menyangka ternyata gunung es ini bisa menjadi sosok iblis tengil menyebalkan


"Kauu.. Lepaskan aku, aku harus kembali ke valium" Ucap Min cepat, sangat memalukan jika di biarkan seperti ini


"Tidak perlu, Xio zi" Ucap sang kaisar, xio zi pun masuk berdiri tak jauh dari ranjang yang di selimuti tirai merah tipis, kamar terlihat begitu berantakan dengan barang barang yang berserakan di lantai, dan xio zi dapat melihat nona muda sedang berada di ranjang milik kaisar, ia hanya bisa diam, melihat apa yang sedang terjadi, sebagai seorang pelayan tentu ia tak memiliki hak untuk mengetahui urusan kaisar, dan mereka hanya bisa menjadi penonton yang baik


"Siapkan air hangat dan Suruh fei yang dan yu mi datang dengan pakaian permaisuri" Ucap kaisar zhou dingin, ia tentu sudah mengenali kedua pelayan permaisuri dengan baik, pelayanan pembangkang itu?, siapa yang tak mengenalinya


"Baik yang mulia" Ucap xio Zi pelan, ia tak salah mendengar kan?, permaisuri?, ternyata nona muda yang berada di ranjang kaisar adalah permaisuri?, apakah ini sebuah mimpi di pagi hari?, xio zi berlalu dengan ribuan pertanyaan yang berada dalam otaknya, kaisar dan permaisuri?, sejak kapan?, mengapa ia tak tau?


Setelah kepergian xio zi kaisar zhou mengangkat tubuh mungil Min

__ADS_1


"Aku bisa sendiri"


"Diam lah, apakah permaisuri masih ingin melanjutkan yang semalam?" Ucap kaisar zhou beranjak menuju kamar mandi, untuk segera membersihkan diri


"Oh tidak tidak yang mulia, ini masih menyakitkan" Ucap min menggeleng kuat, tubuhnya hampir remuk semalam, ia sungguh tak sanggup kaisar es itu sangat gila dalam urusan ranjang


"Maka diam lah," Ucap kaisar zhou yang hanya di angguki oleh min


Setelah menyelesaikan ritual mandinya Min meraih kain untuk melilit tu tubuh polosnya, bajunya semalam sudah hancur berantakan, kaisar bahkan sangat brutal menggagahinya, dasar monster mesum sialan, liatlah tubuhnya yang di penuhi bercak merah, dan jangan lewatkan pinggangnya yang hampir putus


"Kau bisa memakai jubah ku untuk sementara waktu, maafkan aku yang terlalu kasar semalam" Ucap kaisar zhou dengan rasa bersalah, ia tak tega melihat permaisurinya yang sulit berjalan, bahkan bekas bekas merah yang tersebar luas di sekujur tubuh sang permaisuri, ia terlalu bersemangat semalam tampa memikirkan perasaan sang permaisuri


"Kau terlalu bersemangat" Ucap Min ketus meraih jubah hitam itu dan memakainya kaisar terkekeh pelan menikmati omelan istri cantiknya ini, asupan bergizi di pagi hari


"Ah ini, para pelayan menyiapkan" Ucap kaisar zhou pelan


"Jangan gunakan dupa ini lagi, minta xio zi mengambil dupa di kediaman ku" Ucap Min pelan


"Ada apa,?"


"Ini adalah dupa penghancur mendirin, dak ku rasa yang mulia tau maksud dari itu" Ucap Min pelan, pantas saja meinderin kasih kian melemah, dupa ini ternyta sengaja di letakan untuk melumpukan sang kaisar


"Lain kali berhati hatilah, bayakhal licik dan rencana besar yang tersembunyi di istana mewah ini" Ucap Min, fei yang dan yu mi kini sudah berada di hadapan mereka,

__ADS_1


"Permaisuri, yang mulia" Ucap keduanya menekuk Lututnya, Min beranjak mendekati kedua pelayanya,


"Apa kau tidak ingin menyambut para tamu yang mulia" Ucap Min pelan, kedua pelayanya masih sibuk menata rambut Min


"Melihat permaisuri berkemas jauh lebih menyenagkan dari pada menyambut mereka, biarkan selir bai yang melakukannya" Ucap kaisar zhou masih duduk di ranjang, menikmati pagi yang menyenangkan ini tentu saja sebuah pilihan yang baik, dan masalah dupa itu ia akan menyelidikinya dengan baik, ia tak bisa membiarkan pemberontak berada di sekelilingnya


"Apakah yang mulia tidak ingin berkemas?" Ucap Min, rambutnya baru selesai di tata dan saat ini yu mi sedang merias wajah cantik sang nona


"Tentu saja, setelah permaisuri selesai berkemas" Ucap kaisar zhou, Min hanya mendengus kesal, saat ini Min sudah menyelesaikan ritual pada wajah dan kepalanya, tinggal berpakaian, tapi bagaimana?, kaisar masih terus memperhatikannya


"Aku akan berpakaian apakah yang mulia bisa meninggal kami?" Ucap Min pelan


Kaisar zhou menghela nafas pelan,


"yu mi dan fei yang, apa kalian mendengar yang permaisuri katakan?, kalian silahkan menunggu di luar" Ucap kaisar zhou, kedua pelayan itu saling tatap


"Ah baiklah yang mulia" Ucap fei yang menarik yu mi meninggalkan kamar sang kaisar


"Mengapa yang mulia mengusir mereka" Ucap Min


"Kaisar yang baik hati ini akan membantu permaisuri berpakaian, " Ucap kaisar zhou berjalan mendekat,


"Jangan mendekat" Ucap min cepat, tentu saja ia tak bisa membiarkan hal ini terjadi

__ADS_1


"Tidak apa, bahkan aku telah melihat dan menikmatinya semalam, tak perlu merasa malu" Ucap kaisar Zhou tersenyum nakal masih berjalan mendekati permaisuri, ia melepaskan jubah yang menutup tubuh Min dan menggantikannya dengan gaun sederhana berwarna merah muda yang nampak begitu serasi dengan kulit putih dan paras cantik sang permaisuri, setelah selesai Min kembali memanggil fei yang untuk merapikan penampilanya, kaisar sungguh tidak ahli jika melayani seseorang


__ADS_2