
Mentari pagi kini kembali menyapa, Min tersenyum lebar saat menemukan pedesaan setelah semalaman berjalan menyusuri hutan belantara ini, ia sudah memutuskan ia akan segera ke perbatasan untuk meyelesaikan masalah wabah, ia berfikir jika kucing jelek ini sudah cukup, lagi pula ia juga memiliki yu mi, ia tak boleh serakah dan menagkap hewan di hutan terlarang sesuka hati, satu hewan spiritual saja sudah membuatnya pusing, bagai mana jika dua?, tiga?, empat?, min bisa mati berdiri karenanya
Ah sudahlah lupakan masalah hewan spiritual ini, perjalanan dari hutan ke pedesaan sungguh melelahkan, Min juga merasa sangat kantuk akibat tak beristirahat semalaman, ia terus berjalan berharap agar segera menemukan pondok makan untuk duduk dan sekedar melepas dahaga, namun sangat di sayangkan sepertinya ia mencari di tempat yang salah, tak ada apapun di desa ini sepanjang perjalanan hanya terdengar teriakan dan rintihan para penduduk, Min menjergit dalam diam apa yang sebenarnya terjadi, mengapa terlihat sangat menyedihkan
"Yao" Teriak sepasang suami istri sambil memeluk tubuh anaknya dengan erat, si gadis yang berusia sekitar 10 tahun itu sudah terkulai lemah dengan tubuh yang di penuhi bintik bintik merah, tubuh ringkih serta wajah yang memucat, Min berjalan mendekati sepasang suami istri dan memilih untuk membantu, keadaan di tempat ini benar benar kacau, bagai mana ia bisa diam saat begitu banyak nyawa yang akan di pertaruhkan karena wabah yang meresahkan inj
"Siapa kau apa yang kau ingin kan? Kami tak memiliki apa pun di sini" Ucap pria paruh baya itu berdiri, sebagai kepala keluarga tentunya ia memiliki naluri kuat untuk melindungi keluarganya, yah pada dasarnya memang begitulah seharusnya seorang yah harus menjaga dan Membela anak istrinya, namun sayang min datang bukan untuk merampok, hartanya di istana sudah sangat banyak, bayangkan saja ia sudah menjual ratusan pelayan, berapa banyak uang yang ia dapatkan?, bahkan uang itu belum iahabiskan, ia tak pernah kekurangan uang, untuk apa merampok milik orang lain, dan yah merampok di desa kumuh seperti ini patinyas angat tak menguntungkan
Min tak menjawab, dalam diam tanganya tergerak untuk segera meraih tangan sang gadis kecil, untuk memeriksa denyut nadi yang kian melemah itu, ia datang untuk membantu mengatasi wabah ini, dan begitulah seharunya, kening nya mengerut saat menemukan apa yang ia cari
__ADS_1
"Dia keracunan" Ucap Min pelan, setelah di periksa ini benar benar bukan wabah, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh racun Chili, jenis racun yang berasal dari dedaunan yang berada di hutan timur, pada awalnya racun ini akan menimbulkan efek gatal, batuk dan sesak nafas, namun, jika abai racun ini akan menjadi sangat berbahaya dam seperinya tubuh gadis kecil ini sudah cukup lama di grogoti oleh racun Chili ini, dalam diam ia meraih kantong qikunny dan dengan segera memasukan pil berwarna gelap ke dalam mulut sang gadis, ia hanya bisa berharap semoga ia belum terlambat, setidaknya obat ini dapat meredakan sakit yang di alami si gadis kecil, dan semoga saja ini belum terlambat, beberapa saat kemudian si gadis bangkit dan tiba tiba memuntahkan beberapa teguk darah, semua orang menjadi kaget,
"Apa yang kau lakukan?, Jangan siksa jasad putri ku, ia sudah cukup menderita oleh wabah itu, biarkan putriku pergi dengan tenag" Ucap wanita tua itu sambil terisak dan memeluk putri kecilnya dengan erat, keadaan wanita paruh baya itu juga tidak jauh lebih baik dari anaknya, tubuh yang di penuhi bintik merah, batuk dan sangat pucat, jika tak segera ditangani mana wanita tua ini akan benar benar mati karena racun ini
"Tenaglah nyonya, putri kalian masih bisa di selamatkan" Ucap min mengeluarkan jarum aktufuktur untuk mengeluarkan sisa racun yang berada di tubuh gadis itu,
"Sebenarnya apa yang terjadi nyonya?" Ucap Min pelan setelah berhasil membuat gadis bernama you itu kembali membuka matanya, setelah berhasil memuntahakan beberapa teguk darah kesadaran yang sempat menghilang itu kembali meskipun masih dalam keadaan yang sangat lemah, melihat putri mereka yang kembali hidup sang ibu bersujud di hadapan min sambil mengucapkan terimakasih
"sebenarnya apa yang terjadi sehingga kota ini di serang racun?" Ucapnya lagi,
__ADS_1
"Dua bulan yang lalu, kepala desa terserang wabah dan tiba tiba meninggal dalam waktu 1 minggu, semenjak itu wabah meledak dan menyebar dengan sangat cepat" Ucap wanita tua pelan dan menceritakan segala hal yang terjadi di desa ini, Min menghela nafas pelan, ternyata ia sudah berada di perbatasan barat, dan ternyata perbatasan barat tak terserang wabah melainkan racun, min mengeluarkan 1 botol ramuan dan mengulurkan pada wanita tua itu, setidaknya ini dapat membantu, min belum bisa menemukan penawar racun ini namun setidaknya obat ini akan membuat mereka bertahan
"Ah baik lah, berikan ini padanya, ramuan ini akan membuatnya bertahan, para tabib istana akan berusaha untuk menemukan penawarnya, dan anda semua, ambliah ramuan ini agar kalian bisa bertahan untuk beberapa waktu kedepan" Ucap min pelan, sebagai permaisuri dan ibu negri min tak sampai hati jika melihat rakyatnya berada di dalam kesusahan seperti ini, min akan berusaha untuk membuat penawar ini, racun ini memang cukup aneh, dan gejalanya pun tak beraturan, walapun di masanya min adalah sosok yang kejam namun tidak di masa ini, hati Chen Mian Li yang lembut mampu menumbuhkan sedikit rasa kemanusiaan di hati yang dingin ini
"Ah apakah nyonya tau dimana chap militer?" Ucap Min pelan, beruntung ia sempat meminta fei yang mencuri plat tabib, ia akan menyamar menjadi tabib dan berusaha membuat ramuan itu, setidaknya di chap militer memiliki bahan yang cukup
"Di ujung barat saja nona, tak jauh dari kaki bukit yi" ucap si wanita tua pelan, min hanya mengguk sebagai jawban
"baiklah, Nyonya akan lebih baik kau membawa putri mu ke chap militer agar mendapat penaganan lebih lanjut, kalian pun harus segera kesana, agar segera di tangani oleh para tabib" Ucap Min pelan dan segera meninggalkan pasangan itu, ia harus segera ke chap militer, hey bahkan kemana para tabib yang di kirimkan kaisar, mengapa para warga di biarkan begitu saja, jika di biarkan begini akan banyak nyawa yang hilang begitu saja, benar benar Sembrono, Kekaisaran mengirim mereka untuk mengatasi wabah ini, lalu kemana mereka?, satu orang tabib pun tak menjukan batang hodungnya di sini, lalu apa yang mereka lakukan?, hanya duduk diam dan berlaha leha?, benar benar membuat min kesal
__ADS_1
Setelah menempuh perjalan beberapa jam akhirnya min melihat sebuah bangunan besar dari kejauhan, min berjalan cepat menuju banganan itu