
Setelah beberapa saat berlalu, ia sudah menyelesaikan mandi dan sudah siap berpakaian, Fei Yang masuk dengan sebuah keranjang kecil yang sudah di penuhi beberapa tanaman yang di minta oleh Min tadi
Tanaman liar ini bahkan terlihat sangat tak berguna, ia takut jika junjungannya melakukan hal yang berbahaya dengan semua tumbuhan ini
"Apa yang akan yang mulia lakukan"
Fei Yang memberanikan diri untuk bertanya, tumbuhan tumbuhan ini mungkin terlihat tidak berbahaya dari luar, namun saat di satuan belum ada yang tau hasilnya, kerena memang belum ada yang pernah mencoba, ia takut saat tumbuhan ini di racik malah menjadi racun yang akan menyakiti sang junjungan
jika itu terjadi maka ia akan mengalami derita sebuah penyesalan sepanjang hidupnya, dan jika hal buruk kembali menimpa sang junjungan maka ia hanya bisa bunuh diri sebagai penebusan dosa
"Panggil nama ku saja, kita seusia dan sudah berteman sejak muda bukan, tak perlu terlalu formal, aku tak terlalu senang saat seseorang menjaga jarak dengan ku"
Ia berucap dengan nada pelan, panggil yang mulia di setiap Fei yang membuka suara membuatnya merasa sedikit muak dan tak bahagia, dia bahkan tak semulia itu, ia tak se istimewa itu, jika ia benar benar orang yang begitu mulia mengapa neraka menolaknya mentah mentah dan membuangnya ke tubuh mahluk tak berguna ini
Betapa menyakitkan itu, bahkan neraka pun tak menginginkan keberadaanya, lalu mulia apa yang sedang di sebutkan Fei Yang, apakah ia sedang mengejek karena ia yang bahkan tak di inginkan oleh tempat manapun
"Hamba tidak berani yang mulia, hamba tidak berani bersikap begitu lancang, anda adalah orang yang agung, bagai mana mungkin saya menyebutnya secara langsung, itu sangat tidak sopan"
Fei Yang langsung gelagapan mendengarnya, apa apaan itu, seorang permaisuri meminta pelayannya untuk memanggilnya dengan nama saja, ia tak akan pernah berani, permaisuri Li adalah junjungannya, lemah yang selalu ia jaga dan ia hormati, bagai mana mungkin ia begitu bernyali melakukan hal tercela seperti itu
"Ah baiklah aku sudah menduganya sedari awal, mahluk masa ini memang sangat keras kepala, selalu berkoar koar mengatakan ini dan itu lalu hasilnya hanya sebuah kehidupan yang naif"
Ia berucap dengan nada mengejek, Ia sudah menduga jika Fei Yang akan menolak usulan itu ia hanya merasa geli jika harus di panggil yang mulia, dan pelayan ini?, seperti biasa akan selalu menjadi sosok yang begitu keras kepala
"Ampuni hamba yang telah membuat yang mulia merasa tidak bahagia"
"Baiklah baik lah, tak perlu di perpanjang lagi, di paksa pun kau akan selalu mengelak dan mengatakan begitu banyak alasan untuk itu, baiklah karena kau begitu keras kepala tak mau manggil ku dengan nama kau bisa memanggil ku nona seperti sebelumnya, apakah kau bisa menerimanya sekarang"
Ia berucap lagi, panggilan nona juga bukan hal yang tidak sopan, di panggil mulia setiap saat benar benar membuatnya tidak nyaman
"Tapi?, saat ini yang mulia adalah"
Fei Yang masih berusaha untuk menolak keinginan tak masuk akal junjungannya, di masa lalu ia memang nona muda dari kediaman jendral Chen, namun kali ini ia sudah menikahi Seorang kaisar, bagai mana mungkin ia berani untuk melakukan hal itu
"Apakah ingin menolak perintah ku?"
Fei Yang bisa menolak untuk memanggilnya menggunakan nama, hanya saj tidak untuk kali, jika sebelumnya ia beralasan jika itu tidak sopan maka memanggil tuan dengan sebutan nona adalah hal yang wajar bukan?, ia hanya ingin bergerak dengan nyaman untuk kehidupanya di masa depan
"Hamba tidak berani"
Fei Yang menggeleng pelan, aura yang di keluarkan sang junjungan begitu mengerikan, meskipun ia tak mau ia harus melakukan apa yang di katakan oleh sang junjungan
"Bagus itu lebih baik, dan jika kau berani menolak lagi maka kau bisa pergi meninggalkan kediaman ini, kau juga tak terlalu di butuhkan, aku bisa menghidupi diri ku sendiri"
"Hamba tidak berani yang mulia, hamba lebih suka mati dari pada harus meninggalkan kediaman ini"
__ADS_1
"Pelayan yang baik, sekarang mari bantu aku menumbuk ini"
Fei yang mengangguk dan mulai menyiapkan alat tumbuk yang telah di ambil di dapur sebelumnya, meskipun memiliki banyak pertanyaan ia memilih untuk tetap bungkam
Chen Mian Li tersenyum kecil sembari menumbuk beberapa tumbuhan yang di bawa Fei Yang sebelumnya, setelah menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam akhirnya Min berhasil membuat penawar racun itu, Min menyuruh Fei yang mengambilkan cermin dan mulai memakai ramuan yang ia buat,
"Apa yang sedang anda lakukan nona"
Fei yang menatap junjungannya dengan tatapan tanya, benda ini bahkan di tempelkan ke wajah, apakah tidak akan menimbulkan efek buruk?, apakah junjungannya akan baik baik saja setelah ini
"Ini namanya masker Fei Yang, tidak usah kahwatir aku sedang berusaha untuk memperbaiki wajah ku, masker ini berguna untuk meremajakan kulit dan mengeluarkan racun racun di wajah, sangat mengerikan jika di biarkan begitu saja, kali ini membuatkan masker herbal untuk menghisap racun, kau lihat saja bagai mana hasilnya, hmm baik lah kau segera siapkan air panas, dan bangunkan aku setelah 15 menit kemudian"
Ia merebahkan tubuhnya dengan gerakan pelan, setelah meletakan irisan timun di matanya untuk menyegarkan mata yang terlihat begitu menyedihkan itu, jika di zaman modern ia bisa ke saja berangkat salon dan melakukan perawatan dengan mudah, hanya saja saat ini ia berada di zaman di mana salon pun tidak ada, semua di lakukan secara manual dan yah sangat merepotkan.
Chen Mian Li masih diam dengan mata yang masih terpejam masih terlihat begitu tenang meskipun tidak tertidur, ia hanya ingin mengistirahatkan dirinya beberapa saat, ia tak akan mungkin bisa tidur dengan wajahnya yang terasa panas dan nyut nyutan seperti ini, wajah hancur ini terkena beberapa ramuan terasa sedikit perih akibat proses penyerapan racun itu,
Menjadi seorang gadis yang cantik dan menawan tidaklah mudah, dari itu ia harus bertahan, demi dirinya sendiri, kehidupan ini keras, jika tak memiliki kemampuan maka bersiaplah menjalani kehidupan menyedihkan
Fei yang mengguk pelan, mengipasi wajah sang nona yang terlihat sangat merah itu, jerawat di wajah Min pun sudah mulai mengeluarkan cairan putih yang sangat bau,
Setelah beberapa saat Fei yang pergi mengambil air hangat untuk membersihkan wajah sang nonanya
"Nona, nona" Ucap Fei Yang pelan,
Fei Yang terkejut melihat hal ini, wajah junjunganya sudah lebih baik dari sebelumnya, meski masih memiliki bekas jerawat namun wajah sangat nona terlihat lebih baik, ramuan yang sangat mencengangkan
"Wow nona, ini sungguh ajaib, wajah nona sudah tak bengkak lagi, dan para benjolan itu sudah mengempis dan bahkan beberapa dari mereka sudah mengelupas" Ucap Fei Yang girang,
Racun memang sudah keluar seluruhnya namun min tetap memalukan perawatan bukan?, ia meraih cermin yang berada di sampingnya, ia cukup puas dengan hasil kerjanya, hey racun kecil seperti ini bukanlah hal yang sulit baginya,
Meraih kain hitamnya dan kembali mengikat ke wajahnya, terlalu awal untuk menunjukan diri, akan lebih baik jika ia bermain terlebih dahulu, ia sedang berlibur di zaman ini, ia akan melakukan apapun yang menurutnya menyenangkan, bahkan ia sama sekali tidak perduli dengan peraturan istana yang sangat banyak ini.
"Brakk"
Suara pintu yang di buka dengan sedikit keras membuat Chen Mian Li yang tadinya tersenyum memasang wajah datar dan dingin, di ambang pintu terlihat wanita paruh baya menggenakan pakaian pelayan berjalan pongah kearahnya, sang pelayan melangkah masuk dengan napan di tanganya
“Kau ini selalu menyusahkan dasar tak berguna" Ucap wanita itu ketus,
Si wanita berdiri dengan pongah dan angkuh, di hadapan mereka, posisinya sebagai kepala pelayan di kediaman membuat ia melupakan kenyataan bahwa saat ini berhadapan dengan Seorang wanita no satu di negara ini, berhadapan dengan ibu negri dinasti ini, permaisuri sah dari kaisar, baik lah karena mereka begitu memaksa maka ia akan dengan senang hati menunjukan dimana tempat gadis pongah ini berada, yah tentu saja di bawah, sebagai budak
“Apa kau tak pernah di ajarkan etika hingga kau berani mengangkat kepala mu di hadapan PERMAISURI ini?“ Ucapnya menekan kata permaisuri,
Menandakan betapa tingginya kedudukan yang ia miliki saat ini, bertapa agung dan berkuasanya dia, ia sudah melihat ini selama beberapa saat, ia bukan seseorang yang lambat, dalam sekali lihat saja ia dapat mengetahui bagai mana seseorang bertahan hidup di tempat ini, wanita lemah seperti Chen Mian Li memang tak akan bisa bertahan lama di kehidupan seperti ini
Sejak kejadian di depan jendela tadi ia mulai menemukan apa yang ia cari, ia mendapatkan sedikit ingatan dari pemilik asli tubuh ini, (Mian Li) gadis menyedihkan ini bahkan memiliki nasib yang lebih buruk dari yang di ceritakan Fei Yang sebelumnya
__ADS_1
“Kenapa harus takut pada gadis sampah seperti mu?” Ucap si kepala pelayan
dengan nada angkuh,
Ia adalah kepala pelayan di kediaman ini, di antara para pelayan ialah yang paling berkuasa di sini, selama ini Chen Mian Li gadis yang lemah dan ia sudah sangat biasa menindasnya, di matanya Mian Li hanyalah permaisuri yang tak di inginkan wanita buangan dan wanita yang lemah, siapapun bisa mengejek bahkan menindasnya
Melihat tatapan itu tak bisa membuat Mian Li menahan senyuman mengejeknya, ia belum ingin memulai hanya saja mereka terlalu memaksa, karena sudah seperti ini maka ia tak akan sungkan lagi, ia akan memulainya
Tubuh lemah ini memang begitu tak berguna, baru saja melakukan beberapa aktivitas dan ia bahkan sudah hampir tumbang seperti ini, pantas saja semua orang menganggapnya sebagai wanita yang tak berguna
Hanya saja ia masih memaksakan diri untuk bertahan dan memberi pelajaran pada orang yang tak tau diri ini, dunia akan tau bagai mana sadisnya jika si penakut membalas dendam, si penakut bisa saja menjadi gelap mata dan bahkan bisa menjadi mahluk yang jauh lebih kejam dari iblis
“Baik lah, dia begitu sesumbar di depan tuanya, hanya seekor anjing tua renta yang berani menggigit kaki tuanya, bahkan ia sudah kehilangan taringnya, gigitan itu tak jauh berbeda dari gigitan semut"
"Kau?, dasar wanita lemah"
"Fei Yang minta seseorang mengambilkan cambuk, aku akan menghukum anjing anjing ini"
"Baik yang mulia"
Fei yang melangkah mundur dan mengambil sebuah cambuk, dalam sekali gerakan kepala pelayan sudah berlutut di bawah kakinya, Mian Li tersenyum kecil dan mendudukkan dirinya ke kursi yang baru saja di siapkan
"Seekor anjing akan selamanya menjadi anjing, jika tidak patuh maka tuanya bebas membuang atau bahkan menjualnya"
"Yang mulia, yang mulia ampuni hamba yang mulia, jangan jual hamba, hamba akan berubah yang mulia, hamba mohon" Si kepala pelayan yang mulanya angkuh seketika memelas, ia sudah terlalu lama berada di atas membuatnya menjadi lupa diri
"Kau memang tak akan di jual, karena kau sudah tua, orang bodoh mana yang mau membeli pelayan tua seperti mu, tenang saja, setelah ini kau tak perlu melakukan pekerjaan berat lagi
"Lima cambukan bahkan belum berarti apapun untuk mu, pengawal bawa dia keluar dan cambuk lima puluh kali dan patahkan tangan dan kakinya"
"Yang mulia"
Pengawal langsung mengguk dan menyeret sang kepala pelayan ke penjara dan di jatuhi hukuman atas ketidak soapanannya, awalnya para pengawal itu tak mau tau, namun siapa yang menyangka jika tangan kecil min mampu membunuh,
Setelah rekanya tergeletak tampa nyawa para pengawal menatap Min dengan tubuh bergetar, mereka tak percaya jika wanita di hadapan mereka adalah permaisuri yang di kenal lemah, oh tidak mereka masih menyayangi nyawa mereka, mereka harus patuh dengan segala perintah dari permaisuri demi nyawa mereka
“Fei yang, jual pelayan pelayan yang tidak patuh ke rumah bordir, kau sudah lama di sini dan kau juga pasti tau siapa saja yang berani menganggu, siapapun yang pernah menyulitkan mu di masa lalu jual saja mereka"
Ia tak membutuhkan para pelayan tak tau diri itu, ia sendiri yang akan memilih pelayan untuk kediamannya, beserta pengawal ia akan melatihnya secara khusus agar menjadi pasukan yang kuat dan bisa di andalkan dimasa depan
"Setelah memilih menjual mereka pilihlah beberapa budak dan pelayan yang memiliki kemampuan, jangan sampai aku menafkahi orang yang tidak berguna"
Menjadi permaisuri yang gila akan kuasa dan jabatan bukanlah pilihan yang buruk, ia akan merubah sikap gadis lugu ini menjadi gadis Licik, membalas mata dengan mata dan gigi dengan gigi, ia akan merubah semuanya, terutama penampilannya yang terlihat sangat menggelikan ini,
ia adalah seorang permaisuri terhormat dan begitu agung, perempuan nomor satu di negri ini, ia harus tampil sempurna dan menonjol, ia adalah wanita yang berkuasa, ia harus menujukan kuasanya agar di masa depan tak ada yang berani mengusik ya dan menganggu orang orangnya
__ADS_1