Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab52#


__ADS_3

Ia menghela nafas pelan sembari menatap si anak panah, tak menyangka seorang Min jiana menjadi sembrono seperti ini, hey, ia adalah ketua mafia di masa lalu, tapi apa?, saat panah datang bukan menghindar ia malah termenung, benar benar tak masuk akal, seorang mafia yang kekuarangan isting?, sungguh sangat memalukan, jika ini terjadi di masa depan maka tentu saja Min segera pensiun dari fropesinya, yang benar saja?, seorang ketua mafia sudah kehilangan jiwa mafianya, huh benar benar memalukan jika sampai ada yang tau jika sebeum menjadi seorang permaisuri Min memiliki frofesi sebagai mafia, bisa bisa ia di tertawakannya perihal isting yang melemah ini, huh sangat konyol,


baik lah, mari lupakan perihal instingnya yang kian melemah, huh akan lebih baik menyelesaikan mahluk sialan yang dengan begitu lancang mengincar nyawanya, enak saja meskipun jiwa instingnya melemah, ia masih sangat sanggup untuk membunuh


"Huh, sebenarnya aku tak ingin melakukannya sekarang, tapi jika kau memaksa, maka baik lah, tungguhlah kehancuran mu" Ucap min menyeringai, ia tentu saja sudah menyelidiki masalah wabah ini dengan baik, dan yah ternyata raja young lah yang menjadi dalangnya, potongan kain sulaman itu hanya di miliki oleh orang kepercayaan raja,


Min menghela nafas kesal jika teringat dengan penolakan raja menyebalkan itu, ia menantang dengan menolak perintah menghilangkan pajak dan memilih peperangan, baik lah, ini tak akan menjadi masalah besar bagi seorang Min jiana, lagi pula hanya sebuah kerajaan kecil, jika mereka memaksa maka Min akan senang hati segera meratakan kerajaan young,

__ADS_1


ia sudah cukup murah hati dengan memberikan raja lalim itu sedikit waktu untuk merenungi kesalahannya dan berubah menjadi lebih baik, namun seperti raja young adalah orang yang tak tau di untung, baik lah mari kabulakn keinginan bawahan yang tak tau diri, ingin menghancurkannya?, sebelum rencana itu di buat bahkan Min akan lebih dulu memusnahkan mereka


Ia menghela nafas dan perlahan berdiri, dalam diam kakinya melangkah menuju valium, ia akan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan, meratakan sebuah kerjaan memang cukup mudah, tapi, ia juga harus memikirkan penduduk sekitar, ia bisa saja merakit bom dengan peralatan yang ada, namun, tentunya ini akan sangat berbahaya dan sangat mengundang perhatian, baik lah Min lebih memilih untuk menempuh jalan aman saja, lagi pula kerajaan young hanya berisi para rubah penjilat maka mari berantas semua rubah yang berniat untuk memberontak, negri sekecil ini?, min tentu bisa melenyapkanya, bahkan menghancurkan mereka hanya seperti membalikan telapak tangan baginya, jangan pernah orang jahat yang berusaha keras untuk menjadi baik, karena itu akan sangat bahaya untuk nyawamu, dari itu jangan sembarangan mengusik seseorang


"Yang mulia?, apa sedang kau lakukan" Ucap Min ketus, hey sang kaisar ini?, sejak kapan mengikutinya?, mengapa ia bahkan tak merasakan keberadaan si kaisar, huh instingnya memang sudah menghilang ternyata, dan yah sang kaisar kembali bersikap semaunya, lihat lah apa yang sedang ia lakukan, tampa memiliki urat malu ia merebahkan tubuhnya di ranjang milik seorang min jiana?, huh benar benar menyebalkan, bisakah kaisar es ini bersikap lebih layak?, ia hanya ingin kehidupan yang tenang tampa gangguan, tapi mengapa ini terasa begitu sulit?,


lagi dan lagi kaisar merasa begitu nyaman berada di tempat ini, ia merasa lega saat berada di dekat permaisurinya, ia bahkan bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi?, mengapa ia bahkan tak bisa lepas dari sang permaisuri?, mengapa tubuhnya?, hatinya?, ah ini bahkan sangat membingungkan, sepertinya benih cinta perlahan akan tumbuh antara keduanya, yah semoga saja, mari kita berdoa untuk kedua pasangan absolut ini

__ADS_1


Min mendengus kesal rencananya ke ruang angkasa kembali gagal karena keberadaan sang kaisar, keberadaan tamu yang bahkan tak di undang, huh baiklah, seperti biara ia harus menidurkan bayi besar ini terlebih dahulu, agar tak membuat kekacauan nantinya


"jangan tinggalkan tempat ini" Kaisar dengan mata yang masih tertutup rapat itu, tubuhnya lelah, ia butuh istirahat dan ketenangan, dan tempat ini adalah satu satunya tempat yang bisa memberikanya ketenagan dan kenyamanan itu, dan yah semoga saja ia memang mendapatkan apa yang ia harapkan


"Maka segera tidur, kau ini merepotkan" Ucap Min setengah berbisik, namun tentu saja kaisar zhou masih bisa mendengarnya, huh baik lah untuk saat ini ia tak memiliki waktu untuk menjahili permaisurinya ini, aroma menenangkan yang berasal dari tubuh sang permaisuri sangat sulit di tolak, dan dalam sekejap ia kembali tertidur dengan menghirup aroma yang sama, aroma yang selalu memberikan sebuah ketenangan, yang bahkan tak pernah ia rasakan sebelum ini


"Beruntung Mian Li mencintaimu, jika tidak makan tentu saja kau yang akan menjadi korban utama ku, aku akan memotong tubuhmu mengeluarkan jantung dan usus mu, dan setelahnya tentu saja aku akan memberikan pada ikan lele di kolam belakang valium ku, lumayan juga kan?, untuk vitamin agar ikan ikan lele ku cepat tumbuh besar" Ucap Min beralih menatap kaisar yang sudah terlelap dalam tidurnya itu, Min tersenyum menatap wajah itu, hey apakah ini nyata?, seorang Min jiana tersenyum menatap pria yang selalu ia cap sebagai kaisar es yang menyebalkan?, yang benar saja?

__ADS_1


"Ternyata wajah kaku itu akan terlihat lebih baik jika dengan mata yang terpejam, tatapan elang milik kaisar sangatlah mengerikan" Min menggeleng kuat apa yang ia fikirkan wajah yang kaku?, tampan?, yang benar saja?, min masti sedang kerasukan setan centil saat ia mengatakan itu, yah mana mungkin ia memuji kaisar menyebalkan ini, yah memang ini salah mu, dasar setan,


__ADS_2