
Hari kini mulai larut, Min masih berada di valium angin seperti yang di harapkan, Ling Shi menceritakan banyak hal mengenai dunia perang, dan Min sangat menyukai itu, cara peran zaman kuno dan moderen tentu saja berbeda kan, meskipun tujuanya sama sama membunuh dan menang, pengalaman di perang pertamanya di masa ini sangat buruk, bahkan ia membiarkan musuh melukai orang-orang yang di sayanginya?,
"Ah ia, sebenarnya kau ini nona dari kediaman mana?, mengapa aku tak melihat mu di valium angin, bahkan saat jamuan teh yang bisa buat nona bai?, Lalu kau tak pernah datang saat setiap acara menikmati bunga" Ucap ling shi, saat ini keduanya sedang berada di gazebo yang berada di halaman kamar Ling Shi, cuaca cukup cerah malam ini rembulan masih dengan setia menemani malam, meski sang bintang nampak bersembunyi di balik kegelapan, namun tak menggoayahkan hati sang rembulan untuk menemani malam hingga datang waktunya mentari untuk menerbitkan diri dari ufuk timur
"Ah itu, aku hanya terlalu malas untuk bersama para nona muda itu, mereka adalah mahluk yang sangat meyebalkan dan memusingkan, lagi pula aku tinggal tidak tinggal di valium angin, tapi valium bulan" Ucap Min pelan, ia tak berbohong, ia memang sangat enggan menghadiri jamuan itu, sebelum membuat jamuan tentunya selir bai membicarakanya terlebih dahulu dengan Min, bagai mana pun saat ini Min adalah seorang permaisuri kesayangan, jika mereka salah permaisuri tentu saja bisa merebut kekuasaan mereka di istana dalam ini, dan itu tentu saja tak akan bisa di biarkan dengan mudah
"Ah begitu, hm baiklah, besok adalah perayaan ulang tahun yang mulia kaisar, kau memberikan apa padanya?" Ucap Ling Shi sembari menyantap kudapan yang berada di depanya
"Hanya beberapa barang yang tidak begitu berharga" Ucap min dengan bosan, hadiah apa lagi yang di inginkan oleh si kaisar itu?, ia sudah memiliki segalanya, dan sepertinya barang barang itu tak ia fikirkan
"Huh, kau beruntung dapat memilih hadiah yang akan kau berikan, sedangkan aku?, ah ayah memintaku memberikan hadiah merepotkan itu, hingga aku terpaksa membawa akademis untuk menjelaskan asal usul dan hal hal yang tak penting lainya, bukankah itu menyebalkan dan membosankan?" Ucap Ling Shi menggembungkan pipinya kesal, lagi pula hanya sebuah harpa, mengapa harus begitu repot memberi penjelasan dan asal usul barang tua itu
"Ayah mu berniat baik, tak perlu menunjukan wajah kesal begitu, lagi pula mungkin ayah mu berniat mencarikan mu jodoh di istana ini, mereka memang terlihat cukup tampan, kau tentu saja bisa memilih salah satu di antara mereka"
"Oh tidak itu terdengar buruk, aku sudah memiliki pria yang ku cintai, dan aku sangat tak berminat pada mereka"
__ADS_1
"Benarkah?, seperti apa dia?, pemuda yang membuat seorang nona kedua kediaman ling menutup matanya untuk pria tampan yang berada di depan mata"
"Hmm dia sangat bodoh, lemah dan penakut, namun" Ling shi terkekeh pelan "dia tampan, kami tumbuh bersama di chap militer, kami menghabisikan banyak waktu berdua dan melewati begitu banyak kenangan yang indah" Ucap ling shi lagi lagi terkekeh geli "tapi... " Ia menghela nafas lelah ''dia sangat menyebalkan saat tumbuh dewasa, bahkan berkali kali menolak cinta ku, berusaha keras menghindari ku, dan selalu kabur saat bertemu dengan ku, menyebalkan bukan?" Ucap Ling Shi memukul mukul udara," Tapi kau tenang saja, dewa pun yang datang melamar ku, bahkan aku akan tetap memilih dia" Ucap Ling Shi dengan semangat yang mengebu
"Ah sungguh cerita cinta yang menggemaskan, bahkan aku takhabis fikir" Ucap Min memutar bola matanya malas, cerita cinta yang penuh drama, membosankan
"Kau akan tau rasanya saat kau jatuh cinta, saat kau ingin selalu di dekatnya, saat kau selalu memikirkannya siang dan malam bahkan kau tak perduli dengan dirimu dan kebahagiaan mu hanya untuk melihat ia tetap tersenyum"
"Sungguh mengerikan, ah baiklah, hari sudah larut aku akan kembali ke kediaman" Ucap Min pelan, Ling Shi hanya mengguk pelan membiarkan Min melangkah menjauh meninggalkan halamannya
"Ada apa? " Ucap Min beranjak duduk dan mulai melepaskan perhiasan di rrambutny, setelahnya tentu saja ia harus segera beristirahat
"Sudah waktunya yang mulia kaisar meminum obatnya" Ucap Yu Mi, mereka tentu saja tak berani lancang mengantarkan sup herbal ke kediaman kaisar, mereka tak sanggup menghadapi kemurkaan kaisar, kaisar hanya akan meminum obatnya jika di temani permaisuri jika tidak maka kaisar tentu saja tak akan perduli dengan sup sup pahit itu
"Ah baiklah, orang itu merepotkan ku saja, serahkan pada ku napan itu, kau segera beristirahat" Ucap Min mengambil alih napan dengan kesal, dan segera melangkah menuju valium naga untuk memastikan jika kaisar kaku itu meminum obatnya
__ADS_1
"Kemana para pengawal? " Ucap Min beranjak masuk, kemana perginya para pengawalkaisar?, mengapa valium sangat sepi?, Min menaikan bahunya tak perduli, ia hanya perlu mengantarkan sup ini demi kedudukannya, dan setelahnya ia akan kembali dan beristirahat dengan tenang di valiumnya, Min perlahan membuka pintu kamar kaisar, setelah meletakan napan di meja Min beranjak menuju pintu untuk menutup pintu kediaman, seperti biasa Min harus menemani kaisar menminun obatnya setelahnya baru Min bisa pergi, jika tidak maka sang kaisar tak akan menyentuh obat itu, menyebalkan bukan?, Min hanya berusaha untuk mempertahankan kekuatan spiritual milik kaisar, jika di biarkan kaisar bisa lemah, dan para rubah istana menggunkan kesempatan itu untuk menggulingkan kekuasaan, dan pastinya ia akan menjadi jadi janda miskin setelah penggulingan itu, ah tidak Min tidak akan membiarkan itu terjadi
"Yang mulia, yang mulia" Ucapnya mencari cari dimana kah gerangan kaisar itu, mengapa tidak ada di kamar, saat malam sudah mulai larut seperti ini?,
"Yang mulia, yang mulia ada apa dengan mu? " Ucap Min saat menemukan kaisar zhou yang sedang terduduk di lantai sembari memenggangi dadanya
"Yang mulia, kau kenpa?, apa yang terjadi? " Ucap Min panik, ia tak pernah melihat kaisar zhou semenyedihkan ini, apa yang terjadi pada pria kaku ini?
"Tinggalkan aku" Ucap kaisar menepis tanganya kasar,
"Hey kau kenapa?, bagai mana bisa aku meninggalkan mu dalam keadaan ini" Ucap Min mentap sang kaisar panik, hey apa yang terjadi?, penampilan itu sangat menyedihkan, bahkan Min sendiri tak percaya jika pria berjubah naga yang tergeletak lemah di hadapannya adalah seorang kaisar zhou yang terhormat
"Tinggalkan tempat ini" Ucap kaisar zhou mendorong Min kasar, membuat Min menaikan alisnya tak mengerti, tumben sekali kaisar kaku ini menolak sentuhanha
"Hey, apa yang terjadi pada mu yang mulia"
__ADS_1