
Min menghela nafas pelan, rembulan malam berainar dengan begitu terang dan sang bintang bertabur secara acak membuat malam terlihat semakin indah, ia menghela nafas pelan, pemandangan indah ini tentunya tak dapat ia nikmati setiap hari karena yah ia memiliki begitu banyak hal yang harus di selesaikan, menjadi seorang chen mian li memang sangat merepotkan,
lagi lagi ia hanya bisa menghela nafas pelan, ia mendongak dan memejamkan matanya, membiarkan angin malam yang sejuk menerpa wajahnya, saat ini ia berada di sebuah perbukit tak jauh dari pemukiman warga ia tentu tak jika terus menerus duduk diam dan menunggu, semua harus menemukan titik terang dan di selesaikan dengan cepat, dan yah saat ini ia memilih untu menyelidiki kekacauan ini sendiri, dan yah tentu saja ini harus segera di hentikan atau usaha kerasnya selama ini hanya akan berujung sia sia, dan ia tentu tak akan membuatkan tenaganya terbuang tampa hasil seperti itu, ia sudah bertekat maka tak ada yang tidak mungkin baginya, ia hanya memerlukan sedikit usaha lebih keras, yakin lah tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan keluarnya, jika pun pada akhirnya kau menemui jalan buntu kau bisa berusaha untuk membuka jalan itu perlahan, dengan tenga mu, tentu saja
" Oh Chen mian li, chen mian li, mengapa kau selalu membuat ku dalam masalah besar?, mengapa kau memperlakukan ku seperti ini, bisakah kau tak bersikap sok pahlawan, kau ingin menyelamatkan semua orang dengan kemampuan mu yang tak seberapa ini?, kau adalah sosok yang tak mampu mengapa harus memaksakan diri, dan kau malah mengorbankan aku untuk mencapai ambisi mu, benar benar meyebal kan kau mian li" keluhnya, ia selalu merasa kesal, mian li selalu mengambil alih dirinya, ia sangat ingin kembali menjadi sosok Min jiana yang dulu, tak perlu perduli dengan siapapun, neraka hanya meminta mu untuk mengurangi dosa dengan tak membunuh, dan akan lebih baik jika ia duduk diam di istana, menghabiskan waktu dengan bermain, berkeliling dan menikmati kehidupan sebelum mencapai neraka, tapi apa?, Chen mian li beserta hati lembunya ini selalu mampu mengendalikan Seorang Min jiana, benar benar kehidupan yang menyebalkan, saat kau bahkan tak bisa mengendalikan dirimu sendiri
"oh chen mian li, segera ambil tubuh mu ini, aku tak menginginkan hidup di tubuh mu, kau adalah sosok yang selalu di kejar masalah, dan aku sangat tak menyukai itu" kelunya lagi dan lagi, namun?, yah ia hanya mengeluh dan berbicara pada angin, karena chen mian li tak akan mengambil alih tubuh ini, ia dengan tak berperasaan menyerahkan tubuh ini dan membuat Min dalam masalah lagi dan lagi, huh benar benar melalahkan, dalam keluhan Min beranjak meninggalkan bukit, ka harus menyelesaikan ini secepat mungkin, yah secepat mungkin agar tak ada lagi korban berjatuah, dan mari doakan untuk keberhasilannya
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" Ucap seorang gadis yang kini menepuk pundak min,
Min tentu saja terkejut namun dengan gerakan cepat mengambil posisi siaganya, ia tentu tak bisa lengah, tujuannya ke tempat ini adalah menyelamatkan nyawa semua orang bukan menyerahkan nyawanya pada penjagat,
dan gadis di hadapannya saat ini ternyata memiliki mata yang cukup jeli, bahkan ia menggunakan pakaian hitam agar bisa segera menghilang di bawa kehelapan, ia sengaja mengikat rambutnya di kuncir kuda dan wajahnya di tutup dengan kain hitam, penampilan khas dari seorang penguntit, dan gadis ini dapat melihatnya dengan penampilan ini,
“Uh akhirnya aku bisa menghirup udara segar, kau tau?, sangat melelahkan harus berkelling dengan penutup wajah seperti ini, menjadi sosok yang misterius benar benar tak mengenakan, akan lebih baik membiarkan udara masuk dan pergi dengan nyaman, kain penutup itu sangat merepotkan” keluh sang gadis pelan, min menaikan alisnya?, ia bahkan tak perduli, lalu apa gunanya bercerita pada orang yang baru kau temui?.
__ADS_1
"Siapa kau?, dan apa yang kau lakukan di sini?, jika tak memiliki hal penting maka menjauhlah, aku tak suka dengan masalah" Ucap Min, ia tak pernah melihat gadis ini sebelumnya lalu mengapa sang gadis terlihat begitu santai padanya, bahkan bertindak sok akrab, ia tentu harus waspada, ia bukan manusia bodoh,
"A aku hanya, hm sebenarnya aku hanya berkeliling, dan kebetulan melihat mu, aku tak mau menjadi sosok yang sombong, dan dengan kerendahan hati aku menyapa mu, huh sepertinya kesopanan ku tak di hargai ini sini, baiklah kau bisa melanjutkan pekerjaan mu itu aku tak akan menggu, sampai bertemu lagi, ah ia saat pertama kali melihat mu aku sudah menyukaimu, dan sudah ku putuskan, di masa depan kita harus berteman, lihat lah wajah ku dan ingatlah baik baik, karena aku bisa aja mendatangi mu sewaktu waktu, sampai jumpa" Ucap sang gadis tersenyum lebar dan segera berlari menjauh, dalam sekejap sang gadis sudah menghilang di telan kegelapan, benar benar gadia aneh
Min hanya menjerngit heran, apakah ada manusia spesies itu?, cahaya rembulan yang bersinar terang, membuat Min dapat melihat dengan jelas sosok di balik baju besi itu, cantik itu lah yang min simpulkan, tapi mengapa bertingkah aneh, jika tak memiliki kepntingan maka akan lebih baik menjauh, masalah akan sangat sulit di hindari jika dia menyukaimu, percayalah, saat satu masalah datang maka beberapa masalah lan pasti akan menyusulnya
min menaikan bahunya, ia tak perduli, biarkan semua berjalan sebagai mana seharusnya, ia terus melangkah mendekati pedesaan, semua sudah ia pantau dari beberapa hari yang lalu, dan yah ia menemukan kejanggalan itu,
__ADS_1