
Hari kini beranjak senja langit mengubah warnanya menjadi kejinggaan, pasukan pangeran ke dua dan ke enam sudah siap dengan kuda dan pakaian besinya, lihatlah, bahkan mereka terlihat begitu gagah dan berwibawa dengan pakaian perang itu, ah min benar benar merasa bangga memiliki adik yang sangat mengagumkan seperti kedua pangeran ini, tampan, baik hati dan juga sangat kuat, huh benar benar ciptaan dewa yang sempurna
"Berhati hatilah, dan ingat janji kalian, harus kembali dengan selamat" Ucap min mendekati kedua adiknya, saat ini ia hanya ingin memeluk pangeran lan dan yu fang, namun niat hanya tinggal niat nyatanya sang kaisar sudah lebih dulu menariknya dan memeluknya dari belakang, terlihat sangat posesif,
Para jendral senior yang melihat hanya bisa menjatuhkan rahang mereka dalam diam, hey mereka berpelukan di depan umum, apakah mereka tak bisa mencari tempat yang lebih layak untuk berpelukan, lihatlah jiwa para jomblo yang melihat mulai meronta, namun yah tidak bisa di pungkiri jika keduanyasangat manis, saat sang kaisar es dengan gerakan cepat menghentikan aksi tak terduga yang akan permaisuri lakukan,
melihat keduanya Yu fang tak bisa tak terkekeh dalam diam, lihat lah, bagai mana posesifnya kaisar es, bagai mana menyebalkan seorang gunung es yang sedang kasmaran ini, ah memang cinta akan menemukan masanya masing masing, menjadikan yang dingin menghangat dan terkadang yang hangat membeku, hanya ada dua pilihan dalam urusan cinta yaitu, memilih untuk mencintai dengan tulus dan berakhir dengan kebahagiaan atau mencintai dengan penuh ambisi dan sering berakhir na'as, dan yah pada dasarnya pilihan kalian akan sangat menentukan akhir dari kisah cinta kalian.
__ADS_1
Pangeran lan berdeham pelan untuk menetralkan keadaan, ia membungkuk memberi hormat pada Sang kaisar dan segera meninggalkan chap militer, ah ia tak ingin berujung dengan dekrit lagi, pangeran lan tak menyangka kaisar zhou akan begitu posesif dengan istrinya, ia benar benar tak menduga jika kakak iparnya memiliki kemampuan di atas rata rata, lihat lah, seorang kaisar es yang posesif?, seorang kaisar es yang cemburuan?, yang benar saja
"Hey yang mulia, bisakah kau tidak memeluk di depan umum?, apakah urat malu anda sudah putus?" Ucap min berbisik pelan, hey, bukankah di zaman ini berpelukan melanggar hukum Lalu?, ada apa dengan kaisar es ini?, apakah ia salah minum obat lagi?
Kaisar zhou hanya diam memasang wajah dinginnya saat mendengarkan ucapan sarkas sang permaisuri, namun masih memeluk pinggangnya, sama sekali tak memiliki untuk niat melepaskan itu, toh ia sudah terbiasa mendengar segala makian yang keluar dari mulut indah sang permaisuri, dan yah ia memilih untuk menatap kepergian Sang adik dalam diam dgn tatapan tajam dalam hati kecilnya ia merasa cemas karena pemberontakan ini cukup berbahaya
kaisar memilih diam, tak ingin menjawab ataupun melayani omong kosong yang akan di katakan oleh permaisurinya, kaisar masih setia masih memeluk pinggang sang permaisuri dengan erat, min hanya bisa membuang nafas kesal, melawan pun tak akan berguna bahkan ia selalu kalah oleh aura milik kaisar ini, menyebalkan
__ADS_1
"Ah, yang mulia sepertinya kau harus kembali bekerja bukan?, hanya hal yang harus kau selesaikan, jika kau jatuh miskin jangan salah kan aku jika mencari suami lain, aku tak akan pernah sudi hidup susah," Ucap min pelan melepaskan tangan besar kaisar zhou dan pergi meninggalkan gerbang, alam luar tentu saja sudah menunggunya, segala makanan pasar yang lezat sudah berteriak memanggilnya, ia tentu saja tak bisa mengabaikan semua itu, ia harus segera menjemput semua makanannya
kaisar hanya menatap kepergian sang permaisuri dalam diam, sang permaisuri bahkan sangat bersemangat jika meninggalkan chap militer, dan apa itu?, bukankah permaisuri baru saja mengatakan jika ia jatuh miskin permaisuri akan meninggalkanya, dan permaisuri akan meninggalkanya saat jatuh miskin maka kaisar zhou harus mempertahankan seluruh hartanya agar sang istri tak menikah lagi, yah hanya itu yang harus ia lakukan, ka tak akan jatuh miskin, dan permaisuri tentu saja tak memiliki alasan untuk meninggalkanya, kaisar zhou menghela nafas pelan dan segera menuju ruang pertemuan, beberapa hal yang harus ia diskusikan, ada banyak masalah yang terus berdatangan seakan tiada hentinya.
Min terseyum lebar menuju pasar, dan acara bermain trianya dimulai, berjalan cepat menuju sebuah warung makan, ia merasa lapar dan yah ia akan menikmati pangsit yang hangat, benar benar menyenangkan
waktu berjalan dengan begitu cepat, acara berkelilingnya pun sudah selesai, dan sudah saatnya ia berangkat ke hutan, ia akan berkultivasi untuk menyempurnakan kultivasi penyempurnaan tingkat sembilannya, mari lupakan lupakan kaisar es itu, toh kaisar sudah sangat bucin pada istrinya, min pasti bisa mengendali kaisar dengan modal cinta kaisar untuknya, yah pada dasarnya siapa yang tak akan tahluk oleh cinta,
__ADS_1