Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab144#


__ADS_3

Mentari pagi bersinar dengan cerah, hamparan salju masih menemani seluruh halamannya, yah Ling Shi, ia sangat menyukai salju, karena ini lah musim kesukaannya dan ibunya dahulu, bermain dan membuat boneka salju, menghabiskan hari dengan menyenangkan, tapi, apa boleh buat pada dasarnya waktu memang harus berputar, musim salju harus berakhir di gantikan dengan musim semi dan berlanjut ke musim musim selanjutnya


“Nona,” Ucap seorag penjaga membungkuk hormat, sepertinya surat itu sudah datang, hm bagai mana?, tentu saja Ling Shi harus menangkap Lin Li mencuri suratnya, Ling Shi berjalan cepat meninggalkan halaman dan segera menuju kurir yang datang


“Sepupu Lin, anda terlihat sangat senag” ucap Ling Shi yang kini sudah berdiri di hadapan Lin Li yang menujukan senyumannya yang terlihat begitu sinis


“Ah sepupu ling, lama tak berjumpa” Lin Li tersenyum gugup, namun dengan cepat mengendalikan raut wajahnya, bagai mana pun ia adalah seorang nona muda bangsawan memiliki wajah lebih dari satu adalah keahlian mereka


“Tentu saja, bahkan saat lama tak berjumpa kau masih sangat suka mengusik ku, kau masih sana sejak bertahun tahun lalu, sangat menyebalkan dan sangat suka menganggu ku, dan?, jika tak salah sepertinya surat itu di kirim untuk ku?, lalu mengapa ada di tangan mu?, aku tak tau apakah kau salah mengambil surat atau ini suatu konspirasi” Ucap Ling Shi melihat gulungan yang sangat ia kenali yang berada dalam genggaman lin li


“Ah ini?, ku rasa terjadi kesalah fahaman, ini adalah surat dari kakak pertama ku, ia memang selalu mengirimi ku surat dan menceritakan segala pengalaman di dunia nan nan luas ini” Ucap Lin Li menunjukan senyuman palsunya


“Ah benar kah, sepertinya tuan muda lin mendapatkan promosi jabatan, tempat surat itu terlihat seperti, yah seperti surat untuk ku”


“Sepupu Ling, kau suka sekali bercanda, begitu banyak surat yang datang dan pergi setiap harinya”


“Benarkah?”


“Apakah kakak mu naik jabatan menjadi seorang pangeran kekaisaran?, lihat lah gulungan surat itu?, sutra berukiran naga yang bahkan hanya di buat khusus keluarga kekaisaran, ah jika saudara Lin berkenan bisakah aku melihatnya”


“Anda terlalu kasar sepupu Ling, ini adalah privasi ku mengapa kau sangat penasaran?" Ucap Lin Li dengan nada tertindas

__ADS_1


“Jika kau memiliki privasi aku tak mempermasalahkan nya, hanya saja kau tak perlu mencuri surat ku untuk membuat privasi”


“Apa yang terjadi?”


“Paman, ini hanya sebuah kesalahan fahaman" Ucap Lin Li dengan nada tertindas, ling shi menatap sepupunya dengan malas, dasar tukang drama, mengapa sih dunia selalu di penuhi oleh para pendrama, tidak istana Kekaisaran, di paviliun jendral pun masih ada tukang drama yang tak tau malu, benar benar menjijikan


“A Ling ada apa”


“Tanyakan pada kponakan kesayangan ayah itu”


“A Lin?”


“Aku tidak menuduh bodoh, kenyataanya kamu memang menghadang sesuatu yang seharusnya menjadi milik ku” Ucap Ling Shi dengan nada kesal


“Paman, aku tidak melakukan apa yang di katakan sepupu ling, semua hanyalah kesalahan fahaman”


“A Lng, bisakah kau membiarkan sepupumu memiliki benda itu?”


“Apa?, aku tidak salah dengar bukan?, aku tak berkewajiban memberikan milik ku padanya”


“A Ling, A Lin telah kehilangan ibunya sejak muda” Ucap Jendral Ling membujuk, yah kponakan dan putrinya emang tak pernah akur sejak muda ada saja yang mereka ributkan dan mereka permasalahkan, hal itu membuat jendral Ling sedikit pusing menghadapi dua gadis muda ini

__ADS_1


“Apa perduli ku?, jika ia kehilangan ibunya dari muda apakah aku harus menjadi ibu pengganti?, aku lelah ayah, semua yang ku miliki harus berbagi dengannya, ia yang tak memiliki ibu, mengapa harus merepotkan dan merugikan ku?” Ucap Ling Shi tak terima, ia juga kehilangan ibu sejak muda, tapi mengapa jendral Ling sangat membela keponakan menyebalkan nya ini, sejak kecil Lin selalu berusaha mengambil apapun yang Ling Shi punya, selama ini ia bisa diam, dan tak pernah memprotes saat ayahnya selalu memberi barang yang sama untuk mereka, namun tidak untuk yang satu ini, ini adalah hal yang sangat sensitif jika di bicarakan


“A ling, jangan terlalu influsif” Ucap jendral Ling pelan, ia hanya meminta putrinya untuk berbagi dengan sepupunya, tapi inilah ling shi sangat keras kepala dan tak mau di atur, meskipun begitu tentu saja sang Jendral sangat menyayangi putrinya, harta yang paling berharga peninggalan mendiang istrinya, mendiang wanita yang paling ia cinta


“Apakah jika ia meminta nyawa ku aku harus memberikannya?, jika ayah sangat menyayanginya mengapa tidak memberikan barang ayah saja, barang ku, adalah milik ku dan hak ku” Sarkas Ling Shi, ia tak suka, ia tak suka jika haru selalu mengalah pada nona muda lin ini, mengapa?, mengapa ayahnya sangat menyayangi nona muda Lin ini?, menyebalkan sekali


“Dekrit kekaisaran” Teriakan itu menghentikan keributan itu, semuanya berlutut menunggu sang kasim utusan membaca dekrit yang di berikan kaisar


“Dengan rahmat dewa yang agung, nona kedua ling, dengan kebaikan dan kesetiaannya pada kekaisaran, nona Ling di berkahi sebuah pernikahan dengan pangeran ke enam, dan pernikahan akan di laksanakan sebulan ke depan” Suara itu membuat ling shi membulatkan mata, apa itu?, dekrit kekaisaran,


Menikah dalam keadaan seperti ini?, yang benar saja, para pelayan yang di bawa dari kekaisaran membantu ling shi bangkit, yah sebagai calon permaisuri pangeran kekaisaran semua harus memastikan keselamatan dan ke kesehatan calon mempelai,


Ling shi membulat marah, hey yang benar saja, bahkan ia sudah merasa pusing dengan di temani satu pelayan, bagai mana ini bisa terjadi?, kekaisaran malah mengirimkan lima belas pelayan dan puluhan pengawal untuknya,


Apakah Yu Fang bodoh itu lupa jika ia adalah seorang jendral?, ia bisa menjaga diri, tapi pelayan ini?


“Mematuhi” Ucap semua yang ada di ruangan, sang kasim menyerahkan gulungan itu dan di sambut Ling Shi dengan ling lung, apakah ini mimpi?, sang kasim segera meninggalkan kediaman jendral untuk melaporkan pada sang kaisar, sedangkan rombongan yang di bawa?, tentu saja di tinggalkan untuk melayani calon permaisuri pangeran mereka


“Kakak ipar, bantu aku dari pelayan pelayan menakutkan ini” Rengek Ling Shi, para pelayan ini bahkan memaksanya untuk melakukan banyak hal, dan demi apapun ia merasa tak nyaman dengan semua ini, lihat saja ia akan membalas dendam pada permaisuri yang bahkan dengan tak berperasaan mengurungnya dengan para pelayan menyebalkan ini


“Selamat adik“ Ucap Fi Nin dengan nada pelan, lagi pula ia tak bisa membantu meskipun ia ingin, pelayan dan pengawal istana bukanlah orang yang bisa mereka singgung, terlebih ini adalah perintah langsung dari seorang permaisuri

__ADS_1


__ADS_2