Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab149#


__ADS_3

Malam sudah larut, saat ini Ling Shi masih duduk diam di pinggiran ranjang, untuk menanti Yu Fang dan menyelesaikan ritual terakhir pernikahan, yah membuka cadar dan menikmati anggur pengantin, tinggal itu saja, hari yang bahkan sangat melelahkan baginya, lebih merepotkan dan menyebalkan dari bertarung di medan peperangan


“Ling Xian”


“Hamba yang mulia” Ucap ling Xian pelan, ia tak bisa sembrono memanggil gadis gila hadapannya dengan panggilan nona, karena mulai saat ini Ling Shi sudah menjadi seorang istri dan harus memanggilnya dengan sebutan permaisuri pangeran


“Aku merasa sedikit haus, bisakah kau menyuruh orang membuatkan aku teh, dan yah bantu aku untuk membuka tudung ini, aku lelah sedari tadi duduk diam di sini” Ucap Ling Shi menggembungkan pipinya kesal, ini sangat membosankan pantatnya terasa keram karena duduk diam sejak tadi, bagai mana bisa ini di biarkan bertahan lama, pantatnya mati rasa, tubuhnya kelu dan yah ia juga sudah mulai mengantuk, tapi bahkan ia tak di izinkan oleh para pelayan tua yang sedari tadi mengawasinya, apakah ritual malam pertama harus sesulit ini?, sebenarnya untuk apa ritual membuka cadar ini di buat, bukankah lebih baik jika buka cadar dan tidur dengan nyaman, biarkan yu fang bodoh itu menyambut tamu tamunya


“Yang mulia, ini tak pantas, saya akan membuat kan anda teh, tapi untuk membuka tudung anda, harap anda bersabar, tak akan lama lagi pangeran akan datang, hamba tak berani mendahului pangeran” Ucap Ling Xian dengan penuh rasa bersalah, ia tentu tak bisa mengacaukan ritual ini


“Ling Xian, kau mengkhianati ku” Ucap Ling Shi menghela nafas kesal, takada yang mau membantunya, mengapa harus seperti ini


“maafkan saya yang mulia, untuk kali ini saya terpaksa berkhianat, ini demi kebaikan anda” Ucap Ling Xian meninggalkan kamar penganten untuk membuatkan teh untuk menghilangkan dahaga nonanya yang telah duduk dalam diam sejak tadi


Ling Shi menghela nafas pelan, tidak ada yang bisa ia andalkan saat ini, ia harus tetap duduk diam dan menunggu, lagi lagi Ling Shi menghela nafas jengah, ruangan terasa begitu sepi, para pelayan yang sedari tadi bersiaga tak menunjukan kehadirannya, ling shi mengangkat sedikit cadarnya melihat sekeliling


“Kemana mereka?” Ucap Ling Shi pelan, pintu di buka lebar, Ling Shi masih duduk di pinggiran ranjang dengan kepala yang masih tertutup tudung pengantin

__ADS_1


“Apakah kau menunggu lama?” Ucap pangeran ke enam duduk di samping Ling Shi yang tertunduk di balik cadarnya, hatinya berteriak senag, ia lelah dan butuh istirahat, setelah melakukan ritual membuka tudung dan meminum arak pengantin, setelahnya ia tentu bisa beristirahat dengan nyaman


Pangeran ke enam tersenyum lembut dan meraih kain perah itu, membuka cadar pengantin perlahan, pangeran ke enam terdiam sejenak, ling shi terlihat begitu bercahaya


“Yang mulia apakah tidak bisa di percepat?” ucap Ling Shi yang membuat pangeran ke enam mengerjapkan matanya beberapa kali, ia tersenyum penuh arti dan sepenuhnya membuka kain merah itu


“Kau sangat tidak sabaran sayang” ucap pangeran ke enam tersenyum lebar, hari pernikahan malam pertama, Ling Si akan menjadi miliknya, seutuhnya, tak akan ada pria lain di hati Ling Shi, pangeran ke enam begitu bahagia, setelah perjuangan panjang akhirnya ia bisa menikmati kebahagiaan, sungguh memuaskan, kebahagiaan setelah perjuangan memang hal yang sangat melegakan,


“Yang mulia, kapan acara meminum anggur pengantin?, bisakah segera di percepat, aku sudah tak takan lagi” Ucap Ling Shi yang merasa sedikit rishi karena sejak tadi di tatap dengan senyuman aneh, Ling Shi merasa sedikit curiga seakan yang duduk di sampingan adalah setan mesum yang siap menerkam mangsanya


“Bersikaplah lebih anggun sayang" Bisik pangeran ke enam dengan nada lembut


Pangeran terkekeh pelan sembari mengetuk kening Ling Shi gemas


“Tidak ada yang lucu,”


“Kau sangat menggemaskan sayang” Ucap pangeran ke enam menarik tubuh Ling Shi mendekat dan menarik tengkuk Ling Shi, dan ciuman panas itu terjadi

__ADS_1


“ah, ah a a a, kau ingin membunuh ku yu fang bodoh” Ucap Ling Shi memegangi bibirnya yang di lahap habis oleh pria yang berstatus sebagai suaminya ini


“Ini belum di mulai, sayang, apakah kau tau?, anggur pengantin itu?, anggur itu akan membuat mu terbang ke syurga, ini masih terlalu awal kan?, aku ingin menikmatinya tampa obat apapun, aku ingin mempertahankan kesadaran ku untuk beberapa saat”


“Apa maksud mu?” Ucap Ling Shi menatap yu fang dengan tatapan Tanya, apakah semua pengantin harus menempuh hal ini, pantat yang mati rasa dan bibir yang di gigit?, yang benar saja, meskipun menyenangkan tapi sangat tidak menyenangkan jika ciuman itu di lepas, Yu fang hanya tersenyum beranjak menuju meja kecil tempat anggur pengantin itu di letakan oleh para pelayan


“Aku tidak akan meminumnya” Ucap Ling Shi menutup mulutnya rapat, ia tak ingin meminum arak pengantin itu, tidak


“Apakah kau menolak ku?” Ucap Yu Fang pelan, Ling Shi adalah gadis yang sangat menyukai anggur, lalu?, mengapa tiba tiba menolak?


“Kau ingin membunuh ku?, aku tak mau minum anggur itu, ada racunnya” Ucap Ling Shi yang hanya di balas dengan kekehan halus dari Yu Fang, ia bahkan tak pernah berfikir jika Ling Shi sebodoh ini, di dalam anggur pengantin memang di taburi dengan sebuah ramuan, namun ini jelas bukan racun


“Kau sangat polos sayang, dan sangat menggemaskan, siapa yang menyangka jika seorang Ling Shi tak mengetahui hal hal seperti ini, kau bukan anak kecil lagi, kau adalah wanita yang bersuami kau tentu tau yang harus di lakukan oleh sepasang suami-istri kan” Ucap Yu Fang tersenyum menatap Ling Shi yang terlihat tak tau apa yang akan terjadi, sangat menyenangkan menerkam kucing kecil yang menggemaskan


"Aku tak pernah tau tentang itu bodoh, mengapa aku harus mengetahui hal yang di lakukan sepasang suami istri saat aku bahkan belum pernah menikah" Ucap Ling Shi ketus, berani beraninya Yu Fang mengatakan omong kosong ini


"Baiklah, suami mu yang baik ini akan mengajarkan mu bagai mana menjadi seorang istri yang baik" Ucap Yu Fang menunjukan senyuman mengerikannya

__ADS_1


“Yu Fang” Pekik Ling Shi sat tubuhnya tiba tiba di tindih dan mulai lah proses pengajaran pada istri yang sangat polos ini


__ADS_2