Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab80#


__ADS_3

Mentari pagi kini kembali menunjukan keperkasaannya di langit biru, dan bahkan ia dengan begitu angkuh dan percaya dirinya mengucapkan selamat pagi dengan kehangatan cahayanya, di dalam Chap militer kaisar Zhou masih terbaring dengan mata yang terpejam, di sampingnya sudah ada Min yang selalu siaga membersihkan tubuh sang kaisar setiap harinya, memang ini perintah langsung dari pangeran lan, kaisar zhou adalah orang yang paling tak tersentuh dan akan lebih baik ia di bersihkan oleh orang yang berstatus sebagai istrinya, setidaknya itu lebih baik menurut kedua adiknya, pangeran sudah menyimpulkan segala sikap sang kaisar, dan pangeran melihat jika hati es kaisar zhou perlahan mencair dan bahkan kedua pangeran dapat melihat hal itu dari tatapan sang kaisar, semoga saja mereka mengambil keputusan yang benar, dan semoga saja ini tak membahayakan kakak ipar mereka, yah mari kita berdoa yang terbaik untuk ini


"Permaisuri" Suara itu terdengar begitu samar dan tercekat, Min menjergit dengan pelan, mahluk ini bahkan sangat membuatnya repot, dan parahnya ia sudah meracau sejak semalam, hal ini membuat min bertanya tanya, apa yang sebenarnya apa yang terjadi pada gunung es ini, mengapa malah selalu memanggil nanyanya?, apakah ia memiliki hutang dan menunggak, atau ia lupa membayar?, sepertinya tidak, ia masih memiliki ingatan yang tajam, dan bahkan tak merasa memiliki hutang, lalu apa yang terjadi dengan mahluk ini?, bahkan kaisar es ini memanggilnya untuk apa jika gak ingin menagih hutang cicilan?


"Hey kau ini sangat menyebalkan, bisakah kau tenang?, jangan membuat ku lebih repot lagi dari ini, apakah kau tau?, kau bahkan sudah sangat merepotkan ku dengan tertidur tak berdaya seperti ini" Ucap Min dengan nada penuh kesal, kaisar yang selalu bergerak menyulitkan pekerjaannya saja, lagi pula apakah tidak ada nama lain selain namanya, apakah tidak ada nama lain yang bisa di sebutkan, seperti ayahnya atau ibunya, atau siapa kek yang bisa di panggil, seperti ia adalah orang penting saja di dalam kehidupan, bukankah selama ini mahluk ini selalu mengabaikannya dan lihatlah apa yang terjadi saat ini, saat ia jatuh sakit, baru lah ia mengingat menyebut nyebut nama istri yang selama ini ia abaikan, bukankah itu terlihat aneh?, dan sedikit keterlaluan?, Min jelas merasa kesal, mahluk ini bahkan hanya mengingat istrinya hanya dalam keadaan kesulitan dan kesakitan, dasar suami laknat, bisa bisanya Mian Li jatuh hati pada mahluk tak tau diri ini, lama lama Min bisa mengutuk kaisar ini menjadi batu, eh kagak jadi deng, kalo kaisar jadi batu trus dia sama siapa, ia belum siap menjadi janda kembang, cantik dan menawan


"Permaisuri, jangan, jangan, tidak" Ucap sang kaisar perlahan membuka matanya, matanya melotot tak percaya saat melihat min yang kini berada sangat dekat dengannya, dengan gerakan kilat kaisar langsung memeluk tubuh permaisurinya dengan erat, entah mengapa mimpi itu terasa sangat buruk dan sangat menakutkan, bagai mana bisa permaisuri meninggalkannya begitu saja, tidak, kaisar zhou hanya berharap jika mimpi ini hanya sekedar mimpi biasa, akan sangat menakutkan jika kau di tinggalkan saat benih cinta mulai menumbuh, jika itu terjadi yah kau hanya memiliki satu titik akhir MERANA yah itu lah yang kau dapatkan, saat kau baru menyadari perasaan mu saat seseorang sudah pergi menjauh meninggalkan Mu, Min berdehem pelan dan menarik tubuhnya memberi jarak pada sang kaisar es namun bahkan sang kaisar tak berniat untuk melepaskan pelukan itu, min menghela nafas pelan, bisakah sedikit bersikap lebih manusiawi, jika ingin memeluk kenapa begitu lama dan tak mau di lepaskan, benar benar menyebalkan, untung masih sakit, kalo ngak sih udah min lempar ke kolam lele

__ADS_1


"Akhirnya yang mulia bangun juga" Ucap min pelan, namun bahkan ia tak mendapat jawaban apapun dari sang kaisar, kaisar es sialan ini sangat bersemangat memeluknya


"Pelayan panggilkan tabib" Ucap Min pada seseorang pelayan yang berdiri di balik tirai tak jauh darinya, saat ini kaisar sedang sakit, dan untuk saat seperti ini akan lebih baik ia mengalah, biarkan kaisar es ini memeluknya, tirai putih itu masih tertutup rapat, namun sang pelayan masih bisa melihat dengan samar, sejak terjaga kaisar langsung menghambur ke pelukan permaisuri, mereka terlihat sangat manis dan menggemaskan, yah pada dasarnya rumor tetaplah rumor yang tak dapat di percaya


"Baik yang mulia" ucap sang pelayan meninggalkan min dan sang kaisar, Min menaikan alisnya saat tiba tiba kaisar melepaskan pelukan dan menatapnya lekat


"Kau baik baik saja?" Ucap kaisar zhou menatap min dengan khawatir, ia kembali menarik sang permaisuri kembali ke pelukan nya, ia bahkan tak akan melepaskan sang permaisuri, yah sampai kapan pun ia tak akan mampu melakukan hal itu, hal yang terakhir kali ia ingat adalah pertempuran di medan perang, acara memakan pil dengan paksa dan yah berakhir dengan tak sadarkan diri,

__ADS_1


"Seperti yang terlihat yang mulia, saya baik baik saja" Ucap Min pelan, ia bukankah gadis yang tak tau diri dan tidak tau beretika, ia adalah seorang permaisuri dan harus terlihat anggun dan agung, lagi pula pria ini adalah suaminya, mengurus seorang suami adalah suatu kewajiban bagi istri, min hanya berharap jika saat di istana kaisar tak kembali merepotkannya, terdengar helaan nafas dari sang kaisar, ia hanya bernafas lega karena semuanya baik baik saja,


"Yang Mulia" Ucap seorang tabib tua mengejutkan kedua tangan di dada memberi gestur hormat pada kaisar dan permaisuri,


Min membiarkan para pelayan membuka tirai, di sana kaisar sudah terlihat rapi dengan pakaiannya, min memberi ruang agar sang tabib dapat memeriksa keadaan sang kaisar, namun kaisar tak mengizinkannya menjauh, dan akhirnya harus rela membiarkan kaisar memeluk pinggangnya, ia menghela nafas menahan malu, bagaimanapun masih banyak mata yang melihat mereka, bukankah ini tak pantas?,


"Yang mulia hanya perlu beristirahat lebih lama" Ucap sang tabib, setelah memberi gestur hormat sang tabib meninggalkan kediaman, setelah kepergian sang tabib keduanya terjebak dalam suasana hening untuk beberapa waktu, min membuang nafas pelan bahkan pelukan dari sang kaisar sudah tak ia hiraukan, ah ia harus segera kembali ke istana, Fei Yang pasti sangat mengkhawatirkan nya, sudah dua bulan ia kabur dan ia hanya mendengar kabar dari sang pengawal bayangan bahwa valium bulan selalu mendapat serangan, beruntung para prajurit dan pelayan dapat mengatasinya

__ADS_1


__ADS_2