Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab65#


__ADS_3

Para pelayan hanya bisa saling menatap dalam keheningan, mereka sempat terkejut saat sang kaisar tiba tiba menarik permaisuri ke kamar, setelah beberapa saat kaisar keluar dengan wajah merah dan di susul permaisuri dengan wajah ceria seperti biasanya, lalu membereskan kamar?, apa yang mereka lakukan?, saat kamar di periksa bahkan membuat para pelayan semakin terkejut, apakah mereka baru saja bertengkar?, apakah terjadi peperangan antara keduanya?, mengapa kamar terlihat begitu kacau?, huh para pelayan hanya bisa diam tanpa protes, setelahnya tentu saja mereka harus membersihkan kamar ini, merapikan tempat tidur dan membenahi segala kekacauan yang di buat oleh kedua orang penting itu.


Aula jamuan terlihat cukup ramai, para jendral dan yang lainya sudah berkumpul sedari tadi, saat ini mereka hanya perlu menunggu datangnya sang kaisar bersama sang permaisuri yang menghilang entah kenama, meskipun memiliki rasa jengkel di hati saat kau di paksa menunggu di hadapan makanan lezat yang tersaji di depan mata mu, tapi mereka tentu saja tak bisa mengekspresikan kejengkelan mereka, mereka harus selalu menunggu sang kaisar, jika sang kaisar terlambat datang yah mereka hanya bisa menahan lapar, karena jamuan tak akan di mulai tanpa seorang kaisar, kehidupan yang benar benar merepotkan,


"Yang mulia kaisar memasuki ruangan" Teriakan itu menggema di aula perjamuan, di susul dengan kemunculan sang kaisar yang melangkah begitu anggun memasuki aula, wajah datar itu masih melekat erat padanya, karena memang begini lah wajahnya, yah mau bagai mana lagi, dalam diam ia segera duduk di kursi kebesarannya,


tapi, siapa yang menyangka, di balik wajah nan dingin sedingin es itu pun memiliki kekesalan pada pria dewasa yang berada tak jauh dari tempatnya berada, yah dia adalah si pangeran lan, pangeran yang begitu lancang memeluk sang permaisuri, dan yah ia masih tak bisa menerima jika pangeran lan adalah orang pertama yang mendapatkan pelukan dari sang permaisurinya, hal ini tentu saja sangat menjengkelkan baginya, sang kaisar masih duduk diam di tempatnya, aura mencengkam ini keluar tampa terkendali, yah saat ini sang kaisar memang benar benar kesal, apa itu?sang permaisuri dengan lancang memeluk pria lain di hadapan seorang kaisar, dan suaminya sendiri, harga dirinya sebagai seorang suami benar benar terluka saat ini


Saat sang kaisar sibuk dengan segala ke kesalanya maka pangeran lan memilih untuk tetap diam dengan wajah bersalah, ia akan berusaha menjelaskan ke salah fahaman ini nanti, yah tentu saja, ia tak akan membiarkan Kesala fahaman ini menjadi berkelanjutan, apa lagi tatapan tajam sang kaisar, uh sungguh membuatnya merasa tak enak hati, ia tak bisa menyalahkan permaisuri yang terlampau senang, dan, yah, ia hanya menyalahkan dirinya karena menerima pelukan itu dengan suka rela


"yang mulia permaisuri memasuki aula"

__ADS_1


Min berjalan anggun dan duduk di samping Sang kaisar sembari menujukan senyum lebarnya, hal ini tentu saja di tandai dengan matanya yang menyipit di balik kain hitam yang selalu setia menutupi wajahnya,


"maafkan saya karena telah membuat anda semua menunggu" Ucap min pelan, para jendral menjawabnya dengan sopan,


tak lamake mulia ia mulai merasakan aura tak bersahabat yang keluar dari mahluk di sampingnya ini, Min mengikuti tatapan tajam hingga tatapan itu berhenti pada sosok pria yang duduk tak jauh dari sang kaisar, Min ingin sekali tertawa keras, tapi?, ah lupakan saja, min lapar dan ingin makan, abaikan saja kaisar yang cemburuan itu, toh dia bukanlah orang penting


"Hentikan aura menyebalkan mu itu yang mulia, kau membuat para jendral dan yang lainya merasa tak nyaman" Bisik Min pelan, kaisar zhou mendengus kesal dan perjamuan makan di mulai dalam keheningan, aura kaisar sangat tak bersahabat, takada satupun yang berani memulai pembicaraan, jika takada yang ingin membuka, maka nikmati saja jamuan sunyi sepi ini.


ia bahkan tak menyangka kakak yang selama ini ia banggakan berani melanggar aturan dengan menjalin hubungan terlatang dengan seorang permaisuri, eh tapi itu hanya sekedar dugaan ya belum ada kepastian dari hal itu, tapi, tentu saja ia harus menanyakan hal ini nk daudaranya, dari itu yu fang membawa kakaknya menyepi, menemukan titik terang mengenai hal ini, ia tak ingin terjadi kesalahan famahan lah antara mereka dan sang kaisar


"Apa yang kau maksud saudara keenam? Kau tak mempercayai saudara mu ini?" Ucap pangeran lan pelan, meskipun ia sangat mengagumi sang kakak ipar, namun tak pernah terlintas di benaknya untuk menjadikan kakak iparnya sebagai pendamping, hey apa itu?, , tidak tidak, ia hanya mengagumi dan menyanyangi sang kakak ipar layaknya kasih sayang adik ke kakak perempuannya, tak lebih dari itu, lagi pula hatinya sudah memiliki pemilik, ia sudah menemukan gadis yang ia cintai, mengenai gadis itu?, yah kita tunggu sajak kapan dunia membongkar isi hati si pangeran

__ADS_1


"Aku melihatnya" jawab yu fang pelan,


"Apa?" pangeran lan menaikan alisnya, hey apa yang di lihat oleh saudaranya ini?, mengapa ia masih sangat bersikeras jika ia menjalin hubungan terlarang itu,


"Kau dan kakak ipar"


Pangeran lan menghela nafas pelan ia tak menyangka jika akan menjadi seperti ini, ia bahkan tak menyangka jika sang permaisuri memeluknya seperti itu, hingga menimbulkan kesalah fahaman ini, pangeran lan sangat terkejut, semuanya terjadi begitu saja,


"Kakak ipar hanya terlalu senang karena kita akan mengakhiri masa pengasingan, semua tidak seperti yang anda fikirkan" tidak ada hal yang perlu di jelaskan, pada kenyataanya semua hanya seperti yang di lihat permaisuri memeluknya, hanya itu, tapi?, pangeran lan tentu saja harus menjelaskan hal ini ke kaisar, ia tak ingin kaisar mempersulit kakak iparnya, yah ia harus segera menemui sang kaisar, menyelesaikan kesalah fahaman ini secepatnya


"Salam pada yang mulia kaisar dan permaisuri" Ucap pangeran lan pelan, saat ini mereka berada di ruang baca milik Sang kaisar, kaisar menatapnya datar, tak berniat untuk membuka suara ataupun menerima sarapan dari pangeran lan, min menghela nafas pelan dan menyenggol tubuhnya, kaisar menghela nafas pelan dan menyuruh pangeran lan berdri

__ADS_1


"Hamba pantas mendapat hukuman" Ucap pangeran lan yang kini berlutut, dan dengan memasang wajah yang sangat bersalah, min menghela nafas pelan, mari kita lihat apa yang akan di lakukan kaisar pada saudaranya?, huh tak menyangka jika sebuah pelukan akan membuat semuanya kacau seperti ini


__ADS_2