Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab96#


__ADS_3

Mentari pagi kini kembali bersinar dan memulai tugas harinya, min mengeliat pelan dan perlahan membuka matanya dengan malas,


Hari sudah cukup siang tapi?, dirinya bahkan masih berada di dalam sebuah pelukan dari seorang kaisar Zhou, huh, ternyata berurusan dengan kaisar Zhou sungguh menguras tenaga,


Min bahkan harus selalu memahami sifatnya yang?, bahkan bisa berubah rubah kapan saja, benar benar menyebalkan bukan?, dari sosok yang begitu dingin dan mustahil di sentuh berubah wujud menjadi mahluk tengil dan pria penggoda,


Dari wajah datar menjadi jahil, bukankah itu aneh?, berubah dengan sangat cepat, apa yang sebenarnya terjadi?, Min bahkan selalu pusing jika berhadapan dengan pria menyebalkan yang sialnya, suaminya sendiri


"Uhh" Ia menghela nafas jengah dan dengan gerakan perlahan melepaskan tangan kaisar yang memeluk pinggangnya hari sudah sangat siang dan ia tak mau kesiangan,


Ia tentu saja melakukanya dengan sangat hati hati agar tidak mengusik kenyamanan tidur sang kaisar, ia tak ingin menggangu dan berakhir dengan hal yang menyebalkan di pagi hari,


Lebih baik ia menghindar dari setiap maslah yang bisa datang kapan saja, ia memilih untuk pergi dari semua jenis masalah, ia tak ingin terlibat hal memusingkan lagi


"A Fei, siapkan air mandi" Ucap Min pelan, Fei Yang yang sedari menunggu di luar kamar hanya bisa mengguk pelan dan segera menyiapkan air mandi,


Sesuai perintah yang di katakan sang nona, saat ini ia tentu saja tak bisa berbuat sembrono, saat ini sang kaisar lebih sering berada di vapiliun bulan, mereka tentu saja tak bisa bertindak ceroboh


"dan Yu Mi, buatkan sup herbal dan bawakan beberapa makanan kering" Ucap Min pelan, yu mi hanya menggunakan kepalanya sebagai jawaban,


Aktifitas pagi yang memang sudah biasa mereka lakukan, ia melangkah kembali ke kamar untuk merapikan diri, sangat tidak baik jika ada yang melihatnya seperti ini, dan yah, ia juga harus bersiap untuk mandi bukan?


"Anda sudah bangun yang mulia?" Ucap Min pelan, namun langkahnya bergerak begitu lembut menuju meja kecil yang berada tak yah dari jendela, ia sedang menikmati suasana pagi yang segar ini


"Hmm"Jawab sang kaisar dengan pelan

__ADS_1


"Minum lah, setelah ini bersihkan dirimu yang mulia," Ucap Min pelan,


Sang kaisar mendongak menatap bola mata indah itu, sudah lebih setahun hubungan mereka, namun tak pernah sekalipun ia di beri kesempatan untuk melihat wajah cantik permaisurinya,


Kain hitam itu selalu menjadi penghalang antara mereka, entah mengapa ia merasa sedikit penasaran, apa yang di sembunyikan permaisuri dari dunia?, dalam diam kaisar meminum obatnya,


Setelah rapi ia segera menuju aula istana, untuk menerima laporan dari para menteri, bagai manapun menghadiri pengadilan adalah kewajiban bagi seluruh pejabat istana.


Setelah kepergian sang kaisar, Fei Yang dan Yu Mi melangkah masuk untuk membantu sang nona merapikan diri, Istana kini semakin ramai, beberapa bangsawan dan raja raja dari Kerajaan seberang mulai berdatangan,


Ulang tahun kaisar akan di rayakan dua minggu lagi, seperti adat yang ada mereka akan mengadakan jamuan terlebih dahulu, Min berjalan dengan anggun menuju aula jamuan,


Dandannya sedikit berbeda hari ini, kedua pelayannya dengan lancang mengobrak abrik lemari pakainya, membuatnya berganti pakaian berulang ulang dan jangan lewatkan perhiasan nya yang memusingkan ini, benar benar berat dan sangat merepotkan


"Yang mulia" Ucap Min menekuk lututnya,


Kaisar hanya mengguk pelan dan berdiri di samping permaisuri, dengan engan Min lagi lagi harus berurusan dengan kaisar dingin yang kini berganti profesi menjadi menyebalkan,


"Kaisar dan permaisuri telah tiba" Teriakan kasim kini terdengar jelas di seluruh aula, kaisar dan permaisurinya berjalan anggun memasuki aula,


Kini semua mata tertuju pada orang no satu di dinasti ini, dan mengambil nafas serempak untuk menyambut kedatangan sang pemimpin tertinggi di negri ini


"Hormat pada yang mulia kaisar dan permaisuri" Ucap mereka bersamaan, semua pejabat bersujud dengan rapi sembari mengucapkan doa kebahagiaan dan panjang umur untuk keduanya


"Bangkitlah" Ucap kaisar Zhou wajah dinginnya kembali terpajang indah,

__ADS_1


Ini sungguh aneh bukan bahkan kaisar ini juga pandai merubah expresinya dalam sekejap, min memilih untuk tak ambil pusing meski kenyataanya sudah terlanjur pusing,


"Silahkan" Ucap sang kaisar, jamuan makan pun di mulia,


Jamuan kali ini adalah jamuan biasa, tidak ada penghibur ataupun yang lainya, hanya jamuan makan sebagai penyambutan atas kedatangan para urusan dari kerajaan², atau keluarga bangsawan yang telah merepotkan didi untuk menghadiri acara ulang tahunnya


"Permaisuri, mengapa?, kau terlihat begitu pucat, apa kau terlihat kurang sehat?" Ucap sang kaisar menatap mata sayu istrinya, ini terlalu hening,


Entah mengapa ia selalu menanti semua kejutan yang di buat permaisurinya, tapi?, yah sekian lama menunggu sang permaisuri masih terlihat adem ayem meskipun jelas jelas beberapa orang memprovokasinya, memang cukup lancang dan memiliki keberanian besar sehingga berani memprovokasi seorang permaisuri


"Menjawab yang mulia, permaisuri ini sedikit pusing" Ucap Min pelan,


Dan benar perhiasan ini berat membuatnya merasa risih dan pusing, saat ini ia hanya ingin kembali dan melepaskan segala atribut menyebalkan ini, kepalanya sudah terlalu lelah jika di siksa dengan segala perhiasan lebih lama lagi


"Hm baik lah, mari ku antar ke vapiliun" Jawab sang kaisar ringan,


Saat sang permaisuri merasa tak nyaman maka tugasnya untuk membuat kenyamanan itu, dan jika sang permaisuri sakit, maka ia dengan sangat senang hati menjaga dan merawat sang permaisuri dengan baik


"Tidak perlu repot yang mulia, permaisuri ini hanya merasa sedikit pusing, dan permaisuri ini bisa kembali bersama A fei dan yu mi" Ucap min meyakinkan,


"Tapi?," Ucap sang kaisar namun dengan cepat mendahuluinya dengan sebuah kata pamit


"Permaisuri ini mohon diri, masih banyak hal yang akan yang mulia urus, permaisuri ini tak akan membuat anda repot" Ucap Min pelan, para pejabat dan raja raja hanya menonton dalam diam interaksi sepasang suami istri ini, mereka masih tak percaya apa yang mereka lihat, mereka masih mengira jika perhatian yang di beri kaisar hanyalah formalitas di depan para bawahan saja,


Namun?, seperti yang pernah saya katakan, setiap orang memiliki kebebasan untuk melakukan hal yang ia inginkan, dari itu jangan terlalu kalau, hiduplah seperti yang kau inginkan, dan mari lewati hari dengan begitu menyenangkan dan penuh kebahagiaan

__ADS_1


__ADS_2