
Min menghela nafas pelan, ini adalah hari kedua ia berkeliling istana, bagai manapun tempat ini sangat lah luas, dengan tubuh lemah seperti ini Min tak mungkin bisa berkeliling di tempat ini,
Ia sudah melihat lihat beberapa sudut istana, langkahnya terlihat begitu anggun dengan gaun berwarna merah muda di padukan dengan riasan yang natural namun terlihat begitu mempesona di tambah dengan jepit kelopak teratai sembilan yang tertancap indah di rambut hitam legamnya,
Hari masih belum terlalu larut Mian li masih memiliki banyak waktu untuk berjalan jalan keluar dari paviliunnya, banyak hal yang bisa ia lakukan, menertibkan pelayan ataupun melihat dan memantau segala jenis rubah dan ular yang ada di istana penuh bahaya uni
sepanjang perjalanan hanya terdengar bisik bisik nan begitu menganggu pelayan hina itu bahkan terus bergosip dan bahkan berani, menatap Mian Li dengan tatapan jijik, karena merasa para pelayan itu tak berhak mendapat perhatiannya makan ia hanya memilih diam dan tak ingin terlibat,
Sadarlah wahai para pelayan, semua orang tau dengan jelas siapa tuan dan siapa pelayan, mengapa harus menjadi begitu sombong hanya karena status hina itu, kalian bahkan sudah seperti anjing yang menggigit kaki tuanya, kaki orang yang memberinya makan
"Lihatlah sampah itu, Siapa yang memberinya nyali untuk mendatangi istana utama" Ucap pelayan satu
Selama ini permaisuri Li selalu mengurung diri di dalam kediaman, rumor mengatakan jika dirinya adalah permaisuri yang tidak di inginkan
Sejak masuk pun permaisuri tak pernah keluar dari kediamannya, dan hal yang wajar jika para pelayan berani mengomentarinya, rumor dengan mudah menyebar dan tentu saja mereka sedang lama mendengar jika permaisuri Li adalah permaisuri yang tidak di inginkan
"Benar, bahkan ia sangat tak pantas menjadi seorang permaisuri" Sahut pelayan dua
Di mata mereka Mian Li hanya gadis lemah yang beruntung, lahir di keluarga besar dan terhormat, menjadi seorang permaisuri kekaisaran besar ini, rasa iri hati adalah sifat alami dan di miliki oleh semua manusia
Mereka bertanya tanya mengapa bukan mereka yang berada di posisi itu, mengapa sampah itu beruntung, mendapatkan apapun yang ia inginkan
''Bahkan ia masih berani menunjukan wajah buruknya di sini, ah sayang sekali mengapa nona bai yang cantik dan terdidik itu mau berteman dengan sampah tak berguna ini" Sahut yang lainya
Permaisuri yang lemah dan tak diinginkan oleh suaminya sendiri,
"Hati nona Bai terlalu lembut"
Seperti biasa saat ada gosip maka akan ada yang akan memprovokasi, memperkeruh keadaan, dan menujukan seseorang yang di matanya begitu sempurna, dan akhirnya acara banding membanding itu di mula
__ADS_1
"Dasar sampah tak berguna"
"Wajahnya bahkan begitu tebal hingga berani nampak kan diri di istana utama ini, sampah tak berguna sepertinya bahkan tidak pantas untuk menginjakan kaki ke sini" Para pelayan itu bakan saling menyahut dan begitu asik dalam aktivitas bahkan begitu memiliki nyali untuk mengomentari seorang permaisuri?, hanya seorang budak rendahan begitu bernyali hingga berani mengomentari dan menggosipi tuanya, nasib Mian Li di masa lalu sangat menyedihkan
Mian Li hanya menyeringai dalam diam, sejak awal ia hanya ingin melihat lihat, namun siapa yang menyangka jika, para pelayan tak tau diri itu begitu tak tau aturan hingga membuatnya sedikit tak bahagia
Seorang budak rendahan, apa haknya untuk mengomentari kehidupan tuanya?, beberapa hal seharunya tak perlu terlalu ikut campur, karena akhirnya akan menjadi sedikit tak membahagiakan
Sedari awal ia sangat tak berminat untuk terlibat keributan dengan para mahluk hina itu, hanya saja para mahluk hina itu menjadi semakin keterlaluan jika di diamkan begitu saja, bahkan berani mengatakan beberapa kata kasar padanya
Para pelayan bodoh yang mengantarkan diri pada sebuah penyesalan serta penyiksaan, tenanglah para budak itu tak akan terhindar dari hukuman, Mian li sudah menjadi cukup baik sebelumnya, karena mereka tak bisa diam maka ia akan membungkamnya
''Perajurit, beri mereka 30 cambukan dan jemur di lapangan kediaman ku, tak ada yang boleh menentangnya, jika ada yang keberatan suruh menemui ku"
Mian Li menatap para pelayan dengan tatapan nyalang, kemana para pelayan yang gagah berani sebelumny?, pelayan yang begitu sombong mengatakan jika ia tak pantas untuk duduk di posisi itu, mengomentarinya Sama saja dengan mencari sebuah kematian yang menyakitkan.
Saat ini ucapan Mian Li bagaikan sebuah perintah mutlak yang harus di patuhi para prajurit itu mereka sudah belajar dari kesalahan sebelumnya, selemah apapun sosok permaisuri mereka hanya bisa mematuhi perintahnya
30 Cambukan?, bukankah itu sama saja dengan hukum mati?, mereka hanya para pelayan lemah, bangkitnya Permaisuri menjadi bumerang bagi mereka, kekejaman permaisuri bahkan tak jauh berbeda dari suaminya, kaisar Zhao Fei Lian
Kemurkaan seseorang yang selalu menunjukan topeng lemah tak berdaya terlalu mengerikan jika di lihat, selama ini mereka terbiasa menghadapi permaisuri yang lemah, namun seketika permaisuri lemah menujukan kekuasaan nya, menjadi kuat, menyingkirkan siapapun yang berani menghalangi jalannya
Kabar permaisuri menghukum seluruh pelayannya, belum lagi putri ke tujuh yang mendapatkan enam puluh pukulan beserta hukum kurung mudah tersebar bagai terbawa angin, saat ini Mian Li bukan orang yang bisa di singgung oleh orang orang.
Cahaya kejinggaan sudah mulai bergerak untuk segera memudar, begitupun dengan sang surya yang bahkan sudah bergerak untuk kembali ke persembunyiannya,
Agar segera gantikan dengan kegelapan yang perlahan lahan menyelimuti, dan tentu saja akan ditemani oleh sang rembulan akan selalu setia menemani malam nan panjang ini, dari kejauhan masih terlihat beberapa pelayan yang masih berdiri di lapangan dengan tubuh yang hampir membeku akibat derasnya badai salju,
Kaisar pun tak akan mampu menghentikan ulah Mian li saat ini, mendisiplinkan urusan istana dalam adalah haknya, tak ada yang bisa menentang itu, ia adalah seorang ratu, Seorang permaisuri yang menguasai istana dalam ini, tubuh yang remuk karena hukum cambuk semua bahkan belum berakhir sampai di sana saja para pelayan malang itu di biarkan menikmati derasnya hujan salju, benar benar penyiksaan yang hakiki,
__ADS_1
"Brakk" Pintu gerbang di buka dengan paksa menampilkan seorang wanita paruh baya mengenakan pakaian begitu mewah, wajah angkuhnya pun tak dapat di sembunyikan, hey dia adalah selir ke empat, bermarga Bai yang selalu menjadi mahluk yang menyebalkan penuh akan trik
Mian Li hanya menatapnya dengan sebuah senyuman nan begitu sinis menatap wanita dari atas sampai bawah, di lihat dari penampilannya memang masih cukup muda, mungkin sekitar berada di awal empat puluh tahunan,
Kedatangan mahluk ini Mian Li sendiri tau dengan jelas maksud dan tujuannya, tatapan membunuh dan penuh dengan intimidasi, hanya saja itu sama sekali tak membuat Mian Li terpengaruh sedikitpun
Selama ini Mian Li cukup baik, membiarkan para ****** ini menginjak kepalanya, hanya saja hal itu tak akan pernah terjadi saat ini dan di masa depan, jangan salahkan dunia yang kejam salah kan diri mu yang lemah tak berguna itu
"Sampah tak berguna, beraninya kau menghukum putri ku" Tatapan membunuh itu bahkan hanya di sambut dengan wajah santai milik Mian Li
Selir Bai bahkan dengan begitu sombong mengeluarkan aura keagungannya, pelayan terlihat sesak tak kuasa menahan aura pekat miliknya, saat muda selir Bai adalah salah satu jenius yang ber kultivasi tingkat 4 di masa mudanya,
Hanya saja meskipun selir itu mengeluarkan seluruh tenaganya tak akan mempu membuatnya merasa tertekan, ia adalah Min Jiana, Tampa kultivasi pun ia masih bisa bertahan di berbagai macam kesulitan
"Putrimu lancang, jika di lihat yang di katakan pepatah itu memang benar adanya, buah memang tak akan jatuh jauh dari pohonnya, selir yang angkuh dan tak tau aturan memang selayaknya melahirkan putri angkuh dan tak memiliki sopan santun"
Mian Li berucap dengan nada begitu santai, ia tak berniat untuk menjadi sosok yang bersembunyi di balik kelembutan, menipu dirinya sendiri dengan menjadi teratai putih yang begitu polos di pandang mata
Kebangkitan kali ini ia akan menjadi sosok iblis yang akan membalas semua rasa sakit di masa lalu, ia tak akan bersikap baik hanya untuk mengelabuhi mereka, berterus terang dan jatuhkan siapapun yang melawan, begitulah cara seorang Min jiana bekerja
"Kau.. "
"Tak perlu mencari alasan untuk menyangkal selir?, bagai mana sifat putrinya kau yang paling mengetahuinya, ia tidak disiplin dan menyinggung ku, dan aku dengan berbaik hati memberinya pembelajaran, agar di masa depan ia tak perlu menjadi musuh mertuanya, lagi pula mendisiplinkan adalah tugas ku"
Mian Li menatap selir Bai dengan tatapan remeh, siapa yang tak tau betapa buruknya tempramen putri ketujuh, sangat suka memukul pelayan dan begitu semena mena, mengapa memangnya jika ia terlahir di tengah keluarga yang berkuasa, apakah karena ia terlahir di tengah keluarga yang terhormat malam menjadi gila hormat, hingga beranggapan jika semua orang harus tunduk dan patuh padanya, gadis yang begitu naif
"Apakah harus memukul, apakah begitu cara seorang permaisuri menghukum bawahanya, memukul seseorang dengan semena mena, jika hal ini sampai keluar istana maka putri akan ketujuh akan sangat sulit mendapatkan pernikahan yang baik, dia hanya seorang gadis kecil yang begitu naif" Ucap selir Bai dengan nada tertindas, entah kemana perginya teriakan menggelegar itu, ah bodoh amat lah Min tak perduli,
"Yah ku fikir kau sangat mengenal sifat putrimu, berterimakasih karena permaisuri ini hanya memberinya hukum pukul dan kurung, putri ke tujuh pantas mendapatkan hukum eksekusi, dan itu tertulis dalam kitab peraturan Kekaisaran, halaman 12 ayat 214, kau tak lupa kan dengan peraturan ini, seorang putri dari SELIR, berani mengangkat kepalanya di hadapan seseorang permaisuri, mengacungkan telunjuknya ke wajah permaisuri dan dengan begitu gegabah menghina seseorang permaisuri, kau tentu masih ingat kan dimana seharusnya kau berada?, SELIR?" Ucap Min pelan, ia memang menggunakan nada yang sangat lembut namun itu sungguh menyebalkan dan Min masih bisa tersenyum saat mengatakan betapa rendahnya kedudukan wanita angkuh di hadapannya ini jangan remehkan aura menyebalkan yang min sebarkan, memang saat ini ia belum memiliki kultivasi namun percayalah aura penekanan dari selir kelima sama sekali tak berpengaruh baginya, sejak awal Min jiana memang bukan sosok yang baik, membunuh adalah hal yang begitu mudah baginya, namun saat ini ia tak ingin membunuh, ia sudah berjanji pada mian li untuk tidak membunuh selain itu ia juga harus mempertimbangkan neraka yang akan menolaknya jika masih mengikuti keinginan hatinya, Min hanya perlu menyiksa para manusia lancang yang sudah meremehkan nya, biarkan mereka memilih ingin mati perlahan atau ingin mati bunuh diri, bukankah Min baik?, ia hanya sedikit menekan dan menyerahkan pilihan pada si korban, yah bagai manapun orang jahat harus di balas jahat kan?,
__ADS_1
"Ah sudah lah aku sudah terlalu banyak berbicara, pengawal bawa selir janda kembali ke valiumnya, kirimkan guru tata krama ke valiumnya, jangan biarkan selir janda meninggalkan vapiliunnya tampa seizin ku dan salin peraturan Kekaisaran sebanyak tiga puluh kali, sepertinya selir ke empat sudah mulai melupakan etika seorang bangsawan, permaisuri ini mengerti bagai manapun usia selir janda tidaklah muda, dan permaisuri ini akan dengan senang hati membuatnya kembali mengingat peraturan yang hampir di lupakan olehnya" Ucap Min lembut, setelahnya ia segera meninggalkan gazebo untuk segera masuk ke kamarnya, tubuhnya sudah cukup lelah, dan ia butuh makan dan beristirahat