Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab42#


__ADS_3

Tampa terasa waktu berjalan begitu cepat, tampa terasa sudah teritung satu bulan min berada di tempat ini, dan yah sudah cukup lama ia meninggalkan istana, semoga semua orang di sana baik baik saja, yah semoga saja, ia hanya bisa berdoa tampa bisa melakukan apapun, pada kenyatanya tempat ini lebih membutuhkan kehadiran dan tenaganya, setelah berusaha dengan tekun akhirnya ia menemukan alternatif untuk menghilangkan racun itu, namun tentu saja memerlukan waktu untuk membuatnya, dan yah tentu saja akan sedikit berbahaya, dan beberapa tumbuhan langka yang cukup sulit di dapatkan namun tenang lah, Min memiliki ruang angkasa, ia tentu bisa menemukan tumbuhan itu dengan mudah, dan untuk saat ini ia memilih untuk membuatkan obat agar menekan penyebaran racun, yah hanya itu yang bisa ia lakukan, ia harus berusaha lebih keras lagi untuk menyelesaikan ini,


alternatif memang sudah di temukan namun Min harus memastikan jika ini benar benar akan berhasil, karena jika tidak maka semua orang akan mati, yah begitu lah bayaran untuk sebuah experimen yang gagal, dari itu ia tak bisa ceroboh melakukan alternatif itu, ia harus memastikan jika alternatif itu akan berhasil, jika tidak maka akan sangat berbahaya bagi semua orang


Para tabib menatap Min dengan kagum tabib, sejak kedatanyanya semagat para tabib yang hampir luntur itu bangkit kembali, min berhasil menyakinkan para tabib bahwa mereka pasti bisa menyelesaikan wabah ini mereka pasti bisa menyelesaikan dan mengatasi kekacauan ini, dalam waktu singkat min sudah mendapatkan kepercayaan para rakyat yang masih bersemangat untuk mempertahankan nyawa mereka,


sejak kedatangaya Min sering berinteraksi dengan para penduduk, bagai manapun antara tabib dan pasien harus memiliki komunikasi yang baik, jika tidak bagai mana bisa tabib tau jika si pasien tak menyampaikan keluhannya, dari itu ia harus membangun hubungan baik dengan seluruh penghuni chap ini, kehadirannya di sambut dengan baik oleh semua orang, baik itu rakyat tabib, pengawal bahkan pelayan sangat mengaguminya, sikap yang baik, dan ceria membuatnya muda berbaur dengan semua orang

__ADS_1


Setelahnya min kembai berkutat dengan segala buku pengobatan, meracik obat dan melakukan apapun yang sekiranya lebih bergun, semua tabib yang ada sangat kagum dan sangat menyayanginya, tentu saja, min adalah anak yang periang dan mudah dekat dengan manusia jenis apapun, buktinya saat ini min telah berhasil mendapatkan kepercayaan semua orang, ia berhasil menyakinkan semua orang bahwa tidak ada masalah yang tak memiliki jalan keluar, para penduduk pun semakin bersemangat untuk sembuh dari penyakitnya.


"Ah tabib muda han dari mana anda tau jika ini adalah racun, selama ini semua orang mengira jika penyakit ini adalah wabah, yang dengan mudah meledak dan menyebar pada orang orang sekitar" Ucap seorang tabib tua tersenyum ramah pada min, saat ini mereka sudah meyakini keahlian yang min miliki, bintik merah di tubuh para penduduk pun perlahan menghilang walau min belum bisa mengeluarkan seluruh racun dari tubuh penduduk setidaknya mereka dapat menghambat penyebaran racun itu, selama di sini min di sebut sebagai tabib han karena ia mencuri papan plat milik tabib yang berasal dari keluarga han, benar benar bocah manis yang sangat menggemaskan, siapa yang tak merasa gemas dengan tingkah imut si tabib muda


"Yang muda ini hanya pernah melihatnya di sebuah buku kuno, dan beberapa gejala terlihat begitu jelas, lihat lah ruam ruam di tubuh mereka yang memiliki fitur yang sama dengan sebuah alergi, namun jika di lihat secara spesifik ruam itu berwarna keunguan, bukan memerah seperti penyakit alergi seperti biasanya" Ucap min tersenyum pelan sembari menumbuk beberapa ramuan kering dan meraciknya sesuai takaran yang telah di tetapkan, baik lah mari berusaha lebih keras agar mendapatkan hasil yang maksimal, min pun tidak boleh terlena, meskipun ia menyukai tempat ini namun ia harus memikirkan pelayannya di istana, jika penyamaran fei yang ketahuan maka akan mengangcam keselamatannya dan min tak suka jika orang orang yang ia sayang berada dalam ancaman, dan yah, ia harus menyelesaikan hal ini sesegera mungkin, kembali ke istana dan kembali melanjutkan permainan dengan segala rubah menyebalkan itu


"Ah tentu saja" Ucap min tersenyum lembut, ia ingin sekali terkekeh, karena pada dasarnya buku yang ia sebut itu tak pernah ada, namun yah para tabib ini terlihat begitu bodoh karena dengan mudah percaya dengan segala omong kosong yang ia katakan, ah baik lah mari lupakan mengenai buku kuno itu, biarkan mereka berfikir sesuai keinginan mereka,

__ADS_1


Keberadaan Min chap militer ini menjadi penyemangat para tabib, min bisa selalu mencairkan suasana dengan keceriaan dan sikap polos namun manjanya itu, para tabib selalu gemas pada gadis 20 tahun ini, bahkan mereka ia tak melihat min sebagai gadis dewasa yang harus menjaga jarak dan Martabatnya, di mata mereka tabib muda Han hanyalah bocah yang sangat gemas dan begitu manja dan bahkan mengalgahkan bocah 5 tahun, min sangat suka seperti ini, ia sangat senang saat ia di perlakukan dengan penuh kasih di tempat ini di perlakukan sama dan tak pernah terikat jarak sosial dan kedudukan, min sangat menyukai itu, bagai manapun min adalah sosok yang sangat kekurangan kasih sayang di masa ini ataupun masa lalu, hal yang wajar jika ia mengingnkan hal itu,


"ah tabib yin bisah anda mengambilkan saya tumbuhan ru'an" Ucap Min yang masih sibuk menumbuk obat obatnya


"tentu saja, apakah tabib muda han tak menginginkan hal lain?, jika ada maka katakan agar saya bisa mengambilnya"


"ah tidak, tumbuhan ru'an itu yang terakhir, setelahnya hanya tinggal mencampur nya dengan ramuan biasa" Jawab Min pelan, sang tabib mengguk pelan dan segera meninggalkan Min yang masih terlihat begitu sibuk huh baik lah mari bekerja lebih keras lagi, dan mari berdoa agar wabah ini cepat selesai, bagai manapun ia sudah rindu dengan ibu selir dan pelayan kesayangannya,

__ADS_1


__ADS_2