Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab76#


__ADS_3

1 minggu berlalu dengan begitu cepat, namun kaisar masih terbaring lemah di atas ranjang, min, semenjak 1 minggu ini Min selalu berada di samping sang kaisar es, ia hanya merasa sedikit khawatir, jika kaisar meninggal maka posisinya sedang di pertaruhkan, belum lagi keselamatan keluarga selir ke lima dan para putranya, min tak ingin beresiko untuk saat ini, ia juga tak ingin menjadi orang miskin sungguh Min tak akan sanggup, ia sudah membaca dan mempelajari begitu banyak buku namun tak menemukan petunjuk, ia belum siap menjadi seorang janda, jadi kaisar, ku mohon bukalah matamu


"Kakak, istirahat lah, kau pasti kelelahan menjaga kakak pertama 1 minggu ini" Ucap Yu Fang pelan, ia khawatir dengan kesehatan kakak iparnya yang selalu terjaga dan setia berada di samping kaisar ini, di masalalu keduanya terlihat seperti kucing dan tikus yang akan selalu bertengkar di setiap saat, tapi saat ini?, Min bahkan terlihat seperti seorang istri yang sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya, Tuhan memang maha membolak balikan hati manusia


"Tidak apa adik ke 6, aku tidak apa apa, aku tak ingin kau dan adik kedua kerepotan mengurus kakak durhaka kalian ini" Ucap Min menghela nafas pelan


Pangeran Lan datang dengan pria berwajah datar dan terlihat dingin, wajah ini terasa familiar namun ia tidak ingat pernah bertemu dengan pria dingin ini, sang pria membungkuk tampa kata, pria dingin itu adalah Mu Chun, pria yang pernah di selamatkan olehnya pada saat berada di sungai beberapa waktu lalu, Mu Chun menjergit saat melihat wanita yang duduk di tepi ranjang, terlihat sangat mencemaskan keadaan pria yang terbaring lemah di tempat tidur


"Wanita ini?" Batin Mu Chun, ia tentu mengenal gadis cerewet penyelamatnya ini, Mu Chun bukan orang yang tak tau berterima kasih namun Mu Chun adalah sosok yang dingin dan selalu di hormati, tak ada yang berani mengatakan omong kosong atau menyinggungnya, namun gadis yang cerewet ini?, dan yah kalian dapat membaca ulang apa yang telah min lakukan padanya


"Ah kakak ipar, dia adalah tuan Mu Chun ahli medis terbaik di daratan Cina bagian timur inu" Ucap pangeran Yu Fang pelan, ia sudah banyak mendengar berbagai prestasi yang di raih oleh pria dingin ini, tentu saja sangat menyenangkan saat di dengar telinga


"Salam kepada permaisuri" Ucap Mu Chun membungkuk memberi hormat, sebagai orang terdidik tentunya Mu Chun memegang teguh etika kesopanan yang di pelajari nya sejak kecil


"Bangkit lah, ku harap tuan Mu dapat membantu sang kaisar" Ucap Min pelan, ia tak dapat mengingat pria ini dan ia lebih memilih untuk melupakan, lagi pula tidak ada yang istimewa dan penting pada tuan muda ini, bahkan kaisar Zhou lebih dingin dan Datar, cukup sudah ia berhadapan dengan wajah datar menyebalkan suaminya, ia tak ingin repot memikirkan pria dingin lainya.


Mu Chun mengguk pelan, perlahan mendekat untuk memeriksa sang kaisar, keningnya kembali mengerut


"Racun" Ucapnya spontan

__ADS_1


"Benar, yang mulia terkena racun Fu ju, chii, dan bunga api" Ucap Min pelan ia sudah menemukan racun itu namun ia tak bisa menemukan penawarnya


"Ternyata dia seorang ahli racun" Batin Mu Chun, hanya ahli racun yang dapat segera mengenal nama nama racun langka ini, ketiga racun ini sangat berbahaya dan saling bertolak belakang, Min tak memiliki ide untuk mengobatinya, jika itu racun chi atau Fu ju maka kaisar sudah terjaga semenjak dahulu, min tak dapat menemukan penawar racun bunga api, jika mereka salah langkah maka akan berakibat fatal, bahkan saat ini min hanya bisa memberi pil untuk menghambat penyebaran racun


"Benar yang mulia, namun racun bunga api hanya bisa di netralisir dengan teratai hitam berdaun putih" Ucap Mu Chun pelan


"Hey yang benar saja, racun salju di atas awan hitam sangat berbahaya" Ucap Min, ia tentu tau efek dari tumbuhan berbahaya itu, tumbuhan racun yang paling berbahaya di antara sekian banyak racun yang ada di Dunia


"Kaisar sedang berada dalam masa kritis jika sampai besok bunga itu tak di temukan maka kaisar tidak akan bisa di selamat kan" Ucap Mu Chun pelan, jika racun Chii dan racun Fu ji berada di dalam satu aliran darah makan ia akan membunuh dengan begitu cepat, di tambah dengan racun bunga api yang melumpuhkan kekuatan spiritual yang berada di dalam tubuh manusia


"Kakak ipar tidak akan ada salahnya mencoba, aku yakin tuan Mu tidak akan mencelakai yang mulia kaisar" Ucap Yu Fang pelan, saat ini Yu Fang menjadi lebih cerewet dan lebih nyaman jika bicara dengan sang kakak ipar, lagi pula mereka sudah mencari tabib di seluruh tempat namun hasilnya tetap sama, mereka hanya mengatakan jika kaisar terluka parah dan hanya tuan mu ini lah yang dapat mengenal racun itu


"Wanita yang aneh" Batin Mu Chun,


sebelumnya tak ada yang berani menggertak nya namun gadis aneh ini bahkan mengatainya idiot dan tuli saat pertama kali bertemu dan satu hal yang tak mungkin pernah bisa di lupakan Mu Chun, yah ciuman pertamanya yang di curi oleh seorang wanita yang bahkan telah melupakannya, sejak hari itu Mu Chun berusaha keras melupakan wanita lancang itu, namun ia tetap tak bisa ciuman pertamanya sudah di rebut begitu saja bagai mana bisa ia melupakan gadis mungil ini?, bukan berlebihan, tapi seumur hidup baru kali ini ia bertemu dengan gadis se unik dan berjiwa bebas seperti permaisuri ini


"Tapi bukankah teratai hitam itu hanya ada di Gunung Xi dan dan jarak nya sangat jauh"ucap jendral Li pelan


"Aku akan pergi mengambilnya" Ucap pangeran lan penuh tekat, nyawa sang kakak sedang di pertaruhkan, lagi pula gunung Xi bukan lah tempat yang aman untuk mengutus seseorang, gunung Xi di kenal dengan gunung mati, karena siapapun yang masuk tidak akan bisa keluar, gunung itu di penuhi oleh berbagai tanaman racun yang berbahaya di tambah lagi para binatang buas yang siap menyambut kedatangan mereka

__ADS_1


"Tidak adik kedua kau belum sepenuhnya pulih, dan aku tak ingin mengambil resiko terjadi sesuatu di perjalan" Ucap Min gunung Xi sangat lah jauh meski bisa menemukan teratai itu namun min ragu jika pangeran Lan datang tepat waktu, karena sebuah hal yang berharga tentunya di jaga oleh suatu yang kuat bukan?


"Tapi kakak ipar" Ucap pangeran Lan pelan, ia tak ingin mempertaruhkan nyawa kakak ipar nya, tapi ia juga tak bisa kehilangan kakak pertamanya


"Adik ke dua percayalah pada ku aku akan segera kembali dalam waktu singkat" Ucap min akan lebih baik ia memeriksa bunga langka itu di ruang angkasa selain menghemat waktu min juga memikirkan segala kemungkinan yang terjadi di perjalanan, jika bunga itu memang tidak ada ia bisa pergi bersama xiou li


"Kakak" Pangeran Lan belum menyelesaikan ucapannya Min sudah melesat meninggalkan ruangan itu menuju tempat yang cukup sunyi


"Kakak kedua apa yang harus kita lakukan" Ucap Yu Fang, ia benar benar tak ingin kehilangan kakak iparnya lalu kakak pertamanya?


"Kita tak bisa berbuat banyak selain menunggu" Ucap pangeran lan pelan, ia sangat tau dengan sifat kakak ipar nya yang tak suka di bantah ini, jika ia mengatakan jika ia akan pergi maka tidak akan ada yang bisa menghentikannya, Mu Chun menatap Min dari kejauhan, mu chun pun merasakan hal yang sama dengan para pangeran meski Min sudah memiliki suami namun mu chun tak bisa melupakan wanita yang mengambil ciuman pertamanya, sejak hari itu hati dingin Mu Chun terketuk dan mulai tertarik dengan gadis ceria itu, namun?, ia bahkan sudah di paksa mundur sebelum memulai perjuangan, huh bahkan saat ini Mu Chun hanya bisa berdoa dan berharap atas keselamatan sang gadis


"Yu Mi kembali" Ucap Min dengan nada pelan


Yu mi yang mendapatkan sinyal itu segera melesat menuju ruang angkasa


"Nona" Ucap Yu Mi membungkuk pelan di hadapan sang nona


"Bantu aku mencari racun salju di bawah awan hitam"

__ADS_1


__ADS_2