
"Apa yang kau lakukan di ranjang ku, yang mulia" ia tak terima jika seseorang naik ke atas ranjangnya
namun siapa yang akan memperdulikan hal itu, kaisar Zhao hanya perlu mengabaikannya dan merebahkan tubuh lelahnya
Min menghela nafas pelan saat mendengar dengkuran halus dari sang kaisar, ia menatap wajah kaisar Zhou yang sedang terlelap itu, bahkan ia masih sangat tampan jika tertidur tak ada wajah dingin yang menyebalkan itu
"Dasar kaisar es, merepotkan ku saja, dasar Mian Li bodoh mengapa kau bisa jatuh cinta pada pria naif seperti ini"
Ia mengeluh namun masih membantu sang kaisar untuk mengubah posisi tidur yang sangat tak layak untuk mahluk seperti ini,
Kedatanganya begitu terburu buru dan saat datang ia langsung saja terbaring tampa memposisikan tempat dan dalam sekejap ia terlelap, benar benar mahluk yang sulit di tebak,
Min menghela nafas pelan, bagai mana pun kaisar adalah suami Chen Mian Li dan saat ini jiwa Min jiana sudah berada di tubuh Chen Mian Li
Di akui atau tidak pada kenyataanya mereka adalah pasangan suami istri, huh tidak akan jadi masalah bukan jika min bersikap baik saat ia tak sadar seperti ini,
Yoh akan lebih baik jika menunjukan perhatian pada orang yang sedang tak sadar agar tak ada kesalahan fahaman, demi keinginannya ke neraka dengan nyaman min akan memainkan perannya dengan baik, yah semoga saja ini berhasil
__ADS_1
Min lagi lagi menghela nafas pelan dan perlahan membuka sepatu but putih itu, membenarkan posisi tidur sing kaisar setelahnya segera menyelimuti tubuh sang kaisar agar ia dapat beristirahat dengan nyaman,
Udara malam sangat dingin ia tak ingin kaisar jatuh sakit dan hanya akan membuatnya semakin repot, setelah selesai di ranjang, min beranjak menuju meja kecil tak jauh darinya, ia menghidupkan dupa penenang agar kaisar dapat mendapatkan kualitas istirahat yang baik
setelah selesai ia berjalan pelan menuju jendela dan duduk sambil menatap langit, rembulan masih terlihat begitu setia menemani malam dan kenyataan masih begitu suka mempermainkannya, terkadang ia sangat ingin mengutuk dewa,
Mengapa menempatkannya kembali pada kehidupan, ia sangat ingin menuju alam akhirat dengan nyaman namun mengapa neraka menolaknya?, mengapa ia bahkan tak di inginkan oleh neraka itu
"Huh, aku akan memulainya dari mana?, apakah kediaman jendral Chen?, tapi?," Ucapnya bimbang, ia merasa bingung akan memulai dari mana, proses balas dendam tentunya memerlukan persiapan yang matang, ia harus menjadi kuat, ia harus meningkatkan kultivasinya,
Jika ia kuat maka siapa yang akan berani menentangnya, min menghela nafas pelan, setelahnya ia menunjukan sebuah seringai dan sepertinya ia sudah menemukan ide untuk mengatasi ini,
Min menguap pelan, tampa terasa malam sudah semakin larut, angin malam bertiup pelan membuat tubuh min terasa kedinginan, min mengeratkan jubahnya, sembari meninggalkan jendela, yah sudah waktunya istirahat, tubuhnya sudah cukup lelah dengan segala aktivitas harian,
"Fei yang" Ucapnya pelan, Fei Yang segera menghadap nonanya dengan wajah ceria, ah ia ikut senang karena akhir akhir ini sang kaisar selalu mengunjungi kediaman sang junjungan,
Malam ini?, siapa yang menyangka jika kaisar bahkan terlelap di kamar sang permaisuri, bukankah ini langka?, apakah mata hari terbit dari barat?, sebelumnya kaisar bahkan tak pernah menunjukan wajahnya di valium bulan selama setahun ini, sungguh aneh tapi ini lah kenyataanya,
__ADS_1
"Bawa Kan aku peralatan tidur, aku merasa sedikit lelah dan sudah waktunya beristirahat" Ucap Min pelan, ia tak ingin membuat keributan dan merasa tak enak jika mengganggu tidur pulas sang kaisar, untuk malam ini tak masalah jika ia mengalah, lagi pula seluruh istana ini milik kaisar, dan Min tak memiliki hak untuk mengusir seseorang suami dari kamar istrinya sendiri,
Fei yang bahkan hanya bisa mengerutkan keningnya mengisyaratkan rasa ingin tahunya, namun ia merasa tak pantas untuk bertanya hal yang bersifat pribadi seperti ini,
"Kaisar bodoh itu merebut ranjang ku" Ucap Min berdecak kesal dengan suara seperti berbisik, fei yang mengguk faham, yah walaupun pada kenyataannya ia tak mengerti, jika kaisar merebut ranjang lalu?, bukankah permaisuri memiliki ranjang yang cukup luas dan muat untuk tidur berdua?
"Ah baiklah nona, akan segera saya ambilkan" Ucap Fei Yang, ia segera berlalu untuk mengambilkan perlengkapan tidur, ia tak mengerti apa yang akan permaisuri lakukan dengan kasur lantai itu, dan yah fei yang merasa tak memiliki hak untuk bertanya, ia hanya perlu patuh,
setelah beberapa saat, Fei Yang datang dengan peralatan yang di minta, min segera menyuruhnya untuk kembali ke kamar dan segera beristirahat, fei yang hanya mengguk pelan, min menutup pintu dan berjalan menuju tempat yang pas untuk menggelar kasur dan yah ia harus segera beristirahat, banyak hal yang harus dilakukanya esok hari, ia harus segera tidur agar tubuhnya segar, dan menjadi semakin cantik dan fresh.
min merebahkan tubuhnya di kasur lantai, menatap langit langit kamar dengan gerutu, ia merasa sangat kesal, sampai saat ini pun ia belum bisa meningkatkan kultivasinya, masih tersendat di tahap ke 7, huh baik lah, tak ada hal yang perlu di sesali,
Ia akan mencari waktu lain untuk memperkuat kultivasi hingga tahap ke 12 bahkan sampai puncak penyempurnaan tingkat dewa, Min yakin ia bisa mencapai tahap itu, ia yakin jika dirinya mampu, lagi pula kau harus menjadi kuat agar bisa membalas dendam dan membungkam mulut sampah orang orang yang menghina mu di masa lalu
"Huh baik lah, aku harus menyusun rencana agar bisa meninggalkan istana tampa harus menghebohkan penghuni istana, yah baik lah, mari susun strategi agar bisa pergi tampa di ketahui," ucapnya menghela nafas pelan, ia harus mencari cara yang tepat, jika perjalanan hanya menghabiskan satu hari mungkin ia akan segera melompat dari tembok, tapi?, memperkuat tingkat kultivasi tak semudah itu,
Dan tentunya akan menghabiskan banyak waktu untuk itu, dan posisinya bagai seorang permaisuri taka kan memberikannya kesempatan meninggalkan istana dalam waktu lama,
__ADS_1
Meski Min liar namun ia bukan mahluk yang tak memiliki otak, jika posisinya di lengser ia akan mengalami kesulitan untuk menyelidiki misteri di balik kematian Nyonya jendral, dan yah ia harus bermain cantik dan mencari jalan aman saja, baik lah semua sudah di putuskan dan ia segera memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian ia pun ikut terlelap