Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab37#


__ADS_3

Makan malam berlalu dengan tenang, min segera bersiap untuk kembali ke hutan larangan, melanjutkan petualanganya yang sempat tertunda akibat beberapa hal yang tidak begitu penting, dalam diam ia terus melangkah ke pedalaman hutan, harapanya hanya satu, ia harus menemukan hewan spiritual itu hewan yang kuat dan bisa di andalkan, ia tak akan melibatkan diri dengan hewan yang terlihat tak berguna, ia hanya akan mengontrak satu hewan saja, ia tentu tak bisa serakah kan?, jika ia terus menerus mengulur waktu, bagai mana ia bisa membantu para penduduk yang berada di perbatasan barat?, oh tidak selain mencari hewan kontrak tujuan seorang min jiana ke tempat ini adalah untuk membantu mengatasi masalah wabah di perbatasan huh, min hanya bisa menghela nafas pelan dan kembali melangkah semakin jauh


Angin malam bertiup lembut, dan perlahan menerpa hanfu merahnya, Min sengaja mengganti hanfunya dengan pakaian yang lebih sederhana agar tidak terlalu mencolok dan hal yang paling penting adalah pakaian itu adalah pakaian yang bersih, bayangkan saja ia sudah memakai baju hitam ini selama satu minggu?, bukankah sangat tak pantas?, bagai manapun ia adalah seorang wanita yang sangat mementingkan kecantikan dan keindahan tubuhnua, dapat di pastikan saat ini kulitnya mengalami iritasi karena memakai pakaian Kotor selama berhari hari, ia bahkan sangat tak menyangka jika ruang angkasa ini juga menyiapkan pakaian beserta kebutuhan lainya, sanggat menggumkan dan menyenangkan di sana, ia dapat mengobati tubuhnya yang gatal gatal itu, bayangkan?, seorang gadis bansawan yang terbiasa dengan kebersihan namun seketika harus tak mandi selamat berhari-hari, bayangkan saja berapa perjalanan ini sangat menyiksa bagi seorang min jiana, namun ia harus tetap melakukanya, ini adalah misi yang harus ia selesaikan, mencari pembenaran dan menyatukan keluarga yang terpisah, jika belum menyelesaikan itu maka akan sedikit sulit baginya untuk kembali ke neraka karena neraka pasti akan kembali menolaknya, huh baik lah, mari bersemangat, mari bersemangat mencapai neraka dan hidup dengan nyaman di sana.


langkahnya terhenti saat tampa sengaja ia melihat keributan dari kejauhan, ia dapat mendengar dengan jelas suara pertarungan yang di sertai auman itu terdengar sedikit mengerikan sih,


sebenarnya saat ini ia tak ingin perduli namun siapa yang menyangka?, kakinya melangkah menedekat, ia tentu merasa kesal saat ia tak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri, hey kemana pergi min jiana pembunuh berdarah dingin itu mengapa min jiana yang keras menjadi sosok yang berhati lembut dan sangat suka ikut campur dengan urusan orang lain, Chen Mian Li sialan, ia bahkan tak benar benar melepaskan tubunta, lihatlah, terkadang Chen Mian Li mengambil alih tubuhnya dan melakukan hal hal yang di luar keinginan seorang min jiana,


huh baik lah, sudah terlanjur juga kan?, min akan membantu si pria, ia sudah memutuskan itu, min masih berdiri sembari menonton pertarungan itu, ia hanya perlu sedikit menunggu kapan giliran menyerang, dan yah setelah beberapa saat tubuh si pria terpental dan menabrak pohon, si pria memuntahkan darah dan terkulai tak berdaya sang harimau tentu tak melepaskan mangsanya dengan mudah, dari itu mari membantu, dengansatu gerakan ia berhasil Memblokir serangan sang harimau pada sang pria, min melangkah mendekati si harimau, dan pertarungan pun di mulai, beberapa saat berlalu namun si harimau tak kunjung memiliki niat melepaskan ya, dari itu ia harus melawan dan melumpuhkan ya dengan cepat, genagga min juga sudah mulai terkuras

__ADS_1


"Ah cukup main main aku sudah merasa sedikit lelah" Ucapnya malas, ia sudah begitu lelah berkeliling dan kali ini ia harus berhadapan dengan sekor harimau putih yang menyebalkan, ia tak akan menunda lagi, dengan gerakan cepat ia segera melompat dan meneteskan darahnya tepat di pucuk kepala sang harimau, ah min tak perduli tentang penyatuan itu saat ini min dalam kondisi terdesak, dalam keadaan terdesak semua bisa di lakukan, ia tak akan membiarkan harimau menyebalkan itu menyakitinya,


Cahaya putih tiba tiba nenyelimuti tubuh sang harimau, min bahkan tak perduli soal itu, hanya membuat matanya semakin sakit saja, setidaknya ia sudah berpengalaman soal cahaya menyebalkan itu, ia sudah mengalami itu berkali kali, dan akan lebih baik untuk segera menghindari hal hal yang sekiranya dapat merugikan mu,


Setelah beberapa saat cahaya putih itu perlahan menghilang, dan munculan sosok pria tampan yang kini melangkah mendekatinya, wajahnya terlihat angkuh dan sangat dingin namun sayangnya ia terlihat begitu tampan dengan alis menukik tulang rahang yang keras tubuh yang kuat serta wajah yang bahkan seperti pahatan sang dewa, sungguh di zaman ini begitu banyak orang tampan,


"hey apa kau dengar aku?" Ucap min semakin ketus, apa itu?,


"Mengontrak dengan cara licik" Ucap pria itu mendengus kesal sembari membuang muka, bagai mana bisa ia yang di gelar sebagai sang berkuasa di tahlukan oleh gadis kurus ini?, harga dirinya sebagai hewan legendaris benar benar terluka, bagai mana bisa?, ia kalah?, gadis ini benar benar,

__ADS_1


"Siapa juga yang ingin mengontrak kamu, aku bahkan sangat tak berminat menjadikan mu hewan kontrak ku, salahkan dirimu yang terlalu bersemangat menghabisi pria ini" Ucap min berjalan mendekati pria yang sudah lemah itu min mengeluarkan pil dari kantong kikunya memasuknya ke mulut si pria, si pria tak memiliki kesempatan untuk menolak, karena dengan ataupun tampa izin min tetap akan memasukan obat itu ke lutut si pria,


"Ah setidaknya ini cukup membantu, pria ini hanya kehabisan energi" Batin Min pelan, beberapa saat kemudian Sang pria terbatuk pelan dan perlahan membuka matanya min membantu menyandarkan tubuh si pria ke pohon yang berada di dekatnya


"Tunggu lah di sini aku akan mecarikan obat untuk mengeringkan luka mu" Ucap min pelan, dan ia segera berjalan menjauh dari sang pria yang sedang terkulai tak berdaya itu,


sedangkan keberadaan sang harimau putih?, tentu saja ia abaikan begitu saja, Harimau putih itu mengerutkan keningnya, ini sungguh sebuah penghinaan baginya, bagai manapun ia adalah sang berkuasa hewan spiritual yang terkuat di dalam hutan ini, ada begitu banyak orang yang menginginkannya tapi ia sudah Terikat kontrak dengan gadis kurus yang bahkan mengabaikanya ini, dan gadis kurus ini?, bahkan sangat menyebabkan dan tak pernah menggap keberadaanya


"oh dewa mengapa nasib ku sangat sial, mengapa aku harus memiliki tuan yang kurus dan terlihat lemah, sangat menyebalkan dan sangat kekanakan itu," batin si harimau putih menagis, hey selama ini ia adalah mahluk selalu membanggakan dirinya namun?, seketika ia tak menjadi tak berdaya di hadapan gadis yang sudah menjadi tuanya ini

__ADS_1


__ADS_2