
Min menghela nafas pelan sembari menikmati senja yang akan segera berlalu, ia bahkan masih tak habis pikir jika raja lalim itu berani mengibarkan bendera perang, pengawal yang di tugas kan tadi pun sedang di rawat oleh tabib, selebetan cambuk menyebar di mana mana, dan itu itu terlihat sangat mengerikan,
Saat ini ia tentu tak bisa tinggal diam, tapi ia tak ingin membuat ke kacauan, penyelidikan almarhum ibunya lebih penting, ia hanya ingin tenang, tapi mengapa masalah seakan mengejarnya setiap waktu benar benar menyebalkan
lagi lagi ia hanya bisa menghela nafas ia masih diam di tempat duduknya sembari menikmati keindahan senja yang hampir berlalu, nasib Fei Yang di istana juga menjadi buah fikirnya, apakah kaisar memberinya hukuman yang berat?, Ah Min merasa kesal, dan akan semakin menyebalkan jika ia kembali mendapat hukuman, dan rasa rindu pada ibu selirnya pun menggunyq, apa yang mereka lakukan di istana?, apakah para pelayan merawatnya dengan baik?, apa selir kelima hidup dengan baik
"Salam pada permaisuri" Ucap Yu Fang dan pangeran lan membungkuk memberi hormat pada wanita yang berada di hadapanya
"Hey adik, tak perlu bersikap forma, bangkit lah" Ucapnya pada kedua pemuda yang masih membungkuk hormat itu
"Aku mengkhawatirkan mu kakak ipar" Ucap pangeran lan pelan, ia tentu saja khawatir jika suatu yang buruk terjadi pada kakaknya ini, kaisar meninggalkan jamuan dengan wajah murka setelah pertunjukan kecil dari sang kakak ipar
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan, tidak ada masalah yang tidak memiliki jalan keluar, tak perlu cemas mari duduk lah, teh tongling memang sangat enak, sesuai dengan reputasinya" Ucapnya menyesap tehnya perlahan, membiarkan aroma yang menenangkan itu masuk dalam indra penciumanya
"Maafkan atas kelancangan dan ketidak tahuan hamba yang mulia, sungguh suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan anda" Ucap yu fang pelan, ia merasa bersalah karena telah menggap remeh gadis yang ternyata kakak iparnya ini, bernar hal yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikiranya
"Kau ini pandai sekali berbual, bukankah kau adalah pangeran ke 6?" Ucap Min menepuk pundak yu fang pelan, jika yu fang adalah anak selir ke 5 maka yu fang adalah adiknya dan tak perlu sungkan bukan?
"Benar yang mulia" Jawab yu fang sopan
"Hey kau ini, kaku sekali seperti kakak tertuamu itu, kaku dan membosankan" Ucap min menggembungkan pipinya kesal, bukan expresi seperti ini yang ia inginkan, ia tentu saja tak akan menerima kesopanan itu
"Ah baik lah, mari duduk adik ke 6, andai saja ibu selir berada di sini tentu akan lebih menyenangkan bukan adik ke 2"
__ADS_1
"Ah ia tentu saja kakak ipar" Ucap pangeran ke lan pelan sedangkan pangeran ke yu fang hanya melihat interaksi keduanya, seberapa dekatkah permaisuri ini dengan ibunya, kakanya?, mengapa kakainya yang agung seketika kehilangan kesopananya?
"Ah aku punya ide adik, hm setelah ini bagai mana jika kau kembali ke istana, tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita setelah ini" Ucap min bersemangat, jika mereka bersama tentu min tak melihat wajah cemas serta kerinduan dari sang selir ke lima, memang selir kelima sangat pandai menyimpan kepedihannya namun min dapat melihat dengan jelas kerinduan serta kegelisahan di balik mata indah sang ibu selir, dan ia tak suka melihat kegelisahan itu
"Kami tak berani berharap yang mulia "Ucap yu fang pelan, setelah cukup lama terdiam sembari melihat interaksi kakak kedua dengan wanita yang bergelar permaisuri ini, benar benar permaisuri memiliki begitu banyak hal yang tak terduga
"Kenapa tidak berani?, bukankah kalian sudah cukup lama berada di sini?, hm baik lah, aku sudah mengambil keputusan, kita kan kembali setelah kekacauan ini selesai" Ucap min dengan penuh tekat sambil mengguk, ia tak perlu bertanya pada kaisar es itu, lagi pula apa yang bisa di lakukan gunung es itu?, jika min sudah memutuskan maka tak akan ada yang bisa menggunya, termasuk kaisar es itu, lihat saja, ia tak suka di perlakukan dengan semena mena, ia tentu harus memberi perlawanan meski perlawanan kecil sekali pun
"Harap kakak ipar tak merepotkan diri, kehidupan di chap tak terlalu buruk untuk kami, anda tak perlu berbuat nekat, dengan menentang sang kaisar" Ucap pangeran lan pelan, ia tentu saja tak ingin melihat sang kakak ipar kemabli bertengkar dengan sang kakak pertama mereka, keduanya adalah kombinasi yang aneh, kaisar dingin dan kejam, sedangkan permaisuri yang jahil dan mengerikan dan jangan lewatkan sifat keras kepala dan ego nya yang tinggi itu?, jika berdebat maka tak akan ada yang mau mengalah
"Benar kakak ipar, kaisar sudah sangat membenci keluarga yu, keluarga yu di fitnah membunuh kaisar terdahulu serta di tuduh berkhianat, kami harus merasa bersyukur karena kaisar tak menghukum ibu, kami tidak berani untuk meminta hal lebih" Ucap yu fang pelan, ia tentu saja tak berani bermimpi kembali ke istana, walapun rasa rindu pada sang ibu sedah memenuhi kalbu, namun mereka harus tetap bertahan demi kehidupan sang ibu, jika mereka tidak menerima pengasingan ini maka ibu mereka akan di jatuhi hukuman mati, mereka tak ingin menyakiti ibu mereka dan memilih untuk meninggalkan istana, dan melepaskan gelar pangeran itu,
__ADS_1
yu fang menghela nafs pelan, ah itu sudah terjadi sangat lama sekali, jika di ingat saat itu yu fang ingin sekali menyimpan dendam karena perlakuan yang sangat tidak adil sang kaisar, namun kakak saudaranya selalu menguatkan dan menyakinkan jika tidak ada gunanya menyimpan dendam,
"Hey tuduhan macam apa itu?, apa mata kaisar itu buta?, menghukum yang tidak bersalah dan membiarkan ular dan rubah berkembang biak di dalam istana, baik lah aku akan mengurusnya, pokoknya jika aku kembali maka kalian harus ikut, kau tau jikaa ku tak pernah menerima sebuah penolakan, dan yah aku akan tetap membawa kalian kembali dengan ataupun tampa persetujuan sang kaisar atau kalian berdua" Ucap min pelan, wajah lembut dan penuh kasih sayang milik selir ke lima selalu terbayang, ia merindukan ibu selir nya itu ia sudah berada di luar istana dalam waktu yang cukup lama, ia sangat tau bagai mana rasanya di tinggalkan dan di abaikan, ia tak sudah bertekat akan membangun keluarga yang bahagia bersama selir kelima, dan tentu saja ia harus segera mewujudkan apa yang ia inginkan