Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab55#


__ADS_3

Mentari pagi perlahan muncul dari ufuk timur, rembulan malam sudah kembali ke asal di gantikan dengan sang surya yang dengan angkuhnya melancarkan cahaya yang sangat perkasa.


dan yah, pagi ini chap militer harus di kejutkan dengan kabar bahwa istana youg lenyap dalam semalam, hanya tersisa reruntuhan serta puing puing bangunan yang sudah hangus di lahap api, istana yang di bangun dengan megah itu lenyap dalam sekejap, bukankah itu aneh?, yah itulah pertanyaan yang sedang berada di dalam kepala semua orang


saat orang orang sibuk menebak penyebab perihal hilangnya istana, sang biang masalah malah terbaring nyaman di tempat tidurnya, tidurnya terlihat begitu nyaman dan pulas, hingga beberapa saat kemudian tubuh ramping itu mengeliat, mengeliat kesana sini seperti ular keket, huh baik lah kali ini tidurnya harus terganggu saat hangatnya mata hari menerpa wajahnya, hey matahari mengertilah ia bahkan hanya memeiliki sedikit waktu untuk tidur, ia ingin tidur lebih lama


setelah melenyapkan istana young semalam, ia memilih untuk menikmati udara malam terlebih dahulu sembari bermain, dan membiarkan Xio Li dan Yu Mi mengurus harta kerajaan young yang banyak itu, min tentu saja tak akan pernah mau rugi, bagai mana pun ia tak akan membiarkan harta itu lenyap begitu saja, suatu saat pasti akan ada masanya, saat mereka merasa sangat terdesak dan sangat membutuhkan uang, huh biarlah untuk sementara ini harta itu ia yang simpan, untuk jaga jaga jika hal buruk terjadi di masa depan,


jika di ingat ingat ternyata seorang Min Jiana sangat rajin menabung, lihatlah, hasil penjualan pelayan, di tabung, prajurit kerajaan young di tabung buat masa depan nah harta kerajaan pun masih ingin ia tabung, hey sebenarnya masa depan seperti apa yang berada di dalam otak kecil itu?, mengapa harus menabung dan menabung bahkan saat jumlah tabung sudah sangat banyak, huh baiklah biarkan, biarlah itu jadi rahasia seorang Min jiana, biarkan dia melakukan apapun yang ia inginkan, ia ingin menabung maka baik lah, silahkan menabung hingga seluruh harta yang ada berada di tanganya


"Kau lagi?, kebetulan sakali, huh dunia ini sangat sempit ternyata, lihat lah lagi dan lagi kita di pertemukan oleh ketidak sengajaan, mungkinkah kita jodoh? " suara itu berasal dari seorang gadis yang berdiri di belakangnya, min tentu saja menyadari kedatangan si gadis hanya saja ia merasa sedikit penasaran, apa yang akan gadis ini lakukan padanya jika ia lengah,

__ADS_1


"saat suatu hal berulang berkali kali maka itu bukanlah sebuah kebetulan?" Ucap Min ringan, ia tak perlu menoleh, toh gadis ini tak akan membahayakannya, jika ia memang berminat maka begitu banyak kesempatan untuk mereka kembali bertemu


"katakan apa tujuan mu mengikuti ku, jika kau memiliki tujuan buruk maka silahkan pergi menjauh, aku sangat membenci masalah, yah meskipun mereka sangat menyukai ku," ucap min pelan, pertemuan mereka terlalu sering untuk sebuah kebetulan, dari itu ia harus bersiaga musuh bisa datang kapan dan dimana pun


"Percaya diri sekali *anda, dan b*isakah kau tak mempertanyakan hal yang sama terus menerus?, aku sudah sedikit bosan mendengarnya, karena pertanyaan mu hanyaa kan mendapatkan jawban yang sama, di masa depan cari lah pertanyaan yang sedikit lebih bermanfaat, kau tau kan jika pertanyaan mu hanya berakhir sia sia" Ucap gadis itu terkekeh pelan, ia melangkah pelan dan mendudukan diri di samping Min, ia menghela nafas pelan, huh ternyata udara malam di atas bukit tidak terlalu buruk


"Kau tak pernah menyebut namamu" Ucap Min ringan


"Huh baik lah, perkenalkan aku Ling Shi, kau bisa menggil ku dengan sebutan apapun, karena nama tak terlalu penting bagi ku, aku bisa jadi apapun yang ku mau, dan yah dari itu jangan terlalu sopan" Ucap sang gadis dengan nada tenang, min hanya mengguk pelan, setelah beberapa saat bersama bahkan aku baru mengetahui jika gadis di hadapannya ini adalah seorang jendral wanita yang hebat di Kerajaan ini, benar benar tak menyangka bukan?, begitu banyak rumor yang beredar di luaran sana, dan yah pada kenyataannya rumor tetaplah rumor tak bisa di percaya


"Min" ucapnya singkat

__ADS_1


"Ehh?, kau mengatakan apa?" ucap sang gadis menaika alisnya, apakah ia sangat bodoh hingga tak menyadari jika saat ini seorang Min jiana memperkenalkan dirinya


"Nama ku Min" Ucap ucapnya lagi dan kali ini sang gadis mengguk ngangguk pelan, Min menatapnya lekat, tempramen gadis di depanya ini terlalu menyebalkan, Min tak berharap jika ia bahkan tak bertemu lagi dengan si gadis, namun?, yah yang namanya takdir siapa yang tau?


"Ah baiklah kita sudah saling mengenal kan?, dan kita sudah menjadi teman sejak pertemuan pertama, tak perlu terlalu sopan karena itu akan membuat ku merasa tak nyaman, hm baik lah malam sudah semakin larut sampai jumpa" Ucap sang gadis perlahan, ia berdiri setelahnya ia berjalan menyusuri kegelapan, dan dalam seperkian detik saja bocah itu sudah benar benar hilang dari pandanganya


"Aghhhh" Min menghela nafas pelan, k memegangi kepalanya terasa begitu pusing, yah sebelum kembali bahkan ia sempat membeli arak dan dia pun mabuk, kembali saat malam sudah hampir pagi, berakhir tidur di sini deh,


min beranjak duduk sembari menghela nafas malas, dari sekian banyak hal penting mengapa ia harus kepikiran dengan gadis yang ia jumpai semalam?, lagi lagi ia hanya menghela nafas pelan baik lah mari lupakan hal yang tak pantas untuk di fikiran,


ia meghela nafas dan beranjak duduk di pinggiran ranjang dari kejauhan ia masih dapat melihat sang Kaisar sudah merapikan diri di depan kaca, masih seperti biasa tetap dengan wajah datar dan dinginya, namun Min tak bisa mengerti dengan pemikiran Kaisar, bukankah selama ini sang Kaisar membenci sangat permaisuri?, lalu

__ADS_1


__ADS_2