Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab120#


__ADS_3

"Feng er menyapa Ibu dan kakak permaisuri" Ucap pangeran ke sembilan membungkuk pelan, ia adalah pangeran yang sangat terhormat dan selalu patuh terhadap peraturan yang ada di istana


"Buang formalitas itu adik ke sembilan, mari duduk di sini, ceritakan apakah ada hal yang menyenagkan hari ini? " Ucap min, Ling Shi tersenyum lembut dan ikut bergabung di balik meja kayu itu


"Apakah kakak tau bayi berasal dari apa?, di mana Feng er bisa mendapatkan adik bayi yang imut" Ucap pangeran ke sembilan membuat Ling Shi menjadi objek tatapan aneh oleh Min dan selir ke lima


"Apa yang kau ajarkan pada adik ke sembilan nona Ling? " Ucap Min menatap dengan selidik


"Aku tak tau, ia bertanya pada ku, dan aku tidak tau mengenai itu, lagi pula aku ini adalah gadis muda yang baik, mana mungkin mengerti, kau adalah wanita bersuami, pasti kau tau kan? " Ucap Ling Shi polos, toh ia memang tidak tau harus menjawab apa saat pertanyaan itu datang tampa pemberitahuan, dari pada salah lebih baik menyuruh sang pangeran pada orang yang lebih tau, seperti sang permaisuri contohnya


"A Ling memang anak baik" Ucap selir ke lima mengelus pucuk kepala Ling si membuat Ling si yang awalnya mengerucutkan bibir kini tersenyum lebar dan menatap min seolah berkata 'ibu lebih menyayangi ku'


"Ibu? "


"Dari mana Feng er belajar seperti itu? " Ucap selir ke lima lembut, kini selir ke lima menarik pangeran ke sembilan mendekat dan mendudukannya di pangkuan, bocah se usia ini memang sangat suka belajar, selir ke lima mengerti itu


"Tadi feng er mengunjungi ke di aman kakak ke empat, feng er ingin sekali bermain dengan adik bayi, namun para pelayan melarang, kakak ipar ke empat mengatakan supaya feng er minta kepada ibu selir kakak feng er, kakak permaisuri, kakak Ling, apakah kalian akan memberikan feng er adik bayi? " Kini suasana canggung tercipta,


"Kaisar telah tiba" Pemberitahuan dari kasim membuat min berdecak kesal, ia baru saja lepas bagai mana bisa kembali tertangkap


"Selalu saja menggangu" Bisik min yang di balas dengan kekehan halus oleh Ling shi


"Salam yang mulia, " Ucap mereka membungkuk memberi hormat pada pria penguasa ini


"Bangkit lah" Ucap kaisar zhou pelan, tampa di suruh ia menduduka diri di kursi, min dan para wanita hanya menatapnya


"Pelayan, bawakan sepoci teh untuk yang mulia kaisar" Ucap selir kelima pelan, pelayan mengguk dan berjalan menuju dapur

__ADS_1


"Bagai mana ke adaan anda? "


"Terimakasih telah bertanya, keadaan hamba baik baik saja yang mulia" Jawab selir kelima pelan, kaisar zhou hanya diam sembari menyesal tehnya,


"Yang mulia, sepertinya kau memiliki banyak pekerjaan, kami tak akan menganggu" Ucap min pelan, ia tak suka jika seperti ini, suasana hangat tadi berubah menjadi canggung akibat datangnya si manusia es ini


"Pekerjaan tidak terlalu banyak" Ucap Kaisar zhou mengelak,bahkan permaisuri mengusirnya, lihat lah apa yang akan ia lakukan setelah ini,


"Pangeran ke sembilan kemarilah" Ucap Kaisar zhou pelan, ia tak suka permaisurinya di sentuh, dan apa itu?, bahkan permaisuri memangku pangeran ke sembilan sedangkan dia?, ( Kaisar kau ini konyol sekali, kau cemburu dengan bocah delapan tahun?, apa kau sehat?)


"Yang mulia" Ucap pangeran ke sembilan pelan, saat ini ia sudah berada di samping Kaisar


"Duduk lah, bagai mana pelajaran mu pangeran? " Suara itu terdengar sangat lembut, selir kelima menatap Kaisar dengan sendu, ketiga wanita itu hanya menatap interaksi mereka dalam diam, berbagai pertanyaan muncul dalam benak masing masing, namun mereka memilih untuk bungkam dan terus menjadi penonton yang baik.


"Menjawab yang mulia, hari ini hanya mempelajari mengenai sejarah, dan mengahal beberapa bait puisi"


"Terimakasih yang mulia, yang mulia, apakah saya boleh bertanya? " Ucap pangeran ke sembilan membuat Kaisar menaikan alisnya,


"Katakan"


"Dari mana asal bayi? " Ucap pangeran ke sembilan polos, min dan selir kelima membelalakan matanya, mengapa bocah ini sangat polos, menanyakan hal setabu ini ke seorang Kaisar es, bagai mana jika ia terkena hukuman?


"Mengapa bertanya seperti itu?"


"Maaf menyela yang mulia, maafkan saya yang tak mampu mendidik putra saya dengan baik" Suara itu berasal dari selir kelima, ia tak mungkin tega melihat anak bungsunya di hukum atas pertanyaan konyol itu


"Lanjutkan" Ucap Kaisar zhou pelan, ia tak menggubris ucapan yang keluar dari mulut indah selir kelima, ia lebih tertarik dengan pembahasan pangeran kecil, di mana ia mendengar hal ini

__ADS_1


"Apa yang mulia tidak marah? "


"Tentu saja tidak, lanjutkan tak perlu takut" Ucap Kaisar zhou, min menatap Kaisar dengan tajam, Kaisar hanya menatapnya balik, ingin sekali ia terkekeh namun ia masih menjaga imegnya


"Hm baik lah, tadi saya mengunjungi ke di valium api, kakak ke empat sudah memiliki adik bayi, saya ingin bermain denganya, namun para pelayan melarang, dan kakak ipar ke empat mengatakan jika ingin adik bayi maka mintalah kepada ibu selir dan kakak kakak saya, tapi saat saya bertanya, pada kakak Ling dan ibu selir mereka hanya diam"ucap pangeran ke sembilan pelan, wajah Kaisar zhou menggelap marah, ini suatu penghinaan terhadap selir janda, bagai mana pun selir kelima adalah selir kesayangan dari kaisar terdahulu, bagai mana putri yang baru masuk istana berani menggergaknya, ini jelas sebuah kesalahan


"Ya.. Yang mulia" Ucap pangeran ke sembilan sedikit gugup melihat perubahan expresi dari Kaisar, apakah ia salah mengatakan sesuatu?,


"Kasim jo, sampaikan dekrit lisan ini, putri wang shi, ia mendapat hukuman kurung selama lima bulan, agar ia dapat merenungi kesalahanya"


"Baik yang mulia" Ucap kasim jo beranjak menuju valium api, menyampaikan dekrit sang kaisar


"Apakah kau sangat menginginkan adik bayi? " Ucap kaisar Zhou yang hanya di balas dengan anggukan polos oleh pangeran ke sembilan


"Tapi, saya hanya memiliki kakak Ling dan kakak permaisuri serta kakak Fei, mereka tak mau memberikan bayi pada saya, jika saya meminta pada kakak ke dua dan ke enam, apakah mereka akan memberikan saya adik bayi?" Ucap pangeran ke sembilan yang membuat min menepuk keningnya kesal, ia sangat mengutuk istri dari pangeran ke empat itu, apa salahnya membiarkan pangeran ke sembilan bermain bersama keponakannya,


"Yang mulia, kau terlalu pandai bergurau, adik ke sembilan kemarilah" Ucap min pelan


"Sekarang belum saatnya adik membicarakan hal seperti itu, suatu saat adik akan mengerti, apakah adik mau berjanji untuk tidak membahas hal ini lagi?, " Ucap min pelan, sangat kacau jika pangeran ke sembilan tiba tiba menanyakan hal seperti itu pada seluruh istana, ia hanya akan mendapat hukuman karena telah melanggar peraturan dan di anggap tak bermoral.


mendengar teguran dari sang kaka permaisuri, Pangeran ke sembilan hanya mengguk pelan sebagai jawaban, mungkin hal ini memang tak baik untuk di bahas sekarang, ia akan mencari tau lain waktu, ia membungkuk dan kini duduk bersama Ling shi,


"Anak pintar, ah yang mulia sepertinya anda sedikit lelah, yu mi akan mengantarkan anda ke kembali"


"Jika begitu, harap permaisuri yang menemani kaisar ini" Ucap kaisar zhou pelan, tatapannya masih seperti biasa, sangat menyebalkan, min menghela nafas pelan, ia masih ingin membahas beberapa hal dengan ibu selirnya, namun?, kaisar menggangu rencananya, baik lah ia akan mengantar kaisar kembali, setidaknya ia bisa menarik nafas lega, beruntung kaisar tak menghukum pangeran ke sembilan, dan para pengasuh yang telah lalai menjaga pangeran ke sembilan


"Ah baik lah yang mulia silah kan, A fei kau tinggalah di sini menemani daik ke sembilan dan ibu selir" Min berdiri dari duduknya

__ADS_1


"Baik yang mulia" Ucap fei yang pelan, kini Min dan kaisar beranjak meninggalkan gazebo menuju gerbang valium angrek, ia harus memastikan jika sang kaisar kembali bekerja, jika seperti itu tentu saja kaisar kaku itu tak memiliki waktu untuk mengganggunya


__ADS_2