Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab116#


__ADS_3

Ling shi berjalan menyusuri taman istana, ia sudah mencari Yu Fang sejak tadi tapi pemuda bodoh itu menghilang bagai di bawa angin puyuh, Ling Shi berdecak kesal, awas aja, jika bertemu ia akan menghukum Yu Fang karena membuatnya mencari,


Dari kejauhan ia melihat seorang menggunakan pakaian sederhana, yang cukup mencurigakan, Ling Shi berjalan mendekati orang itu, bagai mana pun ia tak bisa membiarkan penyusup masuk, menjaga istana dan keluarga Kekaisaran adalah tugasnya karena memandang status keluarga jendral


"Siapa kau?, apa yang kau lakukan di sini? " Ucap Ling Shi dingin


Orang itu berbalik "kau membuat ku terkejut saja" Ucap Min kesal, ia harus segera menemui pengawal itu, mumpung kaisar sedang berada di pengadilan istana, dan yah semoga saja kaisar sedang sibuk dan melupakannya


"Min jie?" Ucap Ling Shi menaikan satu alisnya, setelah mengetahui status Min yang merupakan kakak ipar dari Yu Fang alias pangeran ke enam, Ling Shi memilih untuk memanggil min dengan jie jie (kakak perempuan), begitu juga dengan selir ke lima, Ling Shi juga memanggilnya ibu, ia berdalih agar lebih dekat dan akrab dengan calon mertua, lagi pula Ling Shi menyukai selir kelima yang ramah dan baik hati


"Iya ini aku, ada apa menggangu perjalanan ku, cepat katakan aku buru buru" Ucap Min


"Tidak ada, ku fikir penyusup, oh ia kau akan kemana?, apakah kaisar tau kau keluar istana?, aku tak ingin melihat drama lagi, kaisar yang mengamuk, ibu selir yang menagis dan kakak ipar kedua( pangeran lan) beserta wajah paniknya itu" Ucap Ling shi, jika mengingat kejadian itu ling shi hanya bisa mengutuk min yang liar, bagai mana bisa ia kabur dari istana saat malam hari, bahkan ia tak pulang saat pagi harinya, kaisar murka, selir kelima bersedih dan pangeran lan panik, bukankah itu drama yang menyebalkan?, dan sialnya ling shi pun ikut melihat drama itu


"Aku hanya sebentar, baik lah aku akan pergi, kau menggangu ku saja, jika kaisar melihat ku pasti aku akan kembali di hukum" Ucap min kesal, ia segera melompati tembok dan meninggalkan istana.


Ling shi menghela nafas panjang, sebenarnya cerita cinta min cukup manis, dengan suami yang selalu lembut, dan menempelinya setiap saat, ling shi hanya menghela nafas, kisah cintanya tak semanis itu, bahkan yu fang selalu kabur saat melihatnya, ling shi lagi lagi hanya bisa menghela nafas, ah baik lah, ia tak akan mencari yu fang lagi, ia akan ke kediaman selir kelima untuk menemani pangeran ke sembilan bermain, mungkin ini saatnya ia menyerah, ia sudah lelah mengejar, namun bahkan yu fang tak pernah melihatnya, mungkin saat ini ia sudah hampir di titik lelahnya, dalam diam langkah membawanya ke vapiliun anggrek.


"Salam kepada ibu selir" Ucap ling shi menekuk lututnya,

__ADS_1


"Ah Ling er, duduk lah" Ucap selir kelima tersenyum lembut pada gadis Ling ini,


Ling shi hanya tersenyum lembut, ia bahkan tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya, ia sudah kehilangan kasih sayang ibunya tujuh tahun yang lalu, yah ibu ling shi meninggal saat terjadi perang besar di perbatasan, ling shi sangat sedih dan menjadi gadis tertutup tampa semangat untuk menjalani hidup, hari terus berlalu hingga sosok yu fang datang dan menemaninya, mengubah hari kelamnya, memberikannya secercah harapan untuk bertahan, namun siapa yang menyangka jika cinta ini tumbuh seiring perjalanan waktu, ling shi kembali menelan pahitnya kenyataan saat yu fang menolaknya, hari hari kelam itu kembali, dan berakhir dengan bujukan dari sang kakak, hingga memberi semangat ling shi untuk bangkit, lagi pula cinta bisa tumbuh seiring perjalanan waktu, ia hanya harus berusaha lebih keras lagi agar dapat mencairkan hati Yu Fang yang keras itu, tapi tak apa, mungkin ini lah saatnya, saatnya ia menghadapi kenyataan, Yu Fang tak mencintainya, tak apa ia masih memiliki selir kelima sebagai sosok ibu yang sangat ling shi rindukan selama ini


"Adik ke sembilan tidak datang berkunjung bu?" Ucap Ling Shi pelan, sembari menenangkan teh untuk selir kelima,


"Ling er, Feng er sedang belajar di perpustakaan istana" Ucap selir kelima menyesap tehnya perlahan


"Apakah ibu selir ingin berkeliling?, aku akan menemaninya" Ucap Ling Shi pelan enak


"Ling er jenuh di istana? "


"Tidak juga ibu selir, aku belum pernah menemanimu berkeliling,"


Keduanya berjalan meninggalkan paviliun anggrek, untuk berjalan jalan, di sertai dengan perbincangan ringan, tak ada batasan antara mereka, tidak ada bahas formal hanya ada kasih sayang dan cinta antara ibu dan anaknya, kasih sayang sangat Ling Shi rindukan selama ini, dan ia menemukannya di istana ini, iya cukup puas dengan kasih sayang keluarga yang cukup, ia memiliki ibu, kakak, kakak ipar dan adik, lupakan perasaanya pada yu fang buang semuanya jauh jauh, ia tak ingin terlalu berharap, ia akan kembali ke perbatasan barat beberapa minggu lagi, ia akan menghabiskan setiap waktu yang tersisa dengan baik, yah bagai manapun ia harus pergi ia tak mungkin bisa melupakan yu fang jika terus berada di istana ini, ia sudah mengejar selama lima tahun, dan Yu Fang bodoh itu tak menghargainya, baiklah, sudah waktunya untuk mengalah, ling shi sadar jika cinta tak bisa di paksaan


"Lihatlah siapa ini, "


"Salam pada selir chao" Ucap selir kelima menekuk lututnya

__ADS_1


"Sudah bertahun tahun berlalu, aku baru melihat anda, apakah pelayan valium anggrek merawat anda dengan baik" Ucap selir chuo dengan suara yang lembut , selir kedua berada di luar istana dua tahun terakhir, ia baru saja kembali ke istana Kekaisaran beberapa hari lalu


"Para pelayan merawat dengan sangat baik, apakah kerajaan Yuanzhang merawat selir kedua dengan baik?, anda terlihat sedikit lebih kurus setelah terakhir bertemu" Ucap selir kelima tersenyum lembut, mereka sudah lama tak berjumpa, bertukar beberapa kata adalah hal yang wajar


"Kau pandai sekali bergurau Mei Mei, semua bisa berubah dalam waktu singkat" Ucap selir Chou tersenyum


"Jie jie, selamat datang kembali ke istana Kekaisaran," Ucap keduanya saling berpelukan, ling shi hanya menatap keduanya dalam diam, mereka terlihat saling menghina tadi, tapi apa ini?, apa yang ia lihat saat ini luar dari ekspektasinya


"Nona muda dari kediaman mana yang kau bawa ini Mei Mei, dia sangat cantik" Ucap selir Chou tersenyum, kini wajah menyebalkan yang di tunjukan tadi berubah menjadi begitu manis


"Salam pada selir janda" Ucap ling shi menekuk lututnya


"Lihatlah dia begitu manis" Ucap selir Chou semakin gemas dengan gadis cantik di hadapannya ini


"Baik lah, mari kita duduk, kita sudah lama tak bertemu, aku merindukan mu Mei Mei" Ucap selir Chou pelan, selir yu hanya tersenyum lembut sembari mengguk, ketiganya berjalan pelan menuju bangku yang berada di tengah taman


"Ah ia kau belum memperkenalkan nona cantik ini, jika dia berkenan aku akan menjadikannya permaisuri pangeran ke lima" Ucap selir Chou, selir yu dan ling shi hanya terkekeh pelan menanggapi candaan dari selir Chou ini


"Selir janda terlalu memuji" Ucap ling shi pelan

__ADS_1


"Jie jie, dia adalah Nona muda dari jendral ling" Ucap selir ke lima pelan


"Bukankah jendral ling sudah menjaga perbatasan sejak kepemimpinan kaisar terdahulu, tak menyangka jika berjumpa dengan putrinya yang cantik ini" Ucap selir Chou pelan, ling shi membalas dengan senyuman lembut andalannya, perbincangan berlangsung dengan hangat.


__ADS_2