Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab126#


__ADS_3

Mentari kembali bersinar, memberikan cahanya terangnya, kejadian semalam bahkan sudah ia lupakan, biarkan waktu menunjukan semua kebenaran itu, semua menjadi semakin rumit saat ia mengetahui jika sang ayah hanya berusaha melindunginya,


"Nona, ada apa dengan mu, mengapa wajah mu terlihat sangat pucat" Ucap Fei Yang pelan, ia sudah memperhatikan sang nona sejak tadi, hanya ada helaan nafas tampa berniat untuk membuka suara


"Benar nona, beberapa hari ini anda terlihat tidak sehat, saya akan memanggilkan tabib" Timpal yu mi, sejak satu minggu ini wajah min terlihat pucat, sangat lesu dan semakin ke hilangan nafsu makan, kedua gadis pelayan itu tentu saja sangat kahwatir


"Aku tidak apa apa, hanya sedikit kelelahan, apakah kaisar sudah kembali?" Ucap min pelan, sejak beberapa minggu ini kaisar keluar istana untuk menyelesaikan para pemberontak, dan entah mengapa ke pergian kaisar mempu membuat Min merindu, ia memang tak menyangkal jika ia sudah jatuh cinta pada kaisar es yang berubah wujud menjadi monster mesum menyebalkan itu, ia sudah bisa menerima jika dirinya telah jatuh cinta, pantas ia bahkan tak pernah bisa mengalahkan kaisar, nyatanya hatinya yang selalu mengatakan agar mengalah, mengapa akal sehatnya selalu kalah dengan hatinya, menyebalkan, menyebalkan


"Sudah nona"


"Baiklah, aku akan segera mengunjungi kaisar, kalian tetaplah di sini" Ucap Min, beranjak duduk dan perlahan meninggalkan gazebo, ia berjalan ke valium naga, sepanjang jalan senyum indah menghiasi wajah pucatnya, namun tak ada yang dapat melihat wajah pucat itu, kain hitam selalu membatasi pandangan semua orang.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya min sampai, ia segera masuk guna memberi kejutan,


"Yang mulia" Ucap min sembari mencari cari keberadaan kaisar, dimana kaisar itu, mengapa ia tak ada di kediaman, Min menghela nafas memilih untuk mendekati tumpukan kertas di meja kecil tak jauh darinya, mungkin kaisar sedang menghadiri pertemuan, ia bisa menunggu, lagi pula ia sudah sangat merindu, menunggu sebentar akan lebih baik di bandingkan ia harus kembali ke valium yang jaranknya cukup jauh, ia sering merasa lelah akhir akhir ini, entah apa yang terjadi pada dirinya yang jelas mood min naik turun, min meraih sebuah buku dan mulai membaca, setidaknya ini bisa menghilangkan rasa jenuhnya.


Min telah menyelesaikan acara membaca namun kaisar bahkan tak menunjukan batang hidungnya, min sudah sangat ke bosanan, ia beranjak menuju rak tempat buku dan beberapa gulungan, tampa sengaja Min melihat sebuah gulungan yang di baluti dengan ukiran mawar mekar, bahkan sangat mirip dengan sapu tangan yang ada pada dirinya, Min perlahan mendekat, memperhatikan ukiran gulungan itu dengan seksama, ia tak salah lihat ukiran mawar mekar kelopak sembilan, min merasa penasaran dan segera membuka gulungan itu, keningnya mengerut, apakah ia tak salah lihat, sebuah surat kematian dari mendang permaisuri,


tanpa terasa tetesan embun kini mengalir di pipinya, moodnya yang terkadang naik turun ini membuatnya sangat cengeng, di sana tertulis dengan jelas, jika kaisar menikahinya hanya karena sebuah dendam, yang paling menyakitkan hatinya adalah, kematian sang ibu ternyata ulah dari sang permaisuri, bisakah ia menyalahkan dunia sangat kejam ini?, semua orang hanya memanfaatkannya menjadikan dirinya sebagai alat balas dendam, mendiang permaisuri telah membuatnya kehilangan sosok ibu, membuatnya kehilangan kasih sayang dan membuatnya sangat menderita, bahkan itu belum cukup, mendiang permaisuri berniat menghancurkanya, menikahi kaisar dan Mian Li dengan dalih persahabatan, setelah itu kaisar akan menyisa Mian L, dan membuatnya di perlakukan bahkan lebih buruk dari seekor binatang, membuang dan mengasingkanya dengan begitu kejam


"Mengapa seperti ini?, mengapa aku lemah?, mengapa aku jatuh cinta pada orang yang telah menyebabkan kematian ibuku, mengapa, mengapa perasaan konyol ini datang?," Teriak Min keras, saat ini ia sudah berada di tengah hutan, hujan turun dengan sangat lebat, namun bahkan ia tak berniat menghindar, lebih baik ia mati dari pada hidup dalam keadaan seperti ini, ia sangat marah pada dirinya sendiri, mengapa ia menjadi lemah, ia adalah seorang Min Ji Ana mahluk yang tak terkalahkan, tapi mengapa ia kalah di sini?, mengapa ia kalah dalam cinta.


beberapa hari sudah berlalu di istana, semua prajurit terlihat sangat sibuk permaisuri telah menghilang sejak seminggu yang lalu hilang tampa jejak dan berita, Fei Yang dan Yu Mi pun sangat mencemaskan sang nona, musim dingin sudah datang namun bahkan sang permaisuri tak kunjung pulang, kaisar sudah sangat murka, selir ke lima dan para pangeran sangat panik,

__ADS_1


"Fei jie, hiks hiks, nona di mana?, mengapa nona meninggalkan ku, nona berkata jika ia hanya pergi sebentar, mengapa ia menghilang, apakah nona sudah tak mengingin kan kita" Ucap Yu Mi tetisak, bahkan ia tak bisa mendeteksi keberadaan sang nona, Min menghilang tampa jejak, seluruh kota sudah di porak porandakan oleh kaisar, namun Min tetap tak dapat mereka temukan,


"Yu mi, tenag lah, nona pasti kembali, kau tenag lah"


"Nona sedang dalam keadaan tidak sehat, bagai mana bisa aku tenag Fie Jie, sebenarnya kemana nona pergi" Ucap Yu Mi masih terisak, ia memang adalah tumbuhan kontrak miliki Min, tapi?, bahkan ia tak adalah mengetahui keadaan nonanya, seperti ada kabut tebal penghalang ikatan mereka, Yu mi bahkan tak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi


Saat istana sedang kacau di valium teratai selir bai tersenyum puas, akhirnya ia bisa menyingkirkan Min, ia hanya perlu mengirimkan pembunuh untuk menghabisi permaisuri bodoh itu, ia pun sudah mengajak nona Bai Huan kembali ke istana, tak ada yang menyuruh ataupun menghentikannya, semua masih sibuk dengan pencarian permaisuri yang telah menghilang tampa jejak


"Akhirnya wanita sialan itu pergi, aku sangat senang bibik" Ucap Bai Huan tersenyum lebar, penantianya hampir berakhir, setelah ini ia akan membuat kaisar meliriknya, dengan cara apapun, baik itu sehat maupun tidak, cinta sudah membuatnya buta, ia tak menginginkan kekuasaan, ka hanya menginginkan sosok kaisar zhou yang sangat ia cintai lima belas tahun lamanya


"Benar A huan, ini akan mempermudah pekerjaan kita, kau jangan sampai lengah, kau harus memberikan sup dan dupa itu setiap hari, biarkan kaisar lemah setelah itu ia tak akan mungkin menolak mu, kau akan menjadi permaisuri Kekaisaran ini" Ucap selir Bai tersenyum puas, masalah sudah hilang satu, dan itu pertanda ia sudah berhasil maju selangkah, bukankah itu pencapaian yang harus di rayakan?, selama lima bulan terakhir ia tak bisa berbuat banyak, kaisar selalu menghabiskan waktu dengan sang permaisuri, hingga menyulitkanya untuk melakukan rencana mereka, ia telah mecoba mengirim berbagai jenis racun, namun paling bulan yang merupakan rumah para ahli racun sudah mengenal segala hal buruk di dalam makanan itu, hingga makanan atau apapun yang ia berikan tak akan pernah sampai pada sang permaisuri ataupun kaisar

__ADS_1


"Benar bi, kita hanya perlu membayar para pembuhun bayaran untuk menghabisi wanita sampah itu, da kaisar akan menjadi milikku se Utuhnya" Ucap bai huan.


__ADS_2