Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab125#


__ADS_3

Malam sudah kembali menyapa, min pun sudah siap dengan stelan hitamnya, ia akan menyelidiki mision jendral, semua harus selesai dengan cepat, agar hatinya lega, entah mengapa sejak masuk ke zaman ini hatinya sangat lembut, seakan melupakan sifatnya di dunia moderen, ia sangat mudah di tahlukan, min tak menyukai dirinya yang lemah ini


"Nona, anda akan pergi lagi?," Ucap Fei yang, yang baru saja datang dengan cemilan dan se poci teh untuk junnunganya ini


"Ia, A fei jaga valium jangan biarkan siapapun masuk, aku akan segera kembali" Ucap min yang segera berlari dan menghilang di telan kegelapan malam, ia tak bisa menunggu lebih lama, ia harus menemukan misteri dii balik kematian kedua wanita malang ini (mendiang nyonya jendral chen dan si mian li itu sendiri)


"Fei jie, nona ke mana?" yu mi baru saja masuk, namun bahkan ia tak menemukan sang nona,


"Melakukan beberapa hal, ah yu mi bukankah lebih baik kita beristirahat" Ucap fei yang pelan


"Bukankah seharusnya kita menjaga nona? " Ucap yu mi pelan, sebagai tumbuhan kontrak tentu saja ia berkewajiban untuk menjaga nonanya dari segala bahaya yang mengancam


"Kita hanya akan mengacaukan rencana nona, biarkan saja nona menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu, kau tak perlu khawatir yu mi, lagi pula tuan Xiou Li bersama nona" Ucap fei yang pelan, fei yang sangat menyakini kemampuan Sang nona, ia tak ingin membuat rencana yang di buat sang nona kacau, mereka di beri tugas untuk menjaga valium maka itulah yang akan mereka lakukan.


Sedangkan min, masih berlari di kegelapan malam, menyusuri hutan dengan sedikit tergesa hingga akhinya ia sampai di tempat yang ia inginkan


"Xiou Li" Ucap min pelan, saat ini ia sudah berada di mision jendral, ia perlu Xiou Li untuk membawanya langsung ke valium Teratai milik ibunya, semoga di sana ia menemukan petunjuk, selama ini ia memeriksa valium nonya jendral, dan yang ia temukan hanya bukti bukti konspirasi antara dua wanita.


Ia akan mencari tau apa penyebab si wanita misterius itu ingin melukai ibunya, ia harus mencari tau siapa ibunya, menurut petunjuk yang ada si wanita bukanlah wanita sebarangan, bahkan berani membuat seorang nyonya jendral di bawah kuasanya


"Aku di sini" Ucap Xiou Li dengan angkuh, memang sejak awal Xiou Li dan min tak pernah akur dan yah mereka selalu saja bertengkar


"Kondisikan wajah mu bodoh" Ucap min ketus,


"Apa yang kau inginkan lagi wahai nona tak tau Terima kasih" Ucap Xiou Li


"Hey ternyata kau masih marah ya?, kau ini dasar kucing jelek pendendam, aku hanya lupa me ucapkan Terima kasih, kau selalu saja mengungkit hal itu" Ucap min menggembungkan pipinya kesal, xiou li hanya menatap min dengan malas


"Bawa aku ke valium teratai," Ucap min, seketika cahaya putih datang dan min sampai

__ADS_1


"Sudah sampai" Ucap xiou li


"Kau membuat kepala ku pusing kucing jelek, dan di mana ini?,"


"Tentu saja di tempat yang aman, apakah kau bodoh hingga tak menyadari mahluk lain"


"Aku adalah tuan mu, kau tidak boleh berkata begitu pada ku, jika kau tak suka silahkan pergi saja" Ucap min membuang muka kesal, kucing jelek ini selalu saja membuatnya kesal,


"Kau lagi lagi mengusir, dan nengatai ku jelek"


"Memang itu kenyataanya, hus diam lah, aku mendengar sebuah isakan," Ucap min pelan, ia mendengar suara isakan di sebuah ruangan kecil di valium teratai, min berjalan pelan mendekati suara itu, seorang pria?, min menjergit pelan, apkah ia tak salah dengar?, seorang jendral chen menagis tersendu di depan papan roh istrinya?, apakah ia bermimpi?, Min perlahan mendekat dan mempertajam indra pendengarnya, mungkin saja ia mendapat informasi dari ini


"Xiang er, putri kita sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, tegas dan cerdas, sangat mirip dengan mu?," Ucap jendral chen terkekeh di sela isaknya, ia masih terus memandangi papan roh sang istri sembari meneguk anggur,


" Tapi aku?, aku telah gagal, aku gagal menjadi seorang ayah, hati ku hancur saat ia menatap ku dengan penuh kebencian, kau tau bahkan ia tak ingin mellihat ku dan menganggap ku ayah, menyakitkan, sangat menyakitkan, mungkin ini adalah hukuman dari dewa untuk ku, aku hanya ingin hidupnya lebih baik, aku tak ingin ia bernasib seperti mu, aku menyebarkan segala rumor buruk agar tak ada bangsawan meliriknya" Ucap jendral chen pelan,


" Tapi aku tak berhasil, aku hanya menginginkan putriku hidup dalam keluarga biasa dan melewati hari dengan bahagia, tapi apa?, lagi lagi aku gagal, setahun yang lalu yang paling ku takutkan terjadi, li er kita masuk ke dalam keluarga Kekaisaran, aku tak bisa menolak, aku tak bisa menolak dekrit Kekaisaran salahkan aku yang tak berdaya ini" Ucap jendral bai ia sudah sangat mambuk namun tak menghentikan acara minumnya, sedangkan min hanya menjergit, apakah yang ia dengar ini benar?, ayahnya ingin melindunginya?, tapi mengapa?, mengapa mereka menyiksa mian li, mengapa mereka meracuni mian li hingga mian li mati?, jika tidak tentu saja min masih hidup di masa moderen, dan membunuh tua bangka yang telah mengkhianatinya, menjadikanya sebgai boneka untuk balas dendam, jika mengingat itu min ingin sekali mengutuk mian li yang sudah membuatnya berada di masa ini, tapi apah daya, semua telah terjadi menyesal pun tak akan berguna


"Xiang er aku mencintai mu, mengapa kau terlalu cepat pergi?, aku tak bisa melanjutkan kehidupan ku tampa mu" Ucap jendral chen dan setelahnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri, min perlahan keluar dari persembunyiannya


"Semua sudah terlambat, kau telah membuat mian li kehilangan nyawa, andai kau menghentikan perbuatan para selir mu, tentu saja tidak seperti ini jadinya" Ucap min menatap jendral chen dari kejauhan,


Min memeriksa apapun yang mencurigakan, ia harus mencari penyebab konspirasi itu, apa salah ibu mian li ini?, mengapa ia di bunuh dengan begitu tak adil


"Xiou li, angkat tua bangka ini ke ranjang," Ucap min, ia sudah menyelesaikan pencarian, ia menemukan sebuah gelang giok yang sangat mirip dengan gelang di istana, gelang giok itu ia temukan di kediaman permaisuri, saat ia menyelidiki valium itu, selir ke lima mengatakan jika wanita no satu dalam Kekaisaran yang memiliki saputangan berbentuk mawar, sapu tangan itu di anggap sebagai identias seorang permaisuri, dan gelang gilok itu?, hm sepertinya lebih ke sebuah tanda persahabatan


"Ternyata kau masih memiliki perasaan"


"Dia adalah ayah ku, meski aku membencinya aku tak akan membiarkan ia menderita, apa kau dengar tadi?, dia menyangi ku dan ibu, tapi ia menggunakan cara yang salah hingga membuat ku membencinya"

__ADS_1


"Apakah kah tak ingin memaafkannya nona?, lihatlah betapa buruknya penampilan jendral ini"


"Aku tidak bisa, ia telah membuat ku mengalami penderitaan yang sangat panjang, kau tak mungkin tau," Ucap min, ia masih menguatkan hatinya, ia tak ingin percaya begitu saja, ia bukan orang bodoh, meski hati mian li sudah luluh namun di sini ada jiwa seorang min ji Ana, dan tak akan membiarkan dirinya kalah begitu saja, saat ini min sedang bertempur dengan fikiran nya


"Ayo kembali" Ucap min memijit kepalanya, saat ini ia sangat pusing, hatinya mengatakan jika ia harus memaafkan ayahnya, tapi akalnya mengatakan tidak, benar yang di katakan orang lebih baik berperang dengan seribu lawan dari pada berperang dengan diri sendiri, sangat melelahkan, menguras sangat banyak tenaga


"Baik lah, persiapkan diri mu nona, aku tak ingin kau omel lagi" Ucap xiou li


"Bawa aku ke valium bulan, aku lelah"


"Apa kau sangat lelah, biasanya kau tak mengunakan teleportasi ke sana, apa ada sesuatu, jika ada yang membuat mu bimbang maka katakan aku akan membantu" Ucap xiou li menatap min lekat, wajah ceria itu seketika menjadi sehitam malam, oh tidak akan sangat menyebalkan jika memiliki tuan seperti ini,


meski sering bertengkar xiou li tetap menyanyangi min sebagai penolongnya, tiba tiba kepala min terasa sangat sakit dan langsung jatuh tak sadarkan diri, peperangan antara akal dan logika telah membuatnya sangat lelah hingga jatuh tak sadarkan diri


"Nona, apa yang terjadi?, nona" Ucap xiou li cepat, ia segera mengangkat min dan menghilang, dalam sekejam ia telah berada di dalam kamar min di valium bulan, valium terlihat sepi, malam memang sudah sangat larut,


"Aku akan mencarikan tabib, bertahanlah nona" Ucap xiou li pelan, ia sudah berusaha memeriksa nonanya namun tak ada hal yang mencurigakan, mungkin ia harus mencari tabib agar lebih jelas


"Tidak perlu, aku hanya terlalu lelah, kau segera kembali ke ruang angkasa" Ucap min dengan mata terpejam, xiou li menggeram kesal, dia di kerjai,


"Lihatlah kucing jelek ku sangat menggemaskan jika sedang khawatir" Ucap min terkekeh, matanya perlahan terbuka, dan ia langsung di sambut oleh wajah kesal xiou li, setidaknya min memiliki hiburan untuk menghilangkan rasa jenuhnya


"Tuan yang sangat menyebalkan, aku menyesal telah mengkhawatirkan mu" Ucap Xiou li menggembungkan pipinya kesal


"Haha kau marah, hehe maafkan aku, sekarang kembali lah, aku akan beristirahat" Ucap min, Xiou li mendengus kesal dan menghilang di tiup angin.


"huh” min menghela nafas pelan, pada kenyataanya tubuhnya benar benar tak sanggup untuk terus berjalan, ia hanya tak ingin orang lain mengetahui masalahnya, ini privasinya, min tak ingin masalahnya di ketahui siapapuun, bahkan orang terdekat,


“oh neraka mengapa kau menolak ku, aku malah hidup seperti ini, mian li menyebalkan mengapa menarik ku ke masa ini, kenapa kehidupan mu sungguh menyebalkan, aku hanya ingin membunuh semuanya, mengapa kau meninggalkan perasaan dan hati lembut mu itu, jika itu hati seorang min jiana maka tidak akan ada lagi yang namanya rasa kasihan" Batin min kesal, ia ingin sekali memukul mian li sampai mati, tapi mengapa ia tak bisa?, jika ia memukul tubuh mian li maka ia yang akan merasakan sakitnya, menyebalkan.

__ADS_1


__ADS_2