
Mentari pagi kembali bersinar di valium bulan, fei yang dan yu mi mengeliat pelan saat cahaya sang matahari mengenai wajahnya, dan yah tentu saja itu sangat menunggu tidur nyenyak mereka, fei yang dengan malas bangkit dari tidurnya sembari mengucek matanya dengan malas, ia harus segera bersiap, sebelum para pelayan datang, dan mulai mengikuti kemana langkahnya, selama menjadi permaisuri kualitas tidurnya cukup baik, dan kali ini?, ia kesiangan, benar benar tak terduga bukan?, seorang gadis pelayan yang kesiangan?, sungguh tak pantas
Keduanya terlonjak kaget saat melihat sosok gadis tertidur dengan nyaman di ranjang itu, dan setelah sekian lama akhirnya fei yang bisa kembali melihat wajah cantik sang junjungan tampa terhalang kain hitam yang biasa menutupi wajah cantiknya itu, apakah ini nyata?, jika ini nyata berarti?, berarti ia bisa menjalani hari harinya seperti biasa, hari hari yang nyaman nantilah kedatangan seorang pelayan cantik bermarga fei ini
"Yu mi apakah aku bermimpi?" Ucap fei yang berbisik pelan, ia ingin sekali berteriak namun ia tak ingin menggangu tidur nyenyak sang permaisuri, ia terlihat sangat kelelahan, tangan Yu mi bergerak cepat mencubit pipi fei yang hingga fei yang berteriak dan membangunkan yang berhasil membuat min terusik, huh benar benar gerakan yang tak terduga bukan?
"Apa yang sedang kalian lakukan?'' Ucap Min menghela nafas pelan, ia dengan malas mendudukkan diri di pinggiran ranjang
"Sakit sekali, mengapa kau mencubit ku yu mi Mei Mei" protes fei yang , pipinya terasa panas akibat cubitan maut dari gadis kelebihan energi ini, yu mi ini.
__ADS_1
"Berati kau sedang tak bermimpi fei jie" Ucap yu mi tersenyum lebar yah ia hanya bisa berdoa agar fei yang tak memarahinya dan membuatnya mendengar segala omelan tak berujung itu, fei yang mengguk pelan dan segera menuju ranjang dan memeriksa keadaan sang nona, ia percaya, tapi apa salahnya memastikan apakah yang di lihatnya ini benar benar nonanya yang telah meninggalkan istana selama 3 bulan lalu, atau hanya bayangan karena ia yang terlalu merindu
"Hey apa yang kau lakukan?" Ucap min menguap pelan, pagi harinya sudah sering kacau karena ulah fei yang dan kali ini di tambah yu mi, mungkin ketenangan di pagi harinya akan segera lenyap akibat dua gadis cerewet ini, huh dia pelayan tak tau aturan ini, benar benar meresahkan
"Kau kah itu nona, aku merindukan mu" Ucap fei yang dan yah telinga seorang Min jiana harus bersiap, karena seorang fei yang akan memulai segala proses omel mengomelnya
“juga, apa kau tau nona?, menjadi dirimu sangat sulit, aku tak suka, profesi ku sebagai pelayan bahkan lebih baik, kau tau?” keluh Fei Yang
"Siap nona" Ucap keduanya bersemangat dan segera mengambil air mandi untuk sang nona
__ADS_1
Setelah mandi dan bersiap min segera melesat menuju valium anggrek yang sudah ia tinggalkan selama hampir tiga bulan ini, masalah di chap militer selalu saja menunggu kepulangannya, dan akhirnya tibalah saatnya ia kembali, namun sepanjang perjalanan terlihat begitu repot ada perayaan apa?
"Permaisuri li telah tiba" Teriak seorang kasim di susul dengan min yang masuk ke kediaman
''Hormat pada sang permaisuri semoga di beri kebahagiaan dan umur yang panjang" Ucap selir ke lima menekuk lututnya dengan anggun, kecantikannya tak luntur di makan masa, bayangkan saja ia masih terlihat sangat cantik saat usia sudah mencapai setengah abad, kecantikan yang berasal dari dalam memang sangatlah mengagumkan
"Selamat pagi ibu selir'' Ucap Min langsung menggandeng tangan sang selir ke lima, ia merindu, dan tentu saja ia harus bertemu,
"Aku sangat merindukan mu ibu, ah ia kemana pangeran kecil?" Ucap min mencari cari keberadaan pangeran ke sembilan yang tak menunjukan batang hidungnya
__ADS_1
"Pangeran ke sembilan sedang belajar, bersama pengasuhnya" Ucap selir kelima menuangkan teh dan menyesapnya perlahan, awal pagi melihat menantu kesayangan ini, ah akhirnya selir kelima bisa melepaskan rindu pada menantu yang sudah tak berkunjung selama beberapa bulan ini,
saat ia akan berkunjung para pelayan selalu berkata jika permaisuri sedang tidak bisa di ganggu, min sudah menyiapkan segalanya selama fei yang menyamar ia tak di perbolehkan untuk meninggalkan kediaman karena cara penyamaran fei yang yang cukup buruk, untuk menghindari keributan min mengatakan jika ia tak bisa di ganggu dalam waktu yang cukup lama, beruntung fei yang cukup baik dalam menyamar, hingga saat para rubah itu memaksa masuk dan beruntung penyamarannya tak ketahuan.