Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab8#


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang sepi, hanya di sinari oleh cahaya nan redup lilin, seorang pemuda nampak begitu sibuk dengan kertas kertas dan tumpukan dokumen yang tersusun rapi di meja kerjanya,


Ia terlihat begitu gagah dengan alis menukik tajam, tulang rahang yang keras dan tatapan mematikannya, bahkan iblis pun tak akan berani untuk berurusan dengannya, ia adalah Zhou Fei Liang,


Kaisar dinasti Xianyang ini, ia terkenal dingin tak tersentuh kejam bak Tiran, ia adalah kaisar termuda yang menguasai cina bagian timur sepanjang sejarah, memiliki ambisi untuk menjadi penguasa seluruh daratan cina


Ambisi seorang pemuda tentu saja sangat besar hanya saja ia tergantung bagai mana mengendalikannya, dunia ini kejam, jika tak kuat maka akan di tindas dan akan di pandang sebelah mata


“Hormat pada yang mulia kaisar, semoga yang mulia hidup 1000 tahun mendatang” Ucap pria paruh baya, yang berjabat sebagai abdi istana, dia adalah kasim Jo, salah satu kasim yang berada di sisinya


“Katakan” Ucapnya dengan nada nan begitu dingin,


Kasim Jo, Kasim yang memang berada di sisinya selama ini, namun Kasim Jo bahkan tak di izinkan untuk memasuki ruang belajarnya Tampa melaporkan suatu hal yang penting


"Permaisuri sudah sadar yang mulia, dan,....” ucapan kasim terhenti, ia bingung bagai mana cara mengatakannya


Ia merasa begitu ragu, perihal permaisuri ini harus di laporkan, hanya saja ia merasa kaisar tak akan perduli, hal seperti ini membuatnya menjadi serbasalah, kaisar tak memperdulikan Permaisuri itu adalah hal yang ia ketahui, hanya saja kejadian di kediaman permaisuri juga tak bisa di anggap sepele


Permaisuri yang lemah sudah mulai menujukan taringnya, dan saat tarinya keluar ia menjadi begitu kejam, dua orang yang tak ingin berdekatan malah bersatu dalam ikatan sebuah pernikahan,


"Permaisuri… Permaisuri menjual semua pelayan di kediamannya" Ucapnya dengan wajah yang sedikit ketakutan


Permaisuri menjual para pelayannya, ini hal yang bahkan tak pernah terjadi, sebagai seorang tuan menjual belikan Seornag budak adalah hal yang sangat wajar, hanya?, jika semua di keluarkan maka akan sangat tidak baik


Kaisar memang mengabaikan permaisuri, namun ia tak benar benar memperlakukan permaisuri dengan buruk, ia masih di tempatkan dengan layak dan nyaman di paviliun bulan, semua kebutuhannya di penuhi dengan baik


mendengar laporan itu kaisar bahkan masih bungkam, kabar ini memang sedikit tak enak di dengar, namun sebagai tuan kediaman membuang orang orang tak berguna juga bukan suatu kejahatan


Ia tak ingin ikut campur lebih jauh mengenai istana dalam, dan akan lebih baik jika menyibukkan diri dengan pekerjaannya, lagi pula ia tak ingin perduli hal apapun yang tidak bersangkutan dengan urusan kenegaraan


“Hamba mohon undur diri yang mulia” Ucapnya saat tak ada respon dari sang kaisar, pria tua itu berjalan mundur meninggalkan kaisar, membiarkan pemuda dingin itu menyelesaikan pekerjaannya


kedatangan Kasim Jo kali ini melaporkan kejadian ini, jika kaisar Zhao memilih untuk tetap bungkam ia pun tak bisa bergerak, dan melakukan apapun, ia hanya bisa duduk diam dan melihat apa yang bisa di lakukan permaisuri setelah ini


Keterdiaman kaisar menujukan bahwa kaisar mengizinkan sang permaisuri melakukan apapun yang ia inginkan di istana, lagi pula semua adalah hal milik Chen Mian Li secara mutlak, seluruh kediaman beserta isinya memang milik Chen Mian Li dan apapun yang ia lakukan pada para bawahan adalah urusannya sendiri.


Meski diam batin kaisar Jo terkadang suka mengomentari tabiat buruk milik kaisar mereka, memiliki wajah nan tampan nan amat sangat mempesona kaisar Zhou memiliki sisi gelapnya, ia adalah mahluk mengerikan dan berhati dingin,


Selama bertahun tahun kehidupanya hanya tentang sebuah kuasa, peperangan, merebut kerajaan lain dan menguasai dunia, ia selalu bertekad menjadi seorang pemimpin di atas pemimpin, menjadi manusia no satu yang di takuti oleh semua orang,

__ADS_1


Membunuh Tampa memiliki sedikitpun rasa Penyesalan, kehidupanya selama ini memang seperti itu, hatinya begitu dingin seolah tak memiliki emosi layaknya seorang manusia normal


Hingga bahkan mengabaikan sebuah kenyataan bahwa apapun itu ia tetaplah seorang manusia, memiliki keinginan dan harapan.


Waktu itu Mian Li yang malang terkena racun dan bahkan ia malah tetap diam saat salah satu putri menghukum istrinya, hanya karena sebuah masalah yang begitu sepele


Siapa yang menyangka akan menimbulkan dampak seperti ini, sang permaisuri harus tertidur dalam waktu lama hanya untuk memulihkan diri dari segala rasa sakit itu


Ingat lah kaisar Zhou sebuah penyesalan akan datang di akhir perjuangan, dan jika saat itu tiba maka jangan salahkan dunia yang kejam, salahkan dirimu yang tak bisa menjadi apa yang telah di berikan


Yakinlah saat itu akan segera tiba, wajah dingin dan muka tembok mu pun akan pernah berguna, kau akan menyesali perlakuan buruk mu pada permaisuri nan malang itu,


saat kaisar yang acuh dan dingin itu begitu sibuk dengan pekerjaan dan dokumen negara.


Di sisi lain Mian Li duduk di gazebo yang masih berada di kediamannya, karena sudah berada dan menetap ia hanya perlu menikmati apa yang ada di hadapannya, karena ia orang baru ia memilih untuk berkeliling kediaman dan itu membuatnya cukup kewalahan


paviliun bulan bukanlah tempat yang kecil, ia sudah berkeliling dan ia sudah lelah hari ini, sebelumnya ia begitu bosan hingga ide itu timbul begitu saja, karena ia mahluk yang tak bisa di kurung tentu saja harus mencari celah untuk melepaskan diri dari sangkar emas ini


Ia bisa saja menerima kenyataan bahwa ia tinggal di tubuh seorang permaisuri, namun ia tak akan terima jika status ini membuatnya kehilangan kemerdekaan, sebagai permaisuri yang baik ia tak akan meninggalkan istana dengan tak bertanggung jawab,


Ia hanya perlu mencari sedikit celah untuk mempermudahnya keluar masuk dari kediaman ini, ia keluar hanya untuk bermain dan menikmati waktu, dan saat sudah lelah maka ia harus kembali, karena ini adalah rumahnya, tidak ada satupun orang yang bisa mengusirnya dari kediaman mewah ini


Angin lembut menerpa kain putih penutup wajahnya, Mian Li segera mengeratkan jubah bulu rubahnya, sudah berada di akhir musim dingin, dan cuaca benar benar tak terlalu bersahabat dengan tubuhnya yang lemah ini, ia harus bertahan beberapa saat lagi, musim dingin akan berlalu dan semua akan di mulai setelah itu


Ia sudah menunggu sejak tadi namun Fei Yang tak kunjung membuka suaranya, bahkan Fei Yang hanya berdiri tak jauh darinya, huh sungguh kehidupan kuno yang membosankan


Ia memang seorang pemimpin organisasi besar, namun ia bukan mahluk yang membosankan, banyak hal yang bisa di lakukan untuk membahagiakan diri, jangan menjadi manusia yang egois, menyiksa diri hanya karena sebuah status yang tak seberapa ini


“Apa yang kau pikirkan?” Ucapnya berubah datar sembari mengikuti tatapan pelayannya, fei yang bergidik ngeri menatap junjungannya, semenjak sadar dari koma junjungannya terlihat aneh,


Tak ada lagi tatapan kelembutan ketakutan dan lemah itu, oh tentu saja Mian Li yang sekarang adalah sosok yang memiliki tatapan tajam namun dingin, ia mengerti cara menikmati hidup ia juga akhir dalam mengakhiri sebuah kehidupan


Sosok yang berani menerjang badai, oh tentu saja ia adalah gadis abad 21 yang tak akan membiarkan siapapun menindas, dan merebut kemerdekaannya


“Ampuni hamba nona, hamba” Ucap Fei Yang bersujud dihadapan min tentunya ia tak ingin bernasib sama dengan pelayan yang bergelantungan dengan tubuh yang sudah terluka itu, hukuman yang sangat mengerikan


“Jangan terlalu bertele tele, katakan saja apa yang ku inginkan, aku memerlukan banyak informasi, kehidupan ku di sini akan menjadi begitu buruk, aku harus menyelesaikan ini sesegera mungkin” Ucapnya sembari menatap lurus kolam teratai yang berada tak jauh dari gazebo tempanya berada, Fei Yang menarik nafas beranjak duduk dan memulai sesi berceritanya


“Waktu itu seorang kasim mengajak mengatakan jika janda kaisar selir ke 4 mengundang anda minum teh di kediaman utama, awalnya nona baik baik saja namun setelah menyesap teh dari janda kaisar selir ke 4 nona mengatakan jika tubuh nona panas lalu nona bergegas meninggalkan kediaman selir janda, saat di perjalanan tampa sengaja nona menabrak putri ke 7 dan putri ke 7 sangat murka dan menghukum anda 50 kali cambukan” Ucap Fei Yang getir, ia masih ingat saat itu bahkan takada yang menolong permaisuri,

__ADS_1


Kaisar pun tutup mata dan telinga seakan yang di hukum hanyalah budak yang hina, kaisar memilih meninggalkan permaisurinya yang sedang sekarat, racun menyebar dengan cepat di tambah lagi cambukan itu, hingga permaisuri harus tidur selama 1 minggu lamanya,


"Wow berapa banyak kah istri yang si miliki kaisar terdahulu?," batinnya


Namun ia masih diam, biarkan pertanyaan itu ia telan sendiri, toh cepat ataupun lambat ia akan bertemu dengan para penjahat itu, ia tak akan melepaskannya dengan mudah


Satu luka di balas dengan tetesan darah, dan satu kalimat akan di balas dengan siksaan, ia sudah menjadi kejam di kehidupan sebelumnya, dan tak Maslaah jika harus tetap kejam di kehidupan kedua


Ia memang di tugaskan untung mengurangi dosa, akan tetapi ia tidak di suruh untuk menjadi mahluk yang lemah, membela diri dan mencintai diri sendiri adalah kewajiban setiap manusia


Jika kita sendiri tak bisa menghargai diri maka siapa yang akan menghargainya, kemuliaan bisa di dapatkan dengan jalan kebaikan, hanya saja jalan cepat untuk mendapatkan kemuliaan ialah mengorbankan orang lain dan menjadikan musuh sebagai batu loncatan untuk sampai pada garis kemenangan


“oh jadi begitu, nasibnya sangat malang, hal yang sangat wajar jika ia menyerah, karena saat ini aku sudah di sini maka aku akan menyelesaikannya, mata di balas mata dan gigi di balas gigi” Ucap Mian Li tersenyum lembut seakan hal itu terjadi pada orang lain, seolah ia baru saja mengucapkan kalian yang begitu menyenangkan, ia membentangkan tangannya, sambil menguap pelan,


"Nona, hari sudah mulai sore, apakah anda ingin mandi, makan atau membaca?"


Fei yang berucap, hari memang sudah cukup larut, dan hari ini junjungannya bergerak dengan begitu aktif, membuatnya takut jika kesehatan sang junjungan kembali menurun


"Aku ingin beristirahat, berada di tubuh lah ini sedikit menyebalkan, hanya sedikit bergerak membuatnya seperti akan kehilangan nyawa"


Ia suah berkeliling, dan Tampa terasa ia juga sudah berjalan dalam waktu yang lama, ia lelah, ingin beristirahat dan tidur beberapa saat, dengan begitu barulah bisa menikmati sebuah kehidupan dengan nyaman


"Ah, baiklah, nona saya akan melayani anda tidur"


Fei yang berucap pelan, karena sang junjungan ingin tidur maka ia akan melayaninya


Mian Li haya diam dan berjalan kembali ke kamarnya dan segera beristirahat ia akan berkeliling istana besok, dan tentunya akan membutuhkan tenaga yang besar, bukan? hari ini ia sudah cukup lelah berkeliling kediaman, dan istana tak akan seperti kediaman bukan?,


Hari yang melelahkan akan menghampirinya besok, ia tak merasa putus asa, hanya saja tubuhnya belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat


Lagi balas dendam tak akan sesederhana itu kan?, ia harus memastikan musuh musuhnya menyesal, hingga tulang dan memohon atas sebuah kematian, proses balas tentunya membutuhkan tenaga extra, belum lagi keadaan dan tubuhnya yang begitu lemah, ia harus bekerja keras untuk meningkatkan ******** dan kultivasinya, di zaman ini kekuatan spiritual adalah hal yang paling penting bagi manusia, semakin tinggi tingkat kultivasi maka semakin di takuti dan makin tinggi derajatnya,


Namun sebaliknya semakin rendah tingkat kultivasi seseorang maka semakin rendah pula derajatnya dan bahkan di anggap sebagai sampah, sebagai mana nasib permaisuri Li ini,


Manusia lemah yang di remehkan oleh orang orang, bahkan para pelayan hina itu pun berani menggertak, kebaikan Mian Li di masa lalu tak membuahkan hasil baik dan kedatangan dan kekejaman Min Jiana saat ini akan membalas segala rasa sakit di masa lalu


Lagi dan lagi Mian li menghela nafas pelan, tangan kecil itu sedang meraih sebuah botol porselen kecil dan mengeluarkan sebutir pil berwarna sedikit gelap, pil yang sempat ia buat saat meracik masker sebelumnya, pil yang akan membantunya untuk membersikan racun racun di tubuhnya, sejak kecil ia sudah di racuni oleh keluarga jendral dan menjadi lebih tak berguna saat memiliki wajah yang buruk, kultivasi yang terhambat kehidupan Mian Li di masa lalu sangatlah sulit, ia harus membalas semuanya, dengan lunas Tampa hutang sedikitpun


Karena ini adalah racun yang di bawa sedari muda maka akan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk menghilangkannya, racun yang ada di tubuhnya memang tak akan membahayakan nyawa, namun apa gunanya dengan sebuah kehidupan saat semua orang menjauh darinya

__ADS_1


Ia tak menyangka jika para wanita jendral begitu licik, hanya karena persaingan untuk mendapatkan kasih sayang mereka bisa menghancurkan kehidupan dan masa depannya, meracuninya, menghancurkan wajah dan bahkan merusak segala harapannya


Kultivasi bagaikan nyawa di masa ini, jika hidup Tampa kultivasi maka seseorang akan dengan senag hati untuk memohon sebuah kematian, hanya Mian Li lah yang mampu bertahan meski selalu di keliling oleh hinaan dan celaan.


__ADS_2