Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab2#


__ADS_3

“Eh bukankah itu paman Kim?, Ku fikir paman kim masih betah di Amerika" Yue menunjuk seorang pria yang berdiri disudut ruangan


Dari kejauhan mereka dapat melihat jika paman Kim sedang bersama seorang gadis yang sangat di kenal oleh Min, itu Yuan Zi anak kandung dari Kim Jun, pria yang sampai saat ini masih min sebut sebagai paman, pria yang sampai hari ini adalah orang yang selalu di hormati dan di sayangi oleh Min Jiana


Mereka merawat Min dengan baik bukanlah suatu yang patut di pikirkan dan di puji, semua orang selalu memperhitungkan sebuah keberuntungan dan rugi, paman Kim merawatnya karena sebuah keuntungan besar yanga kan mereka jemput


mengambil kesempatan di saat paling genting adalah hal yang selalu di lakukan orang orang berhati buruk dan licik, paman Kim di biarkan tinggal dan menikmati harta kekayaan yang di miliki oleh mendiang orang tuanya,


Bahkan paman Kim sudah mengambil alih perusahaan properti terbesar di Amerika, tentu saja itu adalah perusahaan milik keluarga Min jiana,


Ia adalah gadis yang di takdir kan cantik dan bergelimang harta hidup dnegan begitu megah dari muda, sudah melihat segala jenis kejahatan dan kematian sedari muda, kehidupan muda min tidak seperti anak seusianya, saat berusia satu tahun saja ia suah membunuh pengasuhnya, hal itu membuat ayahnya sangat bahagia dan memutuskan untuk menyerahkan seluruh bisnis gelap ini pada putrinya ini


ia yakin putrinya mampu, kemewahan tak membuatnya menjadi lemah, kemewahan dan harta yang ia miliki ia gunakan untuk membentuk sebuah organisasi lebih besar dan memastikan jika ia akan membalas segala sakit setelah kehilangan orang tuanya di masa itu


Saat itu ia masih terlalu kecil untuk mengerti namun saat ini siapa yang tidak kenal dengan seorang Min Jiana saat ini?, siapa yang tak kenal namanya?, ia adalah seorang pemimpin yang saat mendengar namanya saja membuat orang bergetar ketakutan


“Ah kau benar, diamlah di sini aku akan menemuinya sebentar" Ucap Min sembari berjalan pelan mendekati paman Kim


Walaupun Min selalu melihat tatapan licik dari mata tua Kim itu, namun ia tak pernah mencoba untuk mempermasalahkannya, selagi paman Kim tak mengusik ia tutup mata dan telinga mengenai kabar kabar, serta laporan yang di sampaikan oleh sang bawahan


Ia bukan anak kecil lagi yang bisa di bohongi dengan mudah, trik dan rencana tuan tua Kim itu tentu saja sudah ia ketahui, hanya saja ia ingin melihat apa yang bisa di lakukan orang tua itu, ia ingin melihat bagai mana orang serakah itu mengkhianatinya


Min menghentikan langkahnya saat Yuan berbicara mengenai pembunuhan,dan pengalihan harta, hey min merasa tertarik dengan pembahasan ini , Min perlahan menepi dan berniat untuk mendengar obrolan mereka lebih jauh lagi, sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang cukup serius


“Jadi kapan kau memberikan posisi itu pada ku Ayah, mengapa anak pungut itu selalu unggul dari ku, ia sudah memiliki kekayaan yang berlimpah, memiliki wajah yang sangat cantik, bahkan ia juga di segani dan menjadi orang tertinggi di dunia bawah, bukankah ini keterlaluan?, apa kurangnya aku dan apa kelebihannya?, mengapa aku selalu kalah Ayah?” Ucap Yuan Zi kesal,


Mereka tumbuh bersama, berlatih bersama lalu bagai mana bisa Min selalu lebih unggul darinya?, ia selalu kesal dan tak terima dengan ketidak Adilan ini


Ia adalah seoang yang memiliki semuanya, orang tua dan harta, sedangkan Min?, ia hanya anak malang yang mereka jadikan sapi peras dan menguasai seluruh hartanya


Kemampuan min bahkan tak bisa ia kalahkan, sedari kecil ia sudah melakukan begitu banyak cara untuk menyingkirkan benalu keluarga mereka, tapi mengapa dia tak mampu, dewa seolah sangat menyayangi anak pembawa sial itu


Min menyipitkan matanya dan segera mempertajam indra pendengarannya, tak boleh ada hal yang terlewatkan, jika sampai lengah ia bisa saja mati


Min sudah sangat lama berada di kehidupan seperti ini, orang yang paling kita percayai bisa saja berkhianat, lagi pula tidak ada yang tau hati seseorang kan?, karena pada dasarnya manusia akan selalu pada hakekatnya, bersifat tamak dan serakah


Ia tau jika Yuan Zi tak pernah menyukainya, anak dan ayah itu selalu saja menujukan raut yang menjijikan di hadapannya


“Bersabarlah sayang, setelah menyelesaikan misi terakhir Ayah akan menyelesaikannya, lagi pula kita masih membutuhkan otak dan kekuatannya untuk membunuh tuan Fang, bukankah kau tau jika pengaruh tuan Fang cukup besar, kita akan sangat kesulitan karenanya, dan akan lebih baik jika kita membiarkan bocah itu yang bekerja, kita hanya perlu Menonton dan mendapatkan hasilnya“

__ADS_1


Tuan Kim berucap pelan, anak itu akan ia singkirkan sesegera mungkin, hanya saja saat ini ia membutuhkan tenaga dan otak bocah itu


setelah semua selesai ia akan menghabisi min dan mengambil alih seluruh hartanya, ia tak menyangka jika Min akan tumbuh mengikuti jejak ayahnya dan lihatlah mereka menjadi semakin repot


Namun apapun yang terjadi Min Jiana haruslah di singkirkan, mereka akan mencari rencana untuk segera memusnahkan Min da mengambil alih seluruh harta yang ia miliki


"Setelah itu kau bisa menjadi orang no 1 di dunia bawah, bersabarlah tak lama lagi nyawa pak tua Fang dan Berlin yang angkuh itu akan hilang, bisakah kau menunggu sampai hari konferensi itu?" Ucap Kim lembut sambil mengelus lembut surai panjang milik putri kesayangannya ini


Selain harta ia juga menginginkan organisasi yang di miliki Min, ia ingin membuat semua orang tunduk di bawah kuasanya, jika ada yang Bernai melawan maka sebuah kematian akan mendatanginya, bukankah itu hal yang sangat menyenangkan


Tak perlu bekerja dengan begitu keras, namun mendapatkan hasil yang amat sangat memuaskan, mereka hanya perlu bersantai membiarkan Min menyelesaikan semua Maslah, dan setelahnya membunuh Min dan mendapatkan semuanya secara instan


"Tentu Ayah, aku sudah menunggunya selama bertahun-tahun tahun, dan menunggu sebentar lagi bukanlah hal yang sulit"


Yuan Zi berucap, ia sudah menunggu selama.beetahun tahun untuk itu, tak masalah jika menunggu untuk beberapa saat lagi, toh ia yakin lambat laun ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan


Ayahnya adalah orang yang cerdas, pastinya sudah menyiapkan sebuah rencana yang begitu sempurna untuk menghancurkan Min Jiana yang sombong itu


Min mengepal tangannya kuat, telapak tangannya telah memutih, rahangnya mengeras serta wajahnya yang memerah padam, menahan luapan emosi yang bisa meledak kapan saja,


Ia sudah mendengar segala perbincangan ayah dan anak tak tau malu ini, menjadikanya boneka untuk mencapai semua keinginan, dan saat keinginan tercapai maka menyingkirkan boneka adalah hal yang harus di lakukan,


Min sudah berbaik hati dengan membiarkan anak dan ayah tak tau diri itu menikmati harta kekayaanya, tapi jangan pernah bermimpi untuk menjadi yang paling atas, karena untuk sampai ketahap ini min telah menempuh berbagai halangan dan rintangan Min tak akan melepaskannya begitu saja


Min tersenyum mengejek menikmati expresi itu, kedua rubah ini, berani memiliki rencana jahat di belakangnya, namun lihatlah, saat kejatuhan Mejadi begitu kelabakan dan ketakutan


“Min?, Ah duduk lah nak, apa yang kau lakukan di sini?” Ucap Kim tersenyum palsu dan berniat mendekati Min bocah yang telah ia rawat sejak 20 tahun yang lalu,


Beruntung Min adalah pewaris tunggal harta kekayaan yang saat ini di nikmati oleh Kim beserta keluarganya saat ini, jika tidak tentunya pak tua licik itu tak akan sudi mengurus bocah itu, dan akan segera menendangnya menjauh dari dunianya


Saat itu ia harus mengurus Min hanya untuk mendapatkan harta, namun?, siapa yang menyangka jika Min akan berkembang dengan begitu cepat, membuatnya merasa takut sewaktu waktu Min mengambil semua harta yang ia miliki


Ia tak kan membiarkanya, ia sudah menjadi kaya dan menjadi pemimpin perusahaan besar selama bertahun tahun, ia tak akan membiarkan Min mengambil miliknya, dari itu kematian Min Jiana adalah hal yang harus ia lakukan


“Tak perlu mendekat paman kalian sama sama menjijikan, aku tak Sudi berdekatan dengan mahluk seperti kalian, aku cukup terkesan dengan drama yang kalian mainkan


"Kakak"


"Aku bukan kakak mu Yuan Zi, kita tak bersaudara dan tak berhubungan darah, kau dan pak tua ini hanyalah bawahan yang berusaha untuk mengingat kaki tuanya"

__ADS_1


"Kau pasti salah faham kakak, bagai mana mungkin aku melakukan hal itu, kita adalah saudara dan sudah bersama sedari muda, bagai mana bisa kau berfikir begitu tentang ku"


"drama kalian cukup menyentuh aku sangat terkesan, dan kau A yuan tak sia sia aku memasukan mu ke Akademi drama, Memang sangat pandai berakting, namun sayangnya kalian tidak akan pernah mendapatkan apa yang kalian inginkan Kalian hanya sedang hanyut dalam sebuah harapan, hingga pada kenyataanya drama adalah kebohongan, hal yang tak pernah terjadi hanya berupa fiktif belaka, kenyataanya, jika ingin menjadi orang no 1 maka berusaha, jangan hanya bisa mengambil apa yang telah di miliki oleh orang lain dan jika ingin kaya maka bekerja yang keras, jangan hanya menikmati harta kekayaan peninggalan orang tuaku, aku memang sudah sedikit muak melihat sifat ular kalian" Ucapnya melipat tangannya di depan dada,


ia sama sekali tak terkejut atas penghianatan ini, semua bisa saja terjadi bukan, tak ada satupun yang bisa di percaya di dunia ini, apakah kalian pernah mendengar pepatah yang menyatakan jika teman terdekat kita adalah musuh yang paling berbahaya dan paling nyata?,


Seperti itu lah yang terjadi pada Min saat ini, memang ia menyayangi pria yang sudah di anggapnya ayah ini, sejak kecil Min selalu melihat senyum palsu itu dan kini tibalah pada titik lelah, apakah tidak ada yang bisa melihatnya dengan kasih?,


Tatapan lembut yang tidak di buat buat?, meski paman Kim selalu mencurahkan kasih sayang, namun Min tau perlakuan itu hanya sebagai kedok belaka dan pada kenyataannya ia di jadikan sebagai boneka hidup


“Ah aku ketahuan, baik lah baik lah, aku terlalu lelah untuk terus bersandiwara, aku juga mulai sedikit jengah untuk terus berbohong”


Yuan Zi menyeringai ia suah ketahuan dari itu ia tak perlu bermain lagi,


"Akhirnya kau membuka topengmu"


"Aku memang sedikit muak melihat keangkuhan mu, min kau hanyalah benalu dalam keluarga kami"


"Benalu?, kau semakin tak tau diri Yuan, kau bahkan melupakan fakta yang sesungguhnya, kau, ayah dan seluruh keluargamu lah yang benalu, menumpang hidup pada ku dan diam diam menyusun rencana untuk menjatuhkan ku, kalian sangat memalukan dan menjijikan"


Tak ada yang menyadari jika Kim memberi kode pada beberapa bawahannya yang di suruh untuk menyebar di klub


" Door "suara tembakan itu berhasil membuat seluruh pengunjung klab berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri, terjadi kekacauan dan tentunya mereka menyelamatkan nyawa mereka, beberapa peluru yang terbuat dari besi murni kini telah bersarang di rongga dada gadis 25 tahun itu, min terkekeh pelan melihat pria tua yang tersenyum puas di hadapannya


“Lihat lah bahkan aku bisa membunuh mu dengan sangat mudah, ah aku akan menjadi konglomerat terkaya di kota ini” Ucap Kim berdiri pongah di hadapan Min yang kini berlutut memegang dadanya,


Betapa bodohnya dia, tak menyadari beberapa anak buah Kim yang menyebar di sudut klab, bahkan Min yang terkenal degan kewaspadaannya dan ketajaman indra mendengarnya tak sempat menyadari datangnya peluru pistol itu, yah memang kecepatan peluru pistol zaman ini tak perlu di ragukan lagi, mereka akan menembus jantung dalam waktu sepersekian detik saja, , min merasa nyeri di dadanya,


“Bajingan” Ucap Min lirih hanya kata itu yang bisa ia katakan dan tak butuh waktu lama ia jatuh tak sadarkan diri,


“Ah beruntung sekali aku menyertakan bawahan ku, siapa yang menyangka jika membunuh seorang min ji ana semudah ini, ah akhirnya aku bisa menjadi orang no 1 di seluruh dunia” Ucap Kim tertawa keras namun sayang tawanya terhenti saat beberapa peluru yang tampa permisi bersarang di tubuhnya,


Yue dan Jia tentunya tak akan tinggal diam jika terjadi sesuatu pada nonanya, keduanya memang sempat ling lung karena melihat tubuh Min yang terhuyung akibat peluru yang datang entah darimana, mereka tak menyangka jika min kalah dengan tidak etis seperti itu,


Yue dan Jia tentu mengetahui penyebab min tumbang dalam sekali tembakan, jawabannya adalah peluru pistol itu sudah di lumuri racun,


jia tak berkata apapun masih diam tampa suara, biarkan tangan yang bekerja, dan dalam beberapa tembakan saja jia sudah menghabiskan orang yang berada di balik kegelapan kemampuan menembak jia tak perlu di ragukan lagi,


Bahkan ia bisa mengenai sasarannya dengan memejamkan mata, yue beranjak membantu min yang tergeletak di lantai, sedangkan kim di biarkan begitu saja, rubah tua tak tau di untung itu pantas mendapat balasan karena telah berani berkhianat

__ADS_1


“Dan kau” Ucap Jia dengan wajah datar menarik rambut yuan dan menusuknya dengan belati hitam yang selalu ia bawa, yuan berteriak kesakitan,


Ia tak mungkin mampu mengalahkan Jia yang ahli dalam bela diri, kemampuan yue dan jia hanya berada satu tingkat di bawah Min, bagai mana bisa Yuan Zi yang merupakan bawahan bisa menandingi kekuatan kedua orang penting itu,


__ADS_2