Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab123#


__ADS_3

Hari beranjak gelap, ling shi sedang duduk didepan jendela, sembari memandangi ling xian mengemasi barang barang mereka, hari berlalu dengan begitu cepat, Ling Shi sudah berusaha merelakan perasaanya, ia sadar jika cinta tak bisa di miliki sepihak saja, harus ada timbal baliknya, namun kisah cintanya?,


Ling Shi menghela nafas pelan, baik lah tidak masalah ia akan berusaha merelakan semuanya, ia lebih suka melihat Yu Fangnya bahagia, meski sangat menyakitkan, namun ia harus tetap kuat, bukankah cinta adalah pengorbanan?, dan yah ia rela berkorban demi pria yang di ia cintainya


"Apakah kau yakin nona?, kau akan merelakan tuan Yu Fang begitu saja" Ucap Ling Xian pelan,


Ia ikut merasa sakit saat melihat wajah sedih nonanya ini, ia tau betul bagai mana perjuangan sangat nona agar mendapatkan si pangeran ke enam ini, namun sayangnya ia sudah terlalu lelah dan sampai alah pada titik menyerah, ia telah mencoba namun selalu gagal,


"Ini sudah terlalu lama, mungkin sudah waktunya untuk menyerah" Ucap ling shi menghela nafas pelan, sangat sesak dan sakit, bohong jika ia sudah melupakan sosok yu fang itu, ia akan selalu mencintai yu fang seumur hidup,


"Bahkan tinggal selangkah lagi nona, kau telah hidup bersama keluarganya, aku yakin tuan yu fang juga mencintaimu Seiring perjalanan waktu" Ucap Ling Xian menatap junjungannya dengan tatapan sendu, menang tak semua kisah berakhir baik, saat ini ia hanya bisa berdoa dan menguatkan hati nonanya


"Masih terlalu jauh Ling Xian, dia masih terlalu tinggi untuk ku gapai, baiklah, aduh mengapa menjadi sedih begini sih, segeralah beristirahat, kita kan menghabiskan banyak tenaga besok" Ucap ling shi terkekeh pelan

__ADS_1


"Baik lah nona, segeralah beristirahat, udara malam tak baik untuk tubuh mu" Ucap Ling Xian pelan, Ling Shi hanya membalas dengan anggukan, ini terasa sangat menyakitkan, namun ia harus kuat, ia akan mencoba untuk memulai hidup baru di perbatasan, ia tak bisa terus di istana,


"Aku akan kembali ke kamar" Ucap Ling Xian pelan,


Ia berlalu meninggalkan kediaman sangat nona, setelah kepergian ling xian, ling shi menghela nafas berat, saat ini ia hanya bisa mengasihani dirinya, nasib buruk seorang jenderal wanita yang di tolak cintanya


"Aku pasti bisa, kau gadis yang kuat ling shi, jangan biarkan perasaan bodoh ini menggoyahkan mu" Ucap ling shi menyemangati dirinya,


Ia tak boleh rapuh, ia memang sudah merelakan yu fang, namun rasa cintanya tak akan hilang sampai jasad di balut tanah, ling shi perlahan merebahkan tubuhnya di kasur, setelah beberapa saat ia pun terlelap,


Tak jauh darinya sudah berdiri Min dan kedua pelayan, serta selir ke lima bersama pangeran ke sembilan, mereka tak bisa memaksakan diri, ling shi ingin meninggalkan istana dan mereka tak memiliki hak untuk tetap tinggal


"Nona ling apakah kau akan tetap kembali? " Ucap fei yang pelan, mereka tentunya tau jika seorang Ling Shi sangat tergila gila pada pangeran ke enam,

__ADS_1


Tapi apa ini?, mereka tak melihat semangat itu lagi, apa yang terjadi?, puluhan pertanyaan melekat di kepala masing masing, mereka tak ingin menyuarakan melihat kegigihan seorang ling shi meninggalkan istana, dan yu fang sosok yang paling ia cintai.


"Hm" Gumamnya pelan, ia tak ingin namun ia harus melakukan ini, mengikhlaskan seorang yu fang yang sangat ia cintai, ini tentu saja bukan perkara yang mudah


Ia tak ingin melanjutkan ini, Yu Fang tak mencintainya dan itu adalah kenyataan, ia hanya bisa pergi menjauh, demi kebahagiaan Yu Fang ia tak akan keberatan untuk menyimpan rasa ini, biarkan ia terus hidup bersama sebuah kenangan


"Baik lah, aku tak akan menahan mu, berhati hatilah Nona Ling, semoga kita bisa bertemu lain waktu" Ucap Min pelan, Ling Shi mengguk lemah, ia segera memeluk selir ke lima


"Aku pasti akan sangat merindukan mu ibu selir" Ucap Ling Shi menggenggam erat tangan sang ibu selir,


Sejak awal selir kelima memperlakukannya dengan sangat baik, selir kelima adalah sosok yang hangat, Ling Shi langsung menyukainya dalam waktu singkat


"Ling er, kita bisa memberi kabar lewat surat, ling er tak perlu sedih" Ucap selir ke lima sembari mengelus surai panjang ling shi dengan lembut, ling shi hanya menjawab dengan anggukan pelan, setelahnya melangkah pelan mendekati kereta

__ADS_1


"Saya pergi, sampai jumpa, aku pasti akan merindukan kalian" Ucap ling shi pelan, ia tersenyum dan perlahan melangkah masuk kereta, ia akan kembali ke perbatasan, ia lebih memilih untuk menemani ayahnya dari pada harus sibuk berkeliling dunia demi mencari cinta yang bahkan tak pernah ia gapainya.


__ADS_2