
Di valium angin nona bai huan napak sedang sangat murka, selir bai yang mendapatkan hukuman dan nona bai huan harus merenung di kuil, benar benar menyebalkan
"Sial, benar benar wanita ******" Ucap bai huan menghancurkan segala barang yang berada di kamarnya, ia sangat marah pada permaisuri sampah yang berani mempermalukannya di hadapan kaisar
"Ternyata ****** itu sudah mulai memperlihatkan taringnya, ah lihat saja kau akan menyesal karena telah berani bermain dengan ku" Ucap bai huan masih menghancurkan beberapa guci itu
"Tenang lah A hua, jangan sampai para pangeran mengetahui kekacauan ini" Ucap selir bai yang harus saja masuk ke kediaman angin
"Bibik, wanita ****** itu sudah berani mempermalukan ku di hapan kaisar" Ucap bai huan duduk di meja kecil menggembungkan pipinya kesa, memang seperti ini lah sikap aslinya si baik huan manja dan sangat emosional, hanya pelayanan pribadinyalah yang tau hal ini
"Ah kau tenaglah A hua, jika tidak usaha mu selama ini akan sia-sia, lagi pula apa yang bisa kita lakukan jika ia menjatuhkan hukuman pada mu" Ucap selir bai menenangkan amarah sang keponakan, ini tak bisa di biarkan jika sampai ada yang tau rencana yang keluarga mereka bangun selama ini akan hancur sia sia
"Benar kakak, lagi pula kaisar tidak akan menyukai sampah itu, tidak ada pria yang mau dengan wanita buruk rupa itu" Ucap bai zian lagi, ia pun masih tak Terima dengan hukuman yang ia jalani beberapa minggu lalu, ia harus membalas dendam
"Benar A hua, kau harus terlihat baik dan rendah hati," Ucap selir bai mengelus lembut rambut si keponakan
__ADS_1
"Tapi ****** itu sangat menyebalkan bibik" Ucap bai huan, berdecak kesal,
"Tenaglah, jika maslah seperti ini maka mawar hitam jawabanya" Ucap selir bai (mawar hitam, atau ballack rose adalah suatu organisasi pembunuh bayaran yang cukup terkenal di zaman ini, ada begitu banyak nama organisasi seperti mawar hitam, merpati awan, gagak malam dan teratai langit dan lain sebagainya)
"Ah bibik, aku kesal sekali, aghhhh" Ucap bai huan
"Tenang lah, saat ini kau harus menemui kaisar minta maaf atas kejadian di perjamuan, dengan begitu kaisar akan simpati pada mu, jalani hukuman mu, dengan patuh, agar permaisuri bodoh itu akan semakin buruk di mata orang orang" Ucap selir bai, selir bai sangat ingin jika bai huan lah yang menjadi permaisuri dinasti ini agar kekuatan keluarga bai bisa lebih kuat dan dapat menggulingkan kekuasaan dari kaisar zhou ini
"Ah baik lah bibik" Ucap bai huan merapikan penampilanya menarik nafas pelan dan segera meninggalkan valium angin menuju vallium naga kediaman milik sang kaisar.
Di sisi lain min berjalan dengan pelan menuju kediaman angrek,
"Salam pada permaisuri li, semoga kebahagiaan selalu bersama anda" Ucap selir kelima membungkuk memberi hormat, wajah wanita itu terlihat pucat, apa yang terjadi padanya?
"Bangkitlah" Ucap mian li pelan,
__ADS_1
"Ibu" Ucap pangeran ke sembilan, segera menghambur ke pelukan ibunya, ia sudah cukup lama tak mengunjungi ibunya, terakhir kali setahun yang lalu saat kakak keduanya datang untuk emnggemban tugas istana, dan kakak keduanya meminta izin untuk menemui sang ibu
"Maaf kan kelancangan putra hamba yang mulia" Ucap selir ke 5 sopan
"Ah tidak apa ibu selir, pangeran ke sembilan adalah anak yang baik dan juga menggemaskan" Ucap min tersenyum lebar, entah mengapa hati min menghangat saat melihat kasih sayang yang tulus selir ke 5 pada putranya
"Ah maaf atas kelancangan hamba permaisuri, mari" Ucap selir ke kelima mempersilahkan Min untuk duduk, Min mengangguk pelan sembari tersenyum lembut, valium ini memang tak memiliki keindahan sama sekali, valium yang bahkan terlihat sangat mengerikan, hanya di tumbuhi pepohonan tampa adanya pemandangan inda bunga yang bberwarna-warn, di pepohonan hanya ada bunga angrek putih yang sepertinya tumbuh liar, Min dapat mengenali jenis angrek ini, benar benar tempat pengasingan yang sesungguhnya, jauh dari istana, tak ada pelayan bahkan pengawal, ternyata selir kelima benar benar di perlakuan dengan buruk, benar benar tak pantas
"Tak perlu sungkan, hm apakah aku bisa memanggil mu ku ibu selir?, kau sangat hangat, dan sangat menenagkan," Ucap Min pelan, ia hanya menyatakan isi hatinya, ia merasa sebuah kenyamanan, bahkan hal ini adalah hal yang tak pernah terjadi sebelumnya, untuk pertama kalinya Min merasakan jika dirinya nyaman dengan seseorang yang bahkan baru ia jumpai, sejak kecil Min bukanlah sosok yang mudah di dekati, tak menyangka jika kali ini hatinya lah yang tergerak, dan ada rasa ingin selalu menjaga, dan tak ingin melihat kesedihan di wajah wanita paruh baya itu
"Anda terlalu memuji yang mulia, bahkan saya tak pantas menerima semua ini"
"ini keinginan ku, aku merasa begitu nyaman saat berada di dekat mu, aku mendapatkan kengahangatan seseorang ibu, hal yang selalu aku rindukan selama ini" Ucap Min pelan,
"saya sangat bahagia jika yang mulia memanggil selir janda ini ibu" ucap selir kelima pelan, Min tersenyum lebar dan tampa menahan diri memeluk selir ke lima,
__ADS_1
"sangat hangat" batin Min pelan, wajah bahagianya seketika berubah dingin, ia baru sadar jika tak ada siapapun di sini, tak ada satupun pelayan yang datang, dan tak ada makanan apapun di sini, kemana perginya fei yang dan orang yang ia kirim ke valium ini?
"Ah baik lah ibu selir, masih ada beberapa hal yang harus ku selesaikan, aku harus pergi, satu hal yang perlu kau ingat, jangan terlalu sungkan pada ku anggap saja aku putrimu" Ucap min pelan, ah min sangat merindukan sosok ibu, bahkan ia bertanya tanya bagai mana rasanya sebuah pelukan hangat dan penuh ketulusan dari wanita yang bergelar ibu itu, sangat di sayangkan, sangat di sayangkan ia sudah kehilangan ibunya sejak muda, dan bahkan di dunia kuno pun nasibnya tak begitu baik, nyonya besar jendral chen pun sudah meninggal saat min menginjak usia 10 tahun, salahkah jika min memimpikan kasih sayang dari seorang ibu?, kasih sayang yang bahkan tak bisa ia rasakan setelah menjalani dua kehidupan