
Ling shi berjalan dengan anggun menikmati keindahan taman, ia akan segera kembali ke perbatasak kehidupan seperti ini tentu tak ia temui di sana,
"Kakak ling" Teriak seorang bocah yang berlari menuju ling shi yang masih menikmati pemandangan danau
" feng er jangan berlarian, kau bisa jatuh" Ucap ling shi sedikit berteriak namun tak di gubris oleh sang empunya
"Brak" Tubuh pangeran tersungkur akibat tersandung pakaiannya sendiri
"Au" Ringisnya, terlihat beberapa goresan di tangan dan kakinya, dengan panik ling shi berjalan mendekat
"Bukankah sudah kakak katakan feng er" Ucapan ling shi membantu pangeran ke sembilan membersihkan pakaian yang
"Apakah sakit? " Ucap ling shi menatap pangeran ke sembilan dengan lembut, pangeran ke sembilan hanya membalas dengan gelengan pelan
"Feng er tidak apa apa, kakak tak perlu khawatir" Ucap pangeran ke sembilan tersenyum lebar
"Sekarang mari bersihkan luka, dan ganti pakaian" Ucap ling shi, kini keduanya berjalan beriringan menuju valium awan, valium milik pangeran ke sembilan
"Kakak, ada yang ingin feng er tanyakan" Ucap pangeran ke sembilan pelan, saat ini mereka telah berada di valium awan, ling shi pun terlihat telaten membersihkan luka goresan
__ADS_1
"Apa? " Ucap ling shi mendongak pelan, dan perlahan duduk di samping pangeran ke sembilan
"Tadi feng er apakah menjadi orang baik itu sulit?" Suara imut itu membuat ling shi mengembangkan senyumnya, pertanyaan yang sangat polos
"Menurut feng er bagai mana?, " Ucap ling shi sembari membukakan buhan dan menyantapnya,
"Feng er tidak tau kak,"
"Ouh baik lah, apa perasaan fang er saat membantu pengemis di jalan" Ucap ling shi menyantap jeruknya,
"Hm, feng er akan senang, kata ibu selir dewa akan menyayangi orang yang suka membantu sesama"
"Tentu saja feng er akan sangat berterima kasih, feng er akan membalas ke baikanya lain waktu"
"Nah bagai mana jika ada yang berbuat jahat pada feng er, apakah feng er akan membalaskan dendam? "
"Dendam? " Wajah polos itu terlihat bingung, ling shi mengunakan bahasa yang terlalu tinggi untuk bocah delapan tahun yang belum mengetahui banyak hal
"Dendam itu membalas perbuatan jahat dengan kejahatan" Ucap ling shi pelan,
__ADS_1
"Ah seperti itu?, jika ada yang menjahati feng er, feng er akan memaafkan mereka, ibu selir bilang tidak boleh nakal, dan tidak boleh melanggar aturan Kekaisaran" Ucap pangeran ke sembilan menggebu gebu,
"Berarti feng er anak baik" Ucap ling shi tersenyum lebar sembari menyiapkan buah jeruk ke mulut sang pangeran ke sembilan, ternyata selir kelima sangat baik dalam mendidik anak, lihatlah bocah berusia delapan tahun saja tau jika balas dendam itu perbuatan yang tidak baik.
(Tampa mereka sadari, dari kejauhan ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka sejak tadi, ia meninggal nggalkan persembunyiannya dengan tersenyum kecil.)
"Kakak?, "
"Hmm"
"Dari mana datangnya bayi? "
"Kenapa feng er bertanya seperti itu?, "
"Tadi feng er ke kediaman kakak ke empat, kakak ipar ke empat ada adik bayi, feng er juga menginginkan adik bayi, tapi kata kakak ke empat minta kepada ibu, apakah ibu menyimpan adik bayi di gudang?, " Pertanyaan polos itu berhasil membuat ling shi bungkam, ia tak faham mengenai ini, bagai manapun ia hanya gadis berusia 17 tahun, ia tak faham mengenai bayi
"A.aa. hm bagai mana jika feng er menanyakan ke ibu selir," Ucap ling shi pelan, ia tentu tak ingin membuat otak polos pangeran ke sembilan tercemar, biarkan selir kelima yang memberi pengertian agar tak meminta hal aneh itu
"Ah baik lah, mari kita valium ibu" Ucap pangeran ke sembilan menarik tangan ling shi ke valium angrek
__ADS_1