Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab17#


__ADS_3

“Nona, syukurlah nona sudah kembali” Ucap Fei Yang saat min masuk ke kamarnya, nonanya baru saja kembali, ia harus memastikan jika nonanya baik baik saja, ini adalah pertama kalinya ia meninggalkan istana, dan ia memastikan jika nonanya tidak mendapatkan luka pada tubuhnya,


“Siapkan aku air aku ingin mandi, tubuh ku terasa sedikit lengket, minta beberapa pelayanan menyiapkan makanan, aku merasa sedikit lapar” Ucap Min membuka cadarnya dan duduk di meja kecil, para pelayan segera menyiapkan makanan untuk sang junjungan, Min tersenyum lebar dan segera menyantap makan malamnya, ya walaupun min sudah makan banyak tapi entah kenapa min selalu merasa lapar di zaman ini, Fei yang segera berlalu untuk menyiapkan air mandi untuk sang nona, setelah makan nona nya ingin mandi, maka Min tentu saja harus segera mengambil air hangat


“Apa yang akan aku lakukan?” Ucap Min mulai menyusun rencana untuk lancarkan aksinya, min harus mencari hutan yang cocok untuk menyerap energi spiritualnya, meski di valium bulan memiliki energi spiritual cukup kuat namun para prajurit dan pelayan sudah menyerap untuk kultivasi mereka, ia harus menjadi sosok yang lebih kuat, membalas dendam bukan perkara mudah,


“Nona, air mandi anda sudah siap” Ucap Fei Yang pelan, min berjalan anggun menuju kamar mandi untuk segera memulai segala ritual pembersihan diri,


Setelah menyelesaikan ritual mandi Fei yang segera membantu Min berpakaian, setelahnya menggiring Min menuju menuju meja rias untuk mengeringkan rambut serta memolesi wajah cantiknya dengan riasan yang tipis namun terlihat begitu elegant, benar benar seorang permaisuri yang agung


“Kau tak ini cantik min, mari bungkam mulut sampah yang menghina mu, hehe lihat lah, bagai mana dunia menamparmu dengan kenyataan” ucap min tersenyum kecil menatap pantulan nya dari cermin, fei yang hanya tersenyum sambil membantu junjungan nya menata rambut

__ADS_1


“fei yang ku lihat di luar istana begitu banyak persiapan apa akan ada festival?” Ucap min, acara makan malam sudah selesai, dan yah dia kenyang, ia berjalan pelan menuju gazebo dan di ikuti oleh fei yang dengan napan yang berisi teh hangat dan kue kacang kesukaan min, untuk menikmati keindahan udara malam dengan makanan ringan yang begitu lezat


“Benar Nona, akan ada festival tahunan sebentar lagi para pelayan selalu menyiapkan perayaan ini, dan kaisar akan mengundang raja raja yang berada di wilayah kekuasaannya ini” Ucap Fei Yang menuangkan teh untuk junjungan nya ini


"Hm tapi ku lihat bukan hanya di istana, di pasar pun terlihat sangat repot?" Ucap Min, ia tak perduli dengan urusan istana dan para penjilat itu, ia ingin pergi, dan terbang ke semua tempat yang ingin ia datangi


"Ah para rakyat juga merayakan Festival ini dengan menerbangkan lentera dan mengucapkan doa, berharap jika doanya mereka sampai pada sang dewa" Ucap fei yang tersenyum lembut, sembari menuangkan teh ke gelas milik sang nona


istana ini memang sangat mewah dan begitu luas, namun min sama sekali tidak tertarik untuk terkurung di tempat ini, ia akan pergi kemana pun ia mau, ia adalah seorang permaisuri yang tak akan mengizinkan segala peraturan konyol itu mengikatnya, menghalangi langkahnya dan mengekangnya, enak saja ia adalah manusia bukan orang bodoh yang mau maunya selalu terkurung di sangkar berkedok istana ini


“Ampun nona tapi yang mulia kaisar tak akan memberi izin, lagi pula selama ini nona tak pernah merayakan Festival itu di luar kediaman” Ucap Fei Yang dengan agak ragu, ia takut kaisar akan menghukum nona nya lagi jika kaisar tau min menyelinap keluar istana

__ADS_1


“Mengapa harus meminta izin, lagi pula kita hanya melihat perayaan,” Ucap Min menyesap tehnya perlahan, sambil tersenyum cerah, tepatnya sudah bulat ia akan merayakan festival di luar istana menikmati begitu banyak makanan, sangat di sayangkan jika min melewati kesempatan emas ini


“Yang mulia kaisar telah tiba” Ucap seorang kasim berteriak cukup keras membuat min terkejut dan hampir saja menjatuhkan gelas tehnya, teriakan yang berhasil membuat jantung min hampir melompat keluar, beruntung min tak memiliki riwayat sakit jantung,


“Apakah selalu seperti ini?” Ucap Min kesal karena telinganya terasa sakit dan terkejut, suara teriakan kasim sungguh sesuatu tak bisa di remehkan, min perlahan berdiri untuk menyambut kaisar negri ini


“Salam pada yang mulia kaisar” Ucap Min menekuk lututnya, min tidak pernah membungkuk di masanya dan hal itu juga berlaku di masa ini, ia bahkan masih mengangkat kepalanya dengan angkuh, jika kaisar es ini mengibarkan bendera perang maka ia tak akan gentar, ia bukan sosok yang berhati lembut seperti Mian li, ia tak akan membiarkan siapapun menindasnya dan merendahkannya, sampai dunia terbalik pun min tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi


Wajah kaisar Zhou masih terlihat datar seperti sebelumnya, kasar zhou baru saja mendapat kabar dari penjaga bayangan yang di tugaskan untuk menjaga keluarga kerajaan, kaisar zhou semakin murka saat penjaga itu melaporkan jika sang permaisuri meninggalkan istana tampa pengawalan, ada begitu banyak bahaya yang menanti di luar sana, kaisar sempat terkejut saat si permaisuri semakin liar dari hari ke hari, wajah angkuh itu?, dingin itu?, benar benar perubahan yang tak di sangka, terkadang sang kaisar mulai mempertanyakan apakah gadis yang berdiri di hadapannya benar benar permaisuri Li, perbuatannya yang telah memenjarakan para pelayan kediaman, menghukum putri ke tujuh dan selir bai, serta memblokir kediaman selama beberapa bulan dan kali ini ia malah menyelinap keluar istana, apakah ini benar benar chen mian li yang di kenal lemah sampah Kekaisaran?.


“Apa yang membuat yang mulia mengunjungi kediaman ku ini” Ucap Min lembut, dan kembali duduk dan menyesap tehnya perlahan, sebenarnya ia sedikit terkejut, hal apa yang membuat kaisar es ini tersesat di kediamannya, bukankah selama ini kaisar tak memperdulikannya?, lalu?, ah sudah lah lupakan saja, lagi pula min tak ingin mengurus hal hal yang tidak penting

__ADS_1


Kaisar zhou membuang nafas kesal, gadis ini benar benar tak menghormatinya lagi, semuanya jelas berubah mulai dari wajahnya dan tubuhnya yang terlihat lebih terurus, tatapan tajam, dan licik itu, sifat yang berubah 180° , dan bahkan suara tegas dan gila kekuasaan itu, ia benar benar tak mengenali gadis di hadapannya ini.


__ADS_2