Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab62#


__ADS_3

Setelah berbincang ringan kedua gadis itu keluar dari tempat peesembunyian dan kembali bersikap biasa seolah perbincangan menyenangkan itu tak pernah terjadi, yah malam belum sepenuhnya larut, namun tubuhnya sudah terasa sedikit lelah, dan yah ia ingin segera beristirahat


"Jep" Sebuah belati melayang di udara beruntung yu mi menarik tubuh Fei yang cepat jika tidak bisa saja Fei yang terkena selebetan belati itu, hey yang benar saja, ini adalah hari pertama yu mi berada di valium, tapi mengapa penyerang sudah datang?, bisakah ia sedikit bersabar?, yu mi menghela nafas pelan, untung mereka bisa menghindari belati itu, huh untung saja


"Yang mulia tidak apa apa" Ucap Yu mi dengan formal


"Tidak" Ucap Fei yang sambil menggeleng pelan dan memperbaiki pakaiannya, sebenarnya ia sempat terkejut dengan penyerangan ini namun ia harus siap dalam situasi apapun, lagi pula ini bukanlah kali pertama mereka mendapatkan serangan.


Keduanya bertarung dengan para penyusup berbaju hitam, Yu Mi melesat dengan cepat namun sangat anggun, dalam waktu singkat keduanya berhasil menyelesaikan para si penyusup di luar sana para prajurit juga sedang menggepung para penyusup dan seperti keberuntungan selalu bersama mereka, mereka dapat menyelesaikan mereka dengan mudah


"Yang mulia" Ucap prajurit berlutut setelah berhasil melenyapkan para penyusup,

__ADS_1


"Bawa para pelayan dan pengawal yang terluka ke tabib" Ucap Fei yang pelan, setelahnya ia berlalu begitu saja meninggalkan halaman valium, tak ada hal yang perlu di katakan, saat ini ia hanya ingin beristirahat


"Pelayan yu mi ikuti aku" Ucap Fei yang pelan, ia tak ingin sendirian di dalam kamar sebesar ini, lagi pula yu mi adalah orang kepercayaan nona mudanya ia tentu sangat yakin dengan pilihan sang nona pastilah yang terbaik, yu mi membungkuk pelan dan kedua gadis itu berjalan beriringan menunju kamar


"Mengapa tidak tidur di ranjang saja Fei jie, bukankah akan lebih nyaman?" Ucap yu mi saat melihat Fei yang mengelar kasur di lantai, yang benar saja?, seorang permaisuri tidur di lantai?, ini bukan korban kdrt kan?


"Yu mi, ranjang ini terlalu mewah dan sangat tidak pantas untuk pelayan rendah seperti kita, meski nona selalu menggap kita sebagai teman, namun kita harus memiliki batas kesopanan, kita tak layak berada di tempat agung iti" Ucap Fei yang berbaring di kasur lantainya, bagai mana pun itu adalah tempat tidur bangsawan, sedangkan pelayan sepertinya sangat tidak pantas untuk berada di sana, ia tentu tak akan melewati batasanya,


"Fei jie apa aku boleh bertanya? " Ucap yu mi sembari menatap langit lahir kamat


"Tanyakan saja" jawab fei yang ringan

__ADS_1


"Hm, mengapa kau langsung membunuh mereka, bukankah kita bisa menginterogasi mereka dan mendapatkan petunjuk dari mereka" Ucap yu mi heran, bahkan penghuni valium ini membunuh semua penyusup tampa menyisakan sedikitpun nyawa, tentu saja ini terlalu bersiko


"Ah yu mi Mei Mei, nona selalu berkata jika singkirkan segala yang mengusik, hancurkan segala penggu tampa berfikir panjang, lagi pula yang di katankan belum tentu benar, jika ia berdusata maka kita hanya akan mendapatkan kesesatan, dari itu biarkan musuh menyerang semampu mereka, dan kita hanya bertugas menyambut dan melenyapkan mereka, kita tak perlu mencari asal masalah karena suatu saat masalah itu akan datang ke permukaan dengan sendirinya, kita hanya perlu menjadi kuat dan menghancurkan siapapun yang mengacau" Ucap fei yang bicara dengan raut wajah datar seperti yang pernah min lakukan di hadapan mereka, setelah mengucapkan kata kata itu fei yang kembali ke wajah imutnya


"Bukankah itu terlalu berbahaya?" Ucap Yu Mi tak habis fikir, ia tak mengerti dengan jalan fikiran mereka, membiarkan musuh menyerang adalah percobaan bunuh diri, bagai mana jika musuh memiliki kekuatan yang sangat besar?, bagai mana mereka mengatasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi?, ah lupakan, bahkan ia melupakan jika penghuni valium bulan adalah hasil didikan nonanya yang hebat dan yah mengerikan,


"Biarkan musuh datang, kita hanya perlu menunggu dan waspada, lagi pula tak ada yang bisa selamat jika sudah menyelinap, kau hanya perlu memperkuat diri, memang ada langit di atas lagit, namun lagit yang tinggi itu tak akan menpermalukan dirinya dengan muda, lagi pula jika kita bersatu aku yakin kita bisa mengatasi pengacau yang bahkan memiliki kekuatan kulvikasi di atas kita, kekuatan tampa keyakinan seperti layang layang yang tertiup angin, akan oleng dan merasa bimbang, dari itu kuatkan kekuatan dan keyakinan secara bersamaan, dan mari kita lihat bagai mana hasil dari sebuah kerja keras yang di lakukan dengan penuh keyakinan, kau tau bukan?, jika usaha tak akan pernah mengkhianati hasil?" Ucap fei yang terkekeh pelan,


ah ia teringat saat ia hampir di racuni, bahkan para pengawal dengan sigap memenggal kepala sang pelayan palsu itu di tempat, jika teringat hal hal itu Fei Yang menjadi kesal sekaligus geli, bagai mana mungkin mengawal meloloskan racun itu dengan mudah, untuk menghindari pengkhiataan maka fei yang mengurung beberapa pengawal yang bersangkutan sampai min kembali, biarkan dia mengambil keputusan untuk mengambil atau meninggalkan nyawa pengawal yang tak kompeten dalam menjalankan tugas ini


"ternyara tempat ini sangat mengerikan" Ucap yu mi berbidik ngeri, bayangkan saja, di tempat ini nyawa bukan hal yang berharga, sudah berapa banyak mahluk yang datang dan kembali tampa nyawa, benar benar sarang iblis yang terlihat seperti syurga dunia yang menyengakan, Yu mi memilih untuk tak membuat masalah, ia tak ingin mati sia sia

__ADS_1


"Begitulah'' Ucap fei yang terkekeh pelan, pada dasarnya kehidupan memanglah keras, ia pernah berada di bawah, di remehkan dan di tindas, namun saat ini?, ia sudah menjadi kuat, dan mampu menjaga nonanya, ia tentu tak akan diam saat orang jahat merencanakan hal buruk pada nonanya, jika saja nononya tak memintanya untuk menunggu ia kembali, maka fei yang tentu saja akan langsung membunuh siapapun yang berani lalai, yah fei yang tak bisa mengabaikan perintah itu, dan akan lebih baik jika ia menurut, ia tak ingin membuat nonanya kecewa


__ADS_2