
Mian li melangkah dalam diam sembari melihat lihat ke sekeliling, istana memang begitu megah, bahkan masih terlihat begitu mempesona saat tanah sudah di baluti oleh hamparan salju
Ia sudah memutuskan untuk menyelesaikan masalah sebelum melakukan kultivasi tertutup, ia harus memuaskan hatinya dan menuntaskan amarahnya terlebih dahulu sebelum menjauh dari segala kebisingan istana,
Dalam waktu dekat ia akan menyegel kediaman, dan saat itu tiba maka para putri itu akan membuat para pelayannya kewalahan, ia tak bisa keluar dalam beberapa waktu, dan ia tak akan membiarkan orang orangnya di tindas
Saat ini tak ada lagi Mian Li yang begitu baik, sosok yang tak di inginkan, sosok yang begitu lemah dan di anggap bodoh oleh semua orang, ia hanya menginginkan secercah kebahagiaan, hanya saja kebahagiaan itu memang tak di ciptakan untuknya
Dari itu ia tak akan mengharap lebih, ia tak akan memimpikan hal yang memang tak di ciptakan untuknya, di masa lalu Mian Li berharap kasih sayang dari ayah dan suaminya, dan ia mati bersama harapan itu
Sejak saat itu pula seorang Min Jiana datang, karena Mian Li di masa lalu menjalani kehidupan yang sulit karena harapannya maka saat ini Mian Li hanya perlu mencintai dan menyayangi dirinya begitulah kebahagiaan yang seharusnya ia dapatkan
“Beraninya kau, dasar sampah sialan, sampah tak berguna, berani sekali kau menghalangi jalan ku"
Suara menggelegar seorang gadis itu menatap Mian Li dengan tatapan nan begitu tajam seolah bisa membunuh orang sekitar,
Mian Li mengangkat kepalanya dengan santai, bocah ingusan ingin sesumbar di hadapannya?, mari tujukan bagai mana cara menjadi mahluk tau diri
“Berani sekali kau mengangkat kepala di hadapan ku, sampah sialan” Ucap sang gadis tambah murka,
Mian li bahkan hanya menaikan satu alisnya dengan senyuman mengejek, ia hanya tampa sengaja menabrak seseorang dan orang itu begitu emosional hingga membentaknya Tampa tau sopan santun, hanyalah bocah kecil, meskipun wajahnya memang cukup cantik tapi?, ternyata dia jelmaan iblis,
Pada dasarnya tak ada manusia yang terlahir sempurna, sayang sekali wajah cantik akan terbuang sia sia karena tempramen buruk itu, ia masih terlalu muda, benar sia sia,
Mian li menghela nafas pelan hal ini sungguh di sayangkan wajah cantik yang sia sia, karena bocah kecil ini membentaknya maka ia hanya perlu melihat apa yang bisa di lakukan bocah ini selain memiliki mulut besar apakah ia memiliki kemampuan?, jika tidak maka akan sangat di sayangkan
“Mohon ampun putri ke tujuh, hamba pantas mati karena membuat yang mulia tak bahagia” Ucap Fei Yang membungkuk takut
Junjungannya bahkan baru saja keluar dari kediaman hari ini, setelah beberapa Minggu keadaan sang junjungan batu beranjak pulih, jika putri ketujuh tak bahagia ia pasti akan menghukum dan memukul, ia tak ingin melihat junjungannya kembali pada ketidak berdayaan seperti sebelumya
Fei Yang akan menjaga dan melindungi junjungannya meski harus mengorbankan nyawanya, ia tak akan ragu untuk mengorbankan nyawanya untuk sang junjungan, tak akan ia bicarakan siapapun menyakiti junjungannya lagi, tidak, cukup sudah ketidak sadarnya seminggu ini, ia tak ingin melihat tubuh junjungannya kembali terbaring tak berdaya di peraduan, fei yang benar benar tak sanggup
“Budak sialan, siapa kau yang memerintah putri ini, sangat tak layak, budak seperti mu akan lebih baik diam jika tidak nyawa mu bahkan tak akan bisa menghilangkan rasa kesal ku"
"Hamba pantas di hukum yang mulia"
"Budak sialan, pelan tampar pelayan hina ini dan cambuk sampah ini dan masukan ke penjara bawah tanah” Ucap Bai Yuan berteriak keras,
Ia tak Terima dengan tatapan tajam dari permaisuri sampah itu, Prajurit datang untuk menjalankan perintah namun Fei Yang berlutut di tanah dan berkata
“Ampuni hamba tuan putri, tubuh permaisuri belum sepenuhnya pulih biarkan budak hina ini yang mengganti kan hukuman ini” Ucap Fei Yang kini mulai berlutut memejamkan matanya,
Ia sudah siap menerima hukuman apapun itu, tamparan, cambukan bahkan kematian ia suah bersiap, namun anehnya tak terasa apa apa, ia sudah sejak tadi menanti rasa nyeri karena cambuk itu namun semua seolah tak datang untuk menyentuhnya, apa yang terjadi
__ADS_1
Fei Yang perlahan membuka matanya dengan sedikit ragu ia tak ingin menyinggung putri ketujuh yang bertemperamen buruk ini, putri ketujuh memang termasuk bangsawan yang temperamental, sangat kasar dan sangat tak tau diri, berani sekali menghukum seseorang permaisuri?, yang benar saja
“Fei Yang" Ucapnya menatap Fei Yang datar, Fei Yang masih tertunduk, tak apa ia menerima hukuman ini
"Yang mulia"
"Berdiri dan angkat kepalamu, milik ku bukan sembarangan orang yang bisa menggertak” Ucap Mian Li dengan nada nan begitu datar, para prajurit sudah merasa keringat dingin dan gemetar tatapan permaisuri ini sungguh mengerikan
“Dan kau bocah tak tau aturan jangan berani menyentuh milik ku, aku diam bukan berati menyetujui sikap buruk mu itu” Ucap Mian li dingin meninggalkan putri ketujuh dengan wajah murkanya,
Sedangkan sang prajurit tadi sudah tergantung terbalik di pohon tak jauh dari tempat kejadian, ya tentunya akan membiarkan siapapun mengusik orang orangnya, ia rasa ini cukup untuk sebagai peringatan
“Siapa yang memerlukan pendapat mu sampah, prajurit tangkap sampah ini, seekor kucing sudah mulai menujukan cakarnya, bagai manapun kucing hanyalah mahluk kecil, yang bahkan bisa di singkirkan dengan mudah” para prajurit mulai berdatangan namun siapa yang menyangka jika dengan beberapa gerakan saja para prajurit itu sudah terkapar di tanah, ia tak ingin membuat keributan, tubuhnya terlalu lemah untuk itu
"Kucing kecil, sayang sekali, kucing kecil ini adalah guru dari harimau yang perkasa, jika harimau bisa menghabisi mangsanya dengan sekejap mata coba pikirkan apa yang terjadi jika menganggu gurunya?"
Mian Li tersenyum dengan begitu mengejek, mambuat putri ketujuh bahkan mengepalkan tangannya dengan begitu erat, ia sangat marah, siapa yang mengizinkan sampah ini beradu argumen dengannya
"Putri ke tujuh kau di hukum atas ketidak sopanan mu pada permaisuri ini,"
Mian Li berucap dengan nada nan begitu ringan, karena kedatanganya di sambut seperti ini maka ia tak akan merasa sungkan
jika ingin mencambuk maka ia akan membalikan keadaan, seekor tikus kecil berani bertingkah di sarang macan, coba pikirkan apa yang bisa terjadi
"Siapa yang akan mendengarkan perintah mu bodoh"
"Kau yakin putri?, memerintahkan para prajurit ini tak terlalu sulit bagi ku" Mian Li tersenyum miring
Membiarkan prajurit melumpuhkan putri ketujuh,
"Putri ketujuh sudah tumbuh menjadi gadis yang tak tau aturan dan moral, berikan tiga puluh pukulan dan setelahnya antarkan dia kembali kekediaman untuk menjalani hukum kurung dan menyalin kitab etika bang sawan selama satu bulan, ia terlalu di manja dan sepetinya ia sudah melupakan banyak hal" Ia berucap dengan nada nan begitu datar,
Mian Li tak menyangka jika akan secepat ini, sebelumnya ia hanya ingin melihat lihat, namun siapa yang menyangka jika putri ketujuh begitu tergesa hingga malah melakukan hal yang hanya membuatnya menjadi rugi sendiri ia datang dan memberi masalah Mian li hanya sedang mengabulkan keinginan si putri
"Fei Yang minta seseorang untuk ambilkan kursi untuk ku, dan kau bisa bawakan aku sepoci teh dan beberapa camilan kecil, aku akan mengawasi putri ketujuh" Ucapnya ringan, dalam waktu singkat para pelayan datang dengan sebuah kursi dan meja kayu, dan teh beserta cemilan yang di inginkan oleh sang permaisuri mereka
Mian Li duduk di balik meja kecil itu sembari menikmati teriakan dari putri ke tujuh yang begitu menggema, sudah begitu lama sejak terakhir kali ia bahkan tak mendengarkan teriakan ini, ia sudah sedikit rindu
Karena putri ketujuh memiliki kultivasi maka Mian Li susah bersiap, menggunakan sisa tenaga yang ia miliki untuk melumpuhkannya, tenaga kecil ini akan sangat sebanding dengan tontonan yang akan ia saksikan, jika tak bergerak tidak mana mungkin putri manja itu berakhir dengan hukuman,
Putri ketujuh memiliki kultivasi meskipun tak terlalu tinggi tegap saja akan membuat para prajurit kewalahan menghadapinya, hal inilah yang membuatnya harus turun tangan sendiri, untuk melumpuhkan kelinci kecil tak akan menghabiskan begitu banyak tenaga baginya, salahkan saja tubuh ini yang begitu lemah
"Sialan kau ******, sampah tak berguna, berani sekali kau menghukum ku, sampah tak berguna, yakinlah aku akan segera membalas mu, setiap luka ini akan di balas dengan puluhan bahkan ribuan kali lipat" Teriak putri ketujuh kesal,
__ADS_1
Selama ini tak ada siapapun yang berani menentang keinginannya, ia terlalu bebas hingga membuatnya besar kepala dan tidak tau di mana seharusnya ia berpijak
"Takutnya kau sudah tak memiliki waktu lagi untuk membalas putri"
"Dasar sampah tak berguna, beraninya kau, lepaskan aku, ******, jika tidak ibu ku tak akan melepaskan mu dengan mudah"
Teriaknya dengan penuh amarah, ibunya adalah selir Bai orang yang tak akan diam saat putrinya mendapatkan perlakuan tak adil
"Kau bisa mengatakan apapun pada ibumu nanti, jika ibumu ingin mengikuti jalan mu maka minta saja dia ke kediaman ku, aku akan mengabulkan keinginan kalian, tambahkan sepuluh pukulan lagi" Ucap Mian li dengan nada nan begitu santai,
Membiarkan Fei yang menuangkan teh dan menyesapnya begitu perlahan, menikmati kehangatan teh lezat di tengah teriakan menyedihkan dari putri yang membangkang,
Permaisuri nan lemah tampa daya itu sudah mati, saat ini hanya ada seoang wanita kuat dan perkasa, Seorang permaisuri yang kejam dan putri yang tak patuh, sepertinya keadaan benar benar sudah di balik oleh kenyataan
"Sialan kau, aku akan membalas mu lihat saja, sampah sialan" Teriak putri ke tujuh,
Ia tidak bisa terima segala hukuman ini, bagai mana mungkin ia di kalahkan dan di hukum oleh permaisuri sampah, ia benar benar tak bisa menerima jika dirinya telah dipermalukan seperti ini, ia adalah putri yang kuat, bagai mana berakhir seperti ini?
"Berikan sepuluh pukulan tambahan, sepertinya putri ketujuh tak belajar dari kesalahan yang di buat"
"Kau sampah sialan beraninya kau"
"Tentu saja apa yang membuat ku takut?, tambahkan lagi pukulan untuk putri dan kau putri ke tujuh, teruslah mengumpat, habiskan suara mu untuk mengumpat ku hingga bisa mencapai seribu pukulan, dan setelahnya kau bisa mati dengan tenang, aku pun merasa lega karena membiarkan putri ketujuh mati dengan begitu terhormat" Ucap Mian li menyeringai,
Putri ke tujuh pun sudah bungkam seribu bahasa, pukulan ini tak main main, dan bahkan ia harus mendapatkan hukuman tambahan karena terus membantah, lidahnya terasa kelu, ia sudah tak kuat untuk terus berteriak, tubuhnya sudah benar benar remuk saat ini, jangan remehkan kayu pemukul yang di gunakan para pengawal
Setelah beberapa saat akhirnya proses penghukuman selesai, putri Bai Zian sudah jatuh pingsan saat pukulan ke tiga puluh, dan sialnya hukuman itu tak di hentikan begitu saja, Mian li meminta pengawal tetap melanjutkan hukuman meskipun Bai Zian susah kehilangan kesadarannya
Andai ia tak menghina dan mengumpat Mian Li sebelumnya ia tak akan mendapatkan tiga puluh pukulan lagi, para prajurit bahkan tak menyangka jika permaisuri mereka yang lemah telah menjadi mahluk yang tak memiliki hati, kekejaman yang bahkan sama mengerikannya dengan kaisar Zhao
"Kau, bawa dia kembali, tak ada yang boleh menemuinya sebulan ke depan, dan jangan ada yang memanggil tabib, biarkan ia menghargai kehidupan yang ia miliki" Ucap Min meninggalkan kerumunan, ia tentu akan melanjutkan perjalanannya, sambutan ini tak terlalu buruk
“Apakah gadis itu benar benar permaisuri?, ia sangat kejam, bahkan putri sudah kehilangan kesadarannya," Ucap prajurit sembari bergidik ngeri, permaisuri yang tertindas sudah mulai menujukan taringnya, dan pembalasan orang yang tertindas benar benar mengerikan
Saat si diam bergerak maka lawan hanya akan memohon untuk sebuah kematian, hanya saja mereka sudah tak memiliki kesempatan, penyesalan pun sudah tak akan berguna lagi
“Benar benar mengerikan, bahkan tak mengizinkan siapapun memanggil tabib untuk mengobati luka sang putri, apakah dia masih permaisuri Li yang baik hati itu” sahut rekannya
“Pergerakannya seperti angin musim gugur, sangat menyenangkan namun membuat lengah, bahkan aku tak menyadarinya, ternyata rumor yang menyatakan permaisuri Li sampah adalah tak benar adanya , lihatlah bahkan permaisuri sangat mengerikan, ia terus menambah hukuman dan tak menerima bantahan” Sahut rekanya ketiganya berjalan kembali menjalankan tugas nya masing masing.
“Ah sialan, aku hanya menggunakan sedikit tenaga ku dan sudah seperti mau mati tasnya, tubuh ini lemah sekali, begitu melelahkan padahal aku hanya bermain sebentar dengan orang orang itu” Ucap Mian Li dengan begitu kesal,
Tubuh yang di tempatinya begitu lemah dan rapuh, bagai mana bisa ia bertahan jika tubuhnya seperti ini, perlu kalian ketahui proses balas dendam itu sungguh menguras tenaga, belum lagi mengatasi para selir dan putra putrinya
__ADS_1
Semua akan di bereskan Tampa sisa, di masa depan siapapun yang berani mengusiknya maka akan mendapatkan sebuah pelajaran yang akan selalu ia ingat se umur hidupnya
Seperti putri ketujuh tadi, luka di tubuhnya tak akan menghilang dengan mudah, setidaknya ada beberapa tulang yang retak yang akan membatasinya dalam bergerak, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi pulih seperti biasanya