
Setelah kepergian kaisar semua di bubar kan, acara eksekusi benar benar di batalkan, dengan gerakan sedikit tergesa pangeran lan segera terbang menuju panggung, dan dengan cepat membuka kain penutup kepala gadisnya, ia segera menggenggam tangan Fei Yang dengan erat,
"Ya.. Yang mulia" fei yang menatap sang pangeran dengan tatapan bingung, apa yang du lakukan pangeran ke dua?, mengapa ia malah naik ke panggung?,
"Apa kau baik?, maaf aku tak bisa menjaga mu, maaf" Ucap pangeran Lan lirih, pangeran lan menggenggam tangan fei yang dengan erat seakan ia akan pergi jika di lepas sebentar saja
Chen ling hanya melihat interaksi keduanya dalam diam dan lebih memilih untuk membantu Yu Mi melepaskan ikatannya, ia tak menyangka jika fei yang mampu menggapai seorang pangeran yang tampan, ia tak iri toh setiap mahluk memiliki pasangan, ia akan menemukan pasangannya kelak, untuk apa iri dengan kebahagiaan orang lain
"Menjawab yang mulia, keadaan saya baik baik saja, yang mulia tak perlu cemas" Ucap fei yang melepaskan gengaman tangan dang pangeran ke dua, ini tak baik, jika penduduk melihat hal ini akan ada rumor yang tersebar di kota, dan itu sangat tak baik untuk reputasi seorang pangeran
"Bagai mana tidak, kau hampir saja mati, kau hampir membuat ku gila, ku mohon berjanji lah untuk tetap hidup, berjanjilah" Ucap pangeran Lan lembut,
Sedangkan Fei Yang?, ia hanya diam dengan kening yang mengerut, ia bahkan tak mengerti apa yang baru saja terjadi, dan apa yang sedang di bicarakan pangeran ke dua ini?, ia juga tak ingin mati apa lagi dengan cara buruk seperti ini, tapi?, tentu saja ia tak dapat memilih, kaisar sudah memutuskan dan mereka hanya bisa patuh
"Maafkan saya karena membuat pangeran menjadi cemas" Ucap fei yang dengan pelan, ia masih bingung dengan raut wajah si pangeran Lan, apa yang terjadi?,
"Nona chen aku pinjam A fei sebentar" Ucap pangeran lan pelan,
"Baiklah pangeran, harap jangan terlalu lama, karena saya harus segera kembali ke mansion" Ucap chen Qing tersenyum lembut, sembari turun dari panggung, ia beranjak menuju sang ayah yang melihat mereka dari kejauhan
__ADS_1
"Terimakasih nona" Ucap pangeran lan menarik tangan fei yang menjauh,
Di atas sana selir ke lima hanya menatap kejadian itu dengan tersenyum, ia merasa lega akhirnya putranya menjadi lebih dewasa, dan berani untuk mengungkapkan perasaan yang telah sekian lama di pendam
"Akhirnya" Ucap selir ke lima menarik nafas lega, setidaknya masalah berkurang satu, tinggal dua putra yang belum menemukan obatnya, selir ke lima berharap jika ketiga putranya mendapatkan kebahagiaan mereka masing masing, ibu mana yang tega melihat anaknya menderita?, ia hanya bisa berharap semoga dewa mengabulkan doanya selama ini
"Benar ibu, akhirnya kakak memberanikan diri, semoga berakhir baik, jangan seperti ku, mencintai setelah kepergian memang sangat menyakitkan" Ucap yu fang menghela nafas pelan, bahkan pencariannya tak berujung temu, nona muda keluarga ling itu benar benar sudah menghilang, dan meninggalkan yu fang beserta sebuah penyesalan.
Di sisi lain pangeran Lan terus melangkah sembari menarik fei yang menuju sebuah taman,
"Maaf yang mulia, apakah anda memerlukan sesuatu?, saya harus bersiap untuk kembali ke mansion jendral," Ucap fei yang pelan,
Awalnya ia tak ingin kembali, ia akan menunggu nonanya di istana, namun ia berubah pikiran saat mendengar bisikan dari chen ling, awalnya ia tak percaya, tapi?, tentu ia harus pergi dari istana, ia berharap yang chen ling katakan itu benar,
"Menjawab pangeran anda sama sekali tidak menganggu, hanya saja saya harus bersiap untuk kembali, saya tak pantas membuat nona kedua chen menunggu lebih lama" Ucap fei yang menundukkan kepalanya pelan
"jangan terlalu formal A fei" Ucap pangeran lan menatap lekat, gadis yang hampir saja pergi dari hidupnya, gadis yang hampir meregang nyawa untung kedua nona muda keluarga chen itu datang dan berhasil menghentikan eksekusi itu,
"Maaf pangeran, sangat tidak pantas bagi saya untuk tidak mengunakan bahasa yang sopan, nona kami selalu mengajarkan kesopanan" Cicitnya pelan, ada apa dengan pangeran ini?, mengapa berbicara seolah mereka sangat dekat,
__ADS_1
"Ternyata kakak ipar memang ahli dalam mendidik, tapi ku mohon A fei dengarkan aku, ada hal yang ingin ku katakan" Ucap pangeran lan pelan,
"Maka segerakan pangeran,"
Pangeran lan terlihat bingung dan yah saat ini ia merasa sangat gugup, lidahnya terasa kelu tak mampu untuk mengatakan sepatah kata pun, hey apakah mengatakan perasaan harus seperti ini, mengapa ia merasa gugup?, ia tak pernah merasakan ini sebelumnya, bahkan ia bisa santai saat berperang, pangeran lan tak bisa mengatakan apapun, ia menarik fei yang dan memeluknya dengan erat
"Pangeran?, apa yang Anda lakukan?," Ucap fei yang membulatkan matanya kaget, ini terlalu tiba tiba dan?,
Saat ini ia sedang di peluk dan pelakunya adalah orang yang bergelar pangeran?, ini sangat tidak pantas, jika ada yang melihat pangeran lan akan menjadi bahan lelucon di kalangan para bangsawan
"Biarkan seperti ini, biarkan aku memeluk mu sebentar saja, kau tau?, aku merasa sangat takut, takut kehilangan mu, aku, aku mencintaimu" Ucap pangeran Lan masih memeluk tubuh fei yang dengan erat, ia tak ingin kehilangan, cukup sudah,
"Maaf pangeran, harap lepaskan saya, sangat tidak baik jika ada yang melihat, saya harus segera kembali" Ucap Fei Yang melepaskan pelukan sang pangeran setelahnya ia segera beranjak meninggalkan taman, pangeran lan berdiri dalam diam, ia di tolak, cintanya baru saja ditolak, oh tidak ia tak menyangka jika ia akan di tolak,
"Hm baiklah jika seperti itu, aku akan memintamu pada kakak ipar, tunggu aku" Batin pangeran lan, ia menghela nafas dan mendudukkan diri di bangku taman dengan perasaan kacau, ia baru saja di tolak, cintanya baru saja di tolak, ingat itu DI TOLAK, saat ini ia hanya bisa berharap agar kakak iparnya segera kembali, hanya min yang bisa membuat Fei Yang menerima cintanya,
"Apakah berhasil? " Ucap yu fang yang baru datang, pangeran lan menggeleng lemah, ia harus kembali menunggu setelah penantian yang cukup panjang ini,
"Hey lihatlah, jangan menunjukan wajah sedih mu, kau bisa mencoba lain waktu, bukankah kau yang mengatakan jika cinta harus di kejar" Ucap Yu Fang menepuk bahu kakaknya, memang kehilangan cinta bukan hal yang ringan
__ADS_1
"Hm" gumamnya
setelahnya perlahan berdiri dan melangkah meninggalkan taman, suasana hatinya sedang tidak baik, ia ingin ke tempat pelatihan prajurit untuk mengawasi mereka