
Seketika ia mulai merasakan tubuhnya terombang ambing dan terawang di udara, aku bahkan selalu bertanya tanya apa apa yang terjadi, kemana tubuhnya akan pergi, mengapa begitu misterius
Setelah selesai ia menghela nafas sembari membuka matanya dengan perlahan, di mana lagi ini, hanya saja semua tak penting yang terpenting ia harus memijit kepalanya yang begitu sakit
Seakan telah berputar putar ribuan kali, dengan tubuh yang begitu lemas ia bergerak untuk duduk, aku menghela nafas dengan wajah pelan, tempat apa lagi ini, tempat aneh ini, mengapa ia ada di sini, ruangan yang begitu luas seolah tak berujung, ruangan yang begitu sunyi seolah tak pernah di jamah oleh manusia
Tempat ini memang sedikit aneh, hanya sebuah ruangan kosong saat ini ia bahkan masih ingat dengan jelas semua kejadian sebelumnya, di saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagai mana orang terdekat mengkhianati kepercayaan ya, kedatangan ke klub mengantar sebuah kematian dan akhir bagi hidupnya
ia juga masih ingat dengan betul rasa sakit saat sebuah peluruh bersarang di dadanya, peluru yang tak pernah ia sangka membawanya ke tempat aneh seperti ini, ia tak bisa terus menerus berada di tempat ini, dua orang tak tau diri itu harus di selesaikan, jikapun ia mati maka tak akan pernah ada Penyesalan karena kematiannya untuk membela dirinya
“Hey di mana aku sekarang?, apakah aku benar benar sudah tida?, apakah aku benar benar sudah mati?, apakah aku sudah berada di neraka?, neraka?, mengapa aku berucap seolah aku benar benar sudah mati, aku belum mati kan, lagi pula hanya terkena sebuah peluru, bagai mana mungkin bisa membunuh ku, aku belum menyelesaikan kedua semut itu, bagai mana mungkin aku mati begitu saja, ini pasti bohong kan" ia membatin,
Ia bahkan masih terus menebak nebak mengenai keberadaanya saat ini, tak ada benda apapun di sini, tempat yang luas, dan kosong, apa yang terjadi?, mengapa semua seolah bekerja sama mempermainkannya,
Ia berdiri sendiri dalam kebingungan, akalnya mengakan jika ia belum akan mati hanya karena satu tembakan ini, hanya saja hatinya dengan bodoh selalu saja mengeluarkan pertanyaan pertanyaan ini, pakah tempat ini yang di sebut neraka, apakah ia benar benar sudah mati karena satu tembakan itu, apakah ia memang sudah berakhir di klub itu?, apakah ia benar benar sudah di jemput oleh dewa kematian
Sampai kapanpun ia bahkan tak akan pernah bisa menerima kematian yang begitu tidak terhormat seperti itu, kematian yang bahkan tak masuk akal, hanya karena satu tembakan membuatnya kehilangan nyawa, ia sudah mengalami begitu banyak luka dan tembakan selama perjalananya, perjalanan sampai ketitik penguasa bukan hal yang bisa di lewati dengan mulus, banyak darah dan luka yang, di alirkan untuk membakar semangat agar segera sampai pada tujuan
Lalu semua ini?, ia benar benar tak percaya, ia tak percaya jika sebuah peluru benar benar membuatnya mati, sebuah peluru membuatnya kehilangan semuanya dalam sekejap, semua miliknya yang hanya akan menjadi sebuah ingatan dan kejadian di masa lalu
Tapi?, hanya itulah kemungkinan yang terjadi saat ini, hanya itu yang ia dapatkan sebelum ke tempat ini sebuah tembakan dari seorang dari balik kegelapan dan ia pasti tau jika itu adalah bawahan bajingan tua Kim itu, tapi ada aneh saat ini, mengapa semua begitu tenang jika ia benar benar berada di neraka mengapa mengapa begitu sepi dan sunyi bukankah di neraka itu memiliki api yang besar?,
Berarti juga akan ada yang berteriak dengan penuh kesakitan karena siksaan yang katanya tak pernah selesai, tapi apa ini?, mengapa tempat ini sangat sunyi sepi seakan tak memiliki tanda tanda kehidupan, kemana pergi semua penghuni neraka?,
Mana mungkin mereka pergi mengungsi, di alam ini?, hm apakah masih ada bencana?, tidak tidak itu adalah pemikiran yang sangat konyol, ataukah ini neraka desain terbaru?, mungkin saja para dewa merasa jenuh jika neraka selalu di buat dari api?, mencoba hal baru memang tak terlalu buruk,
Aggg, benar benar membuat pusing, membuat semakin sakit kepala saja,
Pemikiran yang benar benar Konyol mana mungkin itu terjadi,
Lalu?, dimana dia sebenarnya?, mengapa ia berada di tempat ini, jikapun mati sudah seharunya ia masuk ke dalam neraka dan menikmati segala siksaan yang telah di janjikan untuk orang orang yang telah melakukan kejahatan,
Apakah dia tersesat?, atau mungkin para dewa melupakan rohnya membiarkanya di tempat ini Tampa tujuan dan penjelasan, oh tidak tidak, benar benar mengerikan jika ia sampai terlantar di tempat ini, apakah para dewa belum memutuskan akan pergi kemana?, dan di mana?, ia tak ada tempat menetap,
Walaupun ia sudah dapat memastikan jika dirinya pasti akan masuk ke neraka, mengapa merepotkan diri dengan pertimbangan ini?, hal yang sangat tak perlu dan merepotkan, itu lah benar benar dewa yang tak Profesional, tinggal masukan saja apa susahnya, min hanya melakukan kejahatan, tak ada kebaikan di hatinya, tinggal Cemplung aja ke neraka apa susahnya sih
"Kau berisik sekali, bisakah berhenti dengan semua pemikiran liar mu, gadis kecil seperti mu, siapa yang menyangka jika mahluk seperti mu bisa berada di ruangan ini, sangat merepotkan" Ucap seseorang dengan anda mengejek, hal ini jelas saja membuatnya sedikit terkejut dan berbalik
__ADS_1
Ternyata ia tak sendirian di sini ia memiliki teman, dan tempat apa ini mengapa begitu aneh, dan bahkan sangat sepi,
"Kau juga di sini, huh syukurlah setidaknya aku tidak sendirian, sendirian di tempat seluas ini akan membuat ku mati kebosanan, setidaknya aku memiliki teman"
Ia menghela nafas pelan, ada seseorang di sini, ia tak sendirian, tempat sunyi dan sesepi ini memiliki seseorang, dan ia yakin jika orang ini sudah berada di sini terlebih dahulu, dan ia masih hidup, apakah ia bisa berharap dengan sebuah kesempatan, apakah ia masih memiliki kemungkinan untuk tetap bertahan hidup di tempat aneh ini
"Aku bukan teman mu, dan juga bukan salah satu dari golongan mu"
Orang yang datang bahkan memiliki suara yang begitu dingin, untuk sesaat min merasa terkejut, hanya saja ia berusaha untuk menahan dirinya, suara dingin Tampa perasaan ini, bahkan ia tak memiliki itu meskipun ia sudah melakukan ribuan kejahatan dan menghabiskan jutaan nyawa
"Kau bercanda, kau memiliki kaki tangan dan tubuh yang lengkap, kau adalah manusia, lalu mengapa dengan seenak jidat mengatakan jika kamu bukan golongan dengan saya"
Min berucap, mahluk ini memang tak terlihat seperti orang biasa, ia tak takut dan berusaha untuk meyakini hatinya jika ia tak sedang ketakutan saat ini
Hanya saja tubuhnya bergetar cukup hebat, untuk alasan yang tak di ketahui ia bahkan tak bisa menahan dirinya lebih lama, aura ini bahkan begitu mengerikan
"Manusia hina"
Ia berucap dengan nada mengejek, ia jelas bukan golongan dari mereka, ia adalah mahluk mulia yang tak akan pernah terkontaminasi dengan kotornya manusia
Min berucap dengan nada pelan, dia berani mengejek dan menghinanya, apakah ia bukan manusia?, mana mungkin seluruh tubuhnya lengkap dan ada yang mencurigakan
"Tidak tau malu"
Mahluk tersebut tersenyum dengan wajah dingin, manusia memang tak ada yang suci, manusia tak akan pernah bisa lepas dari sikap tamak dan serakahnya,
"Siapa kau?"
Min melangkah mundur selangkah, dari yang di lihat mahluk ini memang seperti manusia normal, namun jika di perhatikan lebih jeli mahluk ini bahkan tak memiliki sebuah tanda kehidupan, wajahnya begitu misterius namun membuat seorang Min Jiana takut Tampa menujukan wajahnya, benat benar mahluk yang mengerikan
"Aku?, aku adalah dewa" Ucapnya dengan rendah, menaikan alisnya,
Namun siapa yang menyangka jika hal sesepele ini dapat membuat tubuh Min sedikit gemetar, ini bukanlah cinta, demi apapun saat ini Min merasa takut, sedikit cemas, untuk pertama kalinya min merasakan hal ini, jangan pernah katakan ini lebay, ia benar benar merasa takut, lagi pula siapa yang berani menghadapi penjaga neraka?, tak ada kan?, yasudah tak perlu protes
"Jangan bercanda, dan jangan mencoba untuk membodohi ku"
"Jika tak ingin percaya itu adalah urusan dan masalah mu, aku tak akan mengalami kerugian apapun jika kau tak percaya
__ADS_1
"Kau hanya mahluk pembuat, dan mungkin saja kau adalah iblis yang menyerupai manusia untuk mempercayai ku"
"Kau tak seberharga itu, kau sudah melakukan begitu banyak pekerjaan yang keji, dan kemati bahkan tak layak untuk mu"
"Jika kau benar dewa, lalu? untuk apa dewa mengunjungi ku ke neraka ini?, hanya akan membuang waktu ku dan kau saja bukan, akan lebih baik balik ke tempat mu, istirahat, dan kumpulkan tenaga untuk menghadapi roh lainya, tenaga saja aku tak akan memprotes mu karena aku masuk neraka, aku menikmati pekerjaan ku dan bukan orang yang akan lari dari sebuah tanggung jawab" Ucap Min berusaha keras untuk menenangkan dirinya,
Ia sudah bisa menerima jika ia hidup di neraka, tapi tolong lah jangan di hadapkan dengan sosok ini, sangat mengerikan, dia sudah mati, dan tak ingin mati lagi, ia hanya ingin menggunakan waktu yang tersisa sebaik mungkin, setelah ini mungkin ia akan mendapatkan siksa yang pastinya kan sangat melelahkan
"Kau adaah orang pertama yang sangat berharap masuk neraka nona?, lagian siapa juga yang mau memang urus mu, tidak penting" Ucapnya tersenyum sinis, selama ini tidak ada yang mau masuk ke neraka namun gadis ini?,
Ia malah mengira ruang cahaya ini sebagai neraka, bahkan sangat tidak pantas, ruang cahaya di penuhi dengan keagungan dan pengampunan sedangkan neraka penuh dengan siksaan dan kepedihan, yah pada dasarnya apapun kepercayaan yang di anut neraka mereka tetap sama, tempat di penuhi api dan penyiksaan yang tak berujung,
"Sialan kau, lalu apa?, apakah aku harus berharap syurga menerima ku?, jangan bermimpi terlalu jauh, aku menyadari dan mengetahui batasan ku, lagi pula aku sangat yakin syurga mungkin mau menerima ku yang berlumuran dosa ini, kau bercanda?, jangan terlalu berharap hal selalu baik, sudah lah lagi pula aku sudah merelakan diriku untuk masuk neraka" Ucap Min menaikan alisnya,
Ia pernah mendengar syurga di buat untuk orang orang baik sedangkan dia?, ah sungguh tak pantas bukan?, tak perlu berharap lebih pada hal yang tidak di miliki, jika kau terus memaksa hanya akan merasakan pahitnya kekecewaan
Masuk neraka adalah hal yang pasti, ia tak ingin menghabiskan waktu dengan hal yang tak berguna, jika ingin memasukan ya ke neraka masa masukan saja, apapun jenisnya ia akan menerimanya
Ia akan menerima segala hukuman yang harus ia terima, begitu banyak nyawa yang menghilang di tanganya, ia tak akan lari dari sebuah tanggung jawab
"Bahkan neraka pun tak mau menerima mu nona, dosa mu terlalu banyak, neraka sudah memutuskan untuk menolak mu, jika ingin ke neraka kau harus bekerja keras terlebih dahulu,dosa mu sudah terlalu banyak, kau tak bisa kembali jika tak mengurangi dosamu terlebih dahulu" Ucap sang pria melipat tangannya di dada,
Tatapan sinis tadi seketika berubah menjadi angkuh, Min menjadi kesal, apa apaan itu?, di tolak neraka?, yang benar saja,
"Apa maksud mu?, kau fikir dosa apa hah, kau fikir dosaku bahan pangan yang bisa kau kurangi timbangannya?, apa kau bercandaan?, dasar dewa bodoh, bagai mana kau bisa berfikir hal seperti itu" ia berucap dengan nada percaya dengan apa yang ia dengar,
Mengurangi dosa?, apa itu?, sejak kecil ia selalu belajar cara menambah dosa bukan mengurangi dosa, lagi pula semasa hidupnya ia tak pernah perduli dengan yang di sebut dosa atau pahala itu,
Yang ia tau ia hanya merasa senang jika sudah menghabisi penghalang, lagi pulang mereka yang datang untuk menyerah nyawa, Min bahkan tak tertarik jika tak di usik.
Min merutuk kesal karena bahkan pria yang mengaku dewa tadi menghilang di telan cahaya, menyebalkan bukan?, kau di tinggalkan saat bicara, di tinggalkan di tempat asing yang bahkan tak memiliki peradaban, tak memiliki penghuni dan sangat tak menarik
"Hey mahluk sialan, di mana kamu, jangan mempermainkan ku?, neraka ya mungkin se narsis itu, menolak ku?, kau pasti sudah sakit jiwa, semua orang mengejar ngejar ku bagai mana mungkin aku di tolak oleh neraka, jika kau tak mau memberiku tumpangan setidaknya biarkan aku menyewa, ruangan ini, tempat ini terlalu luas dan kepala ku pusing karena tempat ini berputar putar tidak jelas" Gerutunya kesal,
Mahluk menyebalkan itu benar benar telah meninggalkannya, namun gerutu itu berhenti saat tiba tiba merasa pusing dan kehilangan kesadarannya, ia tergeletak di lantai ruang cahaya, dan entah kemana lagi akan pergi, apakah orang mati memang memiliki roh yang berpecah pecah?,
Masak ia setelah mati bisa pingsan lagi?, benar benar tidak masuk akal, ya sudah lah, biarkan saja Min pingsan, toh tempat ini tak memiliki dokter, tak memiliki apapun yang bisa di gunakan untuk menghilangkan sakit kepala Min, Min sudah pasrah, jika sudah seperti ini apa yang akan di kata, Min di tolak oleh neraka dan itulah kenyataanya
__ADS_1