Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab57#


__ADS_3

"Kakak, aku sudah mencari mu sejak tadi" Ucap pangeran Lan dengan nada pelan, ia sudah mencari wanita yang berstatus kakak iparnya sedari tadi, namun?, bahkan tak menyangka jika berjumpa di kerumunan pelayan dapur seperti ini, dan lihat lah?, ia bahkan terlihat sangat menikmati perbincangan itu dan tak menyadari keberadaan seorang pangeran Lan di antara mereka, pangeran lan menghela nafas pelan, ia tentu tau jika kakak iparnya orang baik, tapi bisakah ia sedikit menghargai kaisar?, kaisar dan para jendral telah menunggunya sedari tadi, sedangkan yang di tungguin masih sibuk bercengkrama bersama para pelayan, yang benar saja?, siapa yang marani membuat sang kaisar menunggu?, yah selain seorang Min jiana siapa lagi?,


"Ah adik kedua, apa yang kau lakukan di sana?" Ucap Min segera bangkit dari duduknya, ia menatap pangeran lan dengan wajah polosnya, tampa merasa bersalah karena sudah membuat seorang pangeran lan mencari


"Yang mulia telah menunggu lama di perjamuan" Ucap pangeran Lan dengan nada pelan, ia merasa cemas saat kakak iparnya tak ikut serta dalam jamuan ini, setelah melihat secara langsung serangan pemanah semalam pangeran lan merasa harus menjaga kakak iparnya, dari luar ia bahkan terlihat begitu kuat, namun manusia mana yang tak pernah bertindak konyol?, manusia mana yang tak pernah lengah?, manusia mana tak pernah termenung? , dan menagis, manusia mana?, coba katakan?, sekuat apapun manusia ia tetaplah pada kodratnya, dari itu jangan terlalu tajam jika mengkritik, lihatlah diri mu, akankah lebih baik dari yang sedang kau kritiki?, jika merasa lebih baik maka silahkan, dan jika merasa sama sama buruk maka mari belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi


"Ah, kalian, hm kalian bisa memulai perjamuan, tak perlu menunggu" Jawab Min sembari menunjukan senyuman konyolnya


"Yang mulia permaisuri, semua makanan telah di bagikan" Ucap seorang wanita yang Min tau adalah kepala pelayanan di chap militer ini, Min hanya mengguk pelan sebagai jawaban


"Bagikan pada prajurit dan kalian juga jangan sampai ketinggalan" Ucapnya, pangeran Lan hanya memandangi kakak iparnya yang selalu menebar senyum di manapun, meski wajah itu terhalang selembar kain namun bahkan tak mengurangi ke indahan wajah sang permaisuri, lagi pula sejak berada di dunia kuno ini min selalu menebar senyumnya pada siapapun kecuali orang yang ia anggap musuh, dan yah kaisar menyebalkan yang sialnya adalah suaminya sendiri

__ADS_1


"Apa yang kau rencanakan kakak?" Ucap pangeran lan pelan, ia tau betul jika kakak iparnya ini suka sekali bertindak semaunya meskipun itu baik, tapi tetaplah ini tak pantas untuknya


"Ah adik ke dua, kau tentu taukan jika jamuan ini di buat untuk merayakan kesembuhan para rakyat, lalu bagai mana bisa rakyat tak di ikut sertakan dalam hal ini"


"Ah ku anggap itu tak melanggar aturan kakak, mari ke aula jamuan" Ucap pangeran Lan membungkukkan tubuhnya beberapa derajat sebagai pertanda permohonan yang tulus dari sang adik


"Ah adik ke 2 , angkat kepala mu, aku tak suka kau seperti itu, kau ingin aku menghadiri jamuan itu kan?, mari"


Pangeran kedua mengangkat kepalanya dan segera mengiringi langkah kakaknya menuju aula perjamuan, setelah mencari lama akhirnya permaisuri di temukan, satu satunya mahluk yang berhasil membuat kaisar Zhou menunggu lama di meja jamuan, benar benar hal langka


“Udara semakin dingin, tubuh anda tak terlalu baik akhir akhir ini, minum sup akan membuat tubuh anda lebih hangat yang mulia, pelayan, bawa makanan sup jahe dan ayam kukus madu, yang mulia tak terlalu menyukai makanan pedas seperti ini” Ucap Min pelan, kaisar beralih menatap sang permaisuri dengan tanya apa yang terjadi?, mengapa permaisuri tiba tiba memperhatikannya?,

__ADS_1


Para tabib mau pun para jendral hanya bisa melihat dalam diam, mereka tak berani untuk membuka suara mereka, permaisuri sungguh memperhatikan kesehatan kaisar dan hubungan permaisuri dan kaisar terlihat begitu manis tidak seperti yang di rumor kan, pelayan segera membereskan makanan yang berada di hadapan kaisar, namun tampa sengaja pelayanan tua itu menginjak ujung hanfunya hingga tubuhnya limbung, napan yang di bawanya jatuh dan makanan yang di bawanya pun berceceran di lantai, para tabib mengerutkan keningnya saat melihat makanan yang terlihat begitu menggugah itu berubah warna menjadi hitam


"Ini adalah racun wi jhek" Ucap tabib Yu setelah memeriksa cairan yang berceceran di lantai


"Apa kau baik baik saja" Ucap Min pada si pelayanan tua, semua yang berada di sana tak merasa heran dengan hal itu, mereka sangat tau jika tabib han adalah orang yang begitu baik dan menyenangkan, ia suka menolong tampa memandang status, tabib han telah tinggal bersama mereka selama dua bulan ini, mereka tentu mengetahui sikap dermawan tabib han ini, bahkan para jendral muda, tabib dan pelayan begitu mengaguminya


"Ampuni ke bodoh budak tua ini yang mulia" Ucap si pelayanan tua, dengan wajah yang memucat, ia benar benar tidak tau jika ada racun di mangkuk sup milik kaisar, para pelayanan lainya membantu jatuh berlutut bersamaan, mereka tentu tak ingin di salahkan dan berakhir kehilangan nyawa, oh tidak, takada manusia yang tidak takut dengan yang namanya kematian kalian pun sama bukan?.


"Bawa pelayanan tua ini ke tabib" Ucap Min pelan, ia tak ingin memperbesar masalah, lagi pula makanan itu sudah tumpah dan tak mengorbankan siapapun, sesuai dengan harapan, masalah kecil tak berlalu di perbesar.


"Panggilkan semua pelayanan yang bertugas melayani jamuan" Ucap pangeran ke 2 cepat, nyawa kaisar hampir saja melayang, bagai mana ia bisa berdiam diri, semua harus di selidiki dan di usut secara menyeluruh

__ADS_1


"Ah adik ke dua tenang" Ucap Min pelan, ia tak ingin menarik perhatian para penduduk


"Biarkan masalah ini hanya sampai pada telinga yang mendengar, dan kita selesai di ruangan ku" Ucap kaisar zhou dingin, walau sempat terkejut namun kaisar cepat mengetahui situasinya, jika permaisuri menghindar dari kericuhan maka sang kaisar pun memilih hal yang sama, kaisar berlalu begitu saja, selera makannya sudah hilang,


__ADS_2