
Fei Yang berjalan menuju taman istana, min memintanya untuk mencarikan buah persik yang masih segar, dan lagi lagi fei yang hanya bisa patuh jika sang nona menginginkan buah persik maka fei yang harus segera mengambilnya
"Nona Fei? " Ucap pangeran lan berjalan mendekat, sejak tadi ia sudah melihat Fei Yang yang melompat lompat untuk menggapai dahan pohon persik yang sebenarnya tak terlalu tinggi namun begitu sulit di gapai, dari itu mari berusaha dengan keras
"Pangeran ke dua" Ucap Fei Yang menekukan lututnya pelan memberi hormat pada pangeran, ia berbalik sembari menunduk hormat, ia tentu tak berani mengangkat kepalanya di hadapan seorang pria yang bergelar Pangeran ini
"Bangkit lah, apa yang kau lakukan di taman selarut ini?" Ucap pangeran lan pelan, ia sudah memperhatikan gadis Fei ini sedari tadi, ia juga melihat jika sang gadis terlihat kesulitan menggapai dahan si persik
__ADS_1
"Permaisuri menginginkan buah persik yang masih segar, dan baru di petik, kebetulan pohon persik ini memiliki buah dan rasanya sangat manis, aku pernah mencobanya, lain kali cobalah" Ucap fei yang, setelah menyadari ke tidak sopanannya Fei Yang menutup mulutnya rapat, ia tertunduk semakin dalam, lagi lagi ia bersikap tak sopan pada sang pangeran, salahkan mulutnya yang terlalu cerewet
"Maaf atas ke lancangan hamba'' Ucapnya pelan, kembali menunduk dengan penuh rasa bersalah
''Tak apa, nona Fei berpengetahuan luas, hm sepertinya kakak ipar hanya menjahili anda nona, jika tak keberatan akan ku ambilkan untuk mu" Ucap pangeran Lan,
"Hamba tak berani merepotkan ada pangeran" Ucap Fei Yang pelan, ia sudah mengatakan hal lancang, dan begitu berani menerima pertolongan sang pangeran, meski mengetahui sang pangeran berhati baik namun ia masih menyayangi nyawanya
__ADS_1
"Terimakasih pangeran, apa pangeran ingin mengunjungi permaisuri?" Ucap Fei Yang memasukan buah persik kedalam keranjangnya
"Tidak, saya memiliki beberapa urusan yang sedikit mendesak, nona fei kembali lah, hari sudah semakin larut"
"Baiklah, saya mohon diri" Ucap Fei Yang pelan, menekukan lututnya dengan anggun Pangeran lan hanya mengguk pelan, fei yang segera berbalik dan segera meninggalkan sang pangeran menuju valium bulan, pangeran lan hanya bisa menunjukan senyuman manisnya, ah ia tak menyangka setelah tak berjumpa selama beberapa hari tenyata berhasil membangun tembok rindu di relung kalbunya, ah baik lah, ia akan berusaha lebih keras lagi untuk mendekati gadis incarannya ini
"Hey kakak ke dua, kapan kau akan memberi tahunya tentang perasaanmu? " Ucap Yu Fang yang datang entah dari mana pangeran lan mengerjapkan matanya dan berbalik menatap adiknya
__ADS_1
"Belum dalam waktu dekat ini, mari ke aula" Ucap pangeran lan di angguki oleh Yu Fang dan keduanya berjalan menuju aula pertemuan, pemberontakan kali ini cukup besar meski tak sekuat di perbatasan barat, namun para pemberontak ini sangat meresahkan rakyat.
semoga mereka mampu menyelesaikan ini, pada dasarnya pemberontakan yang datang bukan lah pemberontakan biasa mereka tersusun dengan teratur dan memiliki kemampuan kultivasi yang bahkan cukup tinggi