Transmigrasi Sang Pemimpin

Transmigrasi Sang Pemimpin
Bab135#


__ADS_3

Perang sudah berjalan selama satu minggu lamanya, para pemberontak itu semakin banyak, pasukan mereka cukup kuat, dan berdatangan seakan tiada habisnya, di tengah keramaian, hiruk pikuk memecah telinga, suara dentingan pedang dan teriakan kesakitan bagai musik yang mengalun merdu, banyak nyawa yang hilang, banyak tubuh yang tumbang, darah mengalir bak sungai, panah turun bak hujan, namun mereka harus tetap bertahan, mempertahankan negara adalah suatu kewajiban, para prajurit sudah kewalahan,


Namun tak pernah menurunkan semangat juang, mereka yakin usaha yang baik akan menghasilkan hal baik pula, saat ini penggempuran besar besaran itu kembali terjadi, pasukan mereka terdiri dari 50.000 orang pasukan, sedangkan pasukan istana hanya memiliki sekitar 20.000 mereka kalah dalam jumlah, namun tak kalah dalam sebuah semangat juang


"Akhirnya hari ini tiba" Suara lembut itu berasal dari seorang gadis menggunakan pakaian hitam dan topeng peraknya, ia menyeringai, penantiannya tak sia sia, kehidupan kaisar kejam itu akan segera berakhir,


Dendamnya selama bertahun tahun akan segera terbayar, ia sudah mengalami begitu banyak penderitaan selama ini, ia sangat di rugikan oleh persaingan orang orang yang berebutan tahta,


Menghancurkan hidup kaisar adalah cita citanya sedari, menjadi pemimpin bukan hal yang inginkan, namun ia takan pernah mau jika ia berada di bawah kekuasaan orang lain, cukup sudah, ia sudah menjadi gadis penurut selama ini, tentu saja kau harus mengalah demi mendapatkan pencapaian yang besar, dunia itu adil, Tuhan itu ada, apapun yang di perbuat di masa lalu akan mendapat pertanggungjawaban di masa depan.


Sungguh perputaran yang sangat adil


"Ah aku tak menyangka jika seorang kaisar menjadi selemah ini, sangat di sayangkan, kau bisanya sangat angkuh, tapi akhirnya kau juga akan kalah oleh seorang wanita, sangat memalukan" Ucap sang gadis memprovokasi kaisar Zhou,


Tubuhnya yang sudah mulai melemah membuatnya sangat mudah untuk terluka, gadis itu menyerangnya dengan gesit, kemapuan gadis ini cukup hebat dan membuatnya kewalahan


"Katakan selamat tinggal pada dunia" Ia tersenyum kecil sembari mengayunkan pedang dengan seluruh kekuatan yang ada, kali ini sasaran adalah kepala kaisar, ia akan memenggal kaisar,


"Sial" pedang yang seharunya memotong kepala kaisar malah terlepas dari tanganya karena kedatangan sebuah belati kecil yang dengan begitu mudah memblokir serangan yang ia buat


"P... P. Permaisuri" Ucap kaisar Zhou tergagap, ia tak salah lihat kan?, ia tak mimpi kan?, permaisuri memang berdiri di hadapannya tanpa kain hitam yang menutupi wajahnya, permaisuri masih menginginkannya, kaisar zhou ingin sekali menarik min pelukannya namun sayang min memilih untuk bertarung dengan si gadis topeng perak itu, hatinya terasa sakit saat melihat permaisuri bahkan tak menatapnya, apa salahnya hingga sang permaisuri begitu membencinya?, ia tak pernah melakukan apapun, mengapa begini?


"Ternyata kau masih menginginkan ya?, setelah semua yang ia lakukan pada mu, uh sungguh cinta yang sangat mengesankan"


"Anak kecil sepertimu seharusnya tau dimana tempat kau berpijak, uh tak menyangka jika Xian zi yang kukenal baik adalah salah satu dari penjahat ulung, sungguh tak menyangka, tapi tak masalah aku akan membuat mu sadar dimana seharusnya kau berdiri"


"Uh, jie memang tak ada satupun yang bisa luput dari pengawasan mu, hm tapi sayangnya semua telah terlambat, Kekaisaran ini akan hancur dan yah dendam ku akan segera terbalas, aku sudah menanti hari ini sejak lama, tak menyangka jika semua akan segera terwujud" Tawa itu pecah di susul dengan kembalinya serangan serangan mematikan itu, kaisar Zhou masih diam menatap dalam diam,


Peperangan berlangsung sengit,


saat ini kedua pangeran itu sedang memperjuangkan nyawa mereka, pasukan musuh cukup kuat, dan keadaan tubuh mereka sangat lemah, mereka sangat tak berminat, tapi mereka harus berperang, dalam keadaan seperti ini


"Berhati hatilah Yu Fang bodoh" Ucap seorang gadis memblokir sebuah serangan yang hampir melukai Yu Fang, Yu Fang berbalik, ia terbelalak kaget, sangking merindunya bahkan ia melihat sosok gadis ling di tengah keramaian perang ini, ia tertegun membuat para musuh kembali ingin menyerangnya secara diam diam, lagi lagi Ling Shi harus memblokir serangan itu,


"Hey, mengapa kau melamun di saat berperang seperti ini, dasar bodoh" Ucap Ling Shi sembari bertarung dengan lawan yang ada, yu fang mengerjapkan matanya beberapa kali, ini sungguh bukan mimpi ini nyata, gadis ling itu masih memperdulikan ya, gadis ling itu sudah kembali, yu fang tersenyum lebar dan berjanji pada dirinya sendiri ia tak akan membiarkan gadis ling ini pergi, yu fang dengan cepat menarik ling shi dan memeluknya dengan erat


"Hey, apa yang kau lakukan bodoh"

__ADS_1


"Biar kan begini, kau tau aku hampir gila mencari mu, dasar sialan, mengapa kau pergi setelah membuat ku jatuh cinta" Ucap Yu Fang yang masih memeluk Ling Shi dengan erat, sedangkan Ling Shi hanya diam, apakah ia tak salah dengar?


"Maaf menganggu nona muda Ling dan pangeran, saat ini kita sedang berada dalam situasi perang, mohon ingat tempat" Ucap Fei Yang yang kini menyerang musuh yang ingin melukai sepasang kekasih yang sedang melepas rindu itu, jika tidak tentu saja keduanya akan mati konyol, bayangkan saja, dalam kondisi perang mereka malah sibuk melepas rindu, menyebalkan bukan?.


"Nona Fei, kembalilah ke tempat mu, mengapa kau tak mengatakan jika kalian bersama gadis ling ini" Ucap Yu Fang yang masih setia memeluk Ling Shi, seakan di lepas sebentar saja Ling Shi akan kembali menghilang dan membuatnya semakin menggila


"Kau tidak bertanya pangeran, ah sudah lah, sekarang lanjutkan perang terlebih dahulu, setelahnya kalian bisa saling berpelukan sampai pagi" Ucap Fei Yang melompat dan menghilang di balik keramaian


"Dia selalu saja begitu"


"Bisa lepaskan pelukan mu?, kita dalam stuasi perang aku tak ingin mati di sini"


"Baiklah, aku melepaskan dengan sebuah janji, kau harus tetap di Kekaisaran ini, jangan menghilang lagi dan membuatku gila karena mencari," Ucap Yu Fang yang hanya di balas dengan tatapan lembut oleh Ling Shi,


Tak menyangka jika dirinya juga di rindukan, ia telah menyimpan ini selama puluhan tahun, akhirnya usahanya berhasil, ia mendapatkan cintanya, ia hanya berharap setelah ini ia akan bahagia.


Di sisi lain pangeran Lan terus berperang dengan tatapan kosong, beberapa ingatan konyol kini memenuhi pikirannya, hey ini dalam situasi perang tak seharusnya kau mengingat gadis pelayan itu, hey apa yang terjadi?, selain menggunakan racun ternyata pemberontak ini menggunakan ilustrasi, mereka sudah menyiapkan dengan sangat matang,


"Ting" Sebuah pedang kini memblokir beberapa serangan dari pihak musuh,


"Pangeran sadarlah, ini bukan waktunya melamun" Ucap fei yang berteriak keras di samping pangeran lan, namun sepertinya tak ada pergerakan apapun


"Yu mi datanglah" Ucap fei yang sedikit berteriak, dalam sekejap Yu Mi datang


"Buatkan lingkaran kematian, pangeran terkena dampak ilustrasi yang di buat oleh mereka, jika di biarkan pangeran akan mati dengan konyol'' Ucap Fei yang pelan,


Ia tak ingin mati konyol di sini, dengan lingkaran kematian setidaknya ia memiliki waktu untuk menyadarkan pangeran ke dua ini, yah lingkaran kematian adalah lingkaran yang telah di Mentri, siapapun yang mencoba menyentuh lingkaran itu akan mati terkena sengatan listrik yang kuat


"Baiklah segera bersiap, lingkaran kematian ini hanya bertahan dalam waktu 5 menit, jika tidak berhasil maka kau harus berusaha keras untuk bertahan"


"Baiklah, kau segera membantu para nona chen, mereka belum cukup kuat untuk melawan jendral perang musuh"


"Baik lah, semoga berhasil" Ucap yu mi dan kembali mengulang, sedangkan fei yang masih berdiri di samping pangeran lan dengan tatapan kosong


"Sebenarnya siapa yang kau pikirkan pangeran, mengapa kau selemah ini" Ucap Fei Yang nada lirih, lihatlah tatapan yang memang kosong namun expresi sedihnya sangat jelas,


"A Fei" Cicitnya dengan nada nan begitu pelan,

__ADS_1


Fei Yang mengerjapkan matanya beberapa kali, apakah pangeran Lan menagis karena dirinya?, melihat hal ini hatinya terasa sesak dan sakit secara bersamaan,


Ia bukan tak cinta, namun?, ia bahkan sangat menyadari akan status rendahnya, ia tak mungkin bisa di bandingkan dengan para putri bangsawan yang mengejar pangeran Lan, ia hanya pelayan kecil yang bahagia walau hanya melihat senyum kecil pangeran Lan dari kejauhan


"Pangeran, jangan seperti ini sadarlah" Ucap Fei Yang mengguncang tubuh pangeran Lan, waktu semakin sempit namun ia belum berhasil membangunkan pangeran lan dari dunia ilustrasinya


"Hiks, hiks, apa aku seburuk itu?, tak pantas untuk bahagia?, apakah aku sangat tidak pantas?" Racaunya, hey mengapa begini?,


"Pangeran ku mohon sadarlah, kita dalam situasi sulit sekarang, bukan waktunya untuk sebuah penyesalan, semua masih belum terlambat" Ucap Fei Yang yang masih berusaha keras membangunkan pangeran lan,


Lagi lagi ia harus menelan pahitnya kegagalan, ia membuang nafas pelan, ia pernah membaca jika mantra ilustrasi hanya bisa di hilangkan dengan sebuah kecupan, dari pasangan yang saling mencintai apakah ini bercanda?, ia tentu tak bisa lancang seperti itu, ia tak bisa, namun?, saat ini keadaan memaksanya


"Uh, baiklah" Ucap Fei Yang memantapkan dirinya, waktu semakin singkat, jika di biarkan pangeran lan akan mati dalam keadaan konyol seperti ini,


"Maafkan hamba yang mulia, hamba tak bermaksud lancang, ini hamba lakukan demi keselamatan anda" Ucap Fei Yang yang kini mendekat, dan sebuah kecupan berhasil mendarat di bibir indah pangeran lan, Fei Yang mengerjap pelan


"Sangat lembut" Batinnya,


Namun ia kembali di kejutkan dengan tarikan tengkuk itu, Fei Yang awalnya berusaha menolak, namun ciuman itu terasa sangat menyenangkan membuatnya hanyut dalam suasana, pangeran lan sudah sadar dan apa itu?,


Sebuah ciuman di tengah hiruk peperangan?, sangat fantastis, ciuman berlangsung cukup lama, hingga seseorang mengacaukan acara indah mereka


"Kakak kedua, selesaikan ini dulu, berciuman di tengah peperangan seperti ini sangat tidak menyenangkan, kau bisa melanjutkan dalam durasi lebih setelah ini" Ucap Yu Fang yang membuat Fei Yang tersadar, apa yang ia lakukan?, Fei Yang segera menarik dirinya menjauh,


"Maafkan atas kelancangan hamba pangeran" Ucap Fei Yang mundur kebelakang untuk membuat jarak, namun pangeran Lan melangkah mendekatinya dan memeluknya dengan erat,


"Berjanjilah utuk tidak pergi setelah ini?, dan jangan pernah menolak ku lagi" Ucap pangeran Lan dengan lembut


"Hamba berasa tak pantas yang mulia, lepaskan, peperangan harus di lanjutkan''


"Aku tak menerima sebuah penolakan lagi, jika tak menerima syarat yang di tentukan maka aku akan memelukmu hingga peperangan usai"


"Apakah kau gila?, semua orang melihat kita sekarang lepaskan aku" Ucap Fei Yang kelepasan,


Ia tak ingin mati konyol dan pangeran Lan ini?, apakah mereka akan seperti ini hingga mati?, tidak ia masih ingin tetap hidup melihat bayi nonanya dan bermain dengan bayi itu, menghabiskan hari dengan kebahagiaan, ia belum siap di masukan ke neraka,sangat belum siap


"Aku tak perduli dengan mereka, jika kau berada di samping ku mereka bukan apa apa" Ucap pangeran Lan berbisik pelan,

__ADS_1


__ADS_2