
1 minggu berlalu dengan begitu cepat, namun Min bahkan belum menemukan buruannya, Min menyandarkan tubuhnya di bawah pohon sambil menatap air yang mengalir, ia menghela nafas kesal, ia sudah mencari berhari hari namun ia tidak mendapatkan apa apa seolah para hewan lenyap dan hutan ini hutan mati yang tidak memiliki aktivitas mahluk hidup, kemana hewan hewan ini, ia tak memiliki banyak waktu, dan hewan hewan bodoh itu bahkan tak menunjukan batang hidungnya,
"Menyebalkan sekali hutan ini, kemana para penghuninya, aku sudah menghabiskan banyak waktu di sini jika Fei Yang ketahuan kaisar es itu pasti sangat murka" Min membuang nafas kasar, huh baik lah mari lupakan mengenai hewan piritual ini, ia akan mencarinya di lain waktu, saat ini tubuhnya sudah mulai lelah, wajah cantiknya pun sudah terasa sedikit aneh karena tak pernah mendapatkan perawatan yang baik, ah lebih baik ia megunjungi ruang angkasa, ia sudah terlantar di hutan ini selama berhari hari ia butuh tidur yang nyenyak dan makanan yang lezat, lagi pula ia sedikit penasaran dengan ruangan itu, menurut buku yang sempat ia baca ruang angkasa adalah tempat menyimpanan barang barang berharga, dan memiliki pemandangan yang indah dan sangat menyenangkan, yah semoga saja sesuai dengan expektasinya, pelan tapi pasti ia menggeser cincinya kekiri, cahaya putih datang dan kembali membuat goncangan, huh benar benar cahaya yang menyebalkan, bisakah sedikit memberi pemberitahuan agar ia sedikit lebih siap, lihat lah, saat ini seorang kin ji ana jatuh dengan tidak elit di sebuah taman bunga yang ia kira di dalam ruang angkasa ini, ia segera bangkit dan melangkah lebih jauh, ini hanya tamanya saja kan?, ia harus segera masuk dan menemukan tempat peristirahatan yang nyaman, dan wow ternyata ruang angkasa ini sangat besar, memiliki ruang obat, ruang senjata ruang baca ruang berlatih pedang dan panah, bahkan menyediakan kediaman yang sangat mewah dan besar, di lengkapi dengan segala perlengkapan rumah, seperti pakaian dan lain sebagainya
min menghela nafas pelan, sembari memijit hidungnya, kepalanya terasa sangat pusing karena di seret tampa perasaan seperti tadi, benar benar mmenyebalka
"Selamat datang nona" Ucap yu mi menyanbut kedatangan min dengan senyum lebar , dan membungkuk pelan, ini adalah kunjungan pertama, tentu saja yu mi akan melakukan yang terbaik untuk melayani sang nona
"Kau tak mengatakan jika masuk ke sini harus melewati cahaya putih menyebalkan itu, lihatlah kepala ku pusing karenanya, sepertinya cahaya menyebalkan itu di rancang memang untuk menyulitkan ku" Ucapnya menggembungkan pipinya kesal, sejak pertama kali tersesat di zaman ini min sudah memiliki pengalaman buruk tentang cahaya cahaya menyebalkan ini,
Yu mi terkekeh pelan melihat wajah menggemaskan tuanya ini walau wajahnya tertutup kain hitam namun matanya yang menyipit itu menunjukkan jika saat ini ia merubah expresinya, benar benar mahluk yang sulit di tebak, ia terlihat seperti mahluk biasa, selera humornya sangat receh tapi tatapan itu?,
__ADS_1
“Ah baik lah kau tak perlu marah seperti itu nona, aku akan membuatkan mu sup untuk mengurangi pusing mu" Ucap Yu mi pelan, ia tentu mengerti jika nanya tak terbiasa, di masa ini kedatangan cahaya cahaya itu memang hal yang lumrah, bahkan teportasi pun tak semenyenangkan yang di kira, mereka harus mengalami goncangan agar bisa sampai ke tujuan, bagi yang terbiasa tentu saja ia bisa mengendalikan tubuhnya, sedangkan mahluk yang tidak terbiasa akan terombang ambing di awang awang hingga sampai ke tempat yang di tuju, memang, tak ada hal yang benar benar menyenangkan di dunia ini
"Memang begitu seharusnya, kau harus bertanggung jawab, karena mu aku harus menghadapi cahaya menyebalkan itu" Ucap min duduk di gazebo sambil menatap pemandangan indah yang tersaji di depan matanya,
kapan lagi ia mendapatkan kesempatan untuk menjelajah dunia yang aneh tapi nyata ini?, di masanya tak ada ruang angkasa ilmu spiritual dan bahkan di zamannya sudah tak memiliki udara yang sehat dan segar, Min mahluk moderen merasa sangat bangga dan senang berada di zaman aneh ini, lagi pula min adalah gadis kuat hingga bisa mempertahankan kehidupannya sampai akhir, yah ia harus bertahan menyelesaikan misi dan tentu saja ia harus kembali ke neraka dengan nyaman,
"Pantas saja kau betah berlama-lama di sini" Ucap min menggembungkan pipinya saat Yu Mi datang dengan napan yang berisi makanan kecil dan sup pereda mabuk,
Min hanya memutar matanya malas dan perlahan melepaskan kain penutup wajahnya perlahan, kain itu sudah lama tak terbuka dan min merasa sedikit sesak, lagi pula tidak ada siapapun di sini, wajahnya juga bukan sebuah rahasia yang perlu di tutup tutupi, wajahnya sangat cantik dan menyenangkan di lihat, lalu mengapa harus di sembunyikan, Yu mi yang sedari tadi mengoceh seketika terdiam menatap kecantikan yanh sangat memikat milik sang nona, apakah gadis di hadapannya ini seorang dewi?
"No.. Na" Ucap yu mi tak percaya, wajah secantik itu di tutupi, bukankah itu mubazir?, jika yu mi sibuk dengan keterkejutan dan kekaguamnya maka min malah sibuk dengan makanan yang berada di hadapanya
__ADS_1
"Wow makannya juga enak, ternyata kau sangat pandai memasak?," Ucap min tersenyum lebar, sambil menayatap ikan asam manis dan beberapa masakan khas cina kuno lainya, ia sudah tersiksa cukup lama di hutan, kedinginan dan kelaparan, wajar saja ia merasa sangat bersemangat jika di suguhi makanan selezat ini, jika ia tau ruangan angkasa se indah dan semenyenangkan ini maka ia akan bermain ke sini lebih cepat, mengambil bekal dan tentu saja harus kembali mencari buruan di hutan
"Tentu saja" Ucap Yu Mi tersenyum lebar sambil membanggakan diri, min hanya menggeleng, ah ternyata yu mi lebih menyenangkan dari fei yang, yah memang fei yang masih sering sungkan padanya, sedakan yu mi?, yu mi adalah gadis berjiwa bebas, anti sungkan dan terkadang tak tau malu, tapi tentu saja ia tau di mana bat adanya, ia hanya bersikap lebih ramah bukan kurang ajar apa lagi lupa diri
"Ah ia nona, lebih baik kau beristirahat, agar tenaga mu pulih dan bisa segera menemukan hewan spiritual itu" Ucap yu mi sambil merapikan sisa makanan di atas meja
"Ah kau benar juga, aku akan beristirahat, antarkan aku ke kamar" Ucap min pelan, kepalanya masih pusing tidur bukan pilihan yang buruk
"Dengan senang hati nona" Menuntun min menuju kamar yang telah di siapkan,
Yu mi tingga sendiri di sini tak ada pelayan atau penjaga, ah ia tentu yu mi adalah mahluk individu dan bukan seorang raja jadi wajar kan rumahanya sepi, heheh.
__ADS_1