
Terdengar teriakan kemenagan dari para prajurit, para jendral sudah mengurus semua pemberontak itu dan menyiapkan kereta untuk membawa sang kaisar kembali, Min menatap tubuh tak berdaya itu, melihat keadaan sang kaisar yang begitu memprihatinkan neninbulkan rasa sakit di hatinya, entah lah, ia sendiri pun tak tau, yang jelas hatinya sakit saat melihat sang kaisar terkulai lemah tak berdaya, bahkan benar benar tak berdaya,
awalnya Min hanya menemukan satu jenis racun, yaitu carun Fu ju racun sama dengan yang berada di dalam tubuh sang kaisar, namun kali ini Min memeriksa dengan sangat teliti, min menjergit ternyata bukan hanya racun Fu ji, racun chi dan racun bunga api pun sudah berada di dalam tubuh kaisar es itu, wajar saja kaisar dapat di kalahkan dengan cepat ternyata ia terkena racun bunga api yang bisa merusak mendeirinnya, dan menghilangkan kekuatan kulvikasinya,
beruntung min memberi pertolongan pertama agar racun tidak menyebar, setelah menempuh perjalanan cukup panjang akhirnya mereka sampai di cahp militer, chap militer masih terlihat sedikit kacau, mayat mayat para pemberontak berserakan sekeliling chap militer, kedatangan sang kaisar di sambut dengan suka ria oleh para penghuni chap, lagi lagi mereka membawa pulang kemenagan, namun kebahagiaan itu seketika luntur akibat kaisar yang terluka, yah kaisar yang selama ini sosok yang begitu kuat dan perkasa, kini terkulai lemah tanpa daya, benar benar tak pernah mereka bayangkan
"Adik ke 2 dan ke enam, segera urus mayat mayat ini, buat acara kematian yang layak untuk mereka" Ucap min segera meninggalkan lapangan menuju valium,
"segera Panggilkan tabib" Ucap min tergesa gesa, saat ia sudah berada di dalam kediaman, tubuh kaisar pun sudah tergelrtak lemah di atas kasur, min menghela nafas pelan, meminta agar para pelayan pergi untuk memberi ruang agar permaisuri dapat membersihkan diri sang kaisar, yah mau bagai mana lagi?,
"Kau ini, merepotkan ku saja tau, dan bahkan kedua adik ku pun kini malah memihak mu, apakah kau menyogok mereka?, bahkan mereka tidak mengizinkan para pelayan membersihkan tubuh kotor mu ini, bagai mana pun aku adalah seorang gadis tidak baik jika dalam situasi ini, lalu?, kau dengan begitu tak berperasaan membiarkan ku benaran di situasi ini" Omelnya sembari membersihkan tubuh sang kaisar dengan kain lap, min membuka baju kebesaran sang kaisar, hanya meninggalkan baju tidur tipis dan celana, ia sudah tak sanggup lagi jika harus memasangkan jubah, tubuh kaisar bukanlah ringan, ia harus bekerja keras untuk melakukan segala hal memalukan seperti ini
"Kau ini, ingatkan untuk memberiku hadiah setelah ini, jangan sampai kau lupa diri, awas saja kau, jika menghukum ku setelah kau terjaga" Omel min dengan nada ketus, yah sepanjang acara pembersihan selalu di temani segala omelan dari sang permaisuri yang entah sejak kapan menjadi sosok yang begitu cerewet
__ADS_1
setelah selesai dengan acara bersih bersih ia kembali merapikan pakaian sang kaisar, dan tentu saja hanya dengan pakaian tipisnya, min sudah menghabiskan begitu banyak tenaga untuk melakukan ini, omelan terhenti saat seorang tabib meminta izin untuk masuk, dan min tentu saja membersihkan agar sang kaisar bisa di tangani secepat mungkin
"Hormat pada permaisuri" Ucap sang tabib membunhkuk hormat
"Segera periksa tabib" Ucap min cepat, memang ia adalah ahli medis dan racun namun dalam hal ini akan lebih baik melibatkan para tabib,
"Kaisar terluka dalam cukup parah permaisuri" Ucap sang tabib, bukan itu jawaban yang min ingin kan, min juga sudah tau perihal luka dalam itu, namun min ingin memastikan racun yang berada di tubuh sang kaisar
"Ah tubuh kaisar tidak terkena racun permaisuri" Ucap sang tabib, min menggeram kesal, wajar saja ada banyak kematian yang tak wajar di ssini, ara tabib sangat tidak kompeten bahkan tidak dapat mengenali racun benar benar tak berguna
"Apa kau memeriksanya dengan baik, aku hanya ingin mendengar penawar dari ke tiga racun yang bersarang di tubuh kaisar" Ucap min mendesak, sebelumnya ia berharap jika tabib bisa mengatasi ini
"Maafkan atas ketidak mampuan saya yang mulia, namun saya tak dapat menemukan racun itu" Ucap tabib yang kini memucat, sepertinya permaisuri akan segera meledak namun ia tak bisa berbuat banyak menurut penelusurannya kaisar hanya mengalami luka dalam
__ADS_1
Dengan kesal min mengambil tangan kaisar dan menusuknya dengan jarum aktufuktur milik sang tabib, darah mengalir, min meneteskan beberapa titik darah ke dalam piring giok, darah merah itu berubah menjadi hitam dan mengeluarkan aroma aneh
"Apakah ini bukan racun?, bawa darah ini dan periksa dengan baik, sebagai tabib jadilah sedikit lebih berguna" Ucap min datar, ia tak suka memiliki bawahan yang kurang kompeten
"Maafkan atas ketidak mampuan sayayang mulia, saya akan memeriksa darah ini dan saya akan melaporkan ke pada yang mulia jika ada hal yang tidak beres pada yang mulia kaisar"
"apakah matamu benar benar buta?, apakah kau tak melihat jika darah itu berubah menjadi hitam pekat, dan kau?, ingin melaporkan jika ada sesuatu yang aneh pada darah ini, apakah matamu terlalu buta untuk melihat keanehan ini?" Ucap min kesal, tabib benar benar tak berguna,
"sudah lah, segera tinggalkan tempat ini, aku sangat membenci seseorang yang tidak bisa bertanggung jawab"Ucap min ketus, sang tabib hanya bisa mengangguk pelan dan setelahnya ia segera membungkuk dan berlalu meninggalkan ruangan, Min berjalan mendekati kaisar yang sedang terbaring lemah itu, tabib tak berguna
"Hey kaisar es, bukankah kau orang yang cerdas lalu kenpa racun bisa bersarang di tubuh mu?, bukankah kau orang yang kuat?, kenapa bisa di kalahkan dengan racun sesepele ini?, benar benar bodoh" Ucap min pelan, ia belum bisa menemukan penawar racun yang berada di tubuh sang kaisar, ketiga racun itu memiliki reaksi yang sangat sensitif, jika terjadi kesalahan maka akan berakhir dengan kematian dan jika tidak kaisar akan kehilangan kulvikasinya, Min tak ingin mebuat sang kaisar yang kuat ini menjadi sampah tak perguna haya karena pertarungan istana
"Ah baik lah" Ucap min beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, ia baru menyadari penampilan kacaunya saat ini, ia sangat cemas, hingga tak menyadari bahwa dirinya bahkan masih memakai hanfu kotor dan bercak darah memang sangat tak pantas untuk seorang permaisuri, Min menghela nafas pelan dan beranjak menuju kamar mandi membersihkan dirinya, setelah itu ia akan ke ruang angkasa untuk mencari petunjuk mengenai racun itu, yah ia harus tetap berusaha meskipun hanya memiliki sedikit kemungkinan
__ADS_1