
Malam semakin larut, Min masih duduk di depan jendela sembari menikmati semilir angin musim dingin “Huh” ia menghela nafas pelan,
Pikirannya melayang menembus kegelapan malam, ia merasa sedikit gelisah, gelisah dengan semua kenyataan yang harus ia hadapi, permintaan Mian Li telah di lakukan dengan baik oleh Min, takada pertumpahan darah dan membangun negri yang aman damai dan sejahtera, prihal kematian nyonya jendral sudah terungkap,
Masalah pemberontakan sudah selesai, pangeran Lan dan Yu Fang akhirnya bersatu dengan kekasih mereka, kaisar pun sudah berubah menjadi lebih baik, Min merasa kahwatir, merasa takut dan gelisah, ia takut jika sewaktu waktu ia kembali ke masa modern, meninggalkan kehidupan yang selama ini ia perjuangkan,
Kebahagiaan yang selama ini ia impikan, tapi mengapa?, saat semua berhasil di raih kenyataan kembali menamparnya, takdir kembali mempermainkannya, bahkan saat ini ia di paksa mengerti bahwa tubuh yang di tempati saat ini bukan miliknya, ia hanyalah jiwa yang tersesat, menjalani misi untuk kembali ketempat seharusnya ia berada, entah itu di buang ke dunia moderen atau di seret ke neraka,
“Huh” lagi lagi Min hanya menghela nafas pelan, semua sudah selesai, ia hanyalah jiwa tersesat, yang sewaktu waktu bisa kembali ke tubuh aslinya, meskipun ia mengharapkan hal itu, tapi?, kehidupannya di masa ini?, perjuangannya?, pengorbanannya?, cintanya?
“Huh” untuk kesekian kalinya min menghela nafas pelan, memikirkan hal ini membuatnya menjadi begitu cemas
“Apa yang mengganggu pikiran mu permaisuri” Ucap kaisar Zhou yang datang bersama jubah dan segera menutupi tubuh mungil istrinya, malam semakin dingin, ia tak ingin istrinya jatuh sakit
“Yang mulia, maafkan aku karena tak menyadari kehadiran mu” Ucap Min dengan nada pelan,
“Ada apa?, apakah ada masalah?, terjadi sesuatu?, kita bisa membicarakannya” Bisik kaisar Zhou pelan, Min hanya membalas dengan sebuah gelengan pelan, kaisar Zhou menghela nafas pelan dan duduk di samping Min dan membawa tubuh min dalam dekapannya, ia menatap mata sang permaisuri lekat, mencari masalah apa yang membuat sang permaisuri terlihat begitu cemas
“Permaisuri udara malam tak baik untuk kesehatan mu,” bisik kaisar Zhou pelan, ia menyerah, permaisuri menyimpan rahasianya dengan sangat ketat, bahkan kaisar Zhou tak bisa melihatnya, ia hanya merasakan jika hal besar akan segera terjadi, dan ia hanya bisa berharap semoga semua akan baik baik saja
__ADS_1
“Yang mulia”
“Biarkan aku menggendong mu permaisuri, kaisar ini tak ingin kau kelahan, kau masih memiliki pekerjaan penting nanti” ucap Kaisar Zhou menggendong min dan membawanya ke peraduan, meletakkannya dengan lembut setelahnya mengecup kening sang permaisuri dengan lembut dan kembali memeluk sang permaisuri
“Yang mulia, beberapa hari lagi adik ke dua dan ke enam akan menikah , hm kira kira hadiah apa yang kita berikan untuk mereka” Ucap Min yang masih berada dalam pelukan kaisar Zhou, sang kaisar tersenyum kecil dan mengambil kecupan singkat dari bibir indah permaisurinya
“Yang mulia” rengek Min, ia serius, dua hari lagi acara pernikahan akan di laksanakan, istana sangat sibuk, tapi bahkan min belum menyiapkan hadiah apun untuk adik adiknya, kaisar melarangnya untuk keluar istana, lalu apa yang bisa ia lakukan?,
“Permaisuri, jika aku menyerahkan kerajaan Young dan Wu pada kedua adik mu, bagai mana menurut mu?” Ucap kaisar Zhou mengelus pipi min dengan lembut
“Jangan lupakan yang mulia, mereka juga saudara mu, jika bukan saudara mu bagai mana bisa menjadi adik ku” Bisik Min sembari mencubit pinggang sang kaisar, enak saja, jika bukan karena kaisar Zhou mana mungkin mereka manjadi kerabat?
“Yang mulia, bukankah akan menjadi pertikaian antara keluarga inti kerajaan Young dan Wu?, jika memiliki pilihan maka akan lebih baik tak memulai sebuah peperangan” Ucap Min pelan
“Permaisuri, sepertinya kau melupakan satuhal penting, kedua kerajaan itu sudah di ambil alih oleh kekaisaran, dan yah aku belum menemukan kandidat yang baik untuk menjadi pemimpin di sana, bagai manapun sebuah kerajaan membutuhkan seorang raja kan?, aku tak bisa mengurus mereka sendirian"
“Hm jika menurutmu baik, maka lakukan saja yang mulia, aku akan selalu mendukung keputusan mu” Ucap Min pelan, kaisar Zhou hanya mengguk sebagai jawaban,
“Mari beristirahat yang mulia”
__ADS_1
“Berikan kaisar ini ciuman selamat malam” Ucap kaisar Zhou, Min hanya memutar bola matanya malas, ah baiklah hanya sebuah ciuman, kebiasaan sekali, tapi yah jauh lebih baik dari pada berhubungan badan, yah berhubungan dalam keadaan perut membuncit bukanlah pilihan yang tepat bagi Min, kaisar Zhou tak ingin membahayakan keadaan permaisurinya, ia memilih untuk menahan keinginannya dari pada harus menyakiti permaisurinya,
“bisakah absen untuk kali ini?” Rengeknya pelan, meskipun tak berhubungan badan kaisar Zhou sangat suka mencumbuinya,
“Tidak ada tawaran yang mulia permaisuri, sekarang berikan ciuman selamat malam pada kaisar malang ini” Ucap Kaisar Zhou menunjukan senyuman menyebalkan,
Min mendekat dan mengecup pipi kaisar Zhou dan setelahnya mengecup bibir, kaisar Zhou menikmati cumbuan yang memabukkan itu, yah seperti biasa, kaisar Zhou akan membiarkan min memimpin dan ia hanya menikmati saja, hingga pada saat min berencana untuk menyudahi, kaisar zhou menarik tengkuknya dan mengambil alih kepemimpinan,
“Yang mulia” Ucap Min terengah engah, karena ciuman mereka berlangsung cukup lama, kaisar Zhou memang monster mesum yang menakutkan
“Kau selalu membuat ku candu permaisuri, mari beristirahat” ucap kaisar zhou lembut dan memeluk erat tubuh permaisurinya,
setelahnya min terlelap dengan segala beban pikirannya, kaisar Zhou merasakan perubahan Min akhir akhir ini, tapi?, Min selalu pandai mengelak dan yah, kaisar zhou hanya bisa menunggu hingga min siap menceritakan masalahnya, menanti waktu yang tepat untuk mendengarkan cerita dari sang permaisurinya
“Entah mengapa aku merasa akan terjadi hal buruk tak lama lagi, semoga bukan kau permaisuri ku, aku sangat mencintai mu” Bisik kaisar Zhou pelan mengecup lembut kening Min, kaisar Zhou selalu merasakan firasat buruk akhir akhir ini, ia hanya berharap jika semua hanya sebuah firasatnya saja, ia akan melindungi anak dan istrinya, dalam perlindungannya tentu saja tak ada yang bisa menyakiti istrinya
Setelah puas memandangi wajah cantik sang Permaisuri kaisar Zhou ikut memejamkan mata, tak butuh waktu lama, kaisar zhou terlelap, karena pada dasarnya aroma tubuh min adalah obat tidur baginya,
Pekerjaannya yang banyak tak membuatnya kekurangan waktu, ia masih memiliki begitu banyak waktu luang untuk menemani permaisurinya, baginya Kekaisaran ini tak ada artinya di bandingkan dengan istrinya,
__ADS_1